Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
Berpikir ulang apa tujuan hidup saya?
Kebahagiaan ada perwujudan dari kesehatan yang sempurna.
Kesehatan yang sempurna adalah kesehatan jasmani, mental dan sosial.
Lingkungan Fisika seperti lingkungan suara, cahaya, temperatur dan kualitas udara dapat menggangu kesehatan jasmani, mental dan sosial kita semua. Karena setiap saat telinga kita dapat mendengar bunyi, bahkan sewaktu tidur. Begitu pula dengan udara kulit dan hidung kita dapat merasakan udara yang nyaman dan bersih. Terakhir cahaya membantu kita melihat dan melakukan pekerjaan.
Indera manusia merupakan insting primitif yang diciptakan untuk menghindari marabahaya. Akan tetapi pada saat ini kita sering mendengarkan suara kurang nyaman yang secara psikologis diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal marabahaya dan tubuh melepas hormon tertentu untuk bersiaga. Hal tersebut apabila berkepanjangan dapat menyebab penyakit serius seperti serangan jantung maupun kanker.
Di sisi satu lagi indera manusia berfungsi untuk menikmati hidup. Suara yang indah, pemandangan yang indah, udara yang harum dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial.
Membuat lingkungan fisika yang baik pada bangunan Anda adalah hal yang saya pelajari setiap hari.
Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia
Paparan cahaya matahari tidak hanya membantu manusia melihat, tetapi juga mengatur ritme sirkadian, kualitas tidur, sistem imun, kesehatan tulang, metabolisme, hingga kesehatan mental. Pelajari sembilan manfaat utama cahaya matahari berdasarkan bukti ilmiah serta mengapa desain daylighting menjadi bagian penting dari bangunan yang sehat.
Seperti yang kita ketahui bersama, Sang Pencipta di hari pertama menciptakan cahaya untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaxi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya.
Dalam ilmu biologi modern, cahaya matahari bukan hanya memungkinkan proses fotosintesis, tetapi juga berperan sebagai zeitgeber utama—sinyal lingkungan yang menyelaraskan jam biologis manusia dengan siklus siang dan malam. Dalam dua dekade terakhir, penelitian di bidang kronobiologi, neurologi, endokrinologi, dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa paparan cahaya alami memiliki pengaruh luas terhadap fungsi otak, metabolisme, sistem imun, kualitas tidur, hingga risiko berbagai penyakit kronis.
Akan tetapi tahukan betapa besarnya manfaat sinar matahari yang diciptakan Tuhan buat kesehatan dan kebahagiaan kita?
Menurut beragam penelitian ada sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia sebagai berikut.
1. Membantu manusia melakukan aktifitas sehari - hari
Cahaya yang masuk ke mata disalurkan ke saraf otak yang diolah oleh otak kiri menjadi informasi visual dan otak kanan yang membentuk persepsi emosional seseorang. Informasi visual dan emosional tersebut kemudian membangun motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu. Cahaya matahari yang masuk mata selain diteruskan ke otak, diteruskan juga ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang berfungsi mengatur tubuh untuk menambah atau mengurangi produksi hormon Cortisol yang membuat kita terjaga dan bersemangat.
matahari selain membantu melihat pekerjaan juga meningkatkan motivasi kerja
Sekitar 1–2% sel ganglion retina mengandung fotopigmen melanopsin yang peka terhadap cahaya biru (±480 nm). Berbeda dengan sel batang dan kerucut yang berperan dalam penglihatan, sel ini mengirimkan informasi intensitas cahaya langsung menuju Suprachiasmatic Nucleus (SCN) di hipotalamus melalui jalur retinohypothalamic tract.
Aktivasi SCN meningkatkan kewaspadaan (alertness), fungsi kognitif, dan sinkronisasi ritme sirkadian. Paparan cahaya terang pada pagi hari juga meningkatkan cortisol awakening response, yaitu peningkatan fisiologis kadar kortisol yang membantu tubuh menjadi lebih siap untuk beraktivitas. Kortisol dalam konteks ini bukan sekadar "hormon stres", melainkan hormon penting yang mengatur metabolisme energi, tekanan darah, dan kesiagaan tubuh. (Cajochen et al., 2005; Schmidt et al., 2011)
2. Mengatur keseimbangan jam biologis (circadian rhythm)
Cahaya yang masuk ke dalam mata yang diteruskan Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang bertanggung jawab mengatur jam biologis (circadian rhythm) tubuh manusia selama 24 jam. Pada pagi hari mata mulai melihat intensitas cahaya cukup besar, SCN akan memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh terjaga. Sebaliknya begitu langit berubah gelap, SCN memerintahkan tubuh untuk mengurangi produksi hormon Cortisol dan meningkatkan produksi hormon Melatonin yang memicu rasa mengantuk. Hal ini menjawab mengapa apabila kita terpapar cahaya yang cukup kuat di malam hari, apalagi cahaya biru (blue light) membuat kita sulit tidur karena tubuh masih memproduksi hormon.
SCN merupakan "master clock" yang mengoordinasikan ritme biologis hampir seluruh organ tubuh selama sekitar 24 jam. Cahaya pagi merupakan sinyal lingkungan paling kuat untuk menyelaraskan ritme tersebut. Pada pagi hari, paparan cahaya menekan sekresi hormon melatonin dan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga tubuh memasuki fase aktif. Sebaliknya, ketika intensitas cahaya menurun pada malam hari, produksi melatonin oleh kelenjar pineal meningkat sehingga mempermudah proses tidur.
Paparan cahaya terang, khususnya cahaya biru dari layar elektronik pada malam hari, terbukti dapat menghambat sekresi melatonin, menggeser fase tidur (phase delay), dan meningkatkan risiko gangguan tidur kronis. (Brainard et al., 2001; Chang et al., 2015)
Image credit: Parans Solar Lighting
3. Meningkatkan kualitas tidur
Semakin banyak tubuh manusia memproduksi hormon Cortisol di siang hari membuat tubuh semakin aktif untuk bergerak. Sehingga di malam hari tubuh akan merasa lebih capek dan produksi hormon Melatonin jauh lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa berjemur selama satu sampai dua jam dapat membuat kita tidur lebih pulas di malam hari.
Paparan cahaya alami yang cukup pada pagi dan siang hari memperkuat amplitudo ritme sirkadian sehingga tidur malam menjadi lebih cepat dimulai, lebih nyenyak, dan lebih efisien.
Penelitian pada pekerja kantor menunjukkan bahwa individu yang memperoleh paparan cahaya alami lebih tinggi pada siang hari memiliki durasi tidur lebih panjang, kualitas tidur yang lebih baik, dan tingkat kantuk siang hari yang lebih rendah dibanding pekerja yang sebagian besar berada di ruang tanpa jendela. (Boubekri et al., 2014) Berbeda dengan anggapan umum, manfaat tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh meningkatnya produksi melatonin, tetapi karena sinkronisasi jam biologis yang lebih baik.
4. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Cara terbaik dan alami untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di udara terbuka. Berjemur satu-dua jam di udara terbuka selain membantu meningkatkan kualitas tidur, juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D. Paparan sinar ultraviolet B (UVB) memungkinkan kulit mensintesis vitamin D, yang kemudian diubah menjadi bentuk aktif 1,25-dihydroxyvitamin D.
Vitamin D berperan dalam regulasi sistem imun bawaan maupun adaptif melalui aktivasi makrofag, sel dendritik, dan limfosit T. Defisiensi vitamin D telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran napas, penyakit autoimun, dan osteoporosis.
Namun demikian, bukti bahwa suplementasi vitamin D dapat mencegah seluruh jenis infeksi, kanker, atau COVID-19 masih belum konsisten sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat. (Martineau et al., 2017; Bouillon et al., 2022)
5. Mempertahankan kesehatan tulang
Tubuh kita memproduksi vitamin D apabila terpapar sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh kita menjaga kecukupan calcium pada tulang. Kandungan Calcium yang cukup pada tulang menghindari tulang rapuh, tidak berkembang, atau tulang yang berubah bentuk.
Paparan matahari yang cukup setiap hari dapat mempertahankan kesehatan tulang
Vitamin D meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat di usus sehingga mendukung mineralisasi tulang. Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang dapat menyebabkan rakitis pada anak, osteomalasia pada dewasa, serta meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang pada usia lanjut. Oleh karena itu, paparan sinar matahari yang cukup, dikombinasikan dengan asupan kalsium yang memadai, merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal. (Holick, 2007)
6. Membantu mengatur metabolisme dan berat badan
Beberapa penelitian observasional menunjukkan bahwa individu yang memperoleh paparan cahaya alami pada pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sebagian besar beraktivitas di dalam ruangan.
Mekanisme yang diusulkan meliputi sinkronisasi ritme metabolisme, peningkatan sensitivitas insulin, regulasi hormon nafsu makan seperti leptin dan ghrelin, serta peningkatan aktivitas fisik akibat lebih banyak berada di luar ruangan.
Walaupun demikian, hubungan ini masih bersifat asosiatif dan dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, serta gaya hidup secara keseluruhan. (Reid et al., 2014)
7. Menurunkan risiko depresi dan memperbaiki suasana hati
Cahaya matahari selain membuat tubuh memproduksi hormon Serotonin yang meningkatkan mood positif yang menenangkan pikiran dan lebih fokus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menyembuhkan gejala Seasonal Affective Disorder. Seasonal Affective Disorder adalah sebuah perasaan sendu, mellow atau moody di saat cuaca mendung, atau pada musim dingin.
cuaca mendung membuat suasana hati menjadi sendu
Paparan cahaya terang merupakan terapi lini pertama untuk Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan depresi yang muncul pada musim dengan intensitas cahaya rendah.
Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya alami pada pagi hari berhubungan dengan perbaikan suasana hati, peningkatan kewaspadaan, dan penurunan gejala depresi pada sebagian individu.
Efek tersebut diperkirakan melibatkan interaksi kompleks antara sistem sirkadian, neurotransmiter serotonin, dopamin, serta regulasi melatonin. Cahaya tidak secara langsung menghasilkan serotonin, tetapi memodulasi aktivitas jaringan saraf yang mengatur neurotransmiter tersebut. (Golden et al., 2005)
8. Membantu tubuh beradaptasi terhadap stres
Menurut penelitian hormon Melatonin yang diproduksi tubuh dapat mengendalikan perasaan stress pada manusia. Tubuh yang terpapar cahaya matahari dapat menjaga level kecukupan hormon Melatonin yang mengendalikan perasaan stress.
Tidur yang berkualitas merupakan salah satu mekanisme utama pemulihan terhadap stres psikologis maupun fisiologis.
Dengan menjaga ritme sirkadian tetap sinkron, paparan cahaya alami membantu mempertahankan pola sekresi melatonin dan kortisol yang normal. Ritme hormonal yang stabil berhubungan dengan respons stres yang lebih adaptif, fungsi kognitif yang lebih baik, dan penurunan risiko gangguan kecemasan.
Walaupun demikian, hubungan antara melatonin dan stres bersifat kompleks karena melibatkan interaksi sistem saraf otonom, sumbu hipotalamus–pituitari–adrenal (HPA axis), dan kualitas tidur.
9. Berhubungan dengan umur yang lebih panjang
Sebuah penelitian yang melibatkan 30,000 wanita di Swedia menunjukan bahwa wanita yang menghabiskan waktunya lebih banyak terpapar cahaya matahari rata-rata hidup enam sampai dengan dua puluh empat bulan lebih lama. Tentu saja penelitian ini masih berpeluang untuk dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan lain sebagainya.
Salah satu penelitian kohort prospektif di Swedia yang melibatkan hampir 30.000 perempuan menemukan bahwa individu dengan kebiasaan menghindari sinar matahari memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih sering terpapar cahaya matahari.
Peneliti memperkirakan bahwa manfaat tersebut berkaitan dengan kombinasi peningkatan aktivitas fisik di luar ruangan, fungsi metabolik yang lebih baik, regulasi tekanan darah, sintesis vitamin D, dan mekanisme biologis lainnya. Namun, penelitian ini menunjukkan hubungan statistik dan belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. (Lindqvist et al., 2014)
Dari sembilan manfaat di atas kita dapat melihat adanya kaitan erat antara hormon, perasaan, dan aktifitas seseorang yang akhirnya membantu manusia hidup lebih sehat dan bahagia.
Meskipun memiliki banyak manfaat, paparan sinar matahari tetap perlu dikelola secara bijaksana. Paparan ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat meningkatkan risiko photoaging, hiperpigmentasi, katarak, hingga kanker kulit. Oleh karena itu, tujuan desain bangunan bukanlah memaksimalkan masuknya sinar matahari sebanyak mungkin, melainkan mengoptimalkan kualitas, intensitas, durasi, dan distribusi cahaya alami agar memberikan manfaat fisiologis tanpa menimbulkan silau (glare), panas berlebih (solar heat gain), maupun paparan UV yang berlebihan.
Seiring berkembangnya ilmu Building Physics dan Human-Centered Design, pencahayaan alami (daylighting) kini dipandang sebagai salah satu determinan kesehatan bangunan (healthy building) yang dapat memengaruhi ritme sirkadian, kualitas tidur, kenyamanan visual, produktivitas, hingga efisiensi energi. Oleh sebab itu, strategi daylighting sebaiknya direncanakan sejak tahap awal desain melalui pendekatan ilmiah dan simulasi performa bangunan.
ALTA Integra merupakan konsultan Building Physics di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam kajian, simulasi, dan desain daylighting berbasis bukti ilmiah. Dengan memanfaatkan simulasi pencahayaan alami menggunakan standar internasional seperti IES LM-83, LEED, dan WELL Building Standard, kami membantu arsitek, pengembang, dan pemilik bangunan merancang ruang yang lebih sehat, nyaman, hemat energi, serta mendukung kesejahteraan penghuninya. Dari gedung perkantoran, fasilitas pendidikan, rumah sakit, tempat ibadah, hingga bangunan publik, kami percaya bahwa desain cahaya yang baik bukan sekadar meningkatkan kualitas bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pelajari lebih lanjut bagaimana strategi daylighting berbasis Building Physics dapat meningkatkan performa bangunan Anda di:
Referensi utama
Boubekri M, et al. Impact of Windows and Daylight Exposure on Overall Health and Sleep Quality of Office Workers. Journal of Clinical Sleep Medicine. 2014.
Brainard GC, et al. Action Spectrum for Melatonin Regulation in Humans. Journal of Neuroscience. 2001.
Bouillon R, et al. Vitamin D and Human Health. Lancet Diabetes & Endocrinology. 2022.
Cajochen C, et al. High Sensitivity of Human Melatonin, Alertness, Thermoregulation, and Heart Rate to Short Wavelength Light. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. 2005.
Chang AM, et al. Evening Use of Light-Emitting eReaders Negatively Affects Sleep. PNAS. 2015.
Golden RN, et al. The Efficacy of Light Therapy in the Treatment of Mood Disorders. American Journal of Psychiatry. 2005.
Holick MF. Vitamin D Deficiency. New England Journal of Medicine. 2007.
Lindqvist PG, et al. Avoidance of Sun Exposure as a Risk Factor for All-Cause Mortality. Journal of Internal Medicine. 2014.
Martineau AR, et al. Vitamin D Supplementation to Prevent Acute Respiratory Tract Infections. BMJ. 2017.
Reid KJ, et al. Timing and Brightness of Light Correlate with Body Weight. PLoS ONE. 2014.
Schmidt TM, et al. Intrinsically Photosensitive Retinal Ganglion Cells: Many Subtypes, Diverse Functions. Trends in Neurosciences. 2011.
Artikel lain tentang pencahayaan dan kesehatan
Hidup sehat dan bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang memberikan kebahagiaan?
Menjadi pribadi yang sehat dan bahagia adalah impian semua orang. Dan menurut Dalai Lama Kebahagiaan merupakan bentuk tertinggi dari kesehatan.
Korelasi antara kebahagian dan kesehatan
Penelitian Cornell University dengan judul: “Exploring the Link Between Health and Happiness”, menemukan hubungan antaran kebahagian dan menurunnya resiko kematian. Dengan kata lain, dari penelitian ditemukan bahwa orang yang merasa bahagia lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan yang merasa kurang bahagia. Penting untuk dicatat analisa ini tidak berlaku timbal balik. (1)
Lebih lanjut, banyak penelitian yang menunjukan bahwa kebahagiaan dapat menurunkan resiko terkena penyakit serangan jantung, darah tinggi, diabetes, dan radang sendi. Ditemukan juga pembuktian bahwa orang yang menderita penyakit serius seperti spinal cord injury, coronary artery disease and heart failure memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat apabila mereka bahagia.
Apabila kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan, pertanyaan berikutnya faktor apa saja yang membuat kita bahagia?
Faktor apa saja yang dapat membuat kita lebih bahagia?
Apakah Uang (Materi) dapat membuat kita lebih bahagia?
Grafik di bawah menunjukan hasil penelitian yang menunjukan korelasi antara peningkatan pendapat rata-rata penduduk Amerika Serikat dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2005, dengan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia.
Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.
Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dimana peningkatan pendapat rata-rata tidak meningkatkan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia. Dari grafik di atas pakar ekonomi berusaha memahami mengapa trend peningkatan kepemilikan materi dari tahun ke tahun tidak diikuti dengan tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat. Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena setelah seseorang telah memiliki “sesuatu” materi maka tingkat kebahagiaan mereka kembali ke level awal sebelum memiliki materi tersebut. Kecenderungan ini diistilahkan sebagai “Hedonic Treadmill” dimana akhirnya orang berusaha menemukan kebahagiaan dengan terus mengakuisi (materi) kekayaan baru. (2)
Kebahagiaan dimulai dari (dalam diri) dan mempengaruhi (lingkungan)?
Psikolog Yasinta Indrianti, M. Psi, mengatakan bahagia adalah sebuah akumulasi pengalaman emosi yang ditandai dengan perasaan puas dan gembira. “Hidup kamu akan terasa bermakna tergantung dari bagaimana kamu bisa ciptakan berbagai peristiwa yang menyenangkan dalam keseharian kamu,” lanjutnya. (3)
Kebahagiaan dimulai dari (lingkungan) mempengaruhi perasaan bahagia (dalam diri)?
Charles Montgomery memiliki pandangan yang berbeda, dia mengatakan bahwa faktor yang menentukan kebahagiaan atau tidak bahagia dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita tinggal dan bekerja. (4)
Saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri kita yang kemudian dirasakan dan disebarkan ke lingkungan kita melalui sikap dan tindakan positif, dan lingkungan yang bahagia akan membuat diri kita menjadi lebih bahagia.
Dapatkah kita mendesain Lingkungan Bangunan yang dapat membuat orang lebih bahagia?
Untuk membuktikan teori Charles Montgomery, Rebecca Habtour membuat survey yang berisikan pertanyaan mengenai desain, cahaya, dan sensor lain seperti suara dan bau-bauan. (5) Penelitian dilakukan kepada 63 orang partisipan dengan melakukan survey informal yang masing-masing diminta untuk menceritakan tempat dan suasana yang membuat mereka merasa bahagia.
Pertanyaan: Tempat yang menyenangkan terlihat seperti apa, terdengar seperti apa dan bagaimana baunya? Sedangkan tempat yang kurang menyenangkan terlihat bagaimana, terdengar suara apa dan bagaimana baunya?
Kebanyakan partisipan menjawab lingkungan kotor, rusak dan tidak terawat adalah faktor yang membuat mereka merasa kurang bahagia. Selain itu kebisingan juga merupakan faktor yang mengurangi kebahagian, peran konsultan akustik adalah merumuskan standarisasi suara yang menyenangkan, merancang serta menerapkan Soundscape yang memberikan rasa bahagia. Terakhir adalah udara yang tercemar dan bau, konsultan kualitas udara dapat bekerja sama dengan perencana lansekap untuk mendesain taman, pepohonan dan bunga dapat menyegarkan udara dan menghilangkan bau yang kurang sedap.
Pertanyaan: Cahaya seperti apa yang membawa rasa bahagia?
Langit siang hari yang biru cerah dapat meningkatkan gairah bekerja dan bermain, atau langit pagi dan sore hari yang hangat dapat membuat perasaan lebih relaks. Cahaya alam selain memberikan keuntungan emosional, juga memberikan keuntungan biologis seperti memproduksi Vitamin D yang menguatkan tulang dan imunitas tubuh. Perubahan temperatur cahaya alam dari matahari terbit sampai terbenam membantu tubuh dalam mengatur keseimbangan pelepasan hormon yang diperlukan tubuh sehari-hari untuk tetap produktif di siang hari dan dapat beristirahat dengan baik di malam hari.
Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing
Lingkungan bangunan di mana kita tinggal, bermain dan bekerja memberikan dampak yang berbeda kepada setiap orang. Setiap orang memiliki kecerdasan tujuh indera yang berbeda-beda, Untuk menciptakan lingkungan bangunan yang dapat membuat semua orang merasa terlibat dan memiliki, kami terus menerus belajar untuk memahami faktor-faktor tersebut.
Tubuh manusia terdiri dari tujuh indera yaitu: penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, perilaku dan keseimbangan. Dengan pemahaman ini desain goal ALTA Integra adalah menciptkan Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing melalui pembuktian ilmiah Built-Environment Performance Modeling and Testing dan terukur Change and Satisfaction Evaluation.
ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.
References:
1. Exploring the Link Between Health and Happiness, evidencebasedliving.human.cornell.edu/2019/02/18/exploring-the-link-between-health-and-happiness
2. Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.
3. Muh Iqbal Marsyaf "Membangun Kebahagiaan dan Kesehatan Dimulai dari Diri sendiri". SINDOnews Sabtu, 10 Oktober 2020
4. Montgomery, Charles. Happy City; Transforming our lives through urban design. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2013 p.11
5. Habtour, Rebecca. Designing Happiness: Architecture and urban design for joy and well-being.
Penelitian membuktikan pasien lebih cepat sembuh di kamar rawat inap yang mendapat cahaya matahari lebih banyak
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”
Mari kita lihat perbandingan dua kamar rawat inap di bawah ini. Kamar rawat inap pertama mendapat cukup sinar matahari sedangkan kamar kedua tidak memiliki jendela sehingga tidak ada matahari yang masuk.
Kamar Rawat Inap dengan jendela
Cahaya matahari dan cahaya langit yang selalu berubah masuk ke kamar sepanjang hari
Kamar Rawat Inap tanpa Jendela
Pasien sepanjang hari hanya melihat cahaya lampu yang statis
Apabila kutipan Raja Solomo benar bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Dari perbandingan dua kamar rawat inap di atas, kamar rawat inap manakah yang lebih memberikan rasa gembira kepada pasien?
Seberapa besar peranan cahaya alam dalam mempercepat penyembuhan pasien rawat inap?
Selain faktor hati yang gembira adalah obat yang manjur, apakah ada faktor lain dari cahaya alam yang dapat mempercepat kesembuhan pasien?
Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Lee Ju-Yoon pada paper penelitian yang berjudul The Daylight Effects in Hospital for Healing Patients in Seoul. Paper ini dipublikasikan pada Proceedings of the International Conference on Sustainable Building Asia, pada tahun 2007. Lee Ju-Yoon membandingkan kecepatan kesembuhan pasien pada kamar rawat inap yang menghadap utara dan yang menghadap selatan. Untuk mendapatkan perbandingan data uji coba dilakukan pada dua rumah sakit yang diberi inisial H dan rumah sakit yang diberi inisial K di kota Seoul.
Karena kota Seoul terletak di utara garis katulistiwa maka kamar rawat inap yang menghadap selatan menerima lebih banyak sinar matahari dibandingkan kamar rawat inap yang menghadap utara.. Lee Ju-Yoon menggunakan metodologi permodelan daylight menggunakan software Radiance terhadap kamar rawat inap di Rumah Sakit K menganalisa perbandingan tingkat pencahayaan kamar yang menghadap selatan dan yang menghadap utara seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
Penelitian di Rumah Sakit H, data rawat inap diambil dalam satu tahun mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2004. Penelitian dilakukan kepada 6,000 orang pasien rawat inap di 11 kamar rawat inap pada lantai 7. Untuk penelitian pada Rumah Sakit K dilakukan terhadap 2,000 pasien orthopedics rawat inap selama tiga 3 tahun mulai dari 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2004.
Dari dua tabel di atas terlihat baik pada Rumah Sakit H maupun Rumah Sakit K menunjukan kecenderungan yang sama, yaitu pasien rata-rata sembuh lebih cepat apabila dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan, kecuali untuk pasien Operasi Plastik pada Rumah Sakit H.
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pasien yang dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan di rumah sakit H rata-rata sembuh lebih cepat 19,84% lebih cepat dibandingkan dengan kamar yang menghadap utara. Begitu pula di rumah sakit K menunjukan hasil yang sama dengan rumah sakit H, rata-rata pasien syang dirawat di kamar yang menghadap selatan sembuh lebih cepat 8,52 % dibandingkan kamar yang menghadap utara.
Sinar matahari selain membuat ruangan lebih enak dilihat yang membuat hati lebih bahagia sehingga berpengaruh terhadap kesehatan mental pasien, berikut adalah beberapa penelitian tentang manfaat sinar matahari terhadap faktor biologis tubuh manusia.
Wilson mencatat hasil penelitan terhadap perawatan intensif terhadap kesembuhan dua orang pasien yang baru selesai dioperasi yang keduanya memiliki gangguan mental. Pasien yang dirawat pada kamar yang memiliki jendela sembuh lebih cepat dibandingkan pasien yang dirawat pada kamar rawat inap tanpa jendela. Wilson, L.M. 1972. Intensive care delirium, The Effect of outside Deprivation in a Windowless Unit, Archives of Internal Medicine, 160. pp.225-226.
Daylight memberikan dampak positif terhadap tissue tubuh manusia, dan memiliki dampak yang besar terhadap sistem kesehatan dan penyembuhan. Monz, J. 2002. The Role of Interior Architecture Design in Enhancing Healing Power, Korea Institue of Healthcare Architecture, pp.114.
Tubuh yang menerima cukup cahaya Ultra Violet yang terkandung dalam sinar matahari alami, dapat memproduksi vitamin D dan mineral yang diperlukan dalam meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan kolesterol. Ott, J. 1999. Health and Light, Ariel Press
Kesimpulan saya dari penelitian ini adalah:
Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat akan mendapatkan reputasi yang lebih baik dibandingkan rumah sakit yang lain. Dengan reputasi yang lebih baik, harga jual kamar rawat inap bisa dijual dengan harga lebih baik.
Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat, dalam satu tahun akan memiliki kapasitas rawat inap yang lebih banyak dibandingkan rumah sakit biasa dengan kapasitas kamar yang sama banyak. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan finansial karena dapat meningkatkan jumlah pasien yang dirawat yang mana keuntungan terbesar dari Rumah Sakit adalah tindakan yang dilakukan kepada pasien.
Dapat dilakukan penelitian benefit financial dan moral tenaga medis yang terjadi karena dampak penyembuhan pasien yang lebih cepat.
Untuk itu saya menyarankan sebaiknya saat mendesain Rumah Sakit, owner sebaiknya melibatkan desainer Fisika Bangunan yang mampu melakukan perhitungan, modeling dan simulasi untuk menghasilkan kamar rawat inap yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat.
ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika berpengaruh kepada respon fisik dan mental mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.
Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.
Desain Arsitektural Fisika Bangunan terhadap Kualitas Tidur dan Kesehatan
“Sleep is the best meditation”
Kualitas Tidur dan Kesehatan
Kualitas tidur merupakan salah satu pilar menuju hidup sehat secara jasmani dan mental. Telah banyak penelitian yang membuktikan hubungan erat antara kualitas tidur terhadap kualitas kesehatan, awet muda dan umur yang panjang.
Kualitas tidur yang rendah selain membuat tubuh tidak segar dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko penyakit berat seperti darah tinggi, sakit jantung, serangan jantung, diabetes tipe 2, depresi dan obesitas. Dengan semakin orang yang hidup di perkotaan dan berkembangnya teknologi, kualitas tidur masyarakat perkotaan semakin berkurang.
Siklus tidur
Siklus tidur adalah sistem internal tubuh dimulai dari kondisi tidur Rapid Eye Movement (REM) atau light sleep sampai dengan Non Rapid Eye Movement (NREM) dan kembali ke kondisi REM. Kondisi NREM terdiri dari tiga tahap yaitu Intermediate Sleep, Moderate Deep Sleep dan Deep Sleep. Satu siklus tidur biasanya sekitar 90 menit, dimana menjelang pagi kedalaman NREM semakin berkurang sedangkan durasi REM semakin lama. Dalam satu malam kita mengalami siklus tidur 4-5 kali.
Siklus tidur dipengaruhi oleh pengaruh external seperti temperatur udara, suara, cahaya, kebiasaan, dan makanan. Siklus tidur juga dipengaruhi oleh pengaruh internal seperti pola gelobang otak dan faktor keturunan.
Desain Fisika Bangunan
Desain arsitektur bangunan rumah tinggal, hotel, apartemen yang didesain dengan mempertimbangkan faktor fisika bangunan dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik karena kualitas pengudaraan, temperatur, suara dan cahaya yang menunjang tidur yang pulas.
ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.
#tidur #kesehatan #bangunan #arsitektur #awetmuda #suara #udara #temperatur #cahaya