Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

ALTA Integra pelopor Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera Manusia untuk Kesehatan Total

Kesehatan dan performa kegiatan yang dilakukan pada ruang dan bangunan sudah merupakan tujuan utama orang yang menyadarinya. Sejak tahun 2010 saya bersama team ALTA Integra mulai mempelopori konsultasi desain Arsitektural Fisika Bangunan. Dalam pengembangannya saya melihat  hubungan antara Arsitektural Fisika Bangunan dengan Tujuh Indera.

Tujuh Indera Manusia diciptakan untuk bertahan hidup seperti menghindari mara bahaya, mencari makan dan menikmati hidup seperti melihat, mendengar, mencium dan menikmati hal yang membuat kita senang.

Multi Sensory Architecture Building Physic Graphic

Gambar di atas memperlihatkan bagaimana 5 unsur ALTA yaitu Cahaya, Suara, Udara, Material dan Air berhubungan dengan 7 indera manusia yaitu: Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Pengecap, Gerakan dan Keseimbangan mempengaruhi Emosi dan Intelektual manusia.

Cahaya dan Indera Penglihat

Mata melihat dan mengenali objek karena adanya cahaya. Indera penglihat membantu manusia untuk mengenali, mengamati dan dapat menciptakan reaksi emosi tertentu. Indera penglihat berfungsi untuk mencari makanan, menghindari bahaya serta menikmati keindahan. Selain mengenali objek, cahaya yang masuk ke mata juga mengatur hormon-hormon yang mengatur irama biologis harian manusia.

Rancangan bangunan yang tidak memahami hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat untuk penghuninya. Rancangan cahaya yang baik pada ruangan dapat meningkatkan performa kerja, meningkatkan kualitas visual dan menimbulkan rasa positif pada pikiran.

Suara dan Indera Pendengar

Telinga mendengar suara, mengenali suara untuk mendeteksi bahaya atau sesuatu yang menyenangkan, berkomunikasi dan menikmati suara indah. Manusia dapat mendeteksi emosi seseorang dari tekanan suara yang didengarkan.

Design bangunan dapat menciptakan lingkungan suara yang baik untuk kebutuhan tersebut atau malah menyebabkan gangguan yang serius. Ruang meeting, gedung pertunjukan seni dan musik, studio produksi dan penyiaran dengan konten suara memerlukan desain suara yang benar agar pesan yang ingin disampaikan oleh produser tidak menyimpang.

Di jaman modern pesan di sampaikan dalam bentuk multimedia, desain cahaya dan akustik yang benar meningkatkan kualitas komunikasi

Temperatur dan Indera Peraba

Indera peraba yang ada saraf tubuh dapat merasakan temperatur panas atau dingin, tekstur kasar dan lembut, maupun tekanan. Sensasi temperatur, tekstur dan tekanan pada urat tertentu dapat membuat tubuh dan pikiran merasa senang atau menderita.

Temperatur di dalam ruangan bisa meningkat karena perpindahan kalor melalui radiasi cahaya, konveksi kalor pada aliran udara, serta konduksi kalor melalui benda padat. Bangunan yang dirancang tanpa memperhatikan dampak temperatur di dalam bangunan, atau tanpa memperhatikan tekanan yang terjadi pada tubuh saat bekerja memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.

Aroma dan Indera Pencium

Hidung mencium aroma busuk maupun aroma sedap melalui partikel gas yang terbawa oleh udara. Terapi aroma sudah ada sejak dahulu kala bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kelelahan fisik.

Indera pencium yang bekerja sama dengan indera pengecap membuat kita dapat membedakan rasa makanan yang kita suka atau tidak suka. Aroma tidak segar di tempat tinggal maupun tempat kerja dapat menurunkan produktifitas dan kesehatan.

Indera pencium dapat merasakan desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, maupun penggunaan material yang dapat mengancam kesehatan tubuh.

Rasa dan Indera Pengecap

Makanan atau Nutrisi merupakan hal yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Lidah berfungsi untuk mengecap makanan enak atau tidak enak. Makanan yang memiliki rasa tidak enak sering diterjemahkan oleh otak primitif manusia sebagai makanan yang buruk (beracun) bagi tubuh dan tidak boleh dimakan.

Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dari setiap budaya karena kerja sama antara indera pengecap dengan indera penglihat, pencium dan peraba pada lidah yang dapat merasakan tekstur dan temperatur makanan.

Desain Cahaya, Suara,Temperatur, Kesegaran Udara dan Furniture meningkatkan kualitas kerja

Bentuk dan Indera Gerakan & Keseimbangan

Indera gerakan dan keseimbangan yang jarang dibahas orang terletak dekat telinga dan otak manusia. Indera gerakan memberikan input pada pikiran kita arah tubuh kita bergerak, dan indera keseimbangan yang selalu memberikan input kepada otak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam setiap kondisi.

Cahaya, suara dan aroma merupakan stimulus bagi indera gerakan untuk bergerak mendekat atau menjauh. Pemahaman akan disiplin anthropometric, ergonomic, dan human kinetic dapat membuat prestasi kerja dan kualitas hidup di dalam bangunan tersebut menjadi lebih baik.




Aplikasi Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera

Saat mendesain sebuah bangunan, apabila kita meluangkan waktu untuk merancang dengan performa arsitektur fisika bangunan yang optimum untuk ketujuh indera kita, akan memberikan benefit berupa kesehatan dan produktifitas yang berlipat ganda.

Feng Shui sebuah keyakinan yang mempercayai rejeki dan kualitas hidup ditentukan oleh bangunan dimana mereka tinggal dan bekerja. Keyakinan Feng Shui timbul dan dikembangkan berdasarkan naluri, cerita turun temurun serta pengalaman praktisi Feng Shui. Saat mendesain dan memberikan arahan praktisi Feng Shui mengandalkan multi inderanya untuk menilai baik buruknya sebuah bangunan.

Food Empire Pluit setelah renovasi: Bentuk, Cahaya, Warna serta Aroma yang ada di Foodcourt ini menggerakan customer untuk mendekat

Tidak seperti keyakinan Feng Shui yang dikembangkan hanya dengan naluri, Arsitektural Fisika Bangunan Multi Indera yang kami kembangkan merupakan keilmuan yang dikembangkan berdasarkan formulasi dan performa fisika bangunan serta studi dampak biologis dan psikologis yang dilakukan dengan ilmu kedokteran serta psikologis.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap

Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Pengecap atau Gustation

Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.

Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.

Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill

Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Penciuman

Setiap orang memiliki kepekaan indera penciuman dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan udara yang dihirup. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain tata udara ruangan sehingga didapatkan lingkungan udara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan penciuman pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Penciuman (Olfactory) & Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Penciuman (Olfactory)

Indera Penciuman adalah indera primitif yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, bahkan organisme single cell memiliki indera ini. Seperti yang kita pelajari waktu sekolah mahluk Single Cell tidak memiliki mata, telinga dan lain-lain. Seperti dengan indera lainnya, Indera Penciuman berfungsi untuk mendeteksi adanya potensi bahaya yang mendekat, misalnya seekor rusa dapat mendeteksi bau seekor harimau yang mendekat.

Indera Penciuman merupakan indera spesial karena informasi dari indera penciuman langsung dikirim ke otak yang mana sinyal dari indera lain harus melalui Thalamus yang merupakan terminal pusat yang mengolah informasi dari ke enam Indera lain sebelum dikirim ke Limbic.

Indera Penciuman adalah reaksi atas molekul tertentu yang terkandung di lingkungan. Sensasi penciuman dimulai olfactory bulb yang terdapat pada pangkal hidung manusia. Sistem otak dan sistem penciuman manusia dapat mendeteksi 10,000 jenis bau-bauan. Hampir seluruh mahluk hidup memmiliki sistem penciuman utama yang mendeteksi bau unsur yang terkandung udara dan sistem penciuman tambahan yang memberikan sensasi fase fluida.

Gambar Sistem Indera Penciuman Manusia (Olfactory) Wikipedia

Berikut adalah sedikit contoh elemen desain arsitektur, interior, mekanikal elektrikal dan fisika bangunan yang mempengaruhi bau dapat mempengaruhi indera penciuman dan kesehatan pada sebuah lingkungan bangunan adalah:

  1. pemilihan material: material bangunan atau material finishing dapat mengeluarkan bau-bau yang kurang sedap bahkan penguapan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

  2. kelembaban: resapan air tanah melalui struktur bangunan, kebocoran sistem pemipaan bangunan, kelembaban pada sistem pengudaraan ruangan.

  3. desain tata udara: sebuah ruangan yang tidak terjadi pertukaran udara kotor dengan udara bersih dapat menimbulkan bau yang kurang nyaman. Video berikut menunjukan hasil permodelan komputer bagaimana meningkatkan pertukaran udara di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta.

Airflow CFD Modeling

Gambar di atas menunjukan foto di mana ALTA Integra berhasil memperbaiki sistem pengudaraan Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar dan bebas dari bau. Berolah raga di sport hall menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan prestasi olah raga di sekolah tersebut.

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :

  1. Multi-Sensory Architecture Building Physics: Menyelaraskan Arsitektur Fisika Bangunan dengan Kepekaan Multi Indera untuk Kesehatan Total

  2. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

  3. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

  4. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

  5. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

  6. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

  7. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

  8. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Material Interior berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Peraba

Setiap orang memiliki kepekaan indera peraba dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan termal dan permukaan material yang disentuh.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain termal dan permukaan material sehingga didapatkan lingkungan termal dan tekstur permukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera peraba pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Tactile Sensory Intelligence: menghindari manusia dari benda tajam atau temperatur permukaan ekstrim yang dapat membahayakan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Tactile, Peraba atau Perasa

Dengan indera perasa otak kita dapat merasakan: permukaan yang kasar atau halus, temperatur benda atau lingkungan, dan rasa sakit. Ketiga sensasi tersebut diteruskan oleh indera perasa yang berada di seluruh permukaan tubuh ke otak melalui jalur yang berbeda. Indera perasa yang paling sensitif terletak di ujung jari dan pada lidah.

Seiring dengan berjalannya waktu indera perasa orang akan menjadi lebih sensitif, sebagai contoh anak kecil tidak terlalu kuatir bermain bola di saat hujan yang dapat menyebabkan tubuhnya bermandikan lumpur dibandingkan orang dewasa. Dan mengapa beberapa orang akan menjauh apabila melihat tempat yang becek, berminyak atau kotor yang dapat menyebabkan kulit mereka menjadi kotor?

Indera perasa juga merupakan indera yang dapat merasakan mara bahaya misalnya bahaya akan sebuah benda yang panas atau tajam yang dapat melukai tubuh. Dengan indera perasa kita juga dapat mengenali sebuah benda, atau bagi orang yang tuna netra indera perasa digunakan untuk mengenali wajah seseorang dan membaca. Melalui indera perasa tubuh kita dapat merasakan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih intim dengan orang lain.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Lepaskan pakaian yang menyebabkan iritasi kulit seperti kaos kaki atau celana yang terlalu ketat, baju dengan kerah yang menyebabkan iritasi

  • Melakukan perawatan kulit yang menyegarkan indera perasa

  • Menggunakan pakaian yang membuat kulit terasa nyaman

  • Menghindari bersentuhan dengan orang lain untuk waktu tertentu

Gambar 4: Mengapa kita tidak suka apabila kulit terkena kotoran? Apakah kita merasa nyaman apabila didekati oleh anak kecil yang lucu seperti ini akan tetapi penuh dengan lumeran ice cream?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

Multi Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Lingkungan Arsitektur Bangunan Suara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Telinga

Setiap orang memiliki kepekaan indera telinga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan suara yang didengar.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Auditory Sensory Intelligence: Sistem Indera Pendengaran merupakan sistem indera ke dua paling kompleks setalah Indera Penglihatan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Auditory atau Pendengaran

Telinga kita mendengar 24 jam sehari sepanjang tahun di mana kita tinggal di dunia yang semakin berisik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu telinga dan otak kita menjadi jarang beristirahat yang dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

Kita menggunakan indera pendengaran untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, mengenali emosi percakapan, mendengarkan hiburan, bekerja dan belajar. Selain itu melalui indera pendengaran kita dapat merasakan bahaya misalnya kita dapat merasakan sebuah benda (misalnya sebuah mobil) bergerak mendekati kita. Indera pendengaran tersebut akan mengirimkan informasi ke indera Proprioceptive (gerakan) untuk menghindari bahaya.

Penelitian yang dipublikasikan di journal Indoor Air tahun 2004 oleh Witterseh, Wyon, dan Clausen yang berjudul “The effects of moderate heat stress and open-plan office noise distraction on SBS symptoms and on the performance of office work” menyimpulkan ambien suara dengan level tertentu malah merupakan stimulus positif bagi orang yang multi-tasking akan tetapi menjadi stimulus negatif untuk orang non-multi-tasking. Penelitian lanjutan yang dipublikasi di Jurnal yang sama pada tahun 2005 oleh Hongisto, berjudul: “Model Predicting the Effect of Speech of Varying Intelligibility on Work Performance” menyimpulkan penurunan produktifitas kerja pada oang yang non-multi-tasking mencapai 11.5%.

Gambar 3: Menurut penelitian background music pada open plan office dapat meningkatkan produktifitas untuk tipe orang tertentu akan tetapi menurunkan produktifitas untuk tipe orang yang lain

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas pendengaran

  • Mendengarkan musik yang menyegarkan mental dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

  • Melakukan kegiatan reflektif seperti berpikir, menggambar atau menulis di tempat yang tenang dan sunyi

  • Mendengarkan suara white noise atau suara alam melalui channel spotify atau soundcloud dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More