Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

ALTA Integra pelopor Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera Manusia untuk Kesehatan Total

Kesehatan dan performa kegiatan yang dilakukan pada ruang dan bangunan sudah merupakan tujuan utama orang yang menyadarinya. Sejak tahun 2010 saya bersama team ALTA Integra mulai mempelopori konsultasi desain Arsitektural Fisika Bangunan. Dalam pengembangannya saya melihat  hubungan antara Arsitektural Fisika Bangunan dengan Tujuh Indera.

Tujuh Indera Manusia diciptakan untuk bertahan hidup seperti menghindari mara bahaya, mencari makan dan menikmati hidup seperti melihat, mendengar, mencium dan menikmati hal yang membuat kita senang.

Multi Sensory Architecture Building Physic Graphic

Gambar di atas memperlihatkan bagaimana 5 unsur ALTA yaitu Cahaya, Suara, Udara, Material dan Air berhubungan dengan 7 indera manusia yaitu: Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Pengecap, Gerakan dan Keseimbangan mempengaruhi Emosi dan Intelektual manusia.

Cahaya dan Indera Penglihat

Mata melihat dan mengenali objek karena adanya cahaya. Indera penglihat membantu manusia untuk mengenali, mengamati dan dapat menciptakan reaksi emosi tertentu. Indera penglihat berfungsi untuk mencari makanan, menghindari bahaya serta menikmati keindahan. Selain mengenali objek, cahaya yang masuk ke mata juga mengatur hormon-hormon yang mengatur irama biologis harian manusia.

Rancangan bangunan yang tidak memahami hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat untuk penghuninya. Rancangan cahaya yang baik pada ruangan dapat meningkatkan performa kerja, meningkatkan kualitas visual dan menimbulkan rasa positif pada pikiran.

Suara dan Indera Pendengar

Telinga mendengar suara, mengenali suara untuk mendeteksi bahaya atau sesuatu yang menyenangkan, berkomunikasi dan menikmati suara indah. Manusia dapat mendeteksi emosi seseorang dari tekanan suara yang didengarkan.

Design bangunan dapat menciptakan lingkungan suara yang baik untuk kebutuhan tersebut atau malah menyebabkan gangguan yang serius. Ruang meeting, gedung pertunjukan seni dan musik, studio produksi dan penyiaran dengan konten suara memerlukan desain suara yang benar agar pesan yang ingin disampaikan oleh produser tidak menyimpang.

Di jaman modern pesan di sampaikan dalam bentuk multimedia, desain cahaya dan akustik yang benar meningkatkan kualitas komunikasi

Temperatur dan Indera Peraba

Indera peraba yang ada saraf tubuh dapat merasakan temperatur panas atau dingin, tekstur kasar dan lembut, maupun tekanan. Sensasi temperatur, tekstur dan tekanan pada urat tertentu dapat membuat tubuh dan pikiran merasa senang atau menderita.

Temperatur di dalam ruangan bisa meningkat karena perpindahan kalor melalui radiasi cahaya, konveksi kalor pada aliran udara, serta konduksi kalor melalui benda padat. Bangunan yang dirancang tanpa memperhatikan dampak temperatur di dalam bangunan, atau tanpa memperhatikan tekanan yang terjadi pada tubuh saat bekerja memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.

Aroma dan Indera Pencium

Hidung mencium aroma busuk maupun aroma sedap melalui partikel gas yang terbawa oleh udara. Terapi aroma sudah ada sejak dahulu kala bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kelelahan fisik.

Indera pencium yang bekerja sama dengan indera pengecap membuat kita dapat membedakan rasa makanan yang kita suka atau tidak suka. Aroma tidak segar di tempat tinggal maupun tempat kerja dapat menurunkan produktifitas dan kesehatan.

Indera pencium dapat merasakan desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, maupun penggunaan material yang dapat mengancam kesehatan tubuh.

Rasa dan Indera Pengecap

Makanan atau Nutrisi merupakan hal yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Lidah berfungsi untuk mengecap makanan enak atau tidak enak. Makanan yang memiliki rasa tidak enak sering diterjemahkan oleh otak primitif manusia sebagai makanan yang buruk (beracun) bagi tubuh dan tidak boleh dimakan.

Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dari setiap budaya karena kerja sama antara indera pengecap dengan indera penglihat, pencium dan peraba pada lidah yang dapat merasakan tekstur dan temperatur makanan.

Desain Cahaya, Suara,Temperatur, Kesegaran Udara dan Furniture meningkatkan kualitas kerja

Bentuk dan Indera Gerakan & Keseimbangan

Indera gerakan dan keseimbangan yang jarang dibahas orang terletak dekat telinga dan otak manusia. Indera gerakan memberikan input pada pikiran kita arah tubuh kita bergerak, dan indera keseimbangan yang selalu memberikan input kepada otak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam setiap kondisi.

Cahaya, suara dan aroma merupakan stimulus bagi indera gerakan untuk bergerak mendekat atau menjauh. Pemahaman akan disiplin anthropometric, ergonomic, dan human kinetic dapat membuat prestasi kerja dan kualitas hidup di dalam bangunan tersebut menjadi lebih baik.




Aplikasi Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera

Saat mendesain sebuah bangunan, apabila kita meluangkan waktu untuk merancang dengan performa arsitektur fisika bangunan yang optimum untuk ketujuh indera kita, akan memberikan benefit berupa kesehatan dan produktifitas yang berlipat ganda.

Feng Shui sebuah keyakinan yang mempercayai rejeki dan kualitas hidup ditentukan oleh bangunan dimana mereka tinggal dan bekerja. Keyakinan Feng Shui timbul dan dikembangkan berdasarkan naluri, cerita turun temurun serta pengalaman praktisi Feng Shui. Saat mendesain dan memberikan arahan praktisi Feng Shui mengandalkan multi inderanya untuk menilai baik buruknya sebuah bangunan.

Food Empire Pluit setelah renovasi: Bentuk, Cahaya, Warna serta Aroma yang ada di Foodcourt ini menggerakan customer untuk mendekat

Tidak seperti keyakinan Feng Shui yang dikembangkan hanya dengan naluri, Arsitektural Fisika Bangunan Multi Indera yang kami kembangkan merupakan keilmuan yang dikembangkan berdasarkan formulasi dan performa fisika bangunan serta studi dampak biologis dan psikologis yang dilakukan dengan ilmu kedokteran serta psikologis.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Lebih Memahami Desain Arsitektur Bangunan Biophilic

Menurut survey The National Human Activity Pattern Survey (NHAPS): A Resource for Assesing Exposure to Environmental Pollutants yang dilakukan oleh Neil E. Klepeis dan kawan terhadap 9,196 responden, dipublikasikan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory tahun 2001, menyimpulkan sebagian besar populasi perkotaan menghabiskan 90% waktunya di dalam lingkungan indoor.

Tubuh manusia memiliki kebutuhan dan kerinduan alami untuk berada di alam bebas, akan tetapi mengacu ke hasil survey di atas maka kontak tubuh manusia perkotaan dengan kebaikan alam seperti cahaya matahari, suara alam, udara segar menjadi sangat terbatas. Peluang untuk berinteraksi dengan alam bebas hanya tersedia di hari libur seperti jalan kaki melintas alam dan kegiatan outdoor lainnya.

membuka jendela dan membiarkan udara dan suara dari luar masuk ke dalam bangunan dapat memberikan kesegaran bagi manusia

Akan tetapi bagaimana kalau kita dapat merasakan alam bebas di dalam tempat tinggal, tempat bekerja dan bangunan lainnya. Desain bangunan Biophilic adalah konsep untuk membawa kebaikan alam ke dalam lingkungan indoor di mana kita tinggal, bekerja dan bermain. Istilah Biophilia pertama kali diperkenalkan oleh Edward O. Wilson, yang berarti memiliki kebutuhan untuk berafiliasi dengan kehidupan lain. Istilah Biophilia ini kemudian diterapkan pada Prinsip Desain Arsitektur memiliki arti Bangunan Arsitektur harus menjadi bagian dari lingkungan alam sekitar bangunan. Berikut adalah 5 elemen biophilia untuk membawa kebaikan alam sekitar ke dalam lingkungan indoor tempat kita bekerja, bermain dan tinggal.

Cahaya

Dapat melihat perubahan cahaya alam sepanjang hari di dalam lingkungan indoor dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan mental. Tubuh dan hati kita akan lebih sehat apalagi setiap hari dapat melihat perubahaan cahaya dari pagi sampai malam. Untuk menghadirkan cahaya alam ke dalam lingkungan indoor dapat menggunakan skylight dan jendela. Selain itu kita dapat menerapkan circadian lighting apabila cahaya dari skylight dan jendela kurang memadai.

Skylight yang menerangi townhall pada gedung pembuat software permodelan cahaya DIAL di Ludenscheid

Suara

Salah satu fungsi primitif telinga manusia adalah untuk mendeteksi ancaman bahaya yang umumnya berupa suara gemuruh atau suara yang tidak menyenangkan lainnya. Mendengarkan suara gemuruh seperti kebisingan akibat mesin, lalu lintas, sistem pengudaraan terus menerus membuat tubuh kita menjadi cepat lelah karena telinga kita mengirimkan informasi bahaya ke tubuh kita, dan tubuh kita melepaskan hormon adrenalin.

Mendengarkan suara alam seperti kicau burung, suara daun tertiup angin dan sebagainya dapat meningkatkan kreatifitas dan menurunkan ketegangan.

Udara

Apabila bangunan dibangun pada lingkungan dengan polusi udara yang rendah, membuka jendela dan membiarkan udara masuk ke dalam ruangan dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Selain menyegarkan tubuh dan pikiran, aliran udara segar dari alam dapat menurunkan temperatur ruangan saat musim panas. Selain itu indera penciuman kita dapat mencium aroma udara segar dari alam yang dapat meningkatkan mood.

Akan tetapi apabila lingkungan bangunan penuh dengan polusi udara, opsi untuk memasukan udara alam ke dalam bangunan menjadi tidak memungkinkan. Diperlukan strategi pengudaraan yang tepat untuk mencegah polusi udara masuk ke dalam lingkungan bangungan.

Air

Kehadiran air di lingkungan indoor dapat menstimulasi multi-indera tubuh kita, kita dapat melihat, mencium, mendengar dan merasakan gerakan air yang dapat menurunkan level stress. Bangunan dengan view yang dapat melihat pemandangan air seperti laut, sungai atau danau dapat menjadi pertimbangan dalam mendesain bangunan biophilia. Apabila lokasi bangunan tidak memungkinkan untuk menghadirkan visual air ke dalam bangunan, maka menghadirkan water feature di lingkungan bangunan dapat dilakukan.

menghadirkan water feature seperti air mancur di dalam lingkungan bangunan dapat menstimulasi beragam indera

Materials

Menggunakan material alam seperti batu atau kayu dapat meningkatkan konektifitas lingkungan indoor kita dengan suasana alam. Sebaiknya menggunakan material dengan penampilan modern seperti metal, chrome, fabric, cat modern membuat lingkungan indoor terasa jauh dari alam.

penggunaan material alam dari lingkungan sekitar dapat meningkatkan konektifitas dengan daerah setempat

ALTA Integra konsultan multi disiplin yang terus mempelajari kebaikan alam untuk kesehatan tubuh dan pikiran dan bagaimana menerapkan strategi tersebut ke dalam bangunan Anda. Kontak kami untuk menerapkan Biophilia Desain ke dalam bangunan Anda dan hidup lebih sehat.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Penciuman

Setiap orang memiliki kepekaan indera penciuman dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan udara yang dihirup. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain tata udara ruangan sehingga didapatkan lingkungan udara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan penciuman pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Penciuman (Olfactory) & Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Penciuman (Olfactory)

Indera Penciuman adalah indera primitif yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, bahkan organisme single cell memiliki indera ini. Seperti yang kita pelajari waktu sekolah mahluk Single Cell tidak memiliki mata, telinga dan lain-lain. Seperti dengan indera lainnya, Indera Penciuman berfungsi untuk mendeteksi adanya potensi bahaya yang mendekat, misalnya seekor rusa dapat mendeteksi bau seekor harimau yang mendekat.

Indera Penciuman merupakan indera spesial karena informasi dari indera penciuman langsung dikirim ke otak yang mana sinyal dari indera lain harus melalui Thalamus yang merupakan terminal pusat yang mengolah informasi dari ke enam Indera lain sebelum dikirim ke Limbic.

Indera Penciuman adalah reaksi atas molekul tertentu yang terkandung di lingkungan. Sensasi penciuman dimulai olfactory bulb yang terdapat pada pangkal hidung manusia. Sistem otak dan sistem penciuman manusia dapat mendeteksi 10,000 jenis bau-bauan. Hampir seluruh mahluk hidup memmiliki sistem penciuman utama yang mendeteksi bau unsur yang terkandung udara dan sistem penciuman tambahan yang memberikan sensasi fase fluida.

Gambar Sistem Indera Penciuman Manusia (Olfactory) Wikipedia

Berikut adalah sedikit contoh elemen desain arsitektur, interior, mekanikal elektrikal dan fisika bangunan yang mempengaruhi bau dapat mempengaruhi indera penciuman dan kesehatan pada sebuah lingkungan bangunan adalah:

  1. pemilihan material: material bangunan atau material finishing dapat mengeluarkan bau-bau yang kurang sedap bahkan penguapan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

  2. kelembaban: resapan air tanah melalui struktur bangunan, kebocoran sistem pemipaan bangunan, kelembaban pada sistem pengudaraan ruangan.

  3. desain tata udara: sebuah ruangan yang tidak terjadi pertukaran udara kotor dengan udara bersih dapat menimbulkan bau yang kurang nyaman. Video berikut menunjukan hasil permodelan komputer bagaimana meningkatkan pertukaran udara di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta.

Airflow CFD Modeling

Gambar di atas menunjukan foto di mana ALTA Integra berhasil memperbaiki sistem pengudaraan Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar dan bebas dari bau. Berolah raga di sport hall menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan prestasi olah raga di sekolah tersebut.

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :

  1. Multi-Sensory Architecture Building Physics: Menyelaraskan Arsitektur Fisika Bangunan dengan Kepekaan Multi Indera untuk Kesehatan Total

  2. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

  3. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

  4. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

  5. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

  6. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

  7. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

  8. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Arsitektural Fisika Bangunan terhadap Kualitas Tidur dan Kesehatan

kualitas tidur kesehatan arsitektur 2.jpg
 
 
Sleep is the best meditation
— the Dalai Lama

Kualitas Tidur dan Kesehatan

Kualitas tidur merupakan salah satu pilar menuju hidup sehat secara jasmani dan mental. Telah banyak penelitian yang membuktikan hubungan erat antara kualitas tidur terhadap kualitas kesehatan, awet muda dan umur yang panjang.

Kualitas tidur yang rendah selain membuat tubuh tidak segar dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko penyakit berat seperti darah tinggi, sakit jantung, serangan jantung, diabetes tipe 2, depresi dan obesitas. Dengan semakin orang yang hidup di perkotaan dan berkembangnya teknologi, kualitas tidur masyarakat perkotaan semakin berkurang.

kualitas tidur kesehatan arsitektur 3.jpg

Siklus tidur

Siklus tidur adalah sistem internal tubuh dimulai dari kondisi tidur Rapid Eye Movement (REM) atau light sleep sampai dengan Non Rapid Eye Movement (NREM) dan kembali ke kondisi REM. Kondisi NREM terdiri dari tiga tahap yaitu Intermediate Sleep, Moderate Deep Sleep dan Deep Sleep. Satu siklus tidur biasanya sekitar 90 menit, dimana menjelang pagi kedalaman NREM semakin berkurang sedangkan durasi REM semakin lama. Dalam satu malam kita mengalami siklus tidur 4-5 kali.

Siklus tidur dipengaruhi oleh pengaruh external seperti temperatur udara, suara, cahaya, kebiasaan, dan makanan. Siklus tidur juga dipengaruhi oleh pengaruh internal seperti pola gelobang otak dan faktor keturunan.

Desain Fisika Bangunan

Desain arsitektur bangunan rumah tinggal, hotel, apartemen yang didesain dengan mempertimbangkan faktor fisika bangunan dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik karena kualitas pengudaraan, temperatur, suara dan cahaya yang menunjang tidur yang pulas.

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.

#tidur #kesehatan #bangunan #arsitektur #awetmuda #suara #udara #temperatur #cahaya

Read More