Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Berpikir ulang apa tujuan hidup saya?

Kebahagiaan ada perwujudan dari kesehatan yang sempurna.

Kesehatan yang sempurna adalah kesehatan jasmani, mental dan sosial.

Lingkungan Fisika seperti lingkungan suara, cahaya, temperatur dan kualitas udara dapat menggangu kesehatan jasmani, mental dan sosial kita semua. Karena setiap saat telinga kita dapat mendengar bunyi, bahkan sewaktu tidur. Begitu pula dengan udara kulit dan hidung kita dapat merasakan udara yang nyaman dan bersih. Terakhir cahaya membantu kita melihat dan melakukan pekerjaan.

Indera manusia merupakan insting primitif yang diciptakan untuk menghindari marabahaya. Akan tetapi pada saat ini kita sering mendengarkan suara kurang nyaman yang secara psikologis diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal marabahaya dan tubuh melepas hormon tertentu untuk bersiaga. Hal tersebut apabila berkepanjangan dapat menyebab penyakit serius seperti serangan jantung maupun kanker.

Di sisi satu lagi indera manusia berfungsi untuk menikmati hidup. Suara yang indah, pemandangan yang indah, udara yang harum dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial.

Membuat lingkungan fisika yang baik pada bangunan Anda adalah hal yang saya pelajari setiap hari.


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Cahaya pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior

Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh Marcel dari UnaTubes untuk menjadi narasumber tentangKonsep dan Strategi Pencahayaan pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior. Berikut adalah video hasil produksi UnaTubes yang dipublish di YouTubes channel dimana saya membahas cahaya mulai dari awal peradaban manusia, manfaat cahaya dan konsep dan strategi pencahayaan pada lingkungan bangunan Arsitektur Interior.

Allah berfirman: “Jadilah terang”.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam proses penciptaan alam semesta, Sang Pencipta membuat cahaya pada hari pertama untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaksi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya. Selain cahaya alam yang kita lihat di langit, cahaya dapat juga kita lihat pada beberapa binatang yang bersinar (bioluminescent) seperti kunang-kunang, ikan flashlight dan sebagainya.

Sebagai makhluk yang menyukai cahaya dan membutuhkannya untuk melakukan kegiatan, maka manusia berupaya menciptakan cahaya dengan caranya sendiri, dimulai dengan cahaya dari api, kemudian ditemukan lampu pijar, lampu gas dan terakhir lampu LED.

Fungsi cahaya matahari

  • Cahaya masuk ke mata, informasi yang diterima mata disalurkan ke otak: informasi diolah oleh otak kiri secara intelektual dan oleh otak kanan secara emosional dan naluriah

  • Selain itu mata meneruskan informasi cahaya ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang terletak pada jaringan otak yang berfungsi mengatur hormon jam biologis (Circadian Rhythm) yang bertanggung jawab mengelola siklus tidur dan terjaga dari manusia.

  • Cahaya matahari yang jatuh pada permukaan kulit berfungsi dalam mempoduksi vitamin D untuk menguatkan tulang dan imunitas.

Baca artikel: Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Cahaya pada Lingkungan Outdoor

Manusia adalah mahluk alam yang diciptakan untuk hidup di lingkungan outdoor, dimana mata dan tubuhnya mendapatkan cahaya matahari yang cukup di siang hari. Pada jaman primitif, manusia cenderung hidup di alam bebas. Seiring perkembangan arsitektur dan teknologi bangunan orang mulai lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan indoor. Hal ini terjadi karena di dalam bangunan parameter fisika nya dapat lebih di kendalikan. Misalnya temperatur yang lebih stabil. Sayangnya demi mencapai kenyamanan termal dan menghemat energi banyak bangunan yang dirancang dengan lingkungan indoor kurang mendapatkan paparan cahaya yang cukup. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja dan meningkatkan resiko anacaman kesehatan.

Demi menghemat listrik atau memaksimalkan luas bangunan, tak jarang ruangan menjadi kurang cahaya matahari pada siang hari. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih mudah lelah dan mengantuk.

Mendesain Cahaya Lingkungan Indoor buat kesehatan

Dengan kesadaran akan pentingnya cahaya matahari bagi kesehatan manusia, belakangan ini timbul gerakan desain yang dapat memaksimalkan performa dua dunia tersebut sehingga manusia dapat hidup lebih sehat, bahagia sekaligus produktif. Dengan mendesain lingkungan indoor yang nyaman dapat meningkatkan produktifitas dan kesehatan.

Saat mendesain cahaya di siang hari pada lingkungan indoor kita perlu mengkalkulasi komponen cahaya luar yang masuk. Adapun komponen cahaya yang masuk ke dalam lingkungan indoor adalah: Cahaya matahari langsung, pantulan cahaya matahari pada langit atmosfer, pantulan cahaya dari permukaan tanah atau bangunan sekitar, dan pantulan cahaya pada permukaan interior.

Apabila diukur cahaya alam yang masuk ke dalam ruangan ini adalah cahaya matahari, cahaya pantulan langit, cahaya pantulan bangunan sekitar, pantulan cahaya di permukaan interior

Mengapa diperlukan lighting designer profesional?

Keuntungan menunjuk ALTA Integra sebagai mitra desain pencahayaan adalah kami tidak memiliki kepentingan untuk menjual lampu sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keuntungan yang besar. Kepuasan kami dalam mendesain adalah kepedulian kami dalam menerapkan pengetahuan desain pencahayaan yang terbaik secara fungsi, keindahan maupun benefit kesehatan. Keasikan bekerja sama dengan team arsitek dan interior dalam mengembangkan konsep pencahayaan yang diikuti dengan pembuatan gambar kerja, memilih spesifikasi lampu yang disesuaikan dengan kepantasan anggaran.

Dari kick off meeting sampai dengan handover, kami selalu memberikan pandangan dan masukan profesional dalam memaksimalkan nilai tambah bangunan, benefit bagi pengguna bangunan, benefit finansial dan meminimalkan resiko pekerjaan bongkar pasang karena salah desain. Terakhir team desain pencahyaan kami menjaga kesesuaian teknis mulai dari fase desain sampai dengan konstruksi sehingga semua yang terdesain dapat terbangun dan terukur sesuai dengan yang ditargetkan.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Hidup sehat dan bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang memberikan kebahagiaan?

Menjadi pribadi yang sehat dan bahagia adalah impian semua orang. Dan menurut Dalai Lama Kebahagiaan merupakan bentuk tertinggi dari kesehatan.

Korelasi antara kebahagian dan kesehatan

Penelitian Cornell University dengan judul: “Exploring the Link Between Health and Happiness”, menemukan hubungan antaran kebahagian dan menurunnya resiko kematian. Dengan kata lain, dari penelitian ditemukan bahwa orang yang merasa bahagia lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan yang merasa kurang bahagia. Penting untuk dicatat analisa ini tidak berlaku timbal balik. (1)

Lebih lanjut, banyak penelitian yang menunjukan bahwa kebahagiaan dapat menurunkan resiko terkena penyakit serangan jantung, darah tinggi, diabetes, dan radang sendi. Ditemukan juga pembuktian bahwa orang yang menderita penyakit serius seperti spinal cord injury, coronary artery disease and heart failure memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat apabila mereka bahagia.

Apabila kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan, pertanyaan berikutnya faktor apa saja yang membuat kita bahagia?

Faktor apa saja yang dapat membuat kita lebih bahagia?

Apakah Uang (Materi) dapat membuat kita lebih bahagia?

Grafik di bawah menunjukan hasil penelitian yang menunjukan korelasi antara peningkatan pendapat rata-rata penduduk Amerika Serikat dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2005, dengan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia.

Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dimana peningkatan pendapat rata-rata tidak meningkatkan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia. Dari grafik di atas pakar ekonomi berusaha memahami mengapa trend peningkatan kepemilikan materi dari tahun ke tahun tidak diikuti dengan tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat. Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena setelah seseorang telah memiliki “sesuatu” materi maka tingkat kebahagiaan mereka kembali ke level awal sebelum memiliki materi tersebut. Kecenderungan ini diistilahkan sebagai “Hedonic Treadmill” dimana akhirnya orang berusaha menemukan kebahagiaan dengan terus mengakuisi (materi) kekayaan baru. (2)

Kebahagiaan dimulai dari (dalam diri) dan mempengaruhi (lingkungan)?

Psikolog Yasinta Indrianti, M. Psi, mengatakan bahagia adalah sebuah akumulasi pengalaman emosi yang ditandai dengan perasaan puas dan gembira. “Hidup kamu akan terasa bermakna tergantung dari bagaimana kamu bisa ciptakan berbagai peristiwa yang menyenangkan dalam keseharian kamu,” lanjutnya. (3)

Kebahagiaan dimulai dari (lingkungan) mempengaruhi perasaan bahagia (dalam diri)?

Charles Montgomery memiliki pandangan yang berbeda, dia mengatakan bahwa faktor yang menentukan kebahagiaan atau tidak bahagia dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita tinggal dan bekerja. (4)

Saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri kita yang kemudian dirasakan dan disebarkan ke lingkungan kita melalui sikap dan tindakan positif, dan lingkungan yang bahagia akan membuat diri kita menjadi lebih bahagia.

Dapatkah kita mendesain Lingkungan Bangunan yang dapat membuat orang lebih bahagia?

Untuk membuktikan teori Charles Montgomery, Rebecca Habtour membuat survey yang berisikan pertanyaan mengenai desain, cahaya, dan sensor lain seperti suara dan bau-bauan. (5) Penelitian dilakukan kepada 63 orang partisipan dengan melakukan survey informal yang masing-masing diminta untuk menceritakan tempat dan suasana yang membuat mereka merasa bahagia.

Pertanyaan: Tempat yang menyenangkan terlihat seperti apa, terdengar seperti apa dan bagaimana baunya? Sedangkan tempat yang kurang menyenangkan terlihat bagaimana, terdengar suara apa dan bagaimana baunya?

Kebanyakan partisipan menjawab lingkungan kotor, rusak dan tidak terawat adalah faktor yang membuat mereka merasa kurang bahagia. Selain itu kebisingan juga merupakan faktor yang mengurangi kebahagian, peran konsultan akustik adalah merumuskan standarisasi suara yang menyenangkan, merancang serta menerapkan Soundscape yang memberikan rasa bahagia. Terakhir adalah udara yang tercemar dan bau, konsultan kualitas udara dapat bekerja sama dengan perencana lansekap untuk mendesain taman, pepohonan dan bunga dapat menyegarkan udara dan menghilangkan bau yang kurang sedap.

Pertanyaan: Cahaya seperti apa yang membawa rasa bahagia?

Langit siang hari yang biru cerah dapat meningkatkan gairah bekerja dan bermain, atau langit pagi dan sore hari yang hangat dapat membuat perasaan lebih relaks. Cahaya alam selain memberikan keuntungan emosional, juga memberikan keuntungan biologis seperti memproduksi Vitamin D yang menguatkan tulang dan imunitas tubuh. Perubahan temperatur cahaya alam dari matahari terbit sampai terbenam membantu tubuh dalam mengatur keseimbangan pelepasan hormon yang diperlukan tubuh sehari-hari untuk tetap produktif di siang hari dan dapat beristirahat dengan baik di malam hari.

Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing

Lingkungan bangunan di mana kita tinggal, bermain dan bekerja memberikan dampak yang berbeda kepada setiap orang. Setiap orang memiliki kecerdasan tujuh indera yang berbeda-beda, Untuk menciptakan lingkungan bangunan yang dapat membuat semua orang merasa terlibat dan memiliki, kami terus menerus belajar untuk memahami faktor-faktor tersebut.

Tubuh manusia terdiri dari tujuh indera yaitu: penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, perilaku dan keseimbangan. Dengan pemahaman ini desain goal ALTA Integra adalah menciptkan Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing melalui pembuktian ilmiah Built-Environment Performance Modeling and Testing dan terukur Change and Satisfaction Evaluation.

ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.


References:

1. Exploring the Link Between Health and Happiness, evidencebasedliving.human.cornell.edu/2019/02/18/exploring-the-link-between-health-and-happiness

2. Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

3. Muh Iqbal Marsyaf "Membangun Kebahagiaan dan Kesehatan Dimulai dari Diri sendiri". SINDOnews Sabtu, 10 Oktober 2020

4. Montgomery, Charles. Happy City; Transforming our lives through urban design. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2013 p.11

5. Habtour, Rebecca. Designing Happiness: Architecture and urban design for joy and well-being.









Read More