Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
Dokumentasi Studi Integrasi Desain Arsitektur Akustik Multi Disiplin Gedung Konser Elbphilharmonie
Hai Sobat ALTA, salam bahagia.
Di video ini saya akan menceritakan dokumentasi dan studi integrasi desain multi-disiplin gedung konser Elbphilharmonie di Hamburg Jerman. Gedung ini dirancang oleh Arsitek Herzog & de Meuron dari Swiss dan Desain Akustik oleh Yasuhisa Toyota Nagata Acoustics dari Los Angeles.
Fungsi Gedung Budaya adalah untuk melestarikan dan memajukan seni budaya di sebuah kota maupun negara. Pelestarian budaya hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kesamaan tujuan untuk bertumbuh, menyempurnakan dan mewariskan Seni Budaya tersebut ke generasi berikutnya.
Walaupun Elbphi mengalami over budget sebesar 300% dan pekerjaan terlambat sampai dengan 8 tahun, gedung ini merupakan contoh nyata dari semangat untuk menciptakan sebuah fasilitas pentas seni budaya yang sempurna. Mari kita lihat dan dengarkan keindahan gedung konser termahal saat ini.
Saya memiliki mimpi suatu saat nanti Indonesia salah satu pemimpin Indonesia memiliki visi yang sama untuk membuat Gedung Pentas Seni Budaya seperti Elbphilharmoni, dirancang dengan kearifan lokal untuk mementaskan seni budaya Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Video Outline
Introduction
Facade
Escalator Tube
Noise Control
Plaza
Grand Hall Foyer
Grand Hall
Architecture Design
Acoustics Modeling & Analysis
360-degree Acoustic Reflector
Micro Shaping High-Density Gypsum Fiber
Loudspeaker Integration
Stage Lighting Integration
Seat Acoustics
Low Noise Air Condition
Installation of Acoustics Panel
Credit
Perlukah kita melesetarikan dan mengedukasi seni budaya?
“If we are to preserve culture, we must continue to create it”
Minggu sore yang indah saya berkesempatan untuk bertemu dengan Bapak Franki Raden, Ph. D. Beliau adalah seorang musikus yang dikenal sebagai penata musik untuk film dan meraih beberapa penghargaan pada Festival Film Indonesia. Selain bermusik beliau juga seorang pengajar budaya yang telah mengajar di negara America dan Singapura sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia. Saat ini Franki Raden bersama The Indonesia National Orchestra aktif mempromosikan musik etnis Indonesia di luar negeri.
Penampilan Franki Raden bersama The Indonesia National Orchestra yang bergengi di tahun 2022 adalah di Elbphilharmonie Hamburg Jerman. Mereka memainkan 10 komposisi yang disambut dengan hangat oleh 500 penonton.
Sore hari yang indah tersebut kami bertukar mimpi mengenai bagaimana membuat program pelestarian dan edukasi seni budaya Indonesia yang berkelanjutan, dan bertukar pikiran mengenai tantangan serta rintangan untuk mewujudkan impian tersebut. Dan dilanjutkan dengan membuat program kecil jangka pendek untuk mewujudkan impian besar tersebut.
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk desain ruang audio dan studio musik
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk
desain ruang audio dan studio musik (2/6)
Tulisan kedua dari enam tulisan ini menceritakan pemikiran, penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik oleh Richard Bolt. Distribusi frekuensi resonansi (modes) yang tidak merata di sebuah ruangan dapat menyebabkan distorsi harmonis (spectrum) dan distorsi temporal (decay) untuk frekuensi suara di bawah 250 Hz.
Richard Henry Bolt Ph.D., atau lebih dikenal dengan nama Richard Bolt atau Dick Bolt. Richard Bolt adalah Profesor Fisika di Massacushet Institute of Technology (MIT) yang lahir di kota Peking China pada tahun 1911. Beliau tertarik dengan penelitian di bidang akustik dan mendirikan perusahaan riset dan pengembangan bernama Bolt, Beranek & Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technology. Beliau juga merupakan pendiri perusahaan bernama Arpanet yang merupakan pelopor teknologi internet yang kita kenal saat ini.
Grafik Fungsi Distribusi Frekuensi Rata-Rata yang menunjukan korelasi antara Volume ruangan (V), frekuensi (N), interval antar modes yang berdekatan (u) dan nilai rata-rata (d)
Pada tahun 1946, Bolt menggunakan perhitungan dengan metode penggambaran diagram untuk menentukan nilai rata-rata interval antara modes. Dengan menggunakan metode perhitungan ini Bolt mendapatkan ratios ideal dimensi ruang audio yaitu 2:3:5 atau 1: 2.33:4.33 atau 1:1.26:1.59.
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik
Modes selalu hadir di dalam setiap ruang kecil seperti studio musik, ruang audio, home theater, studio broadcast
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk
desain ruang audio dan studio musik (1 / 6)
Tulisan pertama dari enam tulisan ini menceritakan perjalanan penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik dalam upaya meratakan distribusi frekuensi resonansi (modes) ruangan yang diperuntukan untuk mendengar audio maupun ruang produksi musik dan siaran.
Resonansi atau modes ruangan menyebabkan distorsi harmonik akustik yang mengubah karakteristik spektrum dan temporal suara pada ruang audio dan studio musik yang menuntut kesempurnaan produksi dan reproduksi suara. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mengoptimasi dimensi ruang berbentuk kotak sepatu dengan dasar pemikiran dasar sebagai berikut:
(1) menghindari pengulangan frekuensi modes yang identik atau berdekatan pada frekuensi yang sama atau interval harmonisnya:
a) modes dengan frekuensi identik dapat menyebabkan penggelembungan frekuensi dan timbulnya ekor suara yang lebih panjang dari aslinya. Hal ini menyebabkan suara terdengar gemuk (boomy) dan membuat suara alat musik dan suara manusia terdengar gelap (dark & muddy)
b) frekuensi modes yang berdekatan dapat menyebabakan kesan pelayangan suara atau nada yang fales karena suara musik asli dan suara resonansi ruangan menciptakan bayangan suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda.
c) penggelembungan frekuensi pada interval sepertiga (third major), seperlima (fifth major) dan oktaf (first octave and so on) menyebabkan distorsi harmonis sepertiga oktaf, seperlima oktaf dan oktaf pertama, kedua dan seterusnya. Selain distorsi spektrum suara, penggelembungan suara pada interval harmonis menyebabkan distorsi temporal yaitu timbulnya ekor suara yang mengubah warna suara alat musik dan suara seseorang.
(2) menghindari kekosongan frekuensi modes pada interval harmonis satu oktaf dapat menyebabkan terasanya kekosongan support ruangan pada frekuensi rendah di interval tersebut dan suara musik dan suara manusia akan terdengar menjadi lebih kasar dan tajam (harsh & edgy).
Rekomendasi rasio ideal ruang audio, studio musik yang saya urutkan dari rasio panjang terhadap tinggi terbesar
Room modes adalah resonansi sebuah gelombang suara yang dimensinya sama dengan permukaan ruangan yang berhadapan. Ada tiga tipe modes dalam ruangan yaitu:
(1) axial modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada permukaan rata yang berhadapan seperti permukaan dinding atau permukaan lantai dengan plafon.
(2) tangential modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang sama
(3) oblique modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang berhadapan juga
Gambar yang memperlihatkan modes pada sumbu axial, tangential dan oblique
Baca tulisan berikut yang mengulas pemikiran dan metode perhitungan dari peneliti yang menekuni topik ini.
Tinjauan Baku Mutu Kriteria Akustik Ruang Musik ISO 23591:2021
As music students can spend up to 40 hours per week in music practice and rehearsal rooms, these rooms are very important in the daily activity of a music school or department [Lamberty, 1980].
Good room acoustics in a small music room enables a music teacher to effectively teach subtle concepts such as intonation, articulation, balance, dynamics, and tone production. At the same time, a poor acoustical environment can adversely affect the development of basic musical skills of a music student [McCue, 1990].
Pada bulan September 2021 International Standard Organisation mengeluarkan baku buku kriteria akustik untuk ruang latihan musik ISO 23501:2021 Acoustic Quality Criteria for Music Rehearsal Rooms and Spaces.
Karakteristik akustik di sebuah ruang memegang peranan penting dalam menciptakan interaksi suara ruang dengan suara alat musik. Baik pendengar maupun musisi akan mengatakan mutu akustik ruang tersebut baik apabila interaksi suara alat musik dengan interaksi suara ruangan terjalin secara harmonis. Sebelum membuat konsep desain akustik ruang musik diperlukan kejelasan mengenai fungsi ruangan, genre musik yang akan dimainkan, jenis dan jumlah alat musik yang dimainkan. Karena hampir tidak mungkin mendesain ruang musik dengan parameter yang cocok untuk segala jenis fungsi dan genre musik.
Saat membuat perencanaan kriteria baku mutu ruang musik, konsultan akustik perlu memahami konten suara yang akan ditampilkan diruangan tersebut. Mulai dari jumlah sumber suara, jenis sumber suara, karakteristik spektral dan temporal sumber suara, tingkat tekanan suara dan seterusnya. Setelah melakukan memahami fungsi dan konten suara, perlu juga dipahami karakteristik pendengar mulai dari kebiasaan, selera, benchmark, dan harapan mereka.
Selain itu perlu juga dipahami apakah musisi bermain sendiri, berlatih bersama, memberi atau menerima pengarahan, group kecil yang terdiri dari 3 - 6 orang, group sedang terdiri dari 8 - 16 orang atau group besar di atas 16 orang. Setelah melakukan identifikasi variasi situasi tersebut di atas, barulah konsultan akustik menentukan parameter akustik seperti modal respons, waktu dengung, dan sebagainya. Paramter akustik tersebut sangat ditentukan oleh dimensi ruangan, bentuk permukaan dan jenis material yang digunakan.
Baku mutu ISO 23591:2022 ini memberikan panduan kriteria baku mutu untuk segala jenis ruang yang akan difungsikan sebagai ruanga latihan musik. Ruang dapat bervariasi mulai dari ruang musik kecil dengan performer kecil sampa dengan ruang musik dengan jumlah performer banyak seperti orksestra atau big band. Secara umum Baku Mutu ISO 23591:2021 membagi ruangan menjadi tiga (3) kategori sumber suara dengan level suara yang dikeluarkan.
Musik Akustik Bertekanan Suara Lemah
Musik Akustik Bertekanan suara lemah artinya Tekanan Suara Musik saat dinamika terkeras (Forte) tidak melewati 95 dB. Beberapa contoh formasi musik akustik bertekanan suara lemah adalah: paduan suara, choirs, string quartets, solo vokal dengan iringan satu atau beberapa alat musik akustik.
Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan saat mendesain ruang musik ini adalah:
Dimensi ruangan, luas area dan volume ruangan
Tinggi ruangan yang cukup dan ratio panjang lebar yang ideal
Waktu Dengung atau Reverberasi Ruangan yang cocok dengan karakteristik konten suara yang ditampilkan the purpose, dengan bass ratio cocok dan tidak terlalu ekstrim
Pengendalian pantulan suara, permukaan yang tidak rata, ratio penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang
Amplifikasi Akustik Ruang Alami (Sound Strength G) yang disesuaikan dengan kekuatan suara musik yang dimainkan;
Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik
Musik Akustik Bertekanan Suara Kuat
Musik Akustik Bertekanan Suara Kuat adalah genre musik dengan konfigurasi alat musik yang menghasilkan tekanan suara di atas 90 dB. Kategori musik akustik bertekanan suara kuat adalah brass band atau wind ensemble , concert bands, big bands dan symphony orchestras yang memiliki wind ensemble. Alat musik perkusi dan penyanyi opera termasuk kategori musik akustik bertekanan suara kuat.
Berikut adalah beberapa point yang perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan untuk mendapatkan mutu akustik yang sesuai pada ruangan musik akustik bertekanan suara besar.
Jumlah dan formasi penampil akan mempengaruhi kebutuhan luas area floor
Dimensi ruangan, luas area dinding dan volume ruangan
Tinggi ruangan yang cukup dan ratio panjang lebar yang ideal
Waktu Dengung atau Reverberasi Ruangan yang cocok dengan karakteristik konten suara yang ditampilkan the purpose, dengan bass ratio cocok dan tidak terlalu ekstrim
Pengendalian pantulan suara dengan mendesain permukaan yang tidak rata, menentukan ratio yang seimbang antara permukaan ruangan yang bersifat penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang
Amplifikasi Akustik Ruang Alami (Sound Strength G) yang disesuaikan dengan kekuatan suara musik yang dimainkan
Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik
Apabila ruangan membutuhkan pipe organs, volume ruangan dan waktu dengung perlu diperhitungkan dengan cermat berikut dengan blending keseimbangan dan bauran dengan alat musik lainnya. Alat musik lain seperti gendang jepang (taiko), atau segala jenis alat musik perkusi juga memerlukan perencanan dan pertimbangan yang matang. Grand piano dapat dikategorikan sebagai alat musik akustik bertekanan suara besar, akan tetapai dapat pula masuk ke kategori ruang musik akustik bertekanan suara lemah apabila untuk mengiringi vokal atau violin.
Musik dengan Amplifikasi Elektronik
Kategori musik dengan amplifikasi elektronik sistem dan sistem pengeras suara meliputi: musik pop, rock, jazz, electronic, big bands dan penampilan musik lain yang menggunakan amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara.
Terkadang amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara dibutuhkan untuk musik akustik bertekanan suara lemah untuk menyeimbangkan suara musik bertekanan lemah seperti vokal atau alat musik akustik yang lemah dengan musik akustik bertekanan suara kuat atau alat musik elektronik seperti gitar listrik atau elektronik keyboard dan synthesiser. Seorang konsultan akustik harus dapat mempertimbangkan seberapa besar tingkat tekanan suara yang diperlukan untuk mendapatkan keseimbangan suara, interaksi dan detail antar alat musik serta interaksi dengan karakteristik akustik ruangan.
Big band dapat dikategorikan ke dalam musik akustik bertekanan suara kuat, akan tetapi di jaman sekarang alat musik di dalam big band terkadang ada beberapa alat musik elektronik atau setiap seksi alat musik mulai dari string, tiup, perkusi di amplifikasi dengan sistem pengeras suara.
Pertimbangan parameter baku mutu akustik untuk musik dengan amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara sedikit berbeda dengan ruang musik akustik bertekanan lemah atau kuat:
Untuk dapat mendengarkan artikulasi melodi dan detail setiap alat musik, pengendalian karakteristik frekuensi rendah akibat resonansi dan reverberasi akustik ruangan yang baik
Penggunaan bass trap dengan takaran yang tepat sehingga tidak menyebabkan bobot nada rendah setiap alat musik menjadi berkurang atau hilang
Pengendalian pantulan suara dengan mendesain permukaan yang tidak rata, menentukan ratio yang seimbang antara permukaan ruangan yang bersifat penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang
Karakteristik waktu dengung yang netral dan lebih pendek dibanding ruangan musik akustik bertekanan lemah maupun kuat
Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik
Mengapa perlu konsultan akustik
Gambar di bawah adalah salah satu contoh gambar pembuatan gambar desain akustik pengendalian pantulan suara, resonansi dan gaung ruangan dengan dengan mempertimbangkan dimensi ruang, rasio ukuran ruangan, volume, treatmen permukaan ruangan agar tercapai baku mutu ruangan musik yang sesuai dengan konten yang akan dimainkan.
Mendesain akustik untuk ruang musik memerlukan pengetahuan, pengalaman dan yang terpenting adalah selama proses desain dan pembangunan selalu tetap berpikir terbuka, kritis dan detail agar setiap aspek yang dapat menggangu kualitas suara penampilan musik dapat dihindari. Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut bagaimana kami membantu klien kami mewujudkan ruang musik dengan panduan ISO 23591:2021 dapat klik tombol di bawah ini.
Pengaruh kompresi MP3 terhadap persepsi emosi karakteristik alat musik
MP3 adalah mekanisme mengompres data audio dengan memanfaatkan konsep karakteristik pendengaran manusia, ilmu fisika, serta matematika. Karena sistem kompresi MP3 menghilangkan sebagian besar sinyal yang tidak didengar oleh telinga manusia, sistem kompresi MP3 disebut juga sistem kompresi lossy.
Pada sistem kompresi MP3, seberapa besar data yang bisa dikurangi sangat bergantung kepada sinyal suara yang diproses. Sebagai rasio perbandingan, sinyal suara 3 menit yang menurut perhitungan sederhana menghasilkan data dengan ukuran sebesar 130 MB, maka dengan kompresi MP3 ukurannya bisa dikurangi menjadi sekitar 3-7 MB.
Alat musik memiliki karakteristik harmonisasi warna suara serta persepsi emosional. Semua proses audio yang dilakukan akan mengubah harmonisasi warna suara beserta persepsi emosional. Penelitian yang dilakukan oleh Ronald Mo, Ga Lam Choi dan Andrew Horner dari Universitas Hongkong terhadap 8 alat musik berkarakteristik temporal sustain dengan metodologi psikoakustik pendengaran.
Studi menyimpulkan bahwa kompresi MP3 melemahkan persepsi emosi positif musik yang memiliki karakteristik Bahagia, Heroik, Romantik, Lucu, dan kalem. Sebaliknya kompresi MP3 memperkuat persepsi emosi negatif seperti Misterius, Malu, Menakutkan dan Sedih. Terakhir musik dengar karakteristik kemarahan tidak terlalu terpengaruh dengan kompresi MP3.
#music #mp3 #feeling #emotion #perception #percieve #harmony #sound #audio
Ujicoba Akurasi Auralisasi Permodelan Akustik pada Resital Musik Klasik dengan Hasil Terbangun
Mendengarkan pertunjukan musik hidup merupakan pengalaman yang menyenangkan dalam kehidupan kita. Telinga dan perasaan kita terbuai dengan keindahan untaian melodi dan harmonisasi, sementara indera visual kita mengamati ekspresi musisi saat menampilkan musik tersebut dan keterlibatan emosi penonton lain yang terlarut dalam musik tersebut. Genre musik apapun yang Anda sukai cobalah Anda saksikan penampilan musik hidupnya.
Menyaksikan penampilan Resital Musik Hidup Orkestra Kamar di Gereja Sao Paolo de Mura di Roma dengan nuansa arstitektur Baroque yang unik
Begitu pula saat kita menyaksikan pagelaran musik hidup klasik, sebuah pagelaran maha seni yang lahir sebelum ditemukan teknologi perekaman musik, audio, radio dan internet. Kala itu musik hanya ada dalam bentuk musik hidup, di mana manusia memainkan musik secara hidup dan real time di depan manusia lain di dalam satu ruangan. Sampai saat ini tradisi mendengarkan maha karya komposer musik klasik secara hidup di sebuah ruangan dengan akustik yang baik diwariskan dan dilestarikan turun temurun.
Saat mendengarkan musik klasik seperti itu, kita akan merasakan pengalaman yang berbeda. Kita akan mendengarkan alat musik akustik berinteraksi dengan akustik ruangan, kita akan mendengarkan karakteristik alat musik akustik yang tidak berubah warnanya saat dimainkan disebuah perangkat elektronik. Yang kita dengarkan adalah musik hidup yang 100% akustik. Kita juga dapat mendengarkan nafas dan batuk penonton lain saat menonton. Mendengarkan pagelaran musik klasik hidup dapat menyegarkan perasaan kita, membuat kita lebih bahagia dan bersemangat, disamping kita merasakan perjalanan spritual, nostalgia dan romantis.
Pada jaman dulu dimana belum ada peralatan audio elektronik yang dapat memproses suara seperti mengekualisasi frekuensi suara atau mengubah fase temporal suara, ruang akustik di desain untuk bersuara baik yang disesuaikan dengan pertunjukan musik hidup secara akustik atau sebaliknya. Musik yang menyesuaikan karakteritik akustik ruangan.
Di jaman modern ini, dengan bantuan permodelan komputasi akustik mendesain ruang akustik yang disesuaikan dengan karakteristik musik hidup yang akan dimainkan jauh lebih mudah.
Dengarkan video auralisasi permodelan akustik dengan rekaman live dari kursi deretan ke 9 menggunakan mobile phone iPhone 6 .
Auralisasi Suara Permodelan Akustik Ruang terhadap suara Akustik Gitar Kering yang dimainkan di Ruang AVI dengan dua alternative desain panel akustik.
21 Oktober 2017 Sandhya Widhinugrha Gitanada Musik (Sudirman Leman’s brilliant student) memainkan karya BJ.S.Bach Prelude BWV 1006a pada pagelaran Guitar Classic Clinic and Demo di Ruang Audio Video Canisius College, Jakarta.
Setelah mendengarkan video Auralisasi dan Rekaman Live, bagaimana tingkat akurasi permodelan akustik yang kami buat?
Pengukuran akustik merupakan proses menilai tingkat akurasi antara parameter desain dan parameter terbangun
ALTA Integra adalah konsultan multi disiplin fisika bangunan yang berfokus dalam menciptakan sensasi multi indera: mata, telinga, peraba, penciuman, pengecap melalui disiplin ilmu akustik, pencahayaan, termal, pengudaraan dan lain-lain. Filosofi desain kami adalah menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan menyenangkan tanpa merusak lingkungan bumi kita.
#music #guitar #acoustic #interior #architecture #design #computer #software