Polusi Cahaya pada Malam Hari Menyebabkan Gangguan Tidur

Cahaya lampu dengan intensitas blue light 480nm yang diterima retina mata di teruskan oleh Melanopsin ke saraf Suprachiasmatic Nucleus (SCN). Memberi perintah untuk mengurangi produksi hormon Melatonin yg diperlukan untuk memicu rasa kantuk di malam hari.

Tanpa hormon Melatonin membuat seseorang sulit tidur dan cenderung terjaga dimalam hari. Hal ini disebut gangguan siklus terjaga-tidur seseorang atau dengan istilah ilmiah Circadian Rhythms Disorder.

Penyakit yang ditimbulkan akibat Circadian Rhythm Disorder adalah Obesitas (kelebihan berat badan), Diabetes (kencing manis), Heart Problem (masalah jantung) bahkan Cancer (Kanker).

Foto di bawah adalah pemasangan videotron pada facade sebuah gedung di Jalan Sudirman Jakarta dengan cahaya berlebihan. Cahaya berlebihan di malam hari dapat dapat menggangu kesehatan manusia dan mahluk hidup yang tinggal di area tersebut.

Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Herwin Gunawan, founder of ALTA Integra, is a Human-Centered Building Performance Consultant. He provides expertise in integrated design strategies through his multidisciplinary team specializing in acoustics consulting, lighting design, audio visual consulting, information technology consulting, and passive environmental design optimization, including building thermal performance, daylighting, and natural ventilation. His work is aligned with the UN Sustainable Development Goals (SDGs), ESG principles, LEED, and WELL certification frameworks. Based in Jakarta, he serves the international market.

https://herwingunawan.work
Previous
Previous

Mengapa color rendering index matahari dan lilin sama-sama mendekati 100?

Next
Next

Pembuktian Teori Relativitas Einstein oleh Eddington