Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
ALTA Integra Menggunakan Akustik Kamera Untuk Memberikan Layanan Konsultasi Akustik Terbaik
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
Lubang sekecil jarum pada partisi yang tebal sekalipun dapat mengurangi performa insulasi akustik. Kamera akustik adalah alat terbaik untuk menemukan keboocoran suara sampai ukuran lubang jarum yang dapat menyebabkan kebocoran suara. Kebocoran suara yang bisa kita dengar akan tidak kuping kita tidak dapat mendeteksi di mana lubang tersebut berada.
Dengan bantuan Akustik Kamera team akustik kami dapat dengan mudah menemukan dan mengidentifikasi sumber kebocoran suara. Data akustik kamera yang terdiri 64 array mikrofon dan sebuah kamera dapat memvisualisi dan melokalisasikan suara Data audio dan visual tersebut dikirimkan ke perangkat lunak yang memproses menjadi tiga tampilan utama yaitu:
Spektrum Suara yang menunjukkan tingkat tekanan suara pada setiap frekuensi.
Spektrogram yang menunjukkan intensitas setiap frekuensi terhadap waktu.
Visualisasi Suara yang menunjukkan sumber suara utama pada objek yang dianalisa.
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
ALTA Integra adalah konsultan akustik yang menyediakan layanan Desain Akustik Terbaik di Indonesia untuk dalam mendesain dan mengawasi pembangunan ruangan performa tinggi seperti: Gedung Konser, Studio Rekaman, Kantor Multinasional, Ruang Hiburan Komersial, Hotel Bintang Lima, dan lain sebagainya.
Implikasi Desain SNI 03-6386 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia
Penilitian ini meninjau baku bunyi dan waktu dengung pada Bandara Udara dan Rumah Ibadah, dimana kami menemui bahwa baku bunyi dan waktu dengung yang ditetapkan pada bandara udara dan rumah ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Pada tanggal 3 Desember 2024 kami mempresentasikan penelitian yang berjudul “Implikasi Desain SNI 03-6386 tahun 2000 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia”. Penilitian ini meninjau baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan untuk Bangunan Bandara Udara dan Bangunan Rumah Ibadah di Indonesia.
SNI 03-6386 tahun 2000 dirumuskan berdasarkan Australia Standard AS 2107:1987 Acoustic Recommended Design Sound Level and Reverberation Time for Building Interior. SNI 03-6386 adalah Spesifikasi Tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (Kriteria desain yang direkomendasikan). Australia Standard AS 2107:1987 pada tahun 2016 diperbarui menjadi AS/NZS 2107:2016. Berikut adalah perbandingan antara SNI 03-6386:2000 dan AS/NZS 2107:2016.
Dari perbandingan data di atas kami menemui bahwa
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung yang relatif longgar pada bandara udara, yang mana seharusnya kejelasan suara untuk pengumuman dan informasi bahaya adalah hal yang sangat penting di bandara udara.
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung kurang tepat tanpa pertimbangan bahwa ada beragam jenis agama di Indonesia yang memiliki kebutuhan akan waktu dengung yang beragam.
Apabila kita mendesain berdasarkan acuan baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan SNI pada Bangunan Bandara Udara atau Bangunan Rumah Ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi verbal yang akan disampaikan melalui sistem pengeras suara. Oleh karena itu kami menyarankan Badan Standarisasi Nasional untuk meninjau kembali SNI 03-6386 tahun 2000 agar tidak terjadi keluhan atas kualitas akustik setelah bangunan di bangun walau secara terukur telah sesuai dengan standar baku suara dan waktu dengung yang disarankan.
Dokumentasi Studi Integrasi Desain Arsitektur Akustik Multi Disiplin Gedung Konser Elbphilharmonie
Hai Sobat ALTA, salam bahagia.
Di video ini saya akan menceritakan dokumentasi dan studi integrasi desain multi-disiplin gedung konser Elbphilharmonie di Hamburg Jerman. Gedung ini dirancang oleh Arsitek Herzog & de Meuron dari Swiss dan Desain Akustik oleh Yasuhisa Toyota Nagata Acoustics dari Los Angeles.
Fungsi Gedung Budaya adalah untuk melestarikan dan memajukan seni budaya di sebuah kota maupun negara. Pelestarian budaya hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kesamaan tujuan untuk bertumbuh, menyempurnakan dan mewariskan Seni Budaya tersebut ke generasi berikutnya.
Walaupun Elbphi mengalami over budget sebesar 300% dan pekerjaan terlambat sampai dengan 8 tahun, gedung ini merupakan contoh nyata dari semangat untuk menciptakan sebuah fasilitas pentas seni budaya yang sempurna. Mari kita lihat dan dengarkan keindahan gedung konser termahal saat ini.
Saya memiliki mimpi suatu saat nanti Indonesia salah satu pemimpin Indonesia memiliki visi yang sama untuk membuat Gedung Pentas Seni Budaya seperti Elbphilharmoni, dirancang dengan kearifan lokal untuk mementaskan seni budaya Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Video Outline
Introduction
Facade
Escalator Tube
Noise Control
Plaza
Grand Hall Foyer
Grand Hall
Architecture Design
Acoustics Modeling & Analysis
360-degree Acoustic Reflector
Micro Shaping High-Density Gypsum Fiber
Loudspeaker Integration
Stage Lighting Integration
Seat Acoustics
Low Noise Air Condition
Installation of Acoustics Panel
Credit
ALTA Integra pelopor Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera Manusia untuk Kesehatan Total
Kesehatan dan performa kegiatan yang dilakukan pada ruang dan bangunan sudah merupakan tujuan utama orang yang menyadarinya. Sejak tahun 2010 saya bersama team ALTA Integra mulai mempelopori konsultasi desain Arsitektural Fisika Bangunan. Dalam pengembangannya saya melihat hubungan antara Arsitektural Fisika Bangunan dengan Tujuh Indera.
Tujuh Indera Manusia diciptakan untuk bertahan hidup seperti menghindari mara bahaya, mencari makan dan menikmati hidup seperti melihat, mendengar, mencium dan menikmati hal yang membuat kita senang.
Gambar di atas memperlihatkan bagaimana 5 unsur ALTA yaitu Cahaya, Suara, Udara, Material dan Air berhubungan dengan 7 indera manusia yaitu: Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Pengecap, Gerakan dan Keseimbangan mempengaruhi Emosi dan Intelektual manusia.
Cahaya dan Indera Penglihat
Mata melihat dan mengenali objek karena adanya cahaya. Indera penglihat membantu manusia untuk mengenali, mengamati dan dapat menciptakan reaksi emosi tertentu. Indera penglihat berfungsi untuk mencari makanan, menghindari bahaya serta menikmati keindahan. Selain mengenali objek, cahaya yang masuk ke mata juga mengatur hormon-hormon yang mengatur irama biologis harian manusia.
Rancangan bangunan yang tidak memahami hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat untuk penghuninya. Rancangan cahaya yang baik pada ruangan dapat meningkatkan performa kerja, meningkatkan kualitas visual dan menimbulkan rasa positif pada pikiran.
Suara dan Indera Pendengar
Telinga mendengar suara, mengenali suara untuk mendeteksi bahaya atau sesuatu yang menyenangkan, berkomunikasi dan menikmati suara indah. Manusia dapat mendeteksi emosi seseorang dari tekanan suara yang didengarkan.
Design bangunan dapat menciptakan lingkungan suara yang baik untuk kebutuhan tersebut atau malah menyebabkan gangguan yang serius. Ruang meeting, gedung pertunjukan seni dan musik, studio produksi dan penyiaran dengan konten suara memerlukan desain suara yang benar agar pesan yang ingin disampaikan oleh produser tidak menyimpang.
Di jaman modern pesan di sampaikan dalam bentuk multimedia, desain cahaya dan akustik yang benar meningkatkan kualitas komunikasi
Temperatur dan Indera Peraba
Indera peraba yang ada saraf tubuh dapat merasakan temperatur panas atau dingin, tekstur kasar dan lembut, maupun tekanan. Sensasi temperatur, tekstur dan tekanan pada urat tertentu dapat membuat tubuh dan pikiran merasa senang atau menderita.
Temperatur di dalam ruangan bisa meningkat karena perpindahan kalor melalui radiasi cahaya, konveksi kalor pada aliran udara, serta konduksi kalor melalui benda padat. Bangunan yang dirancang tanpa memperhatikan dampak temperatur di dalam bangunan, atau tanpa memperhatikan tekanan yang terjadi pada tubuh saat bekerja memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.
Aroma dan Indera Pencium
Hidung mencium aroma busuk maupun aroma sedap melalui partikel gas yang terbawa oleh udara. Terapi aroma sudah ada sejak dahulu kala bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kelelahan fisik.
Indera pencium yang bekerja sama dengan indera pengecap membuat kita dapat membedakan rasa makanan yang kita suka atau tidak suka. Aroma tidak segar di tempat tinggal maupun tempat kerja dapat menurunkan produktifitas dan kesehatan.
Indera pencium dapat merasakan desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, maupun penggunaan material yang dapat mengancam kesehatan tubuh.
Rasa dan Indera Pengecap
Makanan atau Nutrisi merupakan hal yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Lidah berfungsi untuk mengecap makanan enak atau tidak enak. Makanan yang memiliki rasa tidak enak sering diterjemahkan oleh otak primitif manusia sebagai makanan yang buruk (beracun) bagi tubuh dan tidak boleh dimakan.
Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dari setiap budaya karena kerja sama antara indera pengecap dengan indera penglihat, pencium dan peraba pada lidah yang dapat merasakan tekstur dan temperatur makanan.
Desain Cahaya, Suara,Temperatur, Kesegaran Udara dan Furniture meningkatkan kualitas kerja
Bentuk dan Indera Gerakan & Keseimbangan
Indera gerakan dan keseimbangan yang jarang dibahas orang terletak dekat telinga dan otak manusia. Indera gerakan memberikan input pada pikiran kita arah tubuh kita bergerak, dan indera keseimbangan yang selalu memberikan input kepada otak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam setiap kondisi.
Cahaya, suara dan aroma merupakan stimulus bagi indera gerakan untuk bergerak mendekat atau menjauh. Pemahaman akan disiplin anthropometric, ergonomic, dan human kinetic dapat membuat prestasi kerja dan kualitas hidup di dalam bangunan tersebut menjadi lebih baik.
Aplikasi Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera
Saat mendesain sebuah bangunan, apabila kita meluangkan waktu untuk merancang dengan performa arsitektur fisika bangunan yang optimum untuk ketujuh indera kita, akan memberikan benefit berupa kesehatan dan produktifitas yang berlipat ganda.
Feng Shui sebuah keyakinan yang mempercayai rejeki dan kualitas hidup ditentukan oleh bangunan dimana mereka tinggal dan bekerja. Keyakinan Feng Shui timbul dan dikembangkan berdasarkan naluri, cerita turun temurun serta pengalaman praktisi Feng Shui. Saat mendesain dan memberikan arahan praktisi Feng Shui mengandalkan multi inderanya untuk menilai baik buruknya sebuah bangunan.
Food Empire Pluit setelah renovasi: Bentuk, Cahaya, Warna serta Aroma yang ada di Foodcourt ini menggerakan customer untuk mendekat
Tidak seperti keyakinan Feng Shui yang dikembangkan hanya dengan naluri, Arsitektural Fisika Bangunan Multi Indera yang kami kembangkan merupakan keilmuan yang dikembangkan berdasarkan formulasi dan performa fisika bangunan serta studi dampak biologis dan psikologis yang dilakukan dengan ilmu kedokteran serta psikologis.
Bagaimana Artificial Intelligence membantu Konsultan Building Science di masa mendatang?
Apakah kita memulai proses desain dengan eksplorasi kaidah building science? Apakah kita memulai dengan eksplorasi imajinasi artistik?
Memulai dari sisi science artinya kita cenderung menggunakan intelectual inteligence, dan apabila memulai dari kreatifitas artinya kita cenderung menggunakan emotional intelligence. Dengan kemajuan teknologi saat ini artinya kita dapat memulai ekplorasi proses desain dengan bantuan artificial intelligence.
Selain mengeksplorasi imajinasi desain, saya membayangkan apa saja yang dapat dilakukan Artificial Intelligence dalam membantu Konsultan Building Science. Saya membayangkan Artificial Intelligence dapat membantu konsultan Building Science di masa mendatang dalam beberapa hal di bawah ini>
Arsitek mulai menggunakan Artificial Intelligence dalam mengeksplorasi bentuk arsitektur yang lebih kreatif
Membantu proses studi respons pengguna dan menentukan kriteria desain yang tepat
Artificial Intelligence dapat membantu konsultan Building Science dalam mempelajari data - data hasil investigasi perilaku dan kebiasaan pengguna bangunan, tingkat produktifitas dan kenyamanan, respons biologis. Dengan melatih Artificial Intelligence membaca data dan metode analisa, AI dapat membantu Konsultan Building Science dalam menganalisa data pengguna dalam kuantiti yang sangat besar.
Membantu saat proses imajinasi desain kreatif artistik
Saat tulisan ini dibuat Artificial Intelligence seperti MidJourney, Dall-E sudah digunakan oleh beberapa arsitek untuk memulai eksplorasi ide kreatif dalam membuat bentuk dan desain bangunan yang lebih unik dan ikonik.
Membantu proses permodelan analisa dan rekomendasi desain performa building science
Artificial Intelligence dapat diajari untuk menganalisa jutaan variasi room response yang disebabkan oleh perubahaan dimensi ruangan panjang lebar dan tinggi. Sehingga penentuan dimensi ideal ruangan untuk Studio, Konser Hall, dan lain - lain dapat lebih cepat dan lebih pintar.
Membantu mempelajari iklim lingkungan dan membuat bangunan menjadi adaptif terhadap perubahaan iklim untuk kenyamanan indoor serta hemat energi
Aritificial Intelligence dapat digunakan untuk mempelajari data lingkungan yang ditampung oleh sensor seperti temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, sinar matahari, kebisingan lingkungan dan lain - lain. Data tersebut kemudian diolah untuk mengatur sistem pengendali bangunan secara otomasi berdasarkan kepuasan pengguna bangunan dan penggunaan energi terhemat.
Membantu mereduksi biaya dan waktu manajemen konstruksi
Artificial Intelligence dapat dimempelajari data biaya dan waktu dari software Project Management dan Building Information Management yang memberikan rekomendasi untuk menekan biaya dan waktu dengan lebih pintar.
Membantu dalam monitoring dan perencanaan pembersihan dan perawatan bangunan
Artificial Intelligence dapat diajari untuk memonitor performa peralatan yang ada di bangunan dan menyarankan perbaikan. Begitu pula dengan pembersihan, AI yang dilengkapi dengan kamera dapat melihat area yang kotor dan memerintahkan alat pembersih untuk membersihkan area tersebut.
ALTA Integra sebagai konsultan Building Science di Indonesia, terdepan dalam pemikiran dan implementasi hal baru untuk dunia yang lebih baik lagi. Klik tombol di bawah untuk mengetahui apa yang kami dapat lakukan untuk Anda.
Mulai dari mana: Imajinasi Artistik atau Building Science?
Banyak yang bertanya kepada saya: sebagai praktisi Building Science Fisika Bangunan untuk memulai desain sebaiknya dimulai dari mana?
Apakah dimulai dari eksplorasi imajinasi artisitik atau dari eksplorasi kaidah - kaidah building science? Kalau dimulai dari eksplorasi building science bagaimana dapat menghasilkan desain yang artistik?
Menurut saya: seperti proses penciptaan lagu dapat dimulai dari mengarang lirik baru mencari melodi yang cocok untuk menggambarkan lirik tersebut atau sebaliknya. Kemudian dilanjutkan dengan pendetailan desain seperti orang merajut kain tenun yang indah, benang demi benang.
Hasilnya: karya yang menyentuh perasaan seseorang akan tetapi tetap memenuhi kriteria High Performance Building Science seperti galeri rendering desain kami pada tautan gambar di bawah.
Berpikir ulang apa tujuan hidup saya?
Kebahagiaan ada perwujudan dari kesehatan yang sempurna.
Kesehatan yang sempurna adalah kesehatan jasmani, mental dan sosial.
Lingkungan Fisika seperti lingkungan suara, cahaya, temperatur dan kualitas udara dapat menggangu kesehatan jasmani, mental dan sosial kita semua. Karena setiap saat telinga kita dapat mendengar bunyi, bahkan sewaktu tidur. Begitu pula dengan udara kulit dan hidung kita dapat merasakan udara yang nyaman dan bersih. Terakhir cahaya membantu kita melihat dan melakukan pekerjaan.
Indera manusia merupakan insting primitif yang diciptakan untuk menghindari marabahaya. Akan tetapi pada saat ini kita sering mendengarkan suara kurang nyaman yang secara psikologis diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal marabahaya dan tubuh melepas hormon tertentu untuk bersiaga. Hal tersebut apabila berkepanjangan dapat menyebab penyakit serius seperti serangan jantung maupun kanker.
Di sisi satu lagi indera manusia berfungsi untuk menikmati hidup. Suara yang indah, pemandangan yang indah, udara yang harum dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial.
Membuat lingkungan fisika yang baik pada bangunan Anda adalah hal yang saya pelajari setiap hari.
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Gerakan
Setiap orang memiliki kepekaan indera gerakan dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dijalani.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Seorang atlet memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkoordinasikan indera visual, gerakan dan strategi dalam mencetak prestasi olah raga.
Tulisan ini menceritakan:
Bagaimanana indera Kinetik (Proprioceptive) bekerja dan berkoordinasi dengan indera lainnya seperti indera penglihatan dan indera keseimbangan
Elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi Indera Kinetik tersebut dan apa pengaruhnya bagi kesehatan manusia.
Bagaimana menyelaraskan Desain Lingkungan Bangunan dengan Sensory Intelligence Indera Gerakan Kinetic Proprioceptive.
Indera Kinetik (Proprioceptive)
Sensor Indera Kinetik (Proprioceptive) terletak di otot (muscle), urat (tendon) dan ligamen (ligament). Saat bergerak indera tersebut menerima informsasi dan meneruskan informasi tersebut ke otak dalam bentuk impulse elektrik. Melalui sensor indera kinetik tersebut kita dapat merasakan setiap gerakan dan posisi tubuh kita. Indera tersebut dapat merasakan gaya grafitasi bumi saat berdiri dan berjalan. Indera tersebut juga dapat merasakan tekanan saat menulis, menggambar, bermain musik, menendang bola dan lain sebagainya. Otak manusia dan indera kinetik memiliki kemampuan untuk merekam informasi gerakan yang sering dilakukan menjadi “muscle memory” sehingga untuk gerakan-gerakan yang sering dilakukan kita tidak perlu berpikir lagi.
Seorang musisi memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkordinasikan indera pendengaran, gerakan serta emosi alunan suara menjadi sebuah musik yang indah.
Pelukis memiliki kecerdasan kinetik yang baik yang mampu berkordinasi dengan indera visual penglihatan, visual memory dan visual emosional dalam membuat karya seni yang indah
Saat hendak berjalan manusia mengamati informasi tentang ruang melalui indera penglihatan, informasi tersebut diproses di otak ini kemudian dikirimkan kembali untuk memberi perintah ke otot untuk melakukan gerakan langkah kaki.
Saat berjalan:
Indera Vestibular yang terletak dekat telinga merasakan gerakan dan orientasi tubuh
Vestibulo Ocular Reflex menjaga stabilitas penglihatan
Vestibulo Spinal Reflex menjaga postur tubuh tetap tegak dan seimbang
Elemen Desain Arsitektural dan Interior yang mempengaruhi Indera Kinetik
Pada tahun 1978 Mehrabian dan Rusell mengemukan teori SOR atau Stimulus Organism Response. Stimuli dimulai dari proses pengamatan ruangan dan objek melalui Indera Penglihatan. Organism adalah proses menterjemahkan stimuli tersebut oleh insting primitif menjadi sesuatu yang berbahaya atau sesuatu yang menyenangkan. Response perintah otak melalui indera kinetik untuk melakukan gerakan mendekat atau menjauh objek tersebut. Permodelan ini digunakan oleh lighting desainer untuk membuat pengunjung museum berjalan mendekati benda yang dipamerkan di museum, membuat calon pembeli mendekati produk yang di jual di toko retail atau masuk ke dalam restaurant.
Desain pencahayaan yang baik di sebuah bisnis retail dapat meningkatkan impulse buying yang didorong oleh emosi sesaat
Desain pencahayaan yang kurang baik diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbahaya. Di tempat yang remang-remang seperti ini orang cenderung merasa tidak aman dan bergerak menjauh sambil mempercepat langkah kaki. Tidak jarang banyak yang dapat “merasakan” atau “melihat” mahluk halus di tempat seperti ini.
WELL Building Certification merekomendasikan beberapa rating untuk membuat Indera Kinetik menjadi lebih sehat seperti posisi bekerja yang dinamis untuk mengurangi tekanan karena bekerja hanya dalam posisi tertentu dalam waktu yang panjang.
Tekanan karena bekerja lama pada posisi tertentu menekan saraf sensor indera kinetik yang terletak pada otot, urat dan ligamen membuat rasa lelah atau nyeri otot
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori yang menyimpulkan lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas.
Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan untuk fokus belajar dan bekerja serta beragam masalah lainnya.
Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Keseimbangan
Setiap orang memiliki kepekaan indera keseimbanga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dipijak.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior sehingga didapatkan lingkungan banguna yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera keseimbangan pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana indera Keseimbangan (Vestibular) bekerja dan elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi integrasi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Blog ini membahas Indera Keseimbangan Vestibular
Indera Keseimbangan (Vestibular)
Indera Keseimbangan (Vestibular) berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Sistem Indera Vestibular menjaga keseimbangan dan kesadaran akan orientasi di sebuah ruang. Organ sensor Indera Vestibular yang terletak di dalam telinga dapat mendeteksi perubahan posisi dan gerakan kepala, yang kemudian menyalurkan informasi tersebut ke otak. Informasi tersebut yang memberi perintah kompensasi kepada otot tubuh dan mata atas perubahan tersebut agar tercipta fokus penglihatan dan keseimbangan tubuh. Sedangkan proyeksi ke corteks menghasilkan persepsi akan gerakan dan grafitasi bumi.
Berikut adalah dua contoh gerakan reflek karena sistem vestibular:
vestibulo-ocular reflex yang mengendalikan otot mata tetap fokus melihat sebuah objek saat kita menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Sistem reflek keseimbangan okular secara otomatis memberikan perintah kepada otot mata untuk mengkompensasi gerakan kepala ke kiri atau ke kanan.
the vestibulo-spinal reflex yang dapat merasakan saat tubuh kehilangan keseimbangan dan secara otomatis memberi perintah kepada otot tubuh untuk membuat gerakan kompensasi agar tidak terjatuh.
Organ sensor sistem vestibular terletak di dalam telinga kiri dan kanan. Organ tersebut terdiri dari tiga kanal setengah lingkaran dan dua organ otolitik. Kanal setengah lingkaran dapat merasakan gerakan kepala seperti menoleh ke kiri-kanan, tilting ke kiri-kanan, dan mendongak ke atas dan mengangguk ke bawah nodding. Dua organ otolitik merasakan posisi kepala termasuk gerakan lurus seperti gerakan lurus horisontal saat naik mobil atau gerakan vertikal lurus saat naik lift.
Desain Arsitek Interior yang dipengaruhi dan mempengaruhi kepuasan Indera Keseimbangan Vestibular
Secara naluri setiap saat gerakan mata dan gerakan kepala (vestibular ocular refleks) selalu mengamati ruangan dan mengantisipasi ancaman. Otak manusia yang berhubungan dengan Indera Vestibular tersebut memiliki kecenderungan untuk mencari pola yang dikenal untuk memberikan rasa aman. Menurut teori Salingaros (2006) melihat pola arsitektur yang simetri memberikan kesan keseimbangan dan keteraturan. Indera Keseimbangan Vestibular membantu kita terjalan dengan mata tertutup atau tanpa cahaya di ruangan yang simetri, akan tetapi Indera Keseimbangan Vestibular lebih tidak nyaman apabila berjalan di kegelapan di ruangan yang tidak simetri.
Menurut Ruggles di buku Beauty, Neuroscience and Architecture (2018): Dalam sistem pemikiran primitif mahluk mamalia, melihat pola yang sudah dikenal dengan baik dan terekam di otak di bawah alam sadar memberikan respons rasa aman dan relaks. Perasaan relaks dan bahagia dapat memicu pelepasan hormon Oxytocin, Endorphins dan DHEA di otak kita. Seperti tulisan saya sebelumnya Rasa Bahagia dapat membuat hidup lebih sehat.
Pola geometri atau arsitektur yang paling dikenal oleh otak manusia adalah Pola Sembilan Kotak (Nine Square Pattern) seperti permainan tic-tac-toe. Pola Sembilan Kotak pada Photography atau Cinematography disebut Rule of Third. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pola Sembilan Kotak pada Arsitektur mulai dari Layout Floor Plan, Facade Bangunan, dan elemen Arsitektur dan Interior lainnya.
Pola sembilan kotak juga mewakili muka manusia yang mulai dari bayi sudah melihat pola tersebut
Caption: Pantheon yang dibangun pada tahun 120 sebelum masehi sudah menenggunakan Pola Sembilan Kotak
Caption: Setelah lebih dari 2000 tahun Gereja Katedral Jakarta juga menggunakan Pola Sembilan Kotak
Bangunan George W Bush Presidential Library dan Museum, dapatkah anda menemukan pola sembilan kotak pada elemen arsitektur dan interior?
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas.
Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan fokus dan masalah lainnya.
Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap
Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Indera Pengecap atau Gustation
Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.
Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.
Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill
Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Penciuman
Setiap orang memiliki kepekaan indera penciuman dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan udara yang dihirup.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain tata udara ruangan sehingga didapatkan lingkungan udara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan penciuman pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana indera Penciuman (Olfactory) & Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Indera Penciuman (Olfactory)
Indera Penciuman adalah indera primitif yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, bahkan organisme single cell memiliki indera ini. Seperti yang kita pelajari waktu sekolah mahluk Single Cell tidak memiliki mata, telinga dan lain-lain. Seperti dengan indera lainnya, Indera Penciuman berfungsi untuk mendeteksi adanya potensi bahaya yang mendekat, misalnya seekor rusa dapat mendeteksi bau seekor harimau yang mendekat.
Indera Penciuman merupakan indera spesial karena informasi dari indera penciuman langsung dikirim ke otak yang mana sinyal dari indera lain harus melalui Thalamus yang merupakan terminal pusat yang mengolah informasi dari ke enam Indera lain sebelum dikirim ke Limbic.
Indera Penciuman adalah reaksi atas molekul tertentu yang terkandung di lingkungan. Sensasi penciuman dimulai olfactory bulb yang terdapat pada pangkal hidung manusia. Sistem otak dan sistem penciuman manusia dapat mendeteksi 10,000 jenis bau-bauan. Hampir seluruh mahluk hidup memmiliki sistem penciuman utama yang mendeteksi bau unsur yang terkandung udara dan sistem penciuman tambahan yang memberikan sensasi fase fluida.
Gambar Sistem Indera Penciuman Manusia (Olfactory) Wikipedia
Berikut adalah sedikit contoh elemen desain arsitektur, interior, mekanikal elektrikal dan fisika bangunan yang mempengaruhi bau dapat mempengaruhi indera penciuman dan kesehatan pada sebuah lingkungan bangunan adalah:
pemilihan material: material bangunan atau material finishing dapat mengeluarkan bau-bau yang kurang sedap bahkan penguapan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.
kelembaban: resapan air tanah melalui struktur bangunan, kebocoran sistem pemipaan bangunan, kelembaban pada sistem pengudaraan ruangan.
desain tata udara: sebuah ruangan yang tidak terjadi pertukaran udara kotor dengan udara bersih dapat menimbulkan bau yang kurang nyaman. Video berikut menunjukan hasil permodelan komputer bagaimana meningkatkan pertukaran udara di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta.
Airflow CFD Modeling
Gambar di atas menunjukan foto di mana ALTA Integra berhasil memperbaiki sistem pengudaraan Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar dan bebas dari bau. Berolah raga di sport hall menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan prestasi olah raga di sekolah tersebut.
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Material Interior berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Peraba
Setiap orang memiliki kepekaan indera peraba dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan termal dan permukaan material yang disentuh.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain termal dan permukaan material sehingga didapatkan lingkungan termal dan tekstur permukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera peraba pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Tactile Sensory Intelligence: menghindari manusia dari benda tajam atau temperatur permukaan ekstrim yang dapat membahayakan
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Tactile, Peraba atau Perasa
Dengan indera perasa otak kita dapat merasakan: permukaan yang kasar atau halus, temperatur benda atau lingkungan, dan rasa sakit. Ketiga sensasi tersebut diteruskan oleh indera perasa yang berada di seluruh permukaan tubuh ke otak melalui jalur yang berbeda. Indera perasa yang paling sensitif terletak di ujung jari dan pada lidah.
Seiring dengan berjalannya waktu indera perasa orang akan menjadi lebih sensitif, sebagai contoh anak kecil tidak terlalu kuatir bermain bola di saat hujan yang dapat menyebabkan tubuhnya bermandikan lumpur dibandingkan orang dewasa. Dan mengapa beberapa orang akan menjauh apabila melihat tempat yang becek, berminyak atau kotor yang dapat menyebabkan kulit mereka menjadi kotor?
Indera perasa juga merupakan indera yang dapat merasakan mara bahaya misalnya bahaya akan sebuah benda yang panas atau tajam yang dapat melukai tubuh. Dengan indera perasa kita juga dapat mengenali sebuah benda, atau bagi orang yang tuna netra indera perasa digunakan untuk mengenali wajah seseorang dan membaca. Melalui indera perasa tubuh kita dapat merasakan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih intim dengan orang lain.
Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan
Lepaskan pakaian yang menyebabkan iritasi kulit seperti kaos kaki atau celana yang terlalu ketat, baju dengan kerah yang menyebabkan iritasi
Melakukan perawatan kulit yang menyegarkan indera perasa
Menggunakan pakaian yang membuat kulit terasa nyaman
Menghindari bersentuhan dengan orang lain untuk waktu tertentu
Gambar 4: Mengapa kita tidak suka apabila kulit terkena kotoran? Apakah kita merasa nyaman apabila didekati oleh anak kecil yang lucu seperti ini akan tetapi penuh dengan lumeran ice cream?
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Multi Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Lingkungan Arsitektur Bangunan Suara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Telinga
Setiap orang memiliki kepekaan indera telinga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan suara yang didengar.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Auditory Sensory Intelligence: Sistem Indera Pendengaran merupakan sistem indera ke dua paling kompleks setalah Indera Penglihatan
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Auditory atau Pendengaran
Telinga kita mendengar 24 jam sehari sepanjang tahun di mana kita tinggal di dunia yang semakin berisik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu telinga dan otak kita menjadi jarang beristirahat yang dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.
Kita menggunakan indera pendengaran untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, mengenali emosi percakapan, mendengarkan hiburan, bekerja dan belajar. Selain itu melalui indera pendengaran kita dapat merasakan bahaya misalnya kita dapat merasakan sebuah benda (misalnya sebuah mobil) bergerak mendekati kita. Indera pendengaran tersebut akan mengirimkan informasi ke indera Proprioceptive (gerakan) untuk menghindari bahaya.
Penelitian yang dipublikasikan di journal Indoor Air tahun 2004 oleh Witterseh, Wyon, dan Clausen yang berjudul “The effects of moderate heat stress and open-plan office noise distraction on SBS symptoms and on the performance of office work” menyimpulkan ambien suara dengan level tertentu malah merupakan stimulus positif bagi orang yang multi-tasking akan tetapi menjadi stimulus negatif untuk orang non-multi-tasking. Penelitian lanjutan yang dipublikasi di Jurnal yang sama pada tahun 2005 oleh Hongisto, berjudul: “Model Predicting the Effect of Speech of Varying Intelligibility on Work Performance” menyimpulkan penurunan produktifitas kerja pada oang yang non-multi-tasking mencapai 11.5%.
Gambar 3: Menurut penelitian background music pada open plan office dapat meningkatkan produktifitas untuk tipe orang tertentu akan tetapi menurunkan produktifitas untuk tipe orang yang lain
Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas pendengaran
Mendengarkan musik yang menyegarkan mental dengan level suara yang tidak melelahkan telinga
Melakukan kegiatan reflektif seperti berpikir, menggambar atau menulis di tempat yang tenang dan sunyi
Mendengarkan suara white noise atau suara alam melalui channel spotify atau soundcloud dengan level suara yang tidak melelahkan telinga
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Pencayaan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Mata
Setiap orang memiliki kepekaan indera mata dan reaksi emosional yang berbeda terhadap cahaya dan warna yang dilihat.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain pencahayaan agar didapatkan lingkungan cahaya yang sesuai dengan kepekaan dan kebutuhan orang yang menggunakan ruang tersebut?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Visual Sensory Intelligence
Sistem Indera Penglihatan adalah sistem yang indera yang mengolah informasi paling kompleks dan menggunakan otak paling banyak
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Visual atau Penglihatan
Indera penglihatan terletak pada retina mata. Kita mengenali lingkungan, benda, muka seseorang melalui indera penglihatan. Di antara ketujuh indera, informasi data penglihatan memakan tempat terbesar di dalam otak manusia. Kita menggunakan indera penglihatan untuk mengenali tempat atau benda, berkomunikasi, memahami ekspresi seseorang, membaca, mengemudi, menonton, bekerja, dan belajar.
Indera penglihatan juga mempengaruhi Reticular Activating System (RAS) yang mengatur keseimbangan jam biologis yang mengatur kapan saatnya tubuh efektif untuk bekerja dan kapan tubuh perlu beristirahat. Indera penglihatan juga yang mengendalikan respon Kewaspadaan (Arousal), Perhatian (Attention) dan Kesadaran (Consciousness) sebuah naluri untuk menghindari bahaya atau mendekati hal yang menyenangkan.
Gambar 2: Perbedaan pencahyaan dan visual mempengaruhi sikap tubuh dan perilaku umat saat melakukan ibadah
Perbedaan Kepekaan Indera Visual menuntut Desain yang berbeda
Setiap orang memiliki respon intelektual dan emosional yang berbeda di sebuah lingkungan yang dirasakan melalui indera penglihatan, pendengaran, perasa dan seterusnya. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana beberapa orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda Hyper dan Hypo Sensitive dapat merasa betah untuk tinggal maupun bekerja dibutuhkan pemahaman tentang pengaruh Elemen Desain yang mempengaruhi mental orang tersebut.
Orang dengan Kepekaan VIsual Indera Hyper Sentitive memiliki kepekaan yang lebih tinggi dalam memproses informasi yang diterima oleh Indera. Orang dengan Sensory Intelligence Hyper Sensitive lebih cocok berada di lingkungan dengan bentuk, pola, warna, tekstur yang lebih terkendali. Sebaliknya orang dengan Kepekaan Indera Hypo Sensitive cenderung mencari kesenangan dalam bentuk, pola, warna dan tekstur yang lebih berani dan penuh kejutan.
Contoh bahwa setiap orang memiliki kepekaan dan kecerdasan indera penglihatan yang berbeda adalah Setiap orang memiliki kecenderungan untuk memilih gambar background dan screensaver yang berbeda. Orang dengan indera penglihatan yang lebih peka akan memiliki background dan screensaver yang lebih sepi dibanding dengan orang dengan indera penglihatan yang lebih haus sensasi.
Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan
Menutup dan mengistirahatkan mata
Melatih teknik visualisasi
Melihat pemandangan, lukisan atau benda seni yang indah
Melihat ikan berenang di aquarium
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Desain Arsitektur Fisika Bangunan berlandaskan Kepekaan Tujuh Indera untuk Kesehatan Total
Sensory Intelligence atau Kepekaan Indera
Perjalanan Teori Kecerdasan Intelektual (IQ) Kecerdasan Emosional (EQ) Sensory Intelligence (SQ)
Kita mungkin sudah sering mendengar istilah Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) sebuah indeks kecerdasan pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Selain Kecerdasan Intelektual yang mulai dikembangkan pada abad ke 19 oleh Francis Galton, dan istilah Intellegence Quotient dan singkatan IQ di perkenalkan oleh William Stern pada abad 20. Di akhir abad 20 istilah Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) mulai populer karena ditemukan fakta bahwa ada beberapa orang dengan tingkat Kecerdasan Intelektual yang tinggi tapi kurang sukses dalam berkarir. Walau istilah Kecerdasan Emosional mulai dikenalkan pada tahun 1964, istilah ini baru dikenal oleh banyak orang melalui buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh jurnalis ilmiah Daniel Goleman pada tahun 1995.
Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menilai, mengelola, menggunakan serta mengontrol perasaan dirinya dan perasaan orang lain di sekitarnya. Orang dengan tingkat Kecerdasan Emosi yang tinggi dapat mengendalikan perasaannya dalam berpikir dan bersikap, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain dan mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional.
Pada abad 21 atau pada tahun 2007 Annemarrie Lombard menerbitkan buku yang berjudul Sensory Intelligence, Why It Matters more than EQ or IQ? Kecerdasan Indera, mengapa lebih berpengaruh dibandingkan Kecerdasan Emosional atau Kecerdasan Intelektual?
Pengaruh desain Arsitektur, Interior dan Lingkungan Fisika yang mempengaruhi Kecerdasan Indera
Don Ruggles dalam bukunya yang berjudul Beauty, Neuroscience & Architecture mengatakan bahwa manusia yang termasuk mahluk mamalia, otaknya berkembang jauh lebih baik dibanding mahluk mamalia lainnya. Akan sebagian dari otak manusia tersebut masih memiliki cara berpikir primitif, yang belum berkembang dan masih sama dengan mahluk mamalia lainnya, khususnya insting dalam menghindari ancaman keselamatan dan insting berburu dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kesenangan.
Ancaman keselamatan bagi penduduk di perkotaan jaman modern ini sudah berbeda dibandingkan dengan manusia jaman dulu yang hidup di alam bebas yang penuh dengan ancaman fisik. Akan tetapi manusia jaman sekarang mengalami tekanan yang berbeda mulai dari tekanan pekerjaan, tekanan sosial, kemacetan lalu lintas, sampah dan bau, polusi udara, cahaya dan kebisingan. Dibandingkan dengan ancaman jaman dulu misalnya binatang buas yang bersifat sementara, tekanan terhadap Sensory Intelligence dan Pikiran yang dialami manusia jaman sekarang terjadi terus menerus. Tekanan terus menerus seperti ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit yang serius.
Dalam bukunya Lombard menjelaskan perlunya mengubah kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau dan sebagainya agar orang tersebut dapat memberikan respon emosional dan intelektual yang positif yang berpengaruh kepada kesehatan fisik, mental serta sosial. Dan bagaimana orang dapat melatih Kecerdasan Indera agar lebih memahami, beradaptasi atau mengendalikan respon intelektural dan emosional atas kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau, dan seterusnya.
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
ALTA Integra didirikan karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang tangguh, berkelanjutan dan semua orang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.
Multi-Sensory Architecture Building Physics
Klik tombol dibawah untuk mengetahui lebih lanjut tentang Konsultasi Multi-Indera Arsitektural Fisika Bangunan
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia
Seperti yang kita ketahui bersama, Sang Pencipta di hari pertama menciptakan cahaya untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaxi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya.
Akan tetapi tahukan betapa besarnya manfaat sinar matahari yang diciptakan Tuhan buat kesehatan dan kebahagiaan kita?
Menurut beragam penelitian ada sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia sebagai berikut.
1. Membantu manusia melakukan aktifitas sehari - hari
Cahaya yang masuk ke mata disalurkan ke saraf otak yang diolah oleh otak kiri menjadi informasi visual dan otak kanan yang membentuk persepsi emosional seseorang. Informasi visual dan emosional tersebut kemudian membangun motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu. Cahaya matahari yang masuk mata selain diteruskan ke otak, diteruskan juga ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang berfungsi mengatur tubuh untuk menambah atau mengurangi produksi hormon Cortisol yang membuat kita terjaga dan bersemangat.
2. Mengatur keseimbangan jam biologis (circadian rhythm)
Cahaya yang masuk ke dalam mata yang diteruskan Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang bertanggung jawab mengatur jam biologis (circadian rhythm) tubuh manusia selama 24 jam. Pada pagi hari mata mulai melihat intensitas cahaya cukup besar, SCN akan memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh terjaga. Sebaliknya begitu langit berubah gelap, SCN memerintahkan tubuh untuk mengurangi produksi hormon Cortisol dan meningkatkan produksi hormon Melatonin yang memicu rasa mengantuk. Hal ini menjawab mengapa apabila kita terpapar cahaya yang cukup kuat di malam hari, apalagi cahaya biru (blue light) membuat kita sulit tidur karena tubuh masih memproduksi hormon.
Image credit: Parans Solar Lighting
3. Meningkatkan kualitas tidur
Semakin banyak tubuh manusia memproduksi hormon Cortisol di siang hari membuat tubuh semakin aktif untuk bergerak. Sehingga di malam hari tubuh akan merasa lebih capek dan produksi hormon Melatonin jauh lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa berjemur selama satu sampai dua jam dapat membuat kita tidur lebih pulas di malam hari.
4. Meningkatkan imunitas tubuh
Cara terbaik dan alami untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di udara terbuka. Berjemur satu-dua jam di udara terbuka selain membantu meningkatkan kualitas tidur, juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D.
Vitamin D merupakan unsur penting dalam menjaga imunitas tubuh. Sistem imunitas tubuh yang baik menjauhkan manusia dari serangan beragam penyakit seperti serangan virus seperti Covid-19, infeksi, kanker dan kematian setelah operasi.
5. Menguatkan tulang
Tubuh kita memproduksi vitamin D apabila terpapar sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh kita menjaga kecukupan calcium pada tulang. Kandungan Calcium yang cukup pada tulang menghindari tulang rapuh, tidak berkembang, atau tulang yang berubah bentuk.
6. Menjaga keseimbangan berat badan
Beberapa penelitian menemukan kaitan erat orang yang berada di udara terbuka selama tiga puluh menit sehari antara jam 8 pagi sampai tengah hari memiliki berat tubuh yang lebih seimbang dibandingkan dengan yang tidak.
7. Menghindari serangan depresi
Cahaya matahari selain membuat tubuh memproduksi hormon Serotonin yang meningkatkan mood positif yang menenangkan pikiran dan lebih fokus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menyembuhkan gejala Seasonal Affective Disorder. Seasonal Affective Disorder adalah sebuah perasaan sendu, mellow atau moody di saat cuaca mendung, atau pada musim dingin.
8. Mengendalikan perasaan stress
Menurut penelitian hormon Melatonin yang diproduksi tubuh dapat mengendalikan perasaan stress pada manusia. Tubuh yang terpapar cahaya matahari dapat menjaga level kecukupan hormon Melatonin yang mengendalikan perasaan stress.
9. Memperpanjang usia
Sebuah penelitian yang melibatkan 30,000 wanita di Swedia menunjukan bahwa wanita yang menghabiskan waktunya lebih banyak terpapar cahaya matahari rata-rata hidup enam sampai dengan dua puluh empat bulan lebih lama. Tentu saja penelitian ini masih berpeluang untuk dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan lain sebagainya.
Dari sembilan manfaat di atas kita dapat melihat adanya kaitan erat antara hormon, perasaan, dan aktifitas seseorang yang akhirnya membantu manusia hidup lebih sehat dan bahagia. Tentu saja kelebihan cahaya matahari dapat memberikan resiko kesehatan lainnya seperti kulit menjadi lebih gelap yang tidak disukai oleh sebagian orang. Mempercepat proses penuaan, membuat flek pada kulit sampai dengan resiko kanker kulit. Itu sebabnya mendesain bangunan sebaiknya melibatkan desainer pencahayaan yang mampu melakukan perhitungan kecukupan pencahayaan bagi penghuninya.
ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk desain ruang audio dan studio musik
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk
desain ruang audio dan studio musik (2/6)
Tulisan kedua dari enam tulisan ini menceritakan pemikiran, penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik oleh Richard Bolt. Distribusi frekuensi resonansi (modes) yang tidak merata di sebuah ruangan dapat menyebabkan distorsi harmonis (spectrum) dan distorsi temporal (decay) untuk frekuensi suara di bawah 250 Hz.
Richard Henry Bolt Ph.D., atau lebih dikenal dengan nama Richard Bolt atau Dick Bolt. Richard Bolt adalah Profesor Fisika di Massacushet Institute of Technology (MIT) yang lahir di kota Peking China pada tahun 1911. Beliau tertarik dengan penelitian di bidang akustik dan mendirikan perusahaan riset dan pengembangan bernama Bolt, Beranek & Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technology. Beliau juga merupakan pendiri perusahaan bernama Arpanet yang merupakan pelopor teknologi internet yang kita kenal saat ini.
Grafik Fungsi Distribusi Frekuensi Rata-Rata yang menunjukan korelasi antara Volume ruangan (V), frekuensi (N), interval antar modes yang berdekatan (u) dan nilai rata-rata (d)
Pada tahun 1946, Bolt menggunakan perhitungan dengan metode penggambaran diagram untuk menentukan nilai rata-rata interval antara modes. Dengan menggunakan metode perhitungan ini Bolt mendapatkan ratios ideal dimensi ruang audio yaitu 2:3:5 atau 1: 2.33:4.33 atau 1:1.26:1.59.
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik
Modes selalu hadir di dalam setiap ruang kecil seperti studio musik, ruang audio, home theater, studio broadcast
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk
desain ruang audio dan studio musik (1 / 6)
Tulisan pertama dari enam tulisan ini menceritakan perjalanan penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik dalam upaya meratakan distribusi frekuensi resonansi (modes) ruangan yang diperuntukan untuk mendengar audio maupun ruang produksi musik dan siaran.
Resonansi atau modes ruangan menyebabkan distorsi harmonik akustik yang mengubah karakteristik spektrum dan temporal suara pada ruang audio dan studio musik yang menuntut kesempurnaan produksi dan reproduksi suara. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mengoptimasi dimensi ruang berbentuk kotak sepatu dengan dasar pemikiran dasar sebagai berikut:
(1) menghindari pengulangan frekuensi modes yang identik atau berdekatan pada frekuensi yang sama atau interval harmonisnya:
a) modes dengan frekuensi identik dapat menyebabkan penggelembungan frekuensi dan timbulnya ekor suara yang lebih panjang dari aslinya. Hal ini menyebabkan suara terdengar gemuk (boomy) dan membuat suara alat musik dan suara manusia terdengar gelap (dark & muddy)
b) frekuensi modes yang berdekatan dapat menyebabakan kesan pelayangan suara atau nada yang fales karena suara musik asli dan suara resonansi ruangan menciptakan bayangan suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda.
c) penggelembungan frekuensi pada interval sepertiga (third major), seperlima (fifth major) dan oktaf (first octave and so on) menyebabkan distorsi harmonis sepertiga oktaf, seperlima oktaf dan oktaf pertama, kedua dan seterusnya. Selain distorsi spektrum suara, penggelembungan suara pada interval harmonis menyebabkan distorsi temporal yaitu timbulnya ekor suara yang mengubah warna suara alat musik dan suara seseorang.
(2) menghindari kekosongan frekuensi modes pada interval harmonis satu oktaf dapat menyebabkan terasanya kekosongan support ruangan pada frekuensi rendah di interval tersebut dan suara musik dan suara manusia akan terdengar menjadi lebih kasar dan tajam (harsh & edgy).
Rekomendasi rasio ideal ruang audio, studio musik yang saya urutkan dari rasio panjang terhadap tinggi terbesar
Room modes adalah resonansi sebuah gelombang suara yang dimensinya sama dengan permukaan ruangan yang berhadapan. Ada tiga tipe modes dalam ruangan yaitu:
(1) axial modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada permukaan rata yang berhadapan seperti permukaan dinding atau permukaan lantai dengan plafon.
(2) tangential modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang sama
(3) oblique modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang berhadapan juga
Gambar yang memperlihatkan modes pada sumbu axial, tangential dan oblique
Baca tulisan berikut yang mengulas pemikiran dan metode perhitungan dari peneliti yang menekuni topik ini.
ALTA Integra Human-Centered Visual System Design Framework
Mengapa sebagian sistem visual terlihat luar biasa, sementara yang lain gagal memberikan pengalaman yang nyaman meskipun menggunakan teknologi paling mutakhir? Jawabannya sering kali bukan terletak pada kualitas perangkat, melainkan pada bagaimana seluruh elemen dirancang sebagai satu sistem yang saling terintegrasi.
ALTA Integra Human-Centered Visual System Design Framework merupakan metodologi desain yang menggabungkan rekayasa audiovisual, pencahayaan arsitektural, arsitektur, ergonomi visual, dan prinsip building performance ke dalam satu pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centered). Framework ini dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa keberhasilan sebuah sistem visual tidak hanya diukur dari resolusi layar atau tingkat kecerahan (brightness), tetapi juga dari kemampuan sistem tersebut mendukung kenyamanan visual, kemudahan komunikasi, produktivitas, pembelajaran, pengalaman ruang, dan kesehatan pengguna.
Pendekatan ini mencakup enam tahapan utama, mulai dari desain perangkat sumber dan input visual, sistem switching dan pemrosesan sinyal, pemilihan perangkat display, koordinasi dengan desain pencahayaan untuk mengoptimalkan rasio cahaya layar terhadap pencahayaan ruang, optimasi Indeks Kelayakan Pandang (Viewing Suitability Index), hingga koordinasi desain untuk mendukung kesehatan visual serta target sertifikasi bangunan hijau seperti WELL dan LEED.
Melalui integrasi lintas disiplin sejak tahap perencanaan, framework ini membantu pemilik bangunan, arsitek, konsultan, dan kontraktor menghasilkan sistem visual yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, lebih mudah dioperasikan, lebih hemat energi, dan mampu memberikan pengalaman visual yang konsisten sepanjang siklus hidup bangunan.
ALTA Integra Human-Centered Visual System Design Framework adalah metodologi desain terpadu yang mengintegrasikan sistem audiovisual, pencahayaan, arsitektur, ergonomi visual, dan performa bangunan untuk menciptakan pengalaman visual yang nyaman, efektif, dan berkelanjutan.
Framework ini membantu memastikan bahwa setiap keputusan desain—mulai dari pemilihan perangkat sumber hingga koordinasi dengan pencahayaan dan kesehatan visual—mendukung kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan nilai investasi bangunan.
Saat mendesain video display di ruang terbuka, diperlukan kerja sama dengan lighting desainer untuk memahami dinamika ambient lighting pada pagi, siang dan malam hari.
Video System berfungsi untuk menayangkan konten informasi, komunikasi atau hiburan visual kepada pemirsa yang melihatnya. Video System Desain yang baik dapat meningkatkan kualitas transfer konten informasi, meningkatkan keterlibatan dan kualitas komunikasi visual, memberikan pengalaman hiburan dan terakhir adalah meningkatkan reputasi perusahaan.
Tugas seorang audiovisual system desainer adalah mendesain fungsi serta menentukan spesifikasi teknis video system. Desain yang dihasilkan harus disesuaikan dengan jenis konten visual, desain arsitektur venue, dan kondisi pemirsa saat melihat. Target utama dalam mendesain sistem video adalah meningkatkan kualitas persepsi visual dan jumlah pemirsa yang dapat melihat konten visual dengan layak.
Selain pemahaman akan fungsi video display dan situasi pemirsa saat melihat display tersebut, diperlukan pemikiran integrasi dan koordinasi dan detailing desain dengan disiplin interior, lighting dan elektrikal
Seiring dengan studi dan pengalaman dalam mendesain sistem video, team ALTA Integra menyusun langkah kerja yang sistematis seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini.
Setelah menyelesaikan tahapan preliminary design seperti brainstorming dan charrete untuk memahami tujuan, fungsi, target kualitas yang diharapkan, dan mempelajari desain ruangan dan situasi pemirsa saat mengikuti konten video. Pekerjaan desain dilanjutkan ke fase konsep dan desain teknis dengan urutan kerja sebagai berikut:
ALTA Integra Human-Centered Visual System Design Framework
Desain Perangkat Sumber dan Input Visual: Fondasi Sistem Audiovisual yang Andal untuk Gedung Modern
Desain Sistem Switching, Processing, Zoning, dan Programming: Otak di Balik Sistem Visual Modern
Desain Display Visual: Memilih LED Wall, LCD, Projection, dan Monitor Sesuai Fungsi Ruang
Mengoptimalkan Rasio Cahaya Display dan Pencahayaan Ruang: Kunci Kenyamanan Visual pada Bangunan Modern
Mengoptimalkan Indeks Kelayakan Pandang: Standar Desain Visual untuk Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik
Desain Sistem Visual yang Mendukung Kesehatan Mata dan Bangunan Hijau: Pendekatan Human-Centered Building Performance
Salah satu tugas video display desainer adalah meminimalisir area mati, area di mana pemirsa tidak dapat melihat video display sama sekali, atau area buruk di mana konten yang dapat dilihat oleh pemirsa di bawah 80%.
Ikuti terus cerita kami mendesain visual display pada ruang hiburan pribadi seperti home theater, ruang meeting untuk sharing idea atau ruang kelas untuk proses belajar, atau pada large venue seperti ruang pameran, ballroom, auditorium, konser hall, rumah ibadah dan sebagainya pada konten-konten berikut.
ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air, audiovisual dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.
Mendesain Noise Barrier dan Fasad Bangunan untuk mengendalikan kebisingan jalan raya
Dari Google Map sampai dengan Desain Fasad Arsitektural
Sunmori adalah istial komunitas motor besar (moge) Jakarta untuk berkumpul dan bermotor bersama. Sunmori adalah singkatan dari Sunday Morning Ride yang dimulai dari sekitar jam 7 dan selesai setelah jam 10 pagi. Area Sunmori yang paling favorit adalah Senayan City Mall dan Jalan Patiunus. Oleh karena itu kami melakukan analisa untuk membantu salah satu pemilik rumah di jalan Patiunus agar tetap bisa beristirahat saat Sunmori berlangsung.
Senayan City merupakan titik kumpul komunitas motor besar saat Sunmori
Bagaimana kami membantu Owner, Arsitek, and Fasad Desainer dalam menciptakan lingkungan indoor dengan tingkat kebisingan yang sehat pada lingkungan jalan raya yang berisik?
Tampilan Google Map dengan titik pengukuran kebisingan untuk verifikasi data
Di mulai dari menentukan titik pengukuran
Membuat permodelan akustik 3D pada software DataKustik CadnaA
2. Dilanjutkan dengan membuat mapping kebisingan suara tertinggi pada fasad bangunan yang terganggu.
Prediksi pemetaan kebisingan di seputar proyek, warna merah menunjukan tingkat kebisingan 85 dB
3. Setelah itu kami membuat permodelan dan analisa performa akustik atas beberapa desain noise barrier
Tampak samping prediksi kebisingan pada Komplek dan Fasad Bangunan (Desain A)
Tampak samping prediksi kebisingan pada Komplek dan Fasad Bangunan (Desain B)
4. Melakukan permodelan dan analisa performa akustik atas berapa spesifikasi material bangunan mulai dari atap, jendela, pintu dan dinding
Dengan metodologi ilmiah tingkat kebisingan di komplek dan fasad bangunan dapat diprediksi lebih akurat, Pemilik, Arsitek, and Desainer Fasad dapat melihat tingkat kebisingan yang terjadi atas beberapa alternatif desain. Memudahkan pemilik dan seluruh tim perenana untuk membuat keputusan yang optimal dalam meng-sinergi-kan keindahan bangunan, pandangan ke luar, pencahayaan alam yang masuk ke indoor, tingkat kebisingan, serta insulasi panas.
Kami, ALTA Integra percaya bahwa kualitas hidup manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan fisika yaitu Suara, Cahaya, Udara, Temperatur dan faktor fisika lainnya. Jadi mengintegrasikan pengetahuan fisika bangunan ke dalam arsitektur bangunan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan kelangsungan hidup mahluk hidup lainnya.
#arsitektur #fasad #bangunan #lingkunganhidup #fisikabangunan #kebisingan #jalanraya #kendaraanbermotor #urban #city #jakarta