Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
ALTA Integra Menggunakan Akustik Kamera Untuk Memberikan Layanan Konsultasi Akustik Terbaik
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
Lubang sekecil jarum pada partisi yang tebal sekalipun dapat mengurangi performa insulasi akustik. Kamera akustik adalah alat terbaik untuk menemukan keboocoran suara sampai ukuran lubang jarum yang dapat menyebabkan kebocoran suara. Kebocoran suara yang bisa kita dengar akan tidak kuping kita tidak dapat mendeteksi di mana lubang tersebut berada.
Dengan bantuan Akustik Kamera team akustik kami dapat dengan mudah menemukan dan mengidentifikasi sumber kebocoran suara. Data akustik kamera yang terdiri 64 array mikrofon dan sebuah kamera dapat memvisualisi dan melokalisasikan suara Data audio dan visual tersebut dikirimkan ke perangkat lunak yang memproses menjadi tiga tampilan utama yaitu:
Spektrum Suara yang menunjukkan tingkat tekanan suara pada setiap frekuensi.
Spektrogram yang menunjukkan intensitas setiap frekuensi terhadap waktu.
Visualisasi Suara yang menunjukkan sumber suara utama pada objek yang dianalisa.
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
ALTA Integra adalah konsultan akustik yang menyediakan layanan Desain Akustik Terbaik di Indonesia untuk dalam mendesain dan mengawasi pembangunan ruangan performa tinggi seperti: Gedung Konser, Studio Rekaman, Kantor Multinasional, Ruang Hiburan Komersial, Hotel Bintang Lima, dan lain sebagainya.
Implikasi Desain SNI 03-6386 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia
Penilitian ini meninjau baku bunyi dan waktu dengung pada Bandara Udara dan Rumah Ibadah, dimana kami menemui bahwa baku bunyi dan waktu dengung yang ditetapkan pada bandara udara dan rumah ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Pada tanggal 3 Desember 2024 kami mempresentasikan penelitian yang berjudul “Implikasi Desain SNI 03-6386 tahun 2000 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia”. Penilitian ini meninjau baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan untuk Bangunan Bandara Udara dan Bangunan Rumah Ibadah di Indonesia.
SNI 03-6386 tahun 2000 dirumuskan berdasarkan Australia Standard AS 2107:1987 Acoustic Recommended Design Sound Level and Reverberation Time for Building Interior. SNI 03-6386 adalah Spesifikasi Tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (Kriteria desain yang direkomendasikan). Australia Standard AS 2107:1987 pada tahun 2016 diperbarui menjadi AS/NZS 2107:2016. Berikut adalah perbandingan antara SNI 03-6386:2000 dan AS/NZS 2107:2016.
Dari perbandingan data di atas kami menemui bahwa
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung yang relatif longgar pada bandara udara, yang mana seharusnya kejelasan suara untuk pengumuman dan informasi bahaya adalah hal yang sangat penting di bandara udara.
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung kurang tepat tanpa pertimbangan bahwa ada beragam jenis agama di Indonesia yang memiliki kebutuhan akan waktu dengung yang beragam.
Apabila kita mendesain berdasarkan acuan baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan SNI pada Bangunan Bandara Udara atau Bangunan Rumah Ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi verbal yang akan disampaikan melalui sistem pengeras suara. Oleh karena itu kami menyarankan Badan Standarisasi Nasional untuk meninjau kembali SNI 03-6386 tahun 2000 agar tidak terjadi keluhan atas kualitas akustik setelah bangunan di bangun walau secara terukur telah sesuai dengan standar baku suara dan waktu dengung yang disarankan.
Dokumentasi Studi Integrasi Desain Arsitektur Akustik Multi Disiplin Gedung Konser Elbphilharmonie
Hai Sobat ALTA, salam bahagia.
Di video ini saya akan menceritakan dokumentasi dan studi integrasi desain multi-disiplin gedung konser Elbphilharmonie di Hamburg Jerman. Gedung ini dirancang oleh Arsitek Herzog & de Meuron dari Swiss dan Desain Akustik oleh Yasuhisa Toyota Nagata Acoustics dari Los Angeles.
Fungsi Gedung Budaya adalah untuk melestarikan dan memajukan seni budaya di sebuah kota maupun negara. Pelestarian budaya hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kesamaan tujuan untuk bertumbuh, menyempurnakan dan mewariskan Seni Budaya tersebut ke generasi berikutnya.
Walaupun Elbphi mengalami over budget sebesar 300% dan pekerjaan terlambat sampai dengan 8 tahun, gedung ini merupakan contoh nyata dari semangat untuk menciptakan sebuah fasilitas pentas seni budaya yang sempurna. Mari kita lihat dan dengarkan keindahan gedung konser termahal saat ini.
Saya memiliki mimpi suatu saat nanti Indonesia salah satu pemimpin Indonesia memiliki visi yang sama untuk membuat Gedung Pentas Seni Budaya seperti Elbphilharmoni, dirancang dengan kearifan lokal untuk mementaskan seni budaya Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Video Outline
Introduction
Facade
Escalator Tube
Noise Control
Plaza
Grand Hall Foyer
Grand Hall
Architecture Design
Acoustics Modeling & Analysis
360-degree Acoustic Reflector
Micro Shaping High-Density Gypsum Fiber
Loudspeaker Integration
Stage Lighting Integration
Seat Acoustics
Low Noise Air Condition
Installation of Acoustics Panel
Credit
Pengujian 25 aspek rasio ideal ruang akustik studio musik oleh J.H. Rindel melalui permodelan matematis
Pengujian terhadap 25 aspek rasio ideal ruang akustik oleh J.H. Rindel
menggunakan permodelan Frequency Spacing Index (6/6)
Ruang kecil yang dirancang untuk melakukan latihan musik, pengambilan rekaman suara, ruang kontrol, editing dan mastering, untuk mendengarkan reproduki suara memerlukan response frekuensi yang senatural mungkin. Oleh karena itu frekuensi resonansi (modes) ruangan harus tersebar semerata mungkin. Untuk mencapai respons frekuensi resonansi yang merata caranya dengan mendesain aspek rasio ruangan sesuai dengan rekomendasi peneliti di bidang ini.
Memainkan alat musik atau alat reproduksi suara di dalam ruangan sama dengan menggabungkan akustik suara alat musik dan akustik suara ruangan (acoustically coupling). Dengan kata lain ruangan bertindak sebagai akustik tambahan dari alat musik atau alat reproduksi suara. Dengan pengertian bahwa ruangan dengan akustik yang baik tidak akan memperindah suara alat musik atau alat reproduksi, akan tetapi ruang akustik yang buruk pasti akan merusak suara alat musik atau alat reproduksi suara yang baik. Ruang musik yang baik adalah ruangan yang mendukung suara musik sebaik mungkin pada setiap nada dan setiap frekuensi secara adil atau merata, tanpa mengorbankan salah satu nada atau frekuensi tertentu.
Bayangkan kita memainkan tangga nada kromatik di sebuah piano dari nada C1 (32.7 Hz) sampai dengan nada C2 (65.4 Hz) pada dua ruang kecil dengan volume yang sama yaitu 150 meter kubik akan tetapi yang satu dengan aspek rasio 1:1:1 atau kubus dan yang satu dengan aspek ideal Meisnerr (2018) yaitu 1,45:1,20:1. Gambar di bawah terlihat frekuensi respons ruangan kubus memiliki puncak dan lembah yang curam dengan simpangan yang jauh. Hal ini akan menyebabkan karakteristik tonal dan intensitas suara piano pada setiap nada kromatik dari C1 sampai C2 akan terdengar jauh berbeda dibanding dengan ruang dengan aspek rasio yang ideal.
Karena penelitian Rindel bertujuan untuk mendapatkan distribusi frekuensi resonans (modes) yang paling merata, maka Rindel membuat permodelan matematis yang dinamakan “Frequency Spacing Index” atau indeks jarak frekuensi. Untuk mendapatkan interval yang ekstrim dari setiap aspek rasio ruangan permodelan matematik ini mengabaikan besaran volume ruangan maupun nilai penyerapan suara permukaan ruangan.
Permodelan Frequency Spacing Index
Apabila permodelan di atas dihitung berdasarkan aspek ratio panjang:lebar dan lebar:tinggi untuk ruangan kubus 1:1:1 dibandingkan dengan ruang aspek rasio ideal Mesnerr 1,45:1,20:1 dan visualisasikan menjadi grafik, akan terlihat seperti di bawah ini.
Dengan bermodalkan permodelan matematis “Frequency Spacing Index”, Rindel menguji kemerataan distribusi frekuensi resonansi (modes) terhadap 25 aspek rasio ideal sampai yang terburuk yang kemudian diurutkan dari yang terbaik sampai terburuk seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.
Dari penelitian ini J.H. Rindel menyimpulkan bahwa aspek rasio panjang-lebar jauh lebih penting ketimbang aspek rasio lebar-tinggi. Menurut Rindel aspek rasio panjang-lebar yang ideal berada pada kisaran 1.15 sampai dengan 1.45, sedangkan aspek rasio panjang-tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi arsitektur tanpa terlalu mempengaruhi kualitas tonaliti suara musik.
References:
Bolt, R. H. (1946). “Note on normal frequency statistics for rectangular rooms,” J. Acoust. Soc. Am. 18, 130–133.
Cox, T. J., and D’Antonio, P. (2001). “Determining optimum room dimensions for critical listening environments: A new methodology,” AES 110th Convention, Amsterdam, Paper No. 5353.
Louden, M. M. (1971). “Dimension ratios of rectangular rooms with a good distribution of eigentones,” Acustica 24, 101–104.
Meissner, M. (2018). “A novel method for determining optimum dimension ratios for small rectangular rooms,” Arch. Acoust. 43, 217–225. Rindel, J. H. (2015). “Modal energy analysis of nearly rectangular rooms at low frequencies,” Acta Acust. United Acust. 101, 1211–1221.
Rindel, J. H. (2016). “A note on modal reverberation times in rectangular rooms,” Acta Acust. United Acust. 102, 600–603.
Sabine, W. C. (1900). “Reverberation,” The American Architect and The Engineering Record [reprinted as paper No. 1 in Collected Papers on Acoustics (Harvard University Press, Cambridge, MA, 1923); reprinted by Dover Publications Inc. (New York, 1964)], p. 3.
Volkman, J. E. (1942). “Polycylindrical diffusers in-room acoustical design,” J. Acoust. Soc. Am. 13, 234–243.
Walker, R. (1993). “Optimum dimension ratios for studios, control rooms, and listening rooms,” BBC Research Department Report, BBC RD 1993/8.
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk desain ruang audio dan studio musik
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk
desain ruang audio dan studio musik (2/6)
Tulisan kedua dari enam tulisan ini menceritakan pemikiran, penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik oleh Richard Bolt. Distribusi frekuensi resonansi (modes) yang tidak merata di sebuah ruangan dapat menyebabkan distorsi harmonis (spectrum) dan distorsi temporal (decay) untuk frekuensi suara di bawah 250 Hz.
Richard Henry Bolt Ph.D., atau lebih dikenal dengan nama Richard Bolt atau Dick Bolt. Richard Bolt adalah Profesor Fisika di Massacushet Institute of Technology (MIT) yang lahir di kota Peking China pada tahun 1911. Beliau tertarik dengan penelitian di bidang akustik dan mendirikan perusahaan riset dan pengembangan bernama Bolt, Beranek & Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technology. Beliau juga merupakan pendiri perusahaan bernama Arpanet yang merupakan pelopor teknologi internet yang kita kenal saat ini.
Grafik Fungsi Distribusi Frekuensi Rata-Rata yang menunjukan korelasi antara Volume ruangan (V), frekuensi (N), interval antar modes yang berdekatan (u) dan nilai rata-rata (d)
Pada tahun 1946, Bolt menggunakan perhitungan dengan metode penggambaran diagram untuk menentukan nilai rata-rata interval antara modes. Dengan menggunakan metode perhitungan ini Bolt mendapatkan ratios ideal dimensi ruang audio yaitu 2:3:5 atau 1: 2.33:4.33 atau 1:1.26:1.59.
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik
Modes selalu hadir di dalam setiap ruang kecil seperti studio musik, ruang audio, home theater, studio broadcast
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk
desain ruang audio dan studio musik (1 / 6)
Tulisan pertama dari enam tulisan ini menceritakan perjalanan penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik dalam upaya meratakan distribusi frekuensi resonansi (modes) ruangan yang diperuntukan untuk mendengar audio maupun ruang produksi musik dan siaran.
Resonansi atau modes ruangan menyebabkan distorsi harmonik akustik yang mengubah karakteristik spektrum dan temporal suara pada ruang audio dan studio musik yang menuntut kesempurnaan produksi dan reproduksi suara. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mengoptimasi dimensi ruang berbentuk kotak sepatu dengan dasar pemikiran dasar sebagai berikut:
(1) menghindari pengulangan frekuensi modes yang identik atau berdekatan pada frekuensi yang sama atau interval harmonisnya:
a) modes dengan frekuensi identik dapat menyebabkan penggelembungan frekuensi dan timbulnya ekor suara yang lebih panjang dari aslinya. Hal ini menyebabkan suara terdengar gemuk (boomy) dan membuat suara alat musik dan suara manusia terdengar gelap (dark & muddy)
b) frekuensi modes yang berdekatan dapat menyebabakan kesan pelayangan suara atau nada yang fales karena suara musik asli dan suara resonansi ruangan menciptakan bayangan suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda.
c) penggelembungan frekuensi pada interval sepertiga (third major), seperlima (fifth major) dan oktaf (first octave and so on) menyebabkan distorsi harmonis sepertiga oktaf, seperlima oktaf dan oktaf pertama, kedua dan seterusnya. Selain distorsi spektrum suara, penggelembungan suara pada interval harmonis menyebabkan distorsi temporal yaitu timbulnya ekor suara yang mengubah warna suara alat musik dan suara seseorang.
(2) menghindari kekosongan frekuensi modes pada interval harmonis satu oktaf dapat menyebabkan terasanya kekosongan support ruangan pada frekuensi rendah di interval tersebut dan suara musik dan suara manusia akan terdengar menjadi lebih kasar dan tajam (harsh & edgy).
Rekomendasi rasio ideal ruang audio, studio musik yang saya urutkan dari rasio panjang terhadap tinggi terbesar
Room modes adalah resonansi sebuah gelombang suara yang dimensinya sama dengan permukaan ruangan yang berhadapan. Ada tiga tipe modes dalam ruangan yaitu:
(1) axial modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada permukaan rata yang berhadapan seperti permukaan dinding atau permukaan lantai dengan plafon.
(2) tangential modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang sama
(3) oblique modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang berhadapan juga
Gambar yang memperlihatkan modes pada sumbu axial, tangential dan oblique
Baca tulisan berikut yang mengulas pemikiran dan metode perhitungan dari peneliti yang menekuni topik ini.
Prediksi Kebisingan Lingkungan secara akurat
Prediksi Kebisingan Lingkungan secara akurat
Bagaimana memprediksi efektifitas Sound Barrier untuk mengurangi gangguan kebisingan dari area hiburan ke perumahaan warga? Bagaimana mendesain sound barrier semurah mungkin dengan hasil sebaik mungkin?
Terlampir adalah dua buah noise barrier design modeling dan hasil noise mapping output data menggunakan software Datakustik CadnaA.
ALTA Integra selalu melakukan terobosan untuk memberikan nilai tambah terbaik kepada seluruh client dengan melakukan pemikiran, penelitian dan pengembangan metode kerja konsultasi. Kami percaya bahwa suara dapat mengubah kesehatan manusia dan hewan yang tinggal di area tersebut. Mari dukung gerakan kami dalam mengintegrasikan pengetahuan untuk membuat dunai yang lebih baik.
#acoustics #roomacoustics #acousticdesign #acousticengineer #soundscape #architecturalacoustic #architecture #architectureproject #soundinsulation #soundproofing #soundproof #vibrationdamping #environmentalnoise #soundpollution #trafficnoise #officenoise #acousticpollution
Pencemaran Botol Air Minum Mineral yang terbuat dari Poly Ethylene Terephthalate (PET)
PENCEMARAN BOTOL AIR MINUM PET
Salah satu penelitian menemukan fakta bahwa tingkat pencemaran "Antimonia" pada 48 merek botol air minum mineral dari 11 negara Eropa yang tersimpan lebih dari 6 bulan meningkat 90%. Pencemaran Antomonia terjadi karena terjadi reaksi kimia antara Air Mineral dengan Poly Ethylene Terephthalate (PET), bahan dasar pembuat botol air minum.
memberikan layanan sertifikasi bangunan sehat International WELL Building Institute - IWBI karena kami percaya tempat kita tinggal dan bekerja menentukan kualitas tubuh dan pikiran kita. Arsitektural Fisika Bangunan seperti suara yang kita dengar, pemandangan yang kita lihat, kualitas air dan udara yang kita hirup memilki peranan yang penting dalam membangun ketahanan kesehatan manusia di masa mendatang. Kami mengajak Anda bergabung dalam gerakan ini.
In one study, the level of antimony in 48 brands of bottled water from 11 European countries increased by 90% after 6 months of storage due to antimony leaching from polyethylene terephthalate (PET) bottles, which are designated as recyclable.
ALTA Integra provides WELL Building Certification because we believe our body and mind quality is shaped by the space we live and work. Architectural Building Physics such as Acoustic, Lighting, Water, and Air Quality play important role in making a better space for human-being.
Let's join our mission to share this belief and passion to make our world a better place to live in.
#greenbuilding #Wellbeing #wellcertification #certification #sustainability #sustainable #sustainableliving #water #waterquality #drinkingwater #architecture #arsitekturindonesia #interiordesign #hdiindonesia
Pentingnya Desain Pengendalian Kebisingan di Pabrik dan Industri
Kebisingan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas industri telah menjadi perhatian penting dalam praktik rekayasa modern. Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas pabrik industri, emisi kebisingan dari peralatan mekanik, proses produksi, serta aktivitas transportasi dapat berdampak negatif terhadap lingkungan kerja maupun area di sekitarnya.
Kebisingan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas industri telah menjadi perhatian penting dalam praktik rekayasa modern. Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas pabrik industri, emisi kebisingan dari peralatan mekanik, proses produksi, serta aktivitas transportasi dapat berdampak negatif terhadap lingkungan kerja maupun area di sekitarnya. Oleh karena itu, desain pengendalian kebisingan lingkungan merupakan komponen esensial dalam perencanaan industri yang bertanggung jawab.
1. Kesehatan dan Keselamatan Pekerja
Paparan kebisingan berlebih di area industri dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen, kelelahan, serta penurunan kinerja operasional. Penerapan langkah-langkah teknis pengendalian kebisingan—seperti penutupan peralatan (enclosure), penggunaan material peredam, dan isolasi akustik—sangat penting untuk menjaga tingkat kebisingan tetap berada dalam batas aman sesuai dengan standar seperti ISO 11690 dan OSHA 29 CFR 1910.95.
2. Kepatuhan terhadap Regulasi dan Lingkungan
Sebagian besar wilayah telah menetapkan batas emisi kebisingan lingkungan berdasarkan peraturan perlindungan industri dan lingkungan. Integrasi pemodelan prediksi kebisingan (menggunakan perangkat lunak seperti CadnaA atau SoundPLAN) pada tahap perancangan memungkinkan insinyur untuk memperkirakan penyebaran kebisingan, mengoptimalkan tata letak fasilitas, dan memastikan kepatuhan terhadap kriteria emisi kebisingan setempat. Integrasi desain pada tahap awal jauh lebih efisien dibandingkan penerapan langkah mitigasi setelah konstruksi selesai.
3. Dampak terhadap Komunitas dan Lingkungan Sekitar
Kebisingan yang melampaui batas area pabrik dapat menimbulkan gangguan, keluhan masyarakat, bahkan potensi sengketa hukum. Desain pengendalian kebisingan yang tepat—melalui penggunaan penghalang akustik, peredam suara (silencer), serta zona penyangga (buffer zone)—dapat mengurangi dampak terhadap area hunian atau lingkungan ekologis di sekitar, serta memperkuat hubungan baik antara industri dan masyarakat.
4. Pendekatan Desain Berkelanjutan dan Terintegrasi
Pengendalian kebisingan merupakan bagian integral dari pembangunan industri berkelanjutan. Dengan menerapkan teknologi rendah kebisingan, menjaga kinerja akustik dalam jangka panjang, serta mempertimbangkan kebisingan sebagai parameter lingkungan sejajar dengan kualitas udara dan air, industri turut berkontribusi terhadap tanggung jawab lingkungan jangka panjang dan pencapaian tujuan ESG (Environmental, Social, and Governance).
Kesimpulan
Desain pengendalian kebisingan lingkungan harus dipandang sebagai disiplin inti dalam perencanaan fasilitas industri. Melalui penerapan prinsip rekayasa akustik sejak tahap perancangan awal, industri dapat mencapai kepatuhan regulasi, melindungi kesehatan manusia, serta meminimalkan jejak lingkungan—sehingga efisiensi produksi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Sejak tahun 2010, ALTA Integra telah menyelesaikan lebih dari 50 kasus keluhan kebisingan lingkungan terhadap fasilitas industri sesuai dengan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup. ALTA Integra juga membantu manajemen dalam mengurangi paparan kebisingan terhadap pekerja sesuai dengan Peraturan Kementerian Perindustrian, ISO 14001, serta berbagai regulasi dan standar terkait lainnya.
Mengurangi paparan kebisingan terhadap manusia akan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup, karena kami percaya bahwa tubuh dan pikiran manusia dibentuk oleh ruang tempat kita hidup dan bekerja.
Aspek Fisika Bangunan Arsitektur seperti Akustik, Pencahayaan, Termal, dan Kualitas Udara memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang lebih baik bagi manusia. Mari bergabung dalam misi kami untuk membagikan keyakinan dan semangat ini demi menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali.
#industrial #industrialdesign #factory #manufacturer #noise #community #humanrights #wellbeing #bettersleep #hearingloss #environment #environmental #environmentalsustainability
*image just illustration from photo stock
Jumlah Loudspeaker Audio Elektro Akustik Mempengaruhi Kejelasan Suara
Artikel berikut memperlihatkan studi ilmiah yang membuktikan bahwa jumlah loudspeaker audio sistem serta penempatannya dapat mempengaruhi Kesan Dengung Suara Ruangan yang umumnya menjadi faktor penggangu Kejelasan Suara Ucap (Speech Intelligibility).
“The Auditorium is the most powerful instrument for communication ever devised.”
Apa hubungan antara Kesan Dengung Ruangan, Faktor Akustik Ruang, dan Jumlah Loudspeaker Audio?
Artikel berikut memperlihatkan studi ilmiah yang membuktikan bahwa konfigurasi loudspeaker, jumlah dan penempatan dapat mempengaruhi Kesan Dengung Suara Ruangan yang umumnya menjadi faktor penggangu Kejelasan Suara Ucap (Speech Intelligibility). Untuk mengawali studi ini mari kita lihat persamaan Hopkis-Stryker di bawah ini dimana: Tingkat Kekerasan Suara Dengung (Lr) berbanding lurus dengan Jumlah Loudspeaker (N) dan Faktor Akustik Ruang (Ma).
Untuk membuktikan teori dan rumus di atas kami melakukan studi dengan menggunakan piranti lunak bernama EASE Acoustic Software Modeling yang dapat menghasilkan output Animasi Bola Biliar dan Auralisasi Akustik. Animasi Bola Biliar dapat membantu kita memahami bagaimana suara menyebar dan dipantulkan di dalam ruang. Sedangkan "Auralisasi Akustik" memperdengarkan suara yang akan terjadi di ruangan tersebut.
Dua video dibawah ini memperlihatkan (Animasi Bola Biliar) dan memperdengarkan (Auralisasi Akustik) antara dua konfigurasi loudspeaker audio (a) loudspeaker audio berjumlah 6 buah dibandingkan dengan (b) loudspeaker berjumlah 4 buah.
Video Pertama memperlihatkan dan memperdengarkan konfigurasi enam buah loudspeaker audio. Animasi Bola Biliar memperlihatkan bagaimana suara merambat dari keenam loudspeaker yang mana sampai ke telinga audiens yang duduk di tengah ruangan dengan fase dan delay yang berbeda. Auralisasi Akustik memperdengarkan perbedaan fase dan delay menyebabkan suara terdengar lebih berdengung.
Video Kedua memperlihatkan dan memperdengarkan konfigurasi empat buah loudspeaker audio yang disetup dengan delay agar timing suara lebih koheren. Animasi Bola Biliar memperlihatkan bagaimana suara merambat dari keempat loudspeaker yang mana sampai ke telinga audiens yang duduk di tengah ruangan dengan delay yang lebih koheren, dan karena jumlah sumber suara berkurang dari enam menjadi empat maka jumlah fase suara yang sampai ke telinga juga berkurang, Auralisasi Akustik memperdengarkan suara ucap yang lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.
Dari studi sederhana di atas dapat kita simpulkan bahwa: selain Faktor Akustik Ruang (Ma) jumlah konfigurasi dan Jumlah Loudspeaker (N) juga mempengaruhi kesan dengung audio di sebuah ruangan.
Di ALTA Integra, kami percaya ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu manusia mengatasi masalah serta mengembangkan desain di mana Suara, Udara dan Cahaya bersatu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
buildingphysic #architecturalacoustic #roomacoustic #soundsystem #audio #audioengineers #soundengineer #architecture #interior #wellness #wellbeing #humandesign #betterworld