Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Bagaimana Artificial Intelligence membantu Konsultan Building Science di masa mendatang?

Apakah kita memulai proses desain dengan eksplorasi kaidah building science? Apakah kita memulai dengan eksplorasi imajinasi artistik?

Memulai dari sisi science artinya kita cenderung menggunakan intelectual inteligence, dan apabila memulai dari kreatifitas artinya kita cenderung menggunakan emotional intelligence. Dengan kemajuan teknologi saat ini artinya kita dapat memulai ekplorasi proses desain dengan bantuan artificial intelligence.

Selain mengeksplorasi imajinasi desain, saya membayangkan apa saja yang dapat dilakukan Artificial Intelligence dalam membantu Konsultan Building Science. Saya membayangkan Artificial Intelligence dapat membantu konsultan Building Science di masa mendatang dalam beberapa hal di bawah ini>

Arsitek mulai menggunakan Artificial Intelligence dalam mengeksplorasi bentuk arsitektur yang lebih kreatif

  1. Membantu proses studi respons pengguna dan menentukan kriteria desain yang tepat

    Artificial Intelligence dapat membantu konsultan Building Science dalam mempelajari data - data hasil investigasi perilaku dan kebiasaan pengguna bangunan, tingkat produktifitas dan kenyamanan, respons biologis. Dengan melatih Artificial Intelligence membaca data dan metode analisa, AI dapat membantu Konsultan Building Science dalam menganalisa data pengguna dalam kuantiti yang sangat besar.

  2. Membantu saat proses imajinasi desain kreatif artistik

    Saat tulisan ini dibuat Artificial Intelligence seperti MidJourney, Dall-E sudah digunakan oleh beberapa arsitek untuk memulai eksplorasi ide kreatif dalam membuat bentuk dan desain bangunan yang lebih unik dan ikonik.

  3. Membantu proses permodelan analisa dan rekomendasi desain performa building science

    Artificial Intelligence dapat diajari untuk menganalisa jutaan variasi room response yang disebabkan oleh perubahaan dimensi ruangan panjang lebar dan tinggi. Sehingga penentuan dimensi ideal ruangan untuk Studio, Konser Hall, dan lain - lain dapat lebih cepat dan lebih pintar.

  4. Membantu mempelajari iklim lingkungan dan membuat bangunan menjadi adaptif terhadap perubahaan iklim untuk kenyamanan indoor serta hemat energi

    Aritificial Intelligence dapat digunakan untuk mempelajari data lingkungan yang ditampung oleh sensor seperti temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, sinar matahari, kebisingan lingkungan dan lain - lain. Data tersebut kemudian diolah untuk mengatur sistem pengendali bangunan secara otomasi berdasarkan kepuasan pengguna bangunan dan penggunaan energi terhemat.

  5. Membantu mereduksi biaya dan waktu manajemen konstruksi

    Artificial Intelligence dapat dimempelajari data biaya dan waktu dari software Project Management dan Building Information Management yang memberikan rekomendasi untuk menekan biaya dan waktu dengan lebih pintar.

  6. Membantu dalam monitoring dan perencanaan pembersihan dan perawatan bangunan

    Artificial Intelligence dapat diajari untuk memonitor performa peralatan yang ada di bangunan dan menyarankan perbaikan. Begitu pula dengan pembersihan, AI yang dilengkapi dengan kamera dapat melihat area yang kotor dan memerintahkan alat pembersih untuk membersihkan area tersebut.

ALTA Integra sebagai konsultan Building Science di Indonesia, terdepan dalam pemikiran dan implementasi hal baru untuk dunia yang lebih baik lagi. Klik tombol di bawah untuk mengetahui apa yang kami dapat lakukan untuk Anda.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mulai dari mana: Imajinasi Artistik atau Building Science?

Banyak yang bertanya kepada saya: sebagai praktisi Building Science Fisika Bangunan untuk memulai desain sebaiknya dimulai dari mana?

Apakah dimulai dari eksplorasi imajinasi artisitik atau dari eksplorasi kaidah - kaidah building science? Kalau dimulai dari eksplorasi building science bagaimana dapat menghasilkan desain yang artistik?

Menurut saya: seperti proses penciptaan lagu dapat dimulai dari mengarang lirik baru mencari melodi yang cocok untuk menggambarkan lirik tersebut atau sebaliknya. Kemudian dilanjutkan dengan pendetailan desain seperti orang merajut kain tenun yang indah, benang demi benang.

Hasilnya: karya yang menyentuh perasaan seseorang akan tetapi tetap memenuhi kriteria High Performance Building Science seperti galeri rendering desain kami pada tautan gambar di bawah.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap

Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Pengecap atau Gustation

Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.

Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.

Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill

Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Penciuman

Setiap orang memiliki kepekaan indera penciuman dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan udara yang dihirup. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain tata udara ruangan sehingga didapatkan lingkungan udara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan penciuman pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Penciuman (Olfactory) & Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Penciuman (Olfactory)

Indera Penciuman adalah indera primitif yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, bahkan organisme single cell memiliki indera ini. Seperti yang kita pelajari waktu sekolah mahluk Single Cell tidak memiliki mata, telinga dan lain-lain. Seperti dengan indera lainnya, Indera Penciuman berfungsi untuk mendeteksi adanya potensi bahaya yang mendekat, misalnya seekor rusa dapat mendeteksi bau seekor harimau yang mendekat.

Indera Penciuman merupakan indera spesial karena informasi dari indera penciuman langsung dikirim ke otak yang mana sinyal dari indera lain harus melalui Thalamus yang merupakan terminal pusat yang mengolah informasi dari ke enam Indera lain sebelum dikirim ke Limbic.

Indera Penciuman adalah reaksi atas molekul tertentu yang terkandung di lingkungan. Sensasi penciuman dimulai olfactory bulb yang terdapat pada pangkal hidung manusia. Sistem otak dan sistem penciuman manusia dapat mendeteksi 10,000 jenis bau-bauan. Hampir seluruh mahluk hidup memmiliki sistem penciuman utama yang mendeteksi bau unsur yang terkandung udara dan sistem penciuman tambahan yang memberikan sensasi fase fluida.

Gambar Sistem Indera Penciuman Manusia (Olfactory) Wikipedia

Berikut adalah sedikit contoh elemen desain arsitektur, interior, mekanikal elektrikal dan fisika bangunan yang mempengaruhi bau dapat mempengaruhi indera penciuman dan kesehatan pada sebuah lingkungan bangunan adalah:

  1. pemilihan material: material bangunan atau material finishing dapat mengeluarkan bau-bau yang kurang sedap bahkan penguapan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

  2. kelembaban: resapan air tanah melalui struktur bangunan, kebocoran sistem pemipaan bangunan, kelembaban pada sistem pengudaraan ruangan.

  3. desain tata udara: sebuah ruangan yang tidak terjadi pertukaran udara kotor dengan udara bersih dapat menimbulkan bau yang kurang nyaman. Video berikut menunjukan hasil permodelan komputer bagaimana meningkatkan pertukaran udara di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta.

Airflow CFD Modeling

Gambar di atas menunjukan foto di mana ALTA Integra berhasil memperbaiki sistem pengudaraan Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar dan bebas dari bau. Berolah raga di sport hall menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan prestasi olah raga di sekolah tersebut.

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :

  1. Multi-Sensory Architecture Building Physics: Menyelaraskan Arsitektur Fisika Bangunan dengan Kepekaan Multi Indera untuk Kesehatan Total

  2. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

  3. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

  4. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

  5. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

  6. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

  7. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

  8. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Material Interior berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Peraba

Setiap orang memiliki kepekaan indera peraba dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan termal dan permukaan material yang disentuh.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain termal dan permukaan material sehingga didapatkan lingkungan termal dan tekstur permukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera peraba pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Tactile Sensory Intelligence: menghindari manusia dari benda tajam atau temperatur permukaan ekstrim yang dapat membahayakan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Tactile, Peraba atau Perasa

Dengan indera perasa otak kita dapat merasakan: permukaan yang kasar atau halus, temperatur benda atau lingkungan, dan rasa sakit. Ketiga sensasi tersebut diteruskan oleh indera perasa yang berada di seluruh permukaan tubuh ke otak melalui jalur yang berbeda. Indera perasa yang paling sensitif terletak di ujung jari dan pada lidah.

Seiring dengan berjalannya waktu indera perasa orang akan menjadi lebih sensitif, sebagai contoh anak kecil tidak terlalu kuatir bermain bola di saat hujan yang dapat menyebabkan tubuhnya bermandikan lumpur dibandingkan orang dewasa. Dan mengapa beberapa orang akan menjauh apabila melihat tempat yang becek, berminyak atau kotor yang dapat menyebabkan kulit mereka menjadi kotor?

Indera perasa juga merupakan indera yang dapat merasakan mara bahaya misalnya bahaya akan sebuah benda yang panas atau tajam yang dapat melukai tubuh. Dengan indera perasa kita juga dapat mengenali sebuah benda, atau bagi orang yang tuna netra indera perasa digunakan untuk mengenali wajah seseorang dan membaca. Melalui indera perasa tubuh kita dapat merasakan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih intim dengan orang lain.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Lepaskan pakaian yang menyebabkan iritasi kulit seperti kaos kaki atau celana yang terlalu ketat, baju dengan kerah yang menyebabkan iritasi

  • Melakukan perawatan kulit yang menyegarkan indera perasa

  • Menggunakan pakaian yang membuat kulit terasa nyaman

  • Menghindari bersentuhan dengan orang lain untuk waktu tertentu

Gambar 4: Mengapa kita tidak suka apabila kulit terkena kotoran? Apakah kita merasa nyaman apabila didekati oleh anak kecil yang lucu seperti ini akan tetapi penuh dengan lumeran ice cream?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

Multi Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Lingkungan Arsitektur Bangunan Suara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Telinga

Setiap orang memiliki kepekaan indera telinga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan suara yang didengar.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Auditory Sensory Intelligence: Sistem Indera Pendengaran merupakan sistem indera ke dua paling kompleks setalah Indera Penglihatan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Auditory atau Pendengaran

Telinga kita mendengar 24 jam sehari sepanjang tahun di mana kita tinggal di dunia yang semakin berisik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu telinga dan otak kita menjadi jarang beristirahat yang dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

Kita menggunakan indera pendengaran untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, mengenali emosi percakapan, mendengarkan hiburan, bekerja dan belajar. Selain itu melalui indera pendengaran kita dapat merasakan bahaya misalnya kita dapat merasakan sebuah benda (misalnya sebuah mobil) bergerak mendekati kita. Indera pendengaran tersebut akan mengirimkan informasi ke indera Proprioceptive (gerakan) untuk menghindari bahaya.

Penelitian yang dipublikasikan di journal Indoor Air tahun 2004 oleh Witterseh, Wyon, dan Clausen yang berjudul “The effects of moderate heat stress and open-plan office noise distraction on SBS symptoms and on the performance of office work” menyimpulkan ambien suara dengan level tertentu malah merupakan stimulus positif bagi orang yang multi-tasking akan tetapi menjadi stimulus negatif untuk orang non-multi-tasking. Penelitian lanjutan yang dipublikasi di Jurnal yang sama pada tahun 2005 oleh Hongisto, berjudul: “Model Predicting the Effect of Speech of Varying Intelligibility on Work Performance” menyimpulkan penurunan produktifitas kerja pada oang yang non-multi-tasking mencapai 11.5%.

Gambar 3: Menurut penelitian background music pada open plan office dapat meningkatkan produktifitas untuk tipe orang tertentu akan tetapi menurunkan produktifitas untuk tipe orang yang lain

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas pendengaran

  • Mendengarkan musik yang menyegarkan mental dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

  • Melakukan kegiatan reflektif seperti berpikir, menggambar atau menulis di tempat yang tenang dan sunyi

  • Mendengarkan suara white noise atau suara alam melalui channel spotify atau soundcloud dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More