Portofolio Karya
Concert Hall Acoustic Consultant Indonesia: RuBIK Theater and Concert Hall Jakarta Case Study
Creating a world-class theater or concert hall requires more than exceptional room acoustics. At RuBIK Theater and Concert Hall Jakarta, ALTA Integra worked alongside Shimizu Corporation and Nagata Acoustics Japan to review building acoustic performance, sound isolation, HVAC noise control, and environmental noise mitigation.
Studi kasus ini mengkaji tantangan dalam memenuhi kriteria kinerja NC-20 hingga NC-25, mengendalikan kebisingan generator dan sistem mekanis, serta menciptakan lingkungan akustik yang mampu mendukung pertunjukan langsung, perekaman, dan produksi berkualitas siaran.
Sebuah Landmark Budaya Baru bagi Indonesia
Ketika orang mengunjungi gedung konser atau teater, mereka biasanya memperhatikan arsitekturnya, panggungnya, para penampil, dan suasana tempat tersebut. Sangat sedikit orang yang memikirkan isolasi suara yang tersembunyi di dalam dinding, pengendalian getaran di bawah lantai, atau rekayasa akustik yang diperlukan untuk mencegah kebisingan mekanis mengganggu pertunjukan.
Namun, unsur-unsur tak terlihat inilah yang seringkali menentukan apakah sebuah tempat pertunjukan akan sukses atau gagal.
In 2024, ALTA Integra had the opportunity to contribute to one of Indonesia's most ambitious performing arts developments: RuBIK (Rumah Budaya Indonesia Kaya), a new theater and concert hall complex located in Permata Hijau, Jakarta.
Designed by SHAU Architects, interior design by Domisilium, structural engineering by Davy Sukamta & Partners, and MEP engineering by Meinhardt, with acoustic design by Nagata Acoustics Japan and ALTA Integra the project is envisioned as a major destination for Indonesia's growing performing arts community.
Proyek ini mencakup:
Teater utama dan gedung konser berkapasitas 1.200 kursi
Sebuah teater black box berkapasitas 300 kursi
Ruang latihan dan ruang pendidikan
Fasilitas pameran
Mendukung kegiatan budaya dan kemasyarakatan
Currently under construction, RuBIK represents a significant investment in Indonesia's cultural future and demonstrates the increasing demand for world-class performance venues throughout the region.
For ALTA Integra, our role focused on reviewing critical building acoustic and environmental noise aspects to support an exceptional audience experience and achieve stringent NC-20 to NC-25 background noise criteria.
Ruang lingkup kami meliputi:
Tinjauan menyeluruh terhadap semua kriteria kebisingan latar belakang ruang angkasa
Penilaian Kebisingan Lingkungan
Tinjauan kinerja akustik bangunan: evaluasi STC dan OITC
Pengendalian kebisingan HVAC: Pengurangan kebisingan mekanis dan listrik
Kebisingan yang Ditimbulkan oleh Bangunan terhadap Komunitas Tetangga
Topik-topik ini mungkin terdengar sangat teknis, tetapi pada akhirnya semuanya bertujuan untuk satu hal sederhana:
Agar penonton dapat menikmati pertunjukan tersebut—dan tidak ada yang lain.
AI Generated Architectural Rendering of RuBIK Concert Hall and Theater Jakarta
Mengapa Desain Akustik Penting dalam Gedung Seni Pertunjukan
Gedung konser dan teater termasuk di antara jenis bangunan yang memiliki tuntutan akustik tertinggi di dunia.
Berbeda dengan kantor, hotel, pusat perbelanjaan, atau gedung komersial, tempat pertunjukan dirancang untuk mendukung momen-momen yang menuntut kepekaan akustik yang luar biasa.
Sebuah dialog yang diucapkan dengan berbisik harus tetap dapat dipahami oleh penonton.
Permainan biola solo harus terdengar halus dan jernih.
Paduan suara harus didengarkan tanpa gangguan.
Jeda dramatis harus terasa benar-benar sunyi.
Dalam banyak kasus, tingkat kebisingan latar belakang yang masih dapat ditoleransi di kantor perusahaan menjadi tidak dapat ditoleransi di gedung konser.
Penciptaan lingkungan-lingkungan ini membutuhkan kerja sama yang erat antara arsitek, konsultan akustik, insinyur struktur, insinyur MEP, desainer interior, dan spesialis fisika bangunan sejak tahap-tahap awal perancangan.
Tantangan tersebut menjadi semakin besar di lingkungan perkotaan yang padat seperti Jakarta, di mana lalu lintas, sistem transportasi, aktivitas komersial, dan layanan gedung terus-menerus menimbulkan kebisingan.
Menciptakan keheningan di tengah kota yang bising bukanlah hal yang mudah. Di sinilah konsultan akustik gedung konser memainkan peran yang sangat penting.
Selama tahap konstruksi, Herwin Gunawan mengevaluasi gambar teknis lapisan peredam suara serta pemasangan prototipe untuk memastikan bahwa perlakuan akustik yang ditentukan telah diterapkan dengan benar.
Apa Saja Tugas Seorang Konsultan Akustik Gedung Konser di Indonesia?
Banyak orang yang mengenal arsitek dan insinyur, tetapi hanya sedikit yang memahami peran seorang konsultan akustik gedung konser.
Seorang konsultan akustik gedung konser membantu merancang ruang-ruang di mana suara dapat dinikmati persis seperti yang diinginkan oleh para penampil, sutradara, komposer, dan penonton.
Hal ini sering kali mencakup:
Desain akustik ruangan
Desain isolasi suara
Ulasan akustik bangunan
Pengendalian kebisingan sistem HVAC
Pengendalian getaran
Penilaian kebisingan lingkungan
Analisis transmisi suara
Pengembangan kriteria kinerja
Simulasi dan pemodelan akustik
Di Indonesia, tantangan-tantangan ini sering kali diperparah oleh lingkungan perkotaan yang padat, kondisi iklim tropis, serta kebutuhan akan sistem pendingin mekanis berskala besar yang beroperasi sepanjang tahun.
Oleh karena itu, perancangan akustik gedung konser di Indonesia harus mampu menyeimbangkan visi arsitektural, kenyamanan pengunjung, tanggung jawab lingkungan, dan keunggulan akustik secara bersamaan.
Tantangan Akustik dalam Membangun Landmark Budaya di Lingkungan Perkotaan
Located in the vibrant urban district of Permata Hijau, Jakarta, RuBIK Theater and Concert Hall is surrounded by residential neighborhoods, commercial developments, transportation networks, and the constant activity of a modern city. While this location offers excellent accessibility and cultural visibility, it also presents one of the most demanding acoustic challenges in performing arts design.
Mencapai NC-20 hingga NC-25: Desain untuk Keheningan
One of the most demanding acoustic performance requirements for RuBIK was achieving an exceptionally low indoor background noise level of NC-25 within the main theater and concert hall, with certain operational scenarios aspiring toward NC-20 performance conditions.
Bagi yang belum familiar dengan akustik, NC (Noise Criteria) adalah sistem penilaian yang diakui secara internasional yang digunakan untuk mengevaluasi kebisingan latar belakang di dalam ruangan yang dihasilkan oleh instalasi bangunan seperti sistem pendingin udara, peralatan ventilasi, pompa, dan sistem mekanis lainnya. Nilai NC yang lebih rendah menandakan lingkungan yang lebih tenang dan biasanya diterapkan pada ruang-ruang di mana pendengaran yang akurat sangat penting.
Di tempat-tempat pertunjukan seni, mencapai nilai NC yang rendah tidak hanya penting bagi kenyamanan penonton dan apresiasi musik. Hal ini juga semakin penting untuk mendukung perekaman audio profesional, siaran langsung, produksi siaran, dan pembuatan konten digital. Gedung konser dan teater modern diharapkan tidak hanya melayani penonton yang hadir secara langsung, tetapi juga penonton jarak jauh melalui siaran televisi, platform streaming daring, rekaman arsip, dan acara hibrida.
Bahkan suara latar yang samar dari sistem HVAC pun dapat tertangkap oleh mikrofon yang sensitif selama sesi perekaman atau siaran langsung, sehingga mengurangi kejernihan audio dan menambah tantangan dalam tahap pascaproduksi. Karena alasan ini, banyak tempat pertunjukan kelas dunia menargetkan lingkungan dengan tingkat kebisingan (NC) antara NC-20 hingga NC-25 untuk memastikan bahwa baik penonton di tempat maupun pendengar jarak jauh dapat menikmati kualitas suara sebaik mungkin.
At RuBIK, maintaining stringent background noise criteria was therefore critical not only for theatrical and musical performances, but also for supporting future recording, broadcasting, and digital media applications that are increasingly becoming part of contemporary performing arts venues.
Seperti apa sebenarnya suara NC-25 itu?
NC-25 menghadirkan lingkungan dalam ruangan yang sangat senyap, yang umumnya dibutuhkan di tempat-tempat pertunjukan seni berkinerja tinggi di mana kebisingan latar belakang sekecil apa pun pun dapat mengganggu pengalaman penonton.
Sebagai perbandingan:
Lingkungan Kantor pada Umumnya: NC-35 hingga NC-45
Kamar Tamu Hotel: NC-30 hingga NC-35
Gedung Teater atau Gedung Konser Berkinerja Tinggi: NC-20 hingga NC-25
Di NC-25, sistem mekanis nyaris tak terasa. Ruangan menjadi cukup sunyi sehingga penonton dapat menikmati detail-detail paling halus dari sebuah pertunjukan—mulai dari getaran halus senar biola dan pelemahan alami nada piano, hingga dialog panggung yang paling lembut sekalipun.
Meskipun NC-25 mungkin tampak sekadar angka pada lembar spesifikasi, mencapai angka tersebut sama sekali tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan kerja sama yang erat antara konsultan akustik, arsitek, dan insinyur MEP sepanjang proses perancangan. Setiap saluran udara, diffuser, unit penanganan udara, kipas, dan ruang mesin harus dievaluasi secara cermat untuk memastikan bahwa bangunan itu sendiri tidak mengganggu kinerja sistem tersebut.
Menjaga Suasana Kota Tetap Terasa di Luar Gedung Konser
Sebuah gedung konser seharusnya mampu membawa penonton ke dunia lain. Namun, di lingkungan perkotaan yang padat seperti Jakarta, kota ini terus-menerus menghasilkan suara.
Arus lalu lintas, sepeda motor, bus, kendaraan pengiriman, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan pada umumnya semuanya turut membentuk lanskap suara di sekitarnya. Tanpa isolasi akustik yang memadai, kebisingan eksternal ini dapat merembes ke dalam ruang pertunjukan dan mengganggu lingkungan akustik yang dirancang dengan sangat cermat sekalipun.
For RuBIK, particular attention was given to the building envelope and sound isolation strategy to ensure that external noise remains outside where it belongs. During a quiet orchestral passage or a dramatic theatrical pause, audiences should hear only the performance—not the city beyond the walls.
Mengurangi Kebisingan yang Ditimbulkan oleh Sistem HVAC dan Bangunan
Menciptakan ruang konser yang tenang bukan hanya soal mencegah kebisingan masuk ke dalam ruang konser. Yang tak kalah pentingnya adalah mengendalikan kebisingan yang dihasilkan oleh bangunan itu sendiri.
Sistem mekanik dan kelistrikan sering kali menjadi salah satu penyumbang utama kebisingan latar di tempat-tempat pertunjukan. Peralatan pendingin udara, sistem ventilasi, infrastruktur pendingin, pompa, dan generator darurat semuanya dapat menimbulkan suara dan getaran yang tidak diinginkan jika tidak dirancang dengan cermat.
Oleh karena itu, pengurangan kebisingan sistem HVAC menjadi komponen penting dalam proses penilaian akustik. Tantangannya adalah menyediakan aliran udara dan kenyamanan termal yang dibutuhkan untuk ruang pertunjukan berskala besar sambil tetap memenuhi kriteria akustik NC-25 yang ketat.
Melalui rekayasa akustik yang cermat, pemilihan peralatan, isolasi getaran, strategi peredaman kebisingan, serta koordinasi dengan tim desain secara keseluruhan, proyek ini berupaya menyeimbangkan persyaratan operasional dengan kenyamanan penonton dan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, akustik gedung konser yang sukses tidak hanya bergantung pada desain ruangan yang bagus. Hal ini membutuhkan pendekatan terpadu di mana arsitektur, akustik, teknik mesin, dan tanggung jawab lingkungan saling bersinergi untuk menciptakan ruang-ruang yang tidak hanya menginspirasi secara budaya, tetapi juga memiliki kualitas akustik yang luar biasa.
Tinjauan model uji pelapis peredam suara untuk instalasi pipa dan saluran HVAC guna meminimalkan kebocoran suara, mengurangi transmisi suara melalui dinding samping, serta memenuhi persyaratan kinerja isolasi suara di teater dan gedung konser.
Bagian 1: Isolasi Suara di Ruang Konser dan Kinerja Akustik Bangunan
One of ALTA Integra's primary tasks was reviewing the building's sound isolation performance. When discussing acoustic quality, people often focus on room acoustics such as reverberation and sound reflections.
Namun, sebelum akustik ruangan dapat berfungsi dengan baik, masalah isolasi suara harus diatasi terlebih dahulu. Jika kebisingan dari luar merembes masuk ke dalam ruang pertunjukan, bahkan akustik ruangan yang terbaik sekalipun tidak akan mampu mengatasinya. Demikian pula, jika suara pertunjukan yang keras merembes ke ruang-ruang di sekitarnya, konflik operasional akan segera muncul.
Memahami STC
Salah satu komponen utama dalam tinjauan ini adalah evaluasi kinerja Sound Transmission Class (STC). STC mengukur seberapa efektif dinding, partisi, lantai, atau struktur bangunan dalam menghalangi transmisi suara yang ditularkan melalui udara. Contohnya: suara percakapan, musik yang diperkuat, dan kebisingan kerumunan.
Nilai STC yang lebih tinggi menandakan isolasi suara yang lebih baik. Untuk fasilitas seni pertunjukan, hal ini menjadi sangat penting terutama antara:
Area teater dan lobi
Gedung konser dan ruang pendukung
Ruang latihan dan ruang kelas
Ruang teknis dan area penonton
Teater kotak hitam dan fungsi-fungsi terkait
Tinjauan kami mengevaluasi apakah susunan arsitektural dapat mencapai pemisahan akustik yang dimaksudkan dan diperlukan untuk pelaksanaan berbagai aktivitas secara bersamaan.
Melihat Lebih Jauh dari STC: Pentingnya OITC
Salah satu aspek menarik dari proyek ini adalah evaluasi Kelas Transmisi Luar Ruangan-Dalam Ruangan (OITC). Meskipun STC sudah dikenal luas di kalangan arsitek dan insinyur, OITC sering kali kurang mendapat perhatian.
Namun, bagi bangunan budaya perkotaan, OITC juga dapat sama pentingnya. OITC berfokus pada sumber kebisingan dengan frekuensi rendah seperti:
Lalu lintas jalan raya
Truk
Kendaraan berat
Peralatan mekanik
Kebisingan lingkungan perkotaan
Frekuensi-frekuensi rendah ini seringkali lebih sulit dikendalikan daripada frekuensi suara bicara.
Sistem fasad yang menunjukkan kinerja baik dalam pengujian STC belum tentu memberikan isolasi frekuensi rendah yang memadai. Hal ini sangat relevan bagi ruang pertunjukan, di mana bahkan gemuruh lalu lintas dari kejauhan pun dapat terdengar jelas selama bagian musik yang tenang.
Tinjauan kami membahas bagaimana selubung bangunan dapat berperan dalam menjaga lingkungan akustik yang sesuai di dalam ruang pertunjukan yang krusial.
Bagian 2: Pengendalian Kebisingan HVAC — Tantangan Akustik Tersembunyi di Balik Setiap Tempat Pertunjukan yang Hebat
Ketika orang membayangkan akustik gedung konser, yang biasanya terlintas dalam benak mereka adalah bentuk arsitektur yang indah, permukaan dinding yang dirancang dengan cermat, reflektor akustik yang digantung, atau mungkin keahlian para ahli akustik ternama.
Hanya sedikit orang yang memikirkan saluran AC. Namun, setelah bertahun-tahun bekerja di teater, auditorium, tempat ibadah, dan tempat pertunjukan, saya menyadari bahwa beberapa tantangan akustik terbesar sering kali tersembunyi di atas langit-langit.
Faktanya, salah satu alasan paling umum mengapa sebuah ruang pertunjukan gagal mencapai target akustiknya sama sekali tidak berkaitan dengan akustik ruangan. Seringkali, penyebabnya adalah sistem HVAC.
Ironisnya, para pengguna jarang menyadari adanya sistem HVAC yang dirancang dengan baik karena memang tidak seharusnya mereka menyadarinya. Sistem HVAC terbaik pada dasarnya tidak terlihat. Sistem tersebut secara diam-diam memberikan kenyamanan termal tanpa menarik perhatian.
Sayangnya, jika kebisingan sistem HVAC tidak dikendalikan dengan baik, semua orang akan menyadarinya.
Sebuah bagian orkestra yang lembut tiba-tiba bersaing dengan gemuruh frekuensi rendah. Jeda dramatis dalam sebuah pertunjukan teater terganggu oleh suara desis dari diffuser udara. Sesi rekaman menangkap suara mekanis yang tidak diinginkan, yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
Pada saat itu, suara dari gedung tersebut mulai terdengar. Dan itulah tepatnya yang berusaha dihindari oleh para perancang akustik.
Mengapa Keheningan Penting di Ruang Pertunjukan
Kebanyakan orang terkejut ketika mengetahui betapa sunyinya suasana yang diharapkan di dalam gedung konser atau teater.
Untuk banyak jenis bangunan, adanya sedikit kebisingan latar belakang masih dapat diterima. Sebuah kantor dapat menoleransi suara percakapan, kipas komputer, dan suara AC. Sebuah pusat perbelanjaan memang seharusnya ramai. Sebuah terminal transportasi secara alami memang bising.
Gedung konser itu berbeda.
Selama pertunjukan musik, penonton mungkin mendengarkan suara-suara yang sangat halus. Bunyi biola yang dimainkan dengan pianissimo, pelemahan alami nada piano, resonansi paduan suara, atau dialog yang diucapkan dengan berbisik dalam sebuah pertunjukan teater—semuanya dapat tertutupi oleh kebisingan latar belakang yang ditimbulkan oleh bangunan itu sendiri.
Semakin sunyi ruangan tersebut, semakin terdengar jelas suara mesinnya. Inilah sebabnya mengapa bioskop dan gedung konser berkinerja tinggi sering kali menargetkan kriteria kebisingan latar belakang yang ketat, seperti NC-25 atau bahkan NC-20.
Untuk mencapai target-target ini, diperlukan lebih dari sekadar memilih peralatan yang tidak berisik. Hal ini membutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana suara dihasilkan, ditransmisikan, dan dirasakan di seluruh sistem mekanis.
Sistem HVAC: Sumber Suara yang Tak Terlihat
Dari sudut pandang akustik, sistem HVAC berperilaku seperti jaringan kompleks yang terdiri dari sumber-sumber kebisingan yang saling terhubung. Setiap komponen berpotensi menghasilkan suara yang tidak diinginkan.
Beberapa sumber suara mudah dikenali. Yang lainnya justru cukup sulit diidentifikasi. Tantangannya adalah, meskipun setiap komponen secara terpisah tampak memenuhi syarat, efek gabungannya tetap bisa melampaui kriteria akustik untuk ruangan tersebut.
Oleh karena itu, memahami dari mana asal suara HVAC merupakan langkah pertama untuk mengendalikannya.
Suara Aliran Udara
Salah satu masalah akustik yang paling umum terjadi ketika udara mengalir terlalu cepat melalui saluran, kisi-kisi, atau difuser. Seiring meningkatnya kecepatan aliran udara, terjadi turbulensi. Turbulensi inilah yang menimbulkan suara.
Kebanyakan orang pernah mengalami fenomena ini tanpa menyadarinya. Berdirilah di bawah diffuser udara di gedung perkantoran pada umumnya, dan Anda mungkin akan mendengar suara desiran yang lembut. Di banyak gedung komersial, hal ini dianggap wajar.
Namun, di dalam gedung konser, suara yang sama itu bisa menjadi masalah.
Untuk ruang pertunjukan, penentuan ukuran saluran udara dan strategi distribusi udara sering kali harus mengutamakan kecepatan udara yang rendah. Saluran udara yang lebih besar dan sistem distribusi udara yang dirancang dengan cermat membantu mengurangi turbulensi serta meminimalkan kebisingan yang ditimbulkan oleh aliran udara.
Tantangannya adalah bahwa saluran udara yang lebih besar membutuhkan ruang yang lebih luas, sehingga menimbulkan kendala koordinasi dengan aspek arsitektur, struktur, pencahayaan, dan sistem bangunan lainnya.
Inilah salah satu alasan mengapa pertimbangan akustik sebaiknya diintegrasikan sejak awal dalam proses perancangan, bukan ditangani setelah tata letak langit-langit telah ditetapkan.
Suara Kipas
Kipas sering kali menjadi sumber kebisingan utama dalam sistem HVAC.
Baik yang terletak di dalam unit pengatur udara, unit kipas-koil, sistem pembuangan udara, maupun peralatan ventilasi, kipas menghasilkan kebisingan spektrum luas dan kebisingan tonal yang dapat menyebar hingga jarak yang cukup jauh melalui jaringan saluran udara.
Tanpa penanganan yang tepat, kebisingan kipas dapat merambat langsung ke ruang pertunjukan. Salah satu cara yang berguna untuk memahami kebisingan kipas adalah dengan membayangkan menempatkan sebuah pengeras suara di dalam sistem saluran udara. Saluran udara tersebut pada dasarnya menjadi jalur yang memungkinkan suara merambat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Inilah sebabnya mengapa peredam suara, lapisan peredam suara, pemilihan peralatan, dan perancangan sistem yang tepat menjadi komponen penting dalam rekayasa akustik HVAC. Sebuah gedung konser yang tenang sering kali berawal dari ruang mesin yang tenang.
Gemuruh Saluran Udara dan Suara Berfrekuensi Rendah
Kebisingan frekuensi rendah merupakan salah satu tantangan akustik yang paling sulit dalam desain bangunan. Tidak seperti suara dengan frekuensi lebih tinggi, energi frekuensi rendah dapat merambat dengan efisien melalui ruang-ruang yang luas dan struktur bangunan.
Suara tersebut juga lebih sulit diabaikan oleh telinga manusia. Di tempat-tempat pertunjukan, kebisingan HVAC frekuensi rendah sering digambarkan sebagai:
Suara gemuruh
Suara dengung
Sebuah drone
Getaran yang samar-samar
Kesulitannya adalah bahwa penghuni mungkin tidak secara sadar mendengarnya, tetapi mereka tetap merasakannya. Hal ini dapat mengurangi kesan kejernihan akustik dan meningkatkan kelelahan pendengar seiring berjalannya waktu.
Pengendalian frekuensi rendah sering kali memerlukan koordinasi yang cermat antara pemilihan peralatan, desain saluran udara, isolasi getaran, dan perlakuan akustik pada bangunan.
Itulah salah satu alasan mengapa mencapai NC-25 jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan banyak orang pada awalnya.
Gangguan pada Perangkat Terminal
Tahap terakhir dari sistem HVAC adalah saat udara yang telah dikondisikan masuk ke ruang yang dihuni. Hal ini biasanya terjadi melalui difuser pasokan, kisi-kisi, saluran keluar celah, atau perangkat terminal lainnya.
Bahkan ketika peralatan HVAC pusat beroperasi dengan senyap, perangkat terminal yang tidak dipilih dengan tepat dapat menjadi sumber kebisingan di area tertentu. Karena perangkat-perangkat ini terletak tepat di atas area tempat duduk penonton, kebisingan sekecil apa pun pun dapat terasa jelas.
Di ruang pertunjukan, pemilihan difuser sering kali menjadi pertimbangan akustik sekaligus mekanis. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan udara secara efektif sekaligus tetap tidak terdengar dari segi akustik.
Jika berhasil, penonton akan merasakan kenyamanan tanpa menyadari dari mana asal udara tersebut.
Getaran Mekanis
Tidak semua suara dari sistem HVAC menyebar melalui udara. Sebagian di antaranya menyebar melalui struktur bangunan itu sendiri. Peralatan mekanis menghasilkan getaran yang dapat merambat melalui elemen-elemen struktural jika tidak diisolasi dengan benar.
Fenomena ini dikenal sebagai kebisingan yang ditularkan melalui struktur.
Dalam beberapa kasus, getaran yang ditimbulkan oleh ruang mesin yang terletak beberapa lantai jauhnya dapat terdengar di dalam teater atau gedung konser. Sumber getaran tersebut mungkin tampak jauh, namun dampaknya bisa terasa cukup jelas.
Untuk mengatasi tantangan ini, para insinyur sering kali menerapkan:
Isolator pegas
Penopang isolasi karet
Basis inersia
Sambungan saluran fleksibel
Platform peralatan apung
Sistem-sistem ini membantu mencegah getaran merambat ke struktur bangunan dan terdengar di ruang-ruang pendengaran yang krusial.
Bagian 3: Kebisingan yang Ditimbulkan oleh Bangunan bagi Masyarakat Sekitar
Salah satu tujuan utama dari kajian kami adalah mengevaluasi bagaimana kebisingan generator dapat memengaruhi kawasan pemukiman di sekitarnya. Alih-alih hanya berfokus pada peralatan itu sendiri, kami mempertimbangkan bagaimana suara merambat melampaui batas lokasi.
Perspektif ini penting karena kinerja kebisingan lingkungan harus dievaluasi dari sudut pandang penerima. Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian kebisingan tidak diukur di ruang generator, melainkan di lingkungan sekitarnya.
Kebisingan Generator: Melindungi Masyarakat Sekitar
Salah satu isu kebisingan lingkungan yang paling penting berkaitan dengan sistem generator darurat. Generator cadangan sangat penting bagi fasilitas umum berskala besar. Namun, generator tersebut juga termasuk di antara peralatan yang paling berisik di dalam sebuah gedung.
Dalam banyak proyek, kebisingan generator sering menjadi sumber keluhan masyarakat setelah bangunan tersebut dihuni. Bagi fasilitas budaya yang beroperasi di kawasan perkotaan, risiko ini bahkan lebih besar. Kebisingan generator menjadi masalah karena menghasilkan berbagai jenis kebisingan secara bersamaan: kebisingan mesin, kebisingan kipas pendingin, kebisingan saluran masuk udara, kebisingan knalpot, dan getaran yang ditularkan melalui struktur.
Setiap sumber memiliki karakteristik yang berbeda dan memerlukan strategi mitigasi yang berbeda pula. Hanya memasang selubung akustik saja jarang cukup. Pendekatan yang komprehensif biasanya memerlukan penanganan terkoordinasi terhadap: Kisi-kisi akustik, peredam suara, sistem pembuangan, penempatan peralatan, isolasi getaran, dan penghalang kebisingan.
ALTA Integra Acoustic Team with Shimizu Corporation Engineering Team
Kepemimpinan Desain Kolaboratif
Keberhasilan sebuah tempat pertunjukan seni berkinerja tinggi tidak hanya bergantung pada disiplin ilmu individu yang bekerja secara terpisah. Gedung konser dan teater termasuk dalam kategori bangunan yang paling menuntut secara teknis, sehingga arsitek, konsultan akustik, insinyur struktur, desainer interior, insinyur MEP, kontraktor, dan pemilik harus bekerja sama untuk mencapai tujuan pertunjukan yang sama sejak tahap awal perancangan.
Under the project leadership of Shimizu Corporation, RuBIK assembled a highly collaborative multidisciplinary team comprising SHAU Architects, Nagata Acoustics Japan, Domisilium, Davy Sukamta & Partners, WSP, and ALTA Integra. This integrated approach created opportunities to identify and resolve acoustic challenges long before they became construction issues.
Salah satu pelajaran yang telah kami petik berulang kali sepanjang pelaksanaan proyek-proyek kami adalah bahwa masalah akustik akan menimbulkan biaya yang jauh lebih besar jika terdeteksi terlambat. Aspek akustik tidak boleh dianggap sekadar tahap penyempurnaan akhir atau lapisan yang ditambahkan setelah desain secara substansial telah selesai.
Proyek-proyek yang paling sukses adalah yang mengintegrasikan pertimbangan akustik sejak tahap perencanaan dan desain awal. Keputusan terkait bentuk massa bangunan, tata letak ruangan, sistem struktural, penempatan peralatan mekanis, desain fasad, serta koordinasi sistem bangunan dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kinerja akustik.
For RuBIK, early collaboration between the design team enabled proactive discussions on sound isolation, HVAC noise control, vibration mitigation, environmental noise management, and performance venue acoustic criteria. This approach allowed potential challenges to be addressed during design development rather than through costly corrective measures during construction or after occupancy.
Pada akhirnya, proses yang proaktif dan kolaboratif ini secara konsisten menghasilkan hasil yang lebih baik daripada upaya memecahkan masalah akustik setelah pemasangan. Bagi sebuah proyek yang bercita-cita menjadi salah satu tempat budaya terkemuka di Indonesia, koordinasi sejak dini bukan sekadar bermanfaat, melainkan sangat penting.
Mendukung Masa Depan Seni Pertunjukan Indonesia
Ekosistem seni pertunjukan di Indonesia terus berkembang. Seiring munculnya lembaga-lembaga budaya baru dan meningkatnya ekspektasi penonton, permintaan akan akustik teater dan gedung konser berkualitas tinggi akan terus meningkat.
Projects such as RuBIK demonstrate the importance of integrating architecture, acoustics, engineering, and building physics into a unified design process. Beyond creating a world-class venue, the project also reflects a broader cultural vision: preserving, promoting, and reintroducing Indonesia's rich artistic heritage to future generations.
As part of the Djarum Foundation's commitment to cultural development through Bakti Budaya, RuBIK represents more than a physical building. It is an investment in Indonesia's creative future and a platform for nurturing appreciation of traditional performing arts, opera, orchestral music, theater, dance, and contemporary cultural expression.
This mission is particularly relevant as a new generation of audiences emerges. While Generation Z is often associated with digital media, social platforms, and short-form content, there is also a growing interest among younger Indonesians in authentic cultural experiences, live performances, heritage, and artistic storytelling. Modern performance venues such as RuBIK can play an important role in bridging tradition and innovation—creating opportunities for younger audiences to engage with Indonesian culture, classical music, opera, and performing arts in meaningful and contemporary ways.
For ALTA Integra, participating in this project was an opportunity to contribute to a venue that has the potential to become a significant cultural landmark for Jakarta and Indonesia. By supporting an acoustic environment capable of delivering exceptional listening experiences, the project helps ensure that performers, musicians, educators, and audiences can connect through the power of sound and artistic expression.
Meskipun penonton mungkin tidak pernah melihat perhitungan STC, evaluasi OITC, studi kebisingan sistem HVAC, sistem isolasi getaran, atau penilaian kebisingan lingkungan yang dilakukan di balik layar, keputusan-keputusan teknik yang tak terlihat ini membentuk setiap pengalaman pertunjukan.
Saat tirai terbuka dan penonton benar-benar tenggelam dalam alunan musik, pertunjukan teater, tarian, dan ekspresi seni tanpa gangguan apa pun, gedung tersebut sedang menjalankan fungsi yang memang dirancang untuknya.
Dan pada akhirnya, itulah tujuan akustik gedung konser: menciptakan lingkungan di mana arsitektur seolah lenyap, teknologi tak terlihat, budaya menjadi sorotan utama, dan generasi mendatang dapat merasakan kekayaan warisan seni pertunjukan Indonesia dalam bentuk terbaiknya.
ALTA Integra's Experience as a Concert Hall Acoustic Consultant in Indonesia
ALTA Integra provides acoustic consulting services for concert halls, theaters, auditoriums, performing arts centers, houses of worship, educational facilities, and other acoustically critical environments throughout Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Yogyakarta, Medan, Makassar, and other cities across Indonesia and Southeast Asia.
As a Concert Hall Acoustic Consultant in Indonesia, ALTA Integra supports architects, developers, cultural institutions, universities, houses of worship, and government organizations in creating high-performance venues for music, theater, speech, recording, and broadcast applications.
Pengalaman kami juga mencakup jasa konsultasi akustik untuk pusat seni pertunjukan, gedung opera, ruang resital, gedung simfoni, auditorium serbaguna, tempat-tempat budaya, fasilitas pendidikan musik, serta ruang pertunjukan yang siap untuk siaran. Layanan yang ditawarkan antara lain analisis akustik ruangan, optimalisasi waktu gema, penilaian kejelasan ucapan, koordinasi sistem elektroakustik, akustik arsitektural, pengendalian kebisingan lingkungan, komisioning akustik, serta desain akustik tempat pertunjukan.
Keahlian kami juga mencakup perencanaan induk akustik, tinjauan desain auditorium, verifikasi kinerja akustik, akustik sistem bangunan, penilaian kebisingan dan getaran, desain akustik fasad, pengukuran dan pengujian akustik, serta jaminan kualitas akustik pada tahap konstruksi. Layanan-layanan ini membantu memastikan bahwa tempat pertunjukan dapat mencapai tujuan akustik yang diinginkan, mulai dari tahap desain konsep hingga konstruksi dan pengoperasian awal.
Disiplin-disiplin ini saling bersinergi untuk menciptakan lingkungan mendengarkan yang imersif yang mendukung pertunjukan langsung, perekaman, streaming, dan siaran.
Dengan mengintegrasikan akustik, pencahayaan, teknologi audiovisual, keberlanjutan, dan kinerja bangunan yang berorientasi pada manusia, kami membantu tim proyek menciptakan ruang-ruang yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bermakna bagi orang-orang yang menggunakannya.
Pertanyaan
Apa saja tugas seorang konsultan akustik gedung konser?
Seorang konsultan akustik gedung konser membantu menciptakan tempat pertunjukan yang menghadirkan pengalaman mendengarkan yang luar biasa untuk musik, teater, pidato, rekaman, dan siaran langsung. Peran mereka biasanya mencakup desain akustik ruangan, desain isolasi suara, pengendalian kebisingan sistem HVAC, pengendalian getaran, penilaian kebisingan lingkungan, simulasi akustik, serta pengembangan kriteria kinerja.
Melalui kerja sama yang erat dengan arsitek, insinyur struktur, desainer interior, dan konsultan MEP, seorang konsultan akustik gedung konser membantu memastikan bahwa penonton dapat menikmati pertunjukan sebagaimana mestinya, bebas dari kebisingan dan gangguan yang tidak diinginkan. Tujuannya adalah menciptakan ruang di mana para penampil dapat berkomunikasi dengan jelas dan penonton dapat sepenuhnya menikmati pengalaman artistik tersebut.
Apa yang dimaksud dengan NC-25 di gedung konser?
NC-25 mengacu pada nilai Kriteria Kebisingan sebesar 25, yang menandakan lingkungan dalam ruangan yang sangat tenang. Nilai ini umumnya digunakan sebagai target desain untuk teater berkinerja tinggi, gedung konser, ruang resital, dan ruang pendengaran kritis lainnya.
Pada tingkat NC-25, kebisingan latar yang dihasilkan oleh sistem pendingin udara, peralatan ventilasi, pompa, dan fasilitas bangunan lainnya cukup rendah sehingga penonton dapat menikmati detail musik yang halus, gema alami, serta dialog panggung yang tenang. Banyak tempat pertunjukan seni kelas dunia menargetkan tingkat NC-20 hingga NC-25 untuk mendukung baik pertunjukan langsung maupun keperluan perekaman atau siaran profesional.
Mengapa pengendalian kebisingan sistem HVAC penting di bioskop?
Sistem HVAC sering kali menjadi sumber kebisingan latar belakang terbesar di bioskop dan gedung konser. Turbulensi aliran udara, suara kipas, gemuruh saluran udara, suara diffuser, dan getaran mekanis dapat mengganggu pengalaman penonton jika tidak dikendalikan dengan baik.
Bahkan suara HVAC yang relatif kecil pun dapat terasa jelas selama pertunjukan yang hening, bagian musik tertentu, atau jeda dramatis. Pengendalian kebisingan HVAC yang efektif membantu menjaga tingkat kebisingan latar belakang tetap rendah, meningkatkan kejelasan ucapan, mempertahankan kejernihan musik, serta mendukung kualitas rekaman dan siaran langsung. Karena alasan ini, konsultan akustik biasanya bekerja sama erat dengan insinyur MEP untuk merancang sistem HVAC yang tidak hanya nyaman, tetapi juga tidak mengganggu secara akustik.
Apa perbedaan antara STC dan OITC?
STC (Sound Transmission Class) dan OITC (Outdoor-Indoor Transmission Class) adalah dua sistem penilaian akustik yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja isolasi suara, namun keduanya berfokus pada jenis kebisingan yang berbeda.
STC terutama mengukur seberapa efektif suatu struktur bangunan dalam meredam suara yang ditransmisikan melalui udara, seperti suara percakapan, musik, dan aktivitas umum di dalam ruangan. Nilai ini umumnya digunakan untuk mengevaluasi dinding, lantai, pintu, dan sekat antarruang di dalam bangunan.
OITC berfokus pada kebisingan lingkungan dengan frekuensi rendah, seperti lalu lintas jalan raya, truk, pesawat terbang, kereta api, dan peralatan mekanis. Hal ini sangat penting terutama bagi fasad bangunan dan dinding luar yang terletak di lingkungan perkotaan.
Untuk gedung konser dan teater, baik STC maupun OITC sama-sama penting. STC membantu mengendalikan transmisi suara antarruang di dalam gedung, sedangkan OITC membantu mencegah kebisingan lingkungan dari luar masuk ke ruang pertunjukan.
Kapan seorang konsultan akustik sebaiknya dilibatkan dalam sebuah proyek?
Idealnya, seorang konsultan akustik sebaiknya dilibatkan sejak tahap-tahap paling awal perencanaan dan perancangan proyek. Keterlibatan sejak dini memungkinkan persyaratan akustik diintegrasikan ke dalam tata letak arsitektur, bentuk massa bangunan, sistem struktur, desain fasad, dan strategi teknik mesin sebelum keputusan-keputusan penting diambil.
Menangani masalah akustik pada tahap desain konsep dan desain skematik umumnya jauh lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan dengan menerapkan langkah-langkah perbaikan selama tahap konstruksi atau setelah bangunan ditempati. Kolaborasi sejak dini dapat membantu menghindari perancangan ulang yang mahal, meningkatkan kinerja proyek, dan memastikan bahwa tujuan akustik tercapai dengan sukses sepanjang siklus hidup proyek.
Bagi teater, gedung konser, auditorium, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, dan lingkungan lain yang sensitif terhadap akustik, konsultasi akustik akan sangat bermanfaat jika dimulai sebelum keputusan desain menjadi sulit atau mahal untuk diubah.
Desain Akustik dan Audio Bangunan Bersejarah Gereja Katedral Makassar
Desain Akustik Lighting Audiovisual Gereja Katedral Makassar. Tantangan dalam mendesain akustik, lighting dan audiovisual pada Bangunan Tua yang penuh kenangan dan sejarah adalah bagaimana menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terkini yang dapat merawat kenangan masa lalu sambil memperkuat Karakteristik Bangunan tersebut.
Karena pertumbuhan di Gereja Katedral Makassar, pada tahun 2018 Pemimpin dan Dewan Gereja memutuskan untuk memperluas Bangunan Gereja Katedral Makassar yang bernama Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus.
Tantangan dalam merancang akustik dan audio pada bangunan tua yang sarat kenangan dan sejarah adalah bagaimana menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang dapat melestarikan kenangan masa lalu sekaligus memperkuat karakteristik bangunan tersebut.
Gereja Katedral Makassar penampakan pertama bergaya Neo-Gothic dibangun pada tahun 1898 oleh arsitek yang juga seorang perwira zeni yang bernama Swartbol, kemudian dilanjutkan oleh Fischer. Selesai dibangun pada tahun 1900 oleh kontraktor cina bernama Thio A Tek.
Tampilan Pertama Gereja Katedral Makassar bergaya Neo-Gothic (1900 - 1939)
Pada tahun 1939 Gereja Katedral Makassar diperbesar karena perkembangan jumlah jemaah yang semakin banyak dan kapasitas gereja sudah tidak memadai lagi dan selesai pada tahun 1941 dengan perubahaan arsitektur menjadi bergaya Art Deco.
Tampilan ke dua Gereja Katedral Makassar (1941-2018)
Dari tahun 1940 sampai tahun 2018 pertumbuhan umat katolik di gereja ini semakin banyak sehingga diputuskan untuk melakukan perluasan gereja agar dapat menampung jemaat lebih banyak lagi. Untuk itu panitia pembangunan gereja melakukan beauty contest untuk mencari desain terbaik bagi Gereja Katedral Makassar di masa mendatang.
Tampilan ke tiga Gereja Katedral Makassar (2024- now)
Auditorium Universitas Mandiri - Integrasi Desain Audiovisual, Akustik, dan Pencahayaan
ALTA Integra beauty contest winner collaboration with Duta Cermat Mandiri DCM Architect designed Acoustic Lighting Audiovisual High Technology Auditorium at Mandiri University Wijaya Kusuma Jakarta . Multidisciplinary auditorium consultancy for Mandiri University integrating architectural acoustics, lighting design, and audiovisual systems to create a high-performance hybrid learning and communication environment.
Integrasi Audiovisual Berkinerja Tinggi yang Lancar
Ruang Pembelajaran yang Efektif untuk Rapat Zoom, Konferensi Video, Presentasi Multimedia, Siaran Langsung, dan Pertunjukan Musik Langsung di Lingkungan Pendidikan Tinggi
Gambaran Umum Proyek
Auditorium di Universitas Mandiri dirancang sebagai ruang pertemuan akademis dan kelembagaan multifungsi yang mampu mendukung kegiatan perkuliahan, seminar, konferensi, presentasi, pertunjukan, serta kegiatan pembelajaran hybrid dalam lingkungan pendidikan tinggi kontemporer.
Untuk mendukung berbagai fungsi tersebut, proyek ini memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan sistem audiovisual, akustik arsitektural, dan perencanaan desain pencahayaan guna menciptakan pengalaman auditorium yang nyaman, fleksibel, dan adaptif secara teknologi.
Ruang lingkup konsultasi ini berfokus pada pengembangan lingkungan yang berorientasi pada kinerja, yang meningkatkan kejelasan ucapan, kenyamanan visual, kualitas komunikasi, dan pengalaman audiens secara keseluruhan, sekaligus menjaga keselarasan arsitektural dan fleksibilitas operasional.
Tantangannya
Auditorium universitas modern kini semakin diharapkan mampu mengakomodasi berbagai jenis acara dalam satu ruang.
Proyek ini menghadirkan beberapa tantangan utama:
Menjaga kejernihan suara dalam berbagai kondisi kepadatan pengunjung
Mendukung format presentasi baik secara langsung maupun hybrid
Menyeimbangkan pengendalian akustik dengan estetika arsitektur
Mengatur kondisi pencahayaan demi kenyamanan penonton dan visibilitas kamera
Mengintegrasikan infrastruktur audiovisual tanpa mengganggu arsitektur interior
Menjamin fleksibilitas untuk acara pendidikan, upacara, dan multimedia
Berbeda dengan ruang kuliah konvensional, auditorium multifungsi memerlukan koordinasi yang cermat antara sistem suara, pencahayaan, komunikasi visual, dan persepsi ruang guna menciptakan lingkungan yang berfungsi secara efektif bagi audiens baik yang hadir secara langsung maupun secara daring.
Proyek ini juga menuntut adanya keseimbangan antara kinerja teknis dengan kemudahan penggunaan operasional jangka panjang serta efisiensi pemeliharaan.
Pendekatan Kami - Menentukan Kinerja Akustik dan Pencahayaan
Pendekatan kami dimulai dengan memandang auditorium sebagai lingkungan komunikasi yang berpusat pada manusia, bukan sekadar ruang acara yang bersifat teknis.
Strategi desain tersebut mengintegrasikan:
Analisis akustik arsitektur
Evaluasi kualitas pencahayaan
Koordinasi sistem audiovisual
Hierarki komunikasi spasial
Pertimbangan terkait pengalaman pengguna
Alih-alih memperlakukan akustik, pencahayaan, dan sistem AV sebagai disiplin ilmu yang terpisah, proyek ini mengembangkan komponen-komponen tersebut sebagai lapisan-lapisan yang saling terhubung dan memengaruhi persepsi penonton, kejelasan komunikasi, serta kenyamanan ruang.
Strategi akustik tersebut berfokus pada peningkatan:
Kejelasan ucapan
Pengendalian gema
Kenyamanan pendengaran penonton
Pengelolaan kebisingan
Konsistensi suara spasial
Pendekatan pencahayaan yang diutamakan:
Hierarki visual
Kenyamanan penonton
Visibilitas pembawa acara
Pencahayaan yang cocok untuk difoto
Kontrol adegan yang fleksibel
Sementara itu, sistem audiovisual tersebut dirancang untuk mendukung:
Lingkungan pembelajaran hibrida
Presentasi digital
Acara multimedia
Infrastruktur komunikasi yang dapat disesuaikan
Pengendalian operasional terpadu
Strategi Kinerja yang Berorientasi pada Manusia
Proyek ini menerapkan strategi kinerja yang berpusat pada manusia, di mana kualitas lingkungan tidak hanya diukur melalui spesifikasi teknis, tetapi juga melalui persepsi manusia dan efektivitas komunikasi.
Desain tersebut mempertimbangkan bagaimana orang-orang:
Dengarkan
Lihat
Fokus
Berkomunikasi
Berinteraksi di dalam lingkungan auditorium
Lingkungan akustik telah dikalibrasi untuk mengurangi kelelahan pendengaran dan meningkatkan kejernihan suara di seluruh area tempat duduk penonton.
Desain pencahayaan telah dirancang dengan cermat agar selaras dengan:
Visibilitas wajah yang nyaman
Pengurangan silau
Adaptasi visual
Keterlibatan penonton
Kinerja kamera dan siaran
Strategi audiovisual tersebut berfokus pada penciptaan pengalaman komunikasi yang intuitif dan lancar bagi para dosen, pembicara, mahasiswa, dan peserta model hybrid.
Dengan memadukan kenyamanan lingkungan dan fungsionalitas teknologi, auditorium ini tidak sekadar menjadi tempat presentasi — melainkan menjadi ruang komunikasi pendidikan yang sangat efektif.
Integrasi Desain
Salah satu aspek utama dari proyek ini adalah koordinasi multidisiplin antara bidang arsitektur, akustik, pencahayaan, dan teknologi audiovisual.
Proses integrasi tersebut mencakup:
Simulasi akustik dan evaluasi bahan
Studi tentang skenario pencahayaan dan hierarki luminansi
Perencanaan infrastruktur audiovisual
Analisis visibilitas tampilan
Koordinasi spasial dengan elemen arsitektur
Integrasi peralatan dalam desain interior
Integrasi yang cermat memastikan bahwa sistem teknis tetap tidak mencolok secara visual sekaligus mendukung kinerja lingkungan yang optimal.
Pendekatan ini meminimalkan kesan berantakan secara visual, meningkatkan kemudahan penggunaan operasional, dan mempertahankan karakter arsitektural interior auditorium.
Hasil
Desain akhir ini menghadirkan lingkungan auditorium yang fleksibel dan berorientasi pada kinerja, yang mampu mendukung komunikasi akademis kontemporer serta kegiatan pembelajaran hibrida.
Strategi akustik dikembangkan untuk mengoptimalkan waktu gema dan kejelasan ucapan dalam kegiatan perkuliahan, konferensi, serta lingkungan pembelajaran hibrida.
Melalui jasa konsultasi terintegrasi di bidang akustik, pencahayaan, dan audiovisual, auditorium ini berhasil mewujudkan:
Peningkatan kejelasan ucapan
Peningkatan kenyamanan penonton
Visibilitas presentasi yang lebih baik
Kemampuan multimedia yang fleksibel
Kualitas komunikasi yang berpusat pada manusia
Integrasi teknologi yang mulus
Proyek ini menunjukkan bagaimana desain lingkungan multidisiplin dapat mengubah ruang pendidikan—melampaui sekadar infrastruktur teknis konvensional—menjadi lingkungan belajar yang imersif dan efektif.
Alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan acara, auditorium ini berubah menjadi ekosistem komunikasi yang adaptif yang mendukung pendidikan, kolaborasi, dan keterlibatan institusional dalam lingkungan universitas modern
Informasi Proyek
Proyek: Universitas Mandiri
Sektor: Pendidikan Tinggi Korporat
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Layanan: Sistem Audiovisual, Akustik Bangunan, Akustik Arsitektur, Pencahayaan Arsitektur
Consultant: Herwin Gunawan / ALTA Integra
Tahun: 2022
Integrasi Desain Audiovisual, Pencahayaan, dan Akustik Karnaval Thamrin Hiburan Masyarakat
Collaboration with Morin Architect ALTA Integra designed Interior Acoustic Lighting Audio Visual Design Consultant Karnaval Thamrin A dining and night club spot at Thamrin City Jakarta
Tempat Serbaguna untuk Gaya Hidup dan Hiburan
Gambaran Umum Proyek
Karnaval Thamrin dikembangkan sebagai destinasi gaya hidup dan kuliner modern yang memadukan pengalaman bersantap, hiburan, interaksi sosial, dan pengalaman kebersamaan dalam lingkungan perkotaan yang dinamis di Jakarta Pusat.
Terinspirasi oleh semangat budaya kota kontemporer, proyek ini memadukan suasana arsitektur modern dengan pengalaman keramahan yang dinamis, yang dirancang untuk menarik para profesional muda, komunitas, keluarga, dan pengunjung kota yang mencari destinasi bersosialisasi yang semarak namun nyaman.
To support the experiential character of the venue, Morin Architect, Herwin Gunawan and ALTA Integra team provided acoustic, lighting, and audiovisual consultancy services aimed at creating a human-centered mixed-entertainment experience where sound, light, and communication systems work cohesively with the architectural atmosphere.
Pendekatan konsultasi tersebut berfokus pada penciptaan keseimbangan:
Kenyamanan akustik di ruang-ruang perhotelan yang ramai
Kualitas pencahayaan yang menciptakan suasana
Sistem komunikasi dan hiburan audiovisual
Kesejahteraan pengunjung dan kenyamanan sensorik
Suasana arsitektural dan identitas ruang
Alih-alih memandang teknologi sekadar sebagai infrastruktur teknis, proyek ini mengintegrasikan sistem audiovisual, pencahayaan panggung dan pencahayaan arsitektural untuk hiburan, serta lingkungan akustik sebagai instrumen desain berbasis pengalaman yang membentuk suasana hati, kualitas komunikasi, persepsi emosional, dan interaksi sosial di seluruh area venue.
Hasilnya adalah lingkungan gaya hidup perkotaan kontemporer yang terasa dinamis, imersif, dan memfasilitasi interaksi sosial, sekaligus tetap menjaga kenyamanan visual, keseimbangan akustik, dan kualitas lingkungan bagi para pengunjung.
Pengalaman Bersantap Santai Bergaya Kontemporer
Tantangannya
Tempat-tempat gaya hidup serba guna masa kini menghadirkan tantangan lingkungan yang semakin kompleks akibat integrasi kafe, tempat makan, bar, area hiburan, dan fungsi interaksi sosial publik dalam lingkungan yang terfragmentasi.
Proyek tersebut memerlukan penyeimbangan:
Kenyamanan akustik di lingkungan sosial yang dinamis
Suasana pencahayaan di berbagai ruang dengan karakteristik berbeda
Fleksibilitas audiovisual untuk berbagai acara dan hiburan
Kejelasan ucapan di area berkumpulnya orang banyak
Kenyamanan visual bagi pengunjung
Integrasi sistem teknis dalam desain interior arsitektur
Salah satu tantangan utama adalah menciptakan suasana hiburan gaya hidup yang dinamis dan imersif, sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan dengan mengendalikan pantulan suara yang tidak diinginkan, meminimalkan gangguan kebisingan terhadap hotel dan kawasan perumahan di sekitarnya, mengurangi stimulasi visual berlebihan akibat pencahayaan yang berlebihan, serta memastikan distribusi audiovisual yang seimbang di seluruh area venue.
Gema yang berlebihan, penyebaran kebisingan yang tidak terkendali, pencahayaan yang terlalu terang, atau sistem audiovisual yang terpisah-pisah dapat berdampak negatif terhadap kenyamanan pengunjung, pengalaman emosional, dan kualitas ruang secara keseluruhan. Oleh karena itu, proyek ini membutuhkan strategi multidisiplin yang matang dan mampu menyeimbangkan kinerja, suasana, teknologi, dan pengalaman manusia secara bersamaan.
Pendekatan Kami
Pendekatan kami dimulai dengan memahami Karnaval Thamrin bukan sekadar sebagai ruang komersial, melainkan sebagai lingkungan pengalaman yang berpusat pada manusia, di mana kualitas lingkungan secara langsung memengaruhi cara orang berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalin ikatan emosional dengan ruang tersebut.
Strategi desain tersebut mengintegrasikan:
Evaluasi akustik arsitektural
Pengembangan suasana pencahayaan
Koordinasi sistem audiovisual
Pertimbangan terkait perilaku manusia
Hierarki komunikasi spasial
Analisis kenyamanan lingkungan
Strategi desain akustik tersebut berfokus pada:
Mengelola gema dan penumpukan kebisingan
Meningkatkan kejelasan ucapan
Meningkatkan kenyamanan pendengaran
Mendukung kualitas interaksi sosial
Menyeimbangkan suasana yang penuh energi dengan pengendalian akustik
Strategi pencahayaan tersebut menekankan:
Pencahayaan atmosferik berlapis
Hierarki visual
Peningkatan material
Kenyamanan penglihatan manusia
Kemampuan beradaptasi yang fleksibel terhadap situasi
Perubahan suasana dari siang ke malam
Sementara itu, konsultan audiovisual tersebut memberikan dukungan:
Kemampuan penyelenggaraan acara yang fleksibel
Distribusi musik latar
Sistem komunikasi digital
Pengalaman dalam keterlibatan masyarakat
Infrastruktur hiburan yang dapat disesuaikan
Pendekatan secara keseluruhan tersebut memastikan bahwa sistem lingkungan memberikan kontribusi positif baik terhadap kinerja operasional maupun pengalaman emosional pengguna.
Strategi Kinerja yang Berorientasi pada Manusia
Proyek ini menerapkan strategi lingkungan yang berpusat pada manusia, di mana kinerja dievaluasi tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga melalui persepsi, kenyamanan, dan respons emosional manusia.
Desain ini secara cermat mempertimbangkan bagaimana pengunjung secara emosional memandang dan mengalami lingkungan melalui interaksi sensorik dan sosial, termasuk cara mereka mendengar, melihat, mencium, merasakan, bergerak, berkomunikasi, dan bersosialisasi di dalam ruang tersebut.
Strategi akustik dikembangkan untuk mengurangi kelelahan akibat kebisingan yang berlebihan sekaligus mempertahankan suasana sosial yang semarak di tempat tersebut. Desain pencahayaan menyeimbangkan rangsangan visual dengan kenyamanan melalui pengaturan: hierarki kecerahan, persepsi silau, suhu warna, suasana warna dinamis, serta kontras spasial untuk menciptakan suasana yang berbeda-beda.
Sistem audiovisual dirancang untuk mendukung pertunjukan band langsung, hiburan DJ, dan musik latar lounge yang menenangkan, sementara sistem visual memungkinkan pencahayaan dinamis, visual pertunjukan langsung, serta konten multimedia promosi. Pendekatan ini menciptakan lingkungan perhotelan yang lebih imersif dan memikat secara emosional, sekaligus mendukung kegiatan hiburan dan interaksi sosial di seluruh area venue.
Integrasi Desain
Salah satu keunggulan utama proyek ini adalah integrasi antara arsitektur, akustik, pencahayaan, dan teknologi audiovisual sejak tahap awal pengembangan desain.
Proses integrasi tersebut mencakup: Koordinasi material akustik, simulasi skenario pencahayaan, perencanaan infrastruktur audiovisual, strategi penyembunyian peralatan, evaluasi kenyamanan lingkungan, serta integrasi detail arsitektur, struktur bangunan, dan sistem MEP.
Alih-alih membiarkan sistem teknis bersaing secara visual dengan arsitektur, desain ini secara cermat menyatukan sistem kinerja ke dalam bahasa spasial proyek. Metodologi terintegrasi ini meningkatkan: efisiensi operasional, koherensi spasial, kualitas pengalaman pengguna, aksesibilitas pemeliharaan, dan kesederhanaan arsitektural.
Hasilnya adalah sebuah lingkungan di mana teknologi memperkaya suasana tanpa terlihat mengganggu secara visual.
Hasil
Desain akhir ini menghadirkan lingkungan gaya hidup yang dinamis namun nyaman, yang mendukung interaksi sosial, hiburan, keramahan, dan keterlibatan masyarakat dalam sebuah pengalaman arsitektural yang terpadu.
Melalui jasa konsultasi terintegrasi di bidang akustik, pencahayaan, dan audiovisual, Karnaval Thamrin berhasil mewujudkan: Kenyamanan lingkungan yang lebih baik, Suasana ruang yang lebih baik, Kualitas audiovisual dan komunikasi yang lebih baik, Kemampuan skenario yang fleksibel, Pengalaman pengunjung yang berpusat pada manusia, serta Kinerja teknologi arsitektur yang terintegrasi
Proyek ini menunjukkan bagaimana desain lingkungan multidisiplin dapat mengubah ruang komersial dan perhotelan menjadi lingkungan yang memikat secara emosional dan berorientasi pada kinerja, yang mendukung baik tujuan bisnis maupun kesejahteraan manusia.
Alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat perbelanjaan atau hiburan, Karnaval Thamrin menjadi lingkungan sosial perkotaan yang imersif, yang terbentuk melalui integrasi yang cermat antara suara, cahaya, dan pengalaman arsitektural yang berpusat pada manusia.
Skenario Hiburan
Informasi Proyek
Nama Proyek: Karnaval Thamrin
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Jenis Proyek: Destinasi Gaya Hidup, Perhotelan, dan Hiburan
Layanan: Desain Sistem Audiovisual, Desain Pencahayaan Panggung dan Arsitektural, Jasa Konsultasi Akustik Bangunan dan Arsitektural, Integrasi Teknologi Hiburan, serta Desain Pengalaman Lingkungan
Consultant: Herwin Gunawan / ALTA Integra
Tahun: 2023
Auditorium Theater Design: Audiovisual, Lighting, Acoustic - Santo Ignatius Kanisius Jakarta
ALTA Integra collaborate with Atelier Cosmas Gozali designed audiovisual acoustic lighting Multi-Function Hall, Education Theater and Library at Kolese Kanisius Menteng Ignatius Loyola New Building for Future Education Facility.
ALTA Integra collaborate with Atelier Cosmas Gozali designed audiovisual acoustic lighting Multi-Function Hall, Education Theater and Library at Kolese Kanisius Menteng Ignatius Loyola New Building for Future Education Facility.
Theater Class
Auditorium Hall
Library
Bagaimana kami mendesain Noise Barrier Kebisingan Pekerjaan Konstruksi Rumah Sakit PIK
Menjaga ketenangan lingkungan rumah sakit pada saat pekerjaan konstruksi merupakan jaminan pelayanan kesehatan yang perlu diberikan oleh Rumah Sakit yang memberikan kepuasan pasien.
Bagaimana kami mendesain Noise Barrier untuk menjaga ketenangan Rumah Sakit PIK dari kebisingan Pekerjaan Konstruksi Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak RS PIK?
Mengidentifikasi jenis dan tingkat kebisingan yang akan terjadi
Hal pertama yang kami lakukan adalah mengidentifkasi jenis kegiatan konstruksi mulai dari pemotongan struktur beton, jack hammer, mobilisasi material dan sampah dan seterusnya. Kemudian kami melakukan pengukuran untuk setiap kebisingan dilanjutkan dengan membuat mapping kebisingan.
Membuat permodelan kebisingan untuk memprediksi dampak kebisingan yang akan terjadi
Gambar dibawah merupakan hasil permodelan kebisingan dari beberapa pekerjaan konstruksi mulai dari
Gambar kiri atas pekerjaan concrete cutting menghasilkan kebisingan 105.7 dBA dengan posisi kebisingan yang berpindah-pindah. Prediksi tingkat kebisingan akan terjadi kebisingan di depan facade gedung digambarkan dengan simbol setengah bola. Terlihat beberapa titik setengah bola berwarna orange yang mewakili tingkat kebisingan 70 dBA sampai dengan waran hijau tua sebesar 60 dBA.
Gambar kanan atas menunjukan prediksi tingkat kebisingan pada facade bangunan rumah sakit akibat pekerjaan Jack Hammer.
Gambar kiri bawah menunjukan prediksi tingkat kebisingan pada facade bangunan akibat pekerjaan Pile Driver dengan sebaran kebisingan lokasi pekerjaan yang berpindah-pindah.
Gambar kanan bawah menunjukan aktifitas pekerjaan umum lainnya dengan kebisingan rata-rata 85 dBA
Membuat beberapa konsep desain Noise Barrier untuk mendapatkan performa akustik yang terbaik
Gambar dibawah merupakan prediksi kebisingan terendah dengan biaya Noise Barrier terendah yang terjadi pada permukaan facade Rumah Sakit
Gambar kiri atas menunjukan desain permanen noise barrier dan portable noise barrier untuk pekerjaan jack hammer dan concrete cutting di mana posisi paling dekat dengan rumah sakit. Facade yang terpapar kebisingan 70 dBA merupakan facade dengan ruangan tidak rentan kebisingan seperti area sirkulasi dan gudang barang.
Gambar kiri bawah merupakaan simulasi saat posisi kerja terjauh dari bangunan rumah sakit. Kebisingan di permukaan facade sekitar 60 dBA.
Gambar kanan atas menunjukan permodelan dan simulasi kebisingan saat pekerjaan pembongkaran lantai basement pada posisi terdekat bangunan.
Gambar kanan bawah permodelan dan simulasi kebisingan saat pekerjaan pembongkaran lantai basement pada posisi agak jauh dari bangunan.
Mereview mock up kontraktor Noise Barrier
Setelah ditunjuk kontraktor pemenang pekerjaan pembongkaran fasilitas parkir, maka kontraktor perlu mengajukan mock up material Noise Barrier sesuai dengan gambar yang kami buat.
Proses kegiatan konstruksi
Foto di bawah menunjukan Noise Barrier yang telah terpasang dan pekerjaan konstruksi dapat berjalan tanpa menggangu kegiatan pelayanan kesehatan oleh Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk.
Berapa banyak dari kita yang merasakan gangguan kebisingan akibat pekerjaan konstruksi, dan tanggung jawab apa yang sudah dilakukan oleh pemiliki pekerjaan?
Apakah sudah ada regulasi yang mengatur tingkat kebisingan dari pekerjaan konstruksi agar tidak mengganggu aktifitas lain seperti sekolah, kantor, rumah tinggal dan lain-lain.
Acoustic Design: Global Pharmaceutical Corporate Office
Acoustics Design for A Global Pharmaceutical Company
Collaborate with Design Partner Indonesia - ALTA Integra Deliver Speech Intelligibility for Communicating Ideas Online or Offline - Pleasant Sound Environment for Concentration Work
Collaborate with Design Partner Indonesia - ALTA Integra Acoustic Design Team Deliver Speech Intelligibility for Communicating Ideas Online or Offline - Pleasant Sound Environment for Concentration Work
Akurasi Desain Arsitektural Akustik Stadium Indoor Multi-Fungsi Gelora Bung Karno Jakarta
Akurasi performa desain dan performa terbangun adalah nilai tambah yang perlu diberikan oleh konsultan akustik. Video ini memperlihatkan bagaimana team akustik desain ALTA Integra melakukan Permodelan Akustik dan Auralisasi Suara*) pada Stadium Indoor Multifungsi Gelora Bung Karno Jakarta.
*) Auralisasi Suara adalah sebuah fitur piranti lunak Permodelan Akustik untuk memudahkan owner dan user yang kurang memahami parameter teknis akustik yang sulit dibayangkan suaranya. Dengan Auraliasi owner, user dan desainer dapat melakukan penilaian kualitas suara melalui uji dengar langsung atas suara yang akan terdengar apabila dibangun.
Video di bawah ini memperlihatkan animasi bola biliar energi suara yang menyebar dari sumber suara dan dipantulkan ke seluruh ruangan serta perkiraan suara yang akan terdengar (auralisasi) yang dibandingkan dengan rekaman video menggunakan smartphone iPhone. Data pengukuran dilakukan menggunakan Acoustics Measurement Microphone Class 1.
Berikut adalah permodelan sebelum dan setelah desain optimasi yang dibandingkan dengan pengukuran performa lapangan kondisi stadium kosong. Perbedaan tonality antara auralisasi modeling dan rekaman lapangan disebabkan karena setting EQ pada sound system yang mem-boost high frekuensi.
Permodelan Sebelum Melakukan Desain Akustik memberikan hasil Reverberation Time sebesar
Average Low Frequency: 8,62 detik
Average Mid Frequency: 6,06 detik
Average High Frequency: 3,85 detik
Hasil pengukuran di lapangan memberikan nilai RT 60 yang mendekati hasil permodelan sebesar:
Average Low Frequency: 7,43 detik
Average Mid Frequency: 7,89 detik
Average High Frequency : 5,60 detik
Permodelan Akustik setelah dilakukan instalasi material akustik sesuai desain dengan batasan anggaran yang ada sebesar:
Average Low Frequency: 3,81 detik
Average Mid Frequency: 3,34 detik
Average High Frequency : 2,10 detik
Hasil pengukuran di lapangan memberikan nilai RT 60 yang mendekati hasil permodelan sebesar:
Average Low Frequency: 3,68 detik
Average Mid Frequency: 3,00 detik
Average High Frequency : 2,62 detik
Dari data di atas dapat dilihat bawah perbedaan antara permodelan dan pengukuran lapangan cukup akurat dan konsisten.
ALTA Integra Acoustic Design Team adalah konsultan akustik yang selalu terdepan dalam memberikan nilai tambah desain yang cutting edge dan out of the box di Indonesia sehingga memberikan nilai tambah branding, teknis, finansial dan sosial. ALTA Integra telah dipercaya untuk menangani ratusan proyek akustik di Indonesia maupun Manca Negara.
Artikel Lain
Acoustic Audiovisual System Design: Gelora Bung Karno Indoor Multifunction Stadium
Menjadi Tenaga Ahli Akustik dan Tata Suara pada proyek Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Indoor Multi-Function Stadium Gelora Bung Karno bersama dengan Penta Arsitektur - Aboday - Adhi Karya - Nindya Karya
We have done Acoustic and Audiovisual Designed followed FIBA Standard
Meet Required Acoustic Performance Within Budget
Menjadi Tenaga Ahli Akustik dan Tata Suara pada proyek Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Indoor Multi-Function Stadium Gelora Bung Karno bersama dengan Penta Arsitektur - Aboday - Adhi Karya - Nindya Karya
Home Theater Design Integration - Interior Acoustic Lighting Audiovisual - Tulip Sentul
Audiovisual Experiences is the key to be engage with the emotion of the movie in the Home Theater. Followed by acoustics, lighting ambient to support audiovoisual performance, and last but not least the interior design that support the entire experience.
Audiovisual experience is the key to emotionally engaging viewers in a home theater environment, supported by carefully designed acoustics, ambient lighting, and interior design that work together to enhance the overall cinematic experience.
Integrasi Audiovisual Berkinerja Tinggi yang Lancar
Good Acoustic and Good Lighting
Desain dan Pengukuran Akustik Indoor Multifunction Stadium Gelora Bung Karno IMS GBK
Pemerintah melalui Kementrian PUPR tengah membangun Indoor Multifunction Stadium (IMS) di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang dimulai pada Desember 2021. Pembangunan stadion indoor ini dilaksanakan karena Indonesia telah terpilih menjadi co-host FIBA Basketball World Cup tahun 2023 bersama dengan dua negara lain, yaitu Jepang dan Filipina. Dibangun di atas lahan seluas 30.720 meter persegi, stadion ini akan memiliki luas tapak bangunan sebesar 20.852,79 meter persegi. Secara desain konstruksi stadion indoor, Indoor Multifunction Stadium akan terdiri dari 4 lantai tribun yang dilengkapi dengan atap space frame.
Foto kondisi pembangunan pada bulan Januari 2023
GBK IMS Indoor Multifunction Stadium mempunyai fungsi utama sebagai lapangan basket dengan satu buah lapangan basket utama (Field of Play) dan 2 lapangan latihan. Selain untuk olahraga basket, stadion indoor ini juga dapat dimanfaatkan sebagai lapangan voli, badminton, tinju, MMA, tenis, atletik serta fungsi non-olahraga lain, seperti konser, seminar dan pertunjukan khusus lain.
Gambar skema resiko kebisingan yang mengganggu jalannya pertandingan dan acara yang menyebabkan kebisingan
Untuk memastikan secara akustik suara Indoor Stadium dapat difungsikan dengan baik sesuai peruntukannya, ALTA Integra ditunjuk oleh Kementrian PUPR menjadi konsultan ahli untuk mengembangkan Desain Dasar (Basic Design). Kemudian ALTA Integra melanjutkan pengmbangan desain bersama kontraktor utama pemenang tender yaitu Adhi Karya - Nindya Karya - Penta Architecture (KSO).
Beberapa masalah akustik yang menjadi tanggung jawab kami adalah:
Kebisingan yang terdengar di area lapangan basket utama saat hujan. Kebisingan yang terdengar harus sesuai standar yang untuk konser musik dan pertandingan olah raga.
Kebisingan yang keluar dari gedung olah raga saat berlangsung pertandingan olah raga maupun konser musik.
Waktu dengung yang tidak menggangu tingkat kejelasan suara saat berlangsungnya pertandingan olah raga maupun konser musik, maupun saat terjadi evakuasi apabila terjadi kebakaran.
Ruang - ruang pendukung yang membutuhkan kualitas akustik yang baik untuk pemberitaan, coaching, meeting dan lain sebagainya.
Dan masih banyak lagi.
Selain bertanggung jawab atas performa teknis akustik mulai dari menghitung, mendesain dan mengukur, kami juga perlu berkoordinasi dengan team arsitek dan team konsultan lain agar integrasi desain dari masing-masing disiplin dapat menyatu dengan harmonis. Dan terakhir yang paling penting adalah segala bentuk desain yang kami sarankan dapat tetap sesuai anggaran yang diajukan oleh kontraktor utama saat memasukan penawaran tender.
Besar harapan kami pekerjaan pembangunan Gelora Bung Karno Indoor Multi-function Stadium dapat diselesaikan sesuai dengan perencanaan. Sehingga acara pertandingan basket International FIBA Basketball World Cup dapat diselenggarakan dengan sukses. Sebagai tambahan ke depannya Event Organizer Musik memiliki alternatif mengadakan konser menghadirkan bintang musik international seperti ColdPlay, Maroon 5, Ed Sheeran dengan kapasitas penonton yang memadai agar tiket masuk dapat di jual lebih terjangkau.
Sustainable Retail Fit Out Design: Kiehl’s Central Park Jakarta
Kiehls Central Park Jakarta - The first and the most sustainable retail in Indonesia. Is it the most sustainable retail in the South East Asia?
Is it the Most Sustainable Retail in South East Asia?
Audiovisual System Design: Nokia Corporate Office Capital Place
Together with Mmoser Singapore ALTA Integra has succeeded designed, testend and commissioned Effective Audiovisual Design for Connecting People and Things New Nokia Head Office Capital Place 2022
Collaborate with Mmoser Associate Singapore, ALTA Integra succeeded designed Effective Audiovisual Design for Connecting People and Things
Lobby
Boardroom
Meeting Room
Canteen, Town Hall, Training
Apoteker Perawatan Kulit Kiehls Since 1851 - Sustainable Retail Box pertama di Central Park Jakarta - akankah menjadi toko retail terhijau di Indonesia?
Toko Farmasi tempat John Kiehl memulai karirnya sebagai apoteker perawatan kulit sejak tahun 1851
Kepedulian Kiehls since 1851
Kiehls adalah sebuah perusahaan farmasi kecantikan yang memulai usahanya pada tahun 1851. Pada tahun 1924 Kiehls mempelopori keterbukaan material dengan mencantumkan bahan yang terkandung di dalam produknya. Tahun 2018 Platform Kiehl’s Future Made Better diluncurkan untuk mewujudkan komitmen pembangunan berkelanjutan dalam rangka menjaga keberlangsungan bumi dan kegiatan filantropis lainnya.
Di tahun 2020 Kiehls berhasil meningkatkan persentase kandungan bahan terbarukan pada semua produk perawatan kecantikan sampai dengan 98%. Tahun 2022, Kiehls dibawah manajemen L’oreal menjalankan program Retail Sustainable untuk meningkatkan kenyaman dan kesehatan pekerja dan pelanggan serta membangun dan mengoperasikan toko ramah lingkungan.
Sebagai langkah awal Sustainablity Design team L’oreal International memilih outlet Kiehls di Central Park Jakarta sebagai proyek pertama program Retail Sustainable di Indonesia, dan ALTA Integra terpilih untuk menjadi partner dalam mewujudkan program tersebut.
Sustainable Retail Box
Sustainable Retail Box diadaptasi dari rating US Green Building Council LEED dan International WELL Building Institute rating. Adapun parameter L’oreal Sustaible Retail Box dibagi menjadi 6 kategori sebagai berikut.
Construction & Project Management
Manajemen proyek dan konstruksi melibatkan seluruh stakeholder seperti desainer-kontraktor-landlord dalam proyek sustainable retail, mereview perencanaan kualitas desain dan konstruksi, menjaga kualitas udara saat dan setelah konstruksi, memilah material bongkaran yang dapat digunakan kembali, material bongkaran untuk didaur ulang, sampah berbahaya, dan aspek lainnya.
Building Design & Space Layout
Desain bangunan dan layout ruangan meliputi aksesibilitas difabel, kenyamanan indera penciuman, ergonomic furniture, manajemen sampah operasional toko dan lain-lain.
Materials
Kategori bahan meliputi penggunaan kayu bersertifikat, material eco-label, material dengan kandungan kimia yang terdeklarasi , material dan furniture rendah emisi, dan lain-lain.
Heating, Ventilation & Air Conditioning
Pemanasan, Pendinginan dan Pertukaran Udara meliputi kenyamanan termal sesuai dengan ASHRAE Standard 55-2010, kecepatan sirkulasi udara, tingkat pertukaran udara, sistem filter sirkulasi udara, dan lain-lain.
Lighting & Electricity
Pencahayaan dan Listrik meliputi lighting desain dan automasi hemat energi, penggunaan lampu LED dan perangkat toko hemat energi, perhitungan penggunaan listrik per meter persegi dan pemasangan listrik metering untuk monitor harian, konektifitas internet, pembatasan eksposur elektromagnet dan lain-lain. Selain desain hemat energi, kualitas pencahayaan yang harus dicapai meliputi level pencahayaan di tiap bagian, color temperatur dan color rendering index untuk yang sejalan dengan kualitas produk yang dijual.
Water
Kategori air meliputi ketersediaan air minum untuk pekerja, air yang aman untuk membersihkan uji coba sampel perawatan, strategi desain plumbing agar tercipta penggunaan air yang hemat, pemasangan meter air untuk memonitor penggunaan air harian dan lain-lain.
Pengukuran parameter teknis pencahayaan seperti tingkat pencahayaan (Lux) , correlated color temperature (Kelvin) dan Color Rendering Index sebagai benchmark data untuk penilaian peningkatan performa dan index kepuasan.
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang berfokus pada kesehatan manusia dan lingkungan
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, bekerja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori yang menyimpulkan lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas.
Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat, fokus bekerja dan belajar serta beragam masalah yang dapat merusak bumi dan alam.
Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang berfokus pada kesehatan manusia dan alam dapat memberikan nilai tambah buat usaha ANDA, klik tombol dibawah ini.
Acoustic Lighting Audiovisual Design: Indonesia Stock Exchange Main Hall
By The End of 2021 ALTA Integra has succeeded elevated Audiovisual Lighting and Acoustic Experiences in Indonesia Stock Exchange Main Hall to a World-Class Venue. Mid 2020 ALTA Integra was chosen by Indonesia Stock Exchange to be their design consultant partner to elevate IDX Main Hall to World-Class Standard. ALTA was chosen due to its World-Class Reputation in integrating multi-discipline engineering such as Architectural Lighting, Acoustics, and Audio Systems Design with the beauty of architecture seamlessly.
Mid 2020 ALTA Integra was chosen by Indonesia Stock Exchange to be their design consultant partner to elevate IDX Main Hall to World-Class Standard. ALTA was chosen due to its World-Class Reputation in integrating multi-discipline engineering such as Architectural Lighting, Acoustics, and Audio Systems Design with the beauty of architecture seamlessly. By The End of 2021 ALTA Integra Has Succeeded Completed The Commissioning of Audiovisual Lighting and Acoustic Experiences in Indonesia Stock Exchange Main Hall to a Multi-Sensory Experiences Venue
With Old Carpet
Lighting Acoustic Design: Global Banking and Financial Corporate
Team up with Mmoser Singapore and CDA International - ALTA Integra designed Wellbeing Lighting and Acoustic for US Banking and Financial Company in Sequis Tower Jakarta.
Reception
TOWN-HALL
The town hall designed to have flexibility in space, can be enlarge if the high STC of operable wall of meeting room and music studio space is open. Feature with Cisco Webex Video Conference and distributed to all space with Crestron Audio System and high-definition projector with a motorized lift for internal gathering or global office gathering.
Boardroom & Meeting Room
together with interior designer we design the integration of CISCO Webex Telepresence for visual aesthetic, ergonomic and comfort, speech clarity with maximum acoustic privacy.
Open Plan Office
Together with interior we make acoustic zoning plan in the open plan work space to reduce acoustic distraction and improve acoustic privacy, in a healthy acoustic environment according to Green Mark Certification.
Interior Lighting Acoustic Karaoke System: Miami Vibe KTV Bar
Miami Vibe Karaoke Television KTV Executive Club Comprehensive Multi Discipline Design. Seamless Integration Design of Audiovisual Interior Acoustic Design Lighting, Excellent Audiovisual Karaoke Experiences with Excellent Acoustic and Miami Style Lighting Design.
Seamless Integration Design of Audiovisual Interior Acoustic Design Lighting, Excellent Audiovisual Karaoke Experiences with Excellent Acoustic and Miami Style Lighting Design
City View Bar
KTV Room
Entrance
Toilet
Interior Acoustic Lighting Design: Sindanglaya Audiophile Music Room
ALTA Integra has finished designed and commissioned a multi-discipline interior acoustic lighting mechanical and electrical for Audiophile Music Room and get Honorable Mention LIT Design Award for the Unique Acoustic QRD Diffuser Lighting
“Design is where science and art break even"
Mieke Gerritzen
Follow our passion for music and art, painting our room with beautiful sound and light, and a scientific method behind it. Integrating building science and art into project can tell a different story.
3D Interior Rendering
Interior Lighting Acoustic Design: Jatinegara Mancave Billiard Karaoke Audio Music Studio
ALTA Integra has finished designed and commissioned a multi-discipline interior acoustic lighting mechanical and electrical for a happy place called Jatinegara Mancave Music Studio Karaoke Home Theater Audiophile Billiard Playground for Families and Friends
“A man cave is a personal sanctuary where you can indulge your hobbies and guilty pleasures with freedom. It provides personal space for much-needed me-time, boys hang-out, or family gatherings.”
Warm and Inviting Interior Design
Good Acoustic mean Good Music
Good Lighting for Enjoy the Moment
Potato Head Studios Bali: Bridging European Acoustic Consulting to Local Construction
During the construction of Potato Head Studios Bali, ALTA Integra supported PT Total Bangun Persada by bridging the gap between Royal HaskoningDHV's international acoustic design and local construction practices.
Our role included evaluating locally available acoustic materials, advising on floating floor vibration isolation, and providing technical guidance to ensure the original acoustic design intent was successfully implemented.
The collaboration demonstrates how building physics expertise can transform complex international specifications into practical, high-performance construction solutions.
Building High-Performance Hospitality Through International Acoustic Collaboration
Potato Head Studios is one of Southeast Asia's most celebrated hospitality developments, making it an excellent example of the technical challenges faced by a Hotel Acoustic Consultant.
Luxury hospitality projects require careful coordination of architectural acoustics, structure-borne vibration control, guest room sound insulation, and mechanical noise mitigation. For every Hospitality Acoustic Consultant, these disciplines are essential to delivering exceptional guest comfort and meeting international hospitality performance standards.
Completed in 2020 as part of Desa Potato Head in Seminyak, Bali, the 168-room hotel was designed by OMA (Office for Metropolitan Architecture) under the leadership of David Gianotten, with Andra Matin serving as the local architect. The multidisciplinary design team also included Royal HaskoningDHV as the Acoustic Consultant, Switch as the Lighting Consultant, Aurecon as the Structural and Building Services Engineer, and Larch Studio as the Landscape Consultant.
During the construction phase, ALTA Integra was recommended by Rick de Vos of Royal HaskoningDHV to support PT Total Bangun Persada Tbk, the project's main contractor, in identifying and evaluating alternative acoustic materials that were locally available in Indonesia while maintaining the acoustic performance objectives established by the project acoustic consultant.
ALTA Integra's Role
While the project's acoustic design had already been developed by Royal HaskoningDHV, construction often presents practical challenges when specified products have limited availability, long procurement lead times, or regional supply constraints.
As an Acoustic Consultant in Indonesia supporting an internationally designed hospitality project, ALTA Integra collaborated with the construction team to help translate the acoustic design intent into practical construction solutions.
Reviewing the acoustic performance requirements established by Royal HaskoningDHV.
Identifying locally available acoustic products and construction materials that could serve as technically suitable alternatives.
Comparing acoustic properties, installation methods, and constructability of substitute materials.
Providing technical recommendations to assist PT Total Bangun Persada during procurement and construction coordination.
Supporting communication between the contractor and the acoustic consultant regarding proposed material substitutions.
Because luxury hotels depend on exceptional acoustic comfort for guest satisfaction, any substitution of specified acoustic materials must be carefully evaluated to ensure equivalent acoustic performance, constructability, durability, and compliance with the original design intent. This evaluation formed an important part of ALTA Integra's construction-phase technical support.
Hotel Acoustic Consultant Challenges in Luxury Hospitality Projects
Potato Head Studios represents a unique hospitality environment where guest accommodation exists alongside restaurants, bars, performance spaces, wellness facilities, and the internationally renowned Potato Head Beach Club.
Such mixed-use hospitality developments require careful acoustic coordination to balance vibrant public activities with guest comfort. Typical considerations include:
Guest room airborne and structure-borne sound insulation
Façade window acoustic performance against entertainment noise
Control of structure-borne impact noise from luggage trolley traffic in guest room corridors
Roof-top bar noise mitigation
Kitchen equipment noise mitigation
Mechanical equipment and HVAC noise mitigation
For every Hotel Acoustic Consultant, luxury hospitality developments present a unique combination of acoustic engineering challenges. Guest expectations demand quiet guestrooms despite nearby entertainment venues, restaurants, rooftop bars, mechanical equipment, and busy circulation areas. Achieving these outcomes requires close collaboration between architects, acoustic consultants, contractors, and specialist suppliers throughout design and construction.
Royal HaskoningDHV led the overall acoustic design strategy for the development, while ALTA Integra's construction-phase support focused on facilitating material implementation within the Indonesian supply chain.
Construction Challenge: Achieving Effective Floating Floor Installation
One of the key construction challenges during the project involved the successful installation of the floating floor system for vibration isolation. While specifying the appropriate vibration damping material is essential, the overall performance of a floating floor depends equally on correct installation and strict adherence to acoustic detailing.
ALTA Integra worked closely with Dasdianto Bintang, Project Manager of PT Total Bangun Persada, to explain the engineering principles behind vibration isolation and the importance of maintaining complete structural separation between the floating floor and the structural slab. During construction, a common industry challenge can arise when installers inadvertently create rigid connections between the floating floor and the base slab—such as tying reinforcement, allowing concrete bridges, or permitting perimeter contact with surrounding structural elements. These unintended connections create structure-borne sound bridges, allowing vibration energy to bypass the resilient isolation layer and significantly reducing the effectiveness of the floating floor system.
Our role included reviewing installation details, discussing best construction practices with the project team, and emphasizing that a floating floor must remain fully decoupled from the supporting structure to achieve its intended vibration isolation performance. The construction team was advised to carefully protect the resilient layer throughout installation, prevent rigid contact at floor edges and penetrations, and verify that all detailing complied with the acoustic consultant's design intent.
This collaboration helped reinforce that high-performance acoustic construction depends not only on selecting the correct materials, but also on precise installation, quality control, and a thorough understanding of building physics principles. Even minor deviations during construction can compromise vibration isolation and negatively affect the acoustic comfort expected in a premium hospitality development.
International Collaboration
This project illustrates how an international Hospitality Acoustic Consultant and an Acoustic Consultant in Indonesia can work together to successfully implement complex acoustic solutions.
By combining Royal HaskoningDHV's international hospitality experience with ALTA Integra's local technical knowledge, the project team successfully adapted acoustic specifications to Indonesia's construction market while preserving the original design intent.
For complex hospitality developments, this type of collaboration helps bridge the gap between international specifications and practical construction realities.
ALTA Integra's Contribution
As an Acoustic Consultant in Indonesia serving luxury hospitality developments across Southeast Asia and the broader Asia-Pacific region, ALTA Integra provides and construction-phase technical support for hotel acoustic engineering implementation, acoustic material evaluation, construction quality assurance, and acoustics testing and measurement.
Our experience working alongside internationally recognized acoustic consultants demonstrates how local building physics expertise can successfully deliver global hospitality acoustic standards throughout Indonesia and Asia.
Informasi Proyek
Project: Potato Head Studios
Location: Seminyak, Bali, Indonesia
Completion: 2020
Client: Potato Head
Architect: OMA (Office for Metropolitan Architecture)
Local Architect: Andra Matin
Acoustic Consultant: Royal HaskoningDHV
Lighting Consultant: Switch
Structural & Building Services: Aurecon
Landscape Consultant: Larch Studio
Main Contractor: PT Total Bangun Persada Tbk.
Acoustic Implementation Consultant (Indonesia): ALTA Integra