Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
Bagaimana kekuatan kerjasama team multi-disiplin menghasilkan desain menarik dan fungsional?
“No one can whistle a symphony. It takes an orchestra to play it.”
"Band yang luar biasa lebih dari sekedar sekelompok musisi bermain musik bersama. Band tersebut memiliki ikatan batin yang kuat. Begitu pula team olah raga seperti basket atau sepak bola. Kombinasi yang unik dan membuat mereka jauh menjadi kuat dibandingkan bekerja sendiri." - Steven Van Zandt
Begitupula halnya dengan mendesain ruang multimedia seperti Home Theater, Audio Room, Recording Studio, Meeting Room yang membutuhkan kerja sama multi-disiplin mulai dari Arsitektur, Interior, Akustik, Lighting, MEP dan Integrasi Perangkat Audiovisual.
Seperti memainkan komposisi musik dengan harmonis yang masing -masing pemain berfokus pada ekspresi dan konektifitas musik, begitu pula dengan pekerjaan mendesain ruangan multi-disiplin. Berikut adalah 4 Faktor Utama untuk dapat memainkan musik bersama, pertandingan olah raga maupun menghasilkan desain integrasi.
1. Strategi dan Dokumentasi
Faktor pertama yang dibutuhkan adalah strategi dan dokumentasi. Pertunjukan musik, pertandingan olah raga maupun pekerjaan desain multi-disiplin membutuhkan strategi desain dan dokumentasi yang baik. Strategi dan dokumentasi yang baik dapat membantu seluruh pemain musik, olah raga, team desain bekerja sama untuk satu tujuan.
Jika tidak ada strategi maka akan sulit untuk merancang sebuah persiapan karena tidak adanya alat bantu yang membuat kita bersatu antara satu pemain dengan pemain lainnya. Dengan adanya dokumentasi, seluruh anggota team dapat memainkan setiap bagiannya dengan tepat sehingga memberikan irama permainan yang indah.
2. Ketrampilan pada bidangnya
Faktor kedua agar proses dalam bermain musik bersama, pertandingan olah raga team berhasil adalah memiliki pengetahuan dan ketrampilan atas bidangnya. Diperlukan skill set setiap anggota yang seimbang untuk saling mengisi ruang sehingga tercipta harmonisasi dan kesatuan nada, permainan dan hasil desain.
3. Kedisiplinan
Faktor ketiga yang perlu dimiliki adalah kedisiplinan, karena kita tidak bermain musik, bertanding olahraga maupun mendesain sendirian. Kita bermain musik secara berkelompok. Disiplin yang dimaksud adalah memiliki ketegasan untuk menyelaraskan permainan dan tugas dari masing-masing anggota team.
"Musik simfoni yang megah tidak dapat disiulkan oleh satu orang. Perlu sebuah orkestra untuk menampilkan musik simfoni dengan megah." - H.E. Luccock
Kedisiplinan ini akan membuat rangkaian lagu, pertandingan olah raga, hasil desain tampil harmonis tanpa ada peranan yang tumpang tinding. Semua bekerja sama dengan disiplin sesuai dengan peran masing-masing. Tanpa individu yang berusaha lebih menonjol dibandingkan team lain.
4. Kekompakan dan Kerja Sama
Kekompakkan dan kerja sama perlu dibangun dan dilatih agar bisa memainkan irama musik yang indah, memenangkan pertandingan olah raga dengan elegan dan menghasilkan desain multi-disiplin yang terpadu dengan indah. Semuanya tidak akan berjalan dengan baik jika ada anggota yang melewatkan tanggung jawab peran, berusaha memborong semua peran atau berusaha tampil sendiri.
“Band members have a special bond. A great band is more than just some people working together. It’s like a highly specialized army unit or a winning sports team. A unique combination of elements that becomes stronger together than apart.
”
Lebih dari 10 tahun, saya mendapatkan kehormatan untuk memimpin team multi-disiplin fisika bangunan ALTA Integra membantu beragam owner yang memiliki passion dalam menikmati musik dan film. Berikut adalah beberapa foto hasil kerja sama team multi-disiplin ALTA Integra dalam mendesain ruangan hiburan mulai dari ruang dengar Audiophile, Home Theater sampai dengan Mixed Used Home Entertainment.
Jumlah Loudspeaker Audio Elektro Akustik Mempengaruhi Kejelasan Suara
Artikel berikut memperlihatkan studi ilmiah yang membuktikan bahwa jumlah loudspeaker audio sistem serta penempatannya dapat mempengaruhi Kesan Dengung Suara Ruangan yang umumnya menjadi faktor penggangu Kejelasan Suara Ucap (Speech Intelligibility).
“The Auditorium is the most powerful instrument for communication ever devised.”
Apa hubungan antara Kesan Dengung Ruangan, Faktor Akustik Ruang, dan Jumlah Loudspeaker Audio?
Artikel berikut memperlihatkan studi ilmiah yang membuktikan bahwa konfigurasi loudspeaker, jumlah dan penempatan dapat mempengaruhi Kesan Dengung Suara Ruangan yang umumnya menjadi faktor penggangu Kejelasan Suara Ucap (Speech Intelligibility). Untuk mengawali studi ini mari kita lihat persamaan Hopkis-Stryker di bawah ini dimana: Tingkat Kekerasan Suara Dengung (Lr) berbanding lurus dengan Jumlah Loudspeaker (N) dan Faktor Akustik Ruang (Ma).
Untuk membuktikan teori dan rumus di atas kami melakukan studi dengan menggunakan piranti lunak bernama EASE Acoustic Software Modeling yang dapat menghasilkan output Animasi Bola Biliar dan Auralisasi Akustik. Animasi Bola Biliar dapat membantu kita memahami bagaimana suara menyebar dan dipantulkan di dalam ruang. Sedangkan "Auralisasi Akustik" memperdengarkan suara yang akan terjadi di ruangan tersebut.
Dua video dibawah ini memperlihatkan (Animasi Bola Biliar) dan memperdengarkan (Auralisasi Akustik) antara dua konfigurasi loudspeaker audio (a) loudspeaker audio berjumlah 6 buah dibandingkan dengan (b) loudspeaker berjumlah 4 buah.
Video Pertama memperlihatkan dan memperdengarkan konfigurasi enam buah loudspeaker audio. Animasi Bola Biliar memperlihatkan bagaimana suara merambat dari keenam loudspeaker yang mana sampai ke telinga audiens yang duduk di tengah ruangan dengan fase dan delay yang berbeda. Auralisasi Akustik memperdengarkan perbedaan fase dan delay menyebabkan suara terdengar lebih berdengung.
Video Kedua memperlihatkan dan memperdengarkan konfigurasi empat buah loudspeaker audio yang disetup dengan delay agar timing suara lebih koheren. Animasi Bola Biliar memperlihatkan bagaimana suara merambat dari keempat loudspeaker yang mana sampai ke telinga audiens yang duduk di tengah ruangan dengan delay yang lebih koheren, dan karena jumlah sumber suara berkurang dari enam menjadi empat maka jumlah fase suara yang sampai ke telinga juga berkurang, Auralisasi Akustik memperdengarkan suara ucap yang lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.
Dari studi sederhana di atas dapat kita simpulkan bahwa: selain Faktor Akustik Ruang (Ma) jumlah konfigurasi dan Jumlah Loudspeaker (N) juga mempengaruhi kesan dengung audio di sebuah ruangan.
Di ALTA Integra, kami percaya ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu manusia mengatasi masalah serta mengembangkan desain di mana Suara, Udara dan Cahaya bersatu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
buildingphysic #architecturalacoustic #roomacoustic #soundsystem #audio #audioengineers #soundengineer #architecture #interior #wellness #wellbeing #humandesign #betterworld