Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
ALTA Integra Menggunakan Akustik Kamera Untuk Memberikan Layanan Konsultasi Akustik Terbaik
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
Lubang sekecil jarum pada partisi yang tebal sekalipun dapat mengurangi performa insulasi akustik. Kamera akustik adalah alat terbaik untuk menemukan keboocoran suara sampai ukuran lubang jarum yang dapat menyebabkan kebocoran suara. Kebocoran suara yang bisa kita dengar akan tidak kuping kita tidak dapat mendeteksi di mana lubang tersebut berada.
Dengan bantuan Akustik Kamera team akustik kami dapat dengan mudah menemukan dan mengidentifikasi sumber kebocoran suara. Data akustik kamera yang terdiri 64 array mikrofon dan sebuah kamera dapat memvisualisi dan melokalisasikan suara Data audio dan visual tersebut dikirimkan ke perangkat lunak yang memproses menjadi tiga tampilan utama yaitu:
Spektrum Suara yang menunjukkan tingkat tekanan suara pada setiap frekuensi.
Spektrogram yang menunjukkan intensitas setiap frekuensi terhadap waktu.
Visualisasi Suara yang menunjukkan sumber suara utama pada objek yang dianalisa.
Berkat Akustik Kamera team Akustik ALTA Integra dapat memastikan setiap ruangan yang dibangun telah dikerjakan oleh kontraktor dengan baik dan benar secara presisi walau dengan tantangan deadline proyek yang ketat.
ALTA Integra adalah konsultan akustik yang menyediakan layanan Desain Akustik Terbaik di Indonesia untuk dalam mendesain dan mengawasi pembangunan ruangan performa tinggi seperti: Gedung Konser, Studio Rekaman, Kantor Multinasional, Ruang Hiburan Komersial, Hotel Bintang Lima, dan lain sebagainya.
Implikasi Desain SNI 03-6386 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia
Penilitian ini meninjau baku bunyi dan waktu dengung pada Bandara Udara dan Rumah Ibadah, dimana kami menemui bahwa baku bunyi dan waktu dengung yang ditetapkan pada bandara udara dan rumah ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Pada tanggal 3 Desember 2024 kami mempresentasikan penelitian yang berjudul “Implikasi Desain SNI 03-6386 tahun 2000 Standard Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung pada Bangunan Indonesia”. Penilitian ini meninjau baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan untuk Bangunan Bandara Udara dan Bangunan Rumah Ibadah di Indonesia.
SNI 03-6386 tahun 2000 dirumuskan berdasarkan Australia Standard AS 2107:1987 Acoustic Recommended Design Sound Level and Reverberation Time for Building Interior. SNI 03-6386 adalah Spesifikasi Tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (Kriteria desain yang direkomendasikan). Australia Standard AS 2107:1987 pada tahun 2016 diperbarui menjadi AS/NZS 2107:2016. Berikut adalah perbandingan antara SNI 03-6386:2000 dan AS/NZS 2107:2016.
Dari perbandingan data di atas kami menemui bahwa
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung yang relatif longgar pada bandara udara, yang mana seharusnya kejelasan suara untuk pengumuman dan informasi bahaya adalah hal yang sangat penting di bandara udara.
SNI menetapkan baku bunyi dan waktu dengung kurang tepat tanpa pertimbangan bahwa ada beragam jenis agama di Indonesia yang memiliki kebutuhan akan waktu dengung yang beragam.
Apabila kita mendesain berdasarkan acuan baku tingkat kebisingan dan waktu dengung yang ditetapkan SNI pada Bangunan Bandara Udara atau Bangunan Rumah Ibadah dapat mengakibatkan ketidak jelasan informasi verbal yang akan disampaikan melalui sistem pengeras suara. Oleh karena itu kami menyarankan Badan Standarisasi Nasional untuk meninjau kembali SNI 03-6386 tahun 2000 agar tidak terjadi keluhan atas kualitas akustik setelah bangunan di bangun walau secara terukur telah sesuai dengan standar baku suara dan waktu dengung yang disarankan.
ALTA Integra pelopor Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera Manusia untuk Kesehatan Total
Kesehatan dan performa kegiatan yang dilakukan pada ruang dan bangunan sudah merupakan tujuan utama orang yang menyadarinya. Sejak tahun 2010 saya bersama team ALTA Integra mulai mempelopori konsultasi desain Arsitektural Fisika Bangunan. Dalam pengembangannya saya melihat hubungan antara Arsitektural Fisika Bangunan dengan Tujuh Indera.
Tujuh Indera Manusia diciptakan untuk bertahan hidup seperti menghindari mara bahaya, mencari makan dan menikmati hidup seperti melihat, mendengar, mencium dan menikmati hal yang membuat kita senang.
Gambar di atas memperlihatkan bagaimana 5 unsur ALTA yaitu Cahaya, Suara, Udara, Material dan Air berhubungan dengan 7 indera manusia yaitu: Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Pengecap, Gerakan dan Keseimbangan mempengaruhi Emosi dan Intelektual manusia.
Cahaya dan Indera Penglihat
Mata melihat dan mengenali objek karena adanya cahaya. Indera penglihat membantu manusia untuk mengenali, mengamati dan dapat menciptakan reaksi emosi tertentu. Indera penglihat berfungsi untuk mencari makanan, menghindari bahaya serta menikmati keindahan. Selain mengenali objek, cahaya yang masuk ke mata juga mengatur hormon-hormon yang mengatur irama biologis harian manusia.
Rancangan bangunan yang tidak memahami hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat untuk penghuninya. Rancangan cahaya yang baik pada ruangan dapat meningkatkan performa kerja, meningkatkan kualitas visual dan menimbulkan rasa positif pada pikiran.
Suara dan Indera Pendengar
Telinga mendengar suara, mengenali suara untuk mendeteksi bahaya atau sesuatu yang menyenangkan, berkomunikasi dan menikmati suara indah. Manusia dapat mendeteksi emosi seseorang dari tekanan suara yang didengarkan.
Design bangunan dapat menciptakan lingkungan suara yang baik untuk kebutuhan tersebut atau malah menyebabkan gangguan yang serius. Ruang meeting, gedung pertunjukan seni dan musik, studio produksi dan penyiaran dengan konten suara memerlukan desain suara yang benar agar pesan yang ingin disampaikan oleh produser tidak menyimpang.
Di jaman modern pesan di sampaikan dalam bentuk multimedia, desain cahaya dan akustik yang benar meningkatkan kualitas komunikasi
Temperatur dan Indera Peraba
Indera peraba yang ada saraf tubuh dapat merasakan temperatur panas atau dingin, tekstur kasar dan lembut, maupun tekanan. Sensasi temperatur, tekstur dan tekanan pada urat tertentu dapat membuat tubuh dan pikiran merasa senang atau menderita.
Temperatur di dalam ruangan bisa meningkat karena perpindahan kalor melalui radiasi cahaya, konveksi kalor pada aliran udara, serta konduksi kalor melalui benda padat. Bangunan yang dirancang tanpa memperhatikan dampak temperatur di dalam bangunan, atau tanpa memperhatikan tekanan yang terjadi pada tubuh saat bekerja memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.
Aroma dan Indera Pencium
Hidung mencium aroma busuk maupun aroma sedap melalui partikel gas yang terbawa oleh udara. Terapi aroma sudah ada sejak dahulu kala bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kelelahan fisik.
Indera pencium yang bekerja sama dengan indera pengecap membuat kita dapat membedakan rasa makanan yang kita suka atau tidak suka. Aroma tidak segar di tempat tinggal maupun tempat kerja dapat menurunkan produktifitas dan kesehatan.
Indera pencium dapat merasakan desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, maupun penggunaan material yang dapat mengancam kesehatan tubuh.
Rasa dan Indera Pengecap
Makanan atau Nutrisi merupakan hal yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Lidah berfungsi untuk mengecap makanan enak atau tidak enak. Makanan yang memiliki rasa tidak enak sering diterjemahkan oleh otak primitif manusia sebagai makanan yang buruk (beracun) bagi tubuh dan tidak boleh dimakan.
Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dari setiap budaya karena kerja sama antara indera pengecap dengan indera penglihat, pencium dan peraba pada lidah yang dapat merasakan tekstur dan temperatur makanan.
Desain Cahaya, Suara,Temperatur, Kesegaran Udara dan Furniture meningkatkan kualitas kerja
Bentuk dan Indera Gerakan & Keseimbangan
Indera gerakan dan keseimbangan yang jarang dibahas orang terletak dekat telinga dan otak manusia. Indera gerakan memberikan input pada pikiran kita arah tubuh kita bergerak, dan indera keseimbangan yang selalu memberikan input kepada otak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam setiap kondisi.
Cahaya, suara dan aroma merupakan stimulus bagi indera gerakan untuk bergerak mendekat atau menjauh. Pemahaman akan disiplin anthropometric, ergonomic, dan human kinetic dapat membuat prestasi kerja dan kualitas hidup di dalam bangunan tersebut menjadi lebih baik.
Aplikasi Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera
Saat mendesain sebuah bangunan, apabila kita meluangkan waktu untuk merancang dengan performa arsitektur fisika bangunan yang optimum untuk ketujuh indera kita, akan memberikan benefit berupa kesehatan dan produktifitas yang berlipat ganda.
Feng Shui sebuah keyakinan yang mempercayai rejeki dan kualitas hidup ditentukan oleh bangunan dimana mereka tinggal dan bekerja. Keyakinan Feng Shui timbul dan dikembangkan berdasarkan naluri, cerita turun temurun serta pengalaman praktisi Feng Shui. Saat mendesain dan memberikan arahan praktisi Feng Shui mengandalkan multi inderanya untuk menilai baik buruknya sebuah bangunan.
Food Empire Pluit setelah renovasi: Bentuk, Cahaya, Warna serta Aroma yang ada di Foodcourt ini menggerakan customer untuk mendekat
Tidak seperti keyakinan Feng Shui yang dikembangkan hanya dengan naluri, Arsitektural Fisika Bangunan Multi Indera yang kami kembangkan merupakan keilmuan yang dikembangkan berdasarkan formulasi dan performa fisika bangunan serta studi dampak biologis dan psikologis yang dilakukan dengan ilmu kedokteran serta psikologis.
Strategi Manajemen Suara Bisnis Hiburan Musik yang Berkelanjutan
Seberapa besar tekanan suara musik yang diingini oleh audiens agar merasa terhibur?
Daya Tarik dan Keberlangsungan Bisnis
Bisnis hiburan musik adalah bisnis yang unik dari sisi akustik, di mana semakin kuat suara musik dan semakin bagus suara musik yang ditampilkan maka semakin banyak audiens semakin merasa senang dan akan kembali lagi. Walau tidak semua orang yang suka mendengarkan musik dengan tekanan suara yang kuat. Oleh karena itu industri hiburan musik berkompetisi untuk menampilkan suara musik dengan kualitas terbaik. Tekanan suara yang kuat pada malam hari memberikan dampak negatif yang mengancam keberlangsungan bisnis hiburan musik tersebut.
Tabel berikut adalah list bangunan, jenis venue, gangguan suara yang terdengar di dalam venue, pendengar yang memiliki resiko kehilangan kepekaan pendengaran, ruang lain yang terganggu dan gangguan ke bangunan lain di lingkungan tempat hiburan musik tersebut.
Bangunan - Jenis Venue - Sumber Suara - Pendengar - Ruang Lain - Lingkungan Outdoor
Kehilangan Kepekaan Pendengaran
Banyak yang belum menyadari bahwa mendengarkan musik dengan tekanan suara yang kuat dapat mengurangi kepekaan indera pendengaran. Resiko gangguan kepekaan pendengaran mulai dari gejala tinnitius (suara mendenging di telinga), kemudian penurunan kepekaan sementara sampai dengan permanen. Dan pekerja dunia hiburan musik memiliki resiko yang sangat besar karena mereka mendengarkan tekanan suara musik yang tinggi selama lebih dari 6 jam setiap harinya.
Untuk menjaga kesehatan pendengaran pekerja industri hiburan musik, OSHA (Occupational Safety and Health Act) menyarankan pekerja yang berkecimpung di bisnis hiburan musik mulai dari: owner, event organizer, artis, penata suara dan cahaya, teknisi, bartender, waiter dan sebagainya untuk menjaga kesehatan pendengaran. Apabila Owner, Manajemen, Artis, DJ, Sound Engineer kehilangan kepekaan pendengaran, besar kemungkinan kualitas musik yang ditampilkan akan menurun. Dan apabila pekerja kehilangan kepekaan pendengaran ada kemungkinan terjadi hambatan dalam berkomunikasi di tempat kerja di lingkungan suara yang keras.
Bagaimana caranya supaya kesehatan pendengaran tamu dan pekerja tetap terjaga?
Komplain Kebisingan Lingkungan
Apabila kebisingan musik dari tempat hiburan tidak dikendalikan, besar kemungkinan timbul komplain dari penduduk sekitar. Mulai dari komplain yang bersifat informal, komplain melalui jalur hukum sampai dengan komplain di sosial media. Komplain seperti ini cukup menggangu owner dan operator tempat hiburan untuk berusaha dan dapat merusak nama baik tempat usaha tersbut.
Bagaimana menghindari resiko komplain yang dapat mengakibatkan denda atau pencabutan izin usaha?
Strategi Bisnis Hiburan Musik Berkelanjutan
Oleh karena itu kami menyusun 4 (empat) Strategi Manajemen Bisnis Hiburan Musik yang berkelanjutan mulai dari:
1. Memahami dampak negatif kebisingan bagi manusia dan lingkungan
Knowledge is Power. ALTA Integra memberikan layanan untuk mengedukasi seluruh orang yang terlibat dalam bisnis hiburan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran serta dampak negatif kebisingan bagi pekerja serta lingkungan. Dengan pembekalan pengetahuan ini, owner dan operator dapat melakukan studi kelayakan bisnis yang lebih menyeluruh.
2. Melakukan studi kebisingan pada fase perencanaan desain
Mencegah lebih murah daripada mengobati. Kebanyakan pelaku bisnis hiburan musik datang kepada kami setelah venuenya dikomplain orang. ALTA Integra memberikan layanan konsultasi untuk melakukan studi kebisingan dan memberikan rekomendasi desain dengan biaya hemat. Laporan konsultasi dapat digunakan untuk pengajuan perijinan serta gangguan lingkungan.
Prediksi gangguan suara ke lingkungan sekitar akibat kebisingan konser musik stadium olah raga di Jakarta menggunakan permodelan akustik Cadna-A
3. Desain integrasi desain audio sistem dengan desain akustik untuk kualitas suara terbaik
Satu tambah satu sama dengan tiga. Suara yang didengarkan di dalam ruangan merupakan buah dari perkawinan audio sistem dan akustik ruangan. Selain itu ALTA Integra membantu mendesain multi-disiplin akustik, audio, interior dan elektrikal untuk menghasilkan konsep desain yang berbaur dengan harmonis.
4. Menerapkan teknik pengendalian kebisingan yang efektif
Hasil merupakan buah dari proses. ALTA Integra membantu mengawal proses penerapan pengendalian kebisingan mulai dari tender calon kontraktor, pengadaan barang, kick off meeting dengan multi disiplin kontraktor, gambar perubahan dan lain-lain. Implementasi pekerjaan pengendalian kebisingan tidak sama dengan pekerjaan lain.
5. Membantu owner dan operator membuat dan mengedukasi standarisasi manajemen kebisingan
Sedia payung sebelum hujan. Dengan membuat standarisasi manajemen kebisingan dapat menghindari owner maupun operator dari resiko - resiko kebisingan yang akan timbul di kemudian hari. Membuat bisnis hiburan musik bertumbuh sehat dan berkelanjutan.
Perlukah kita melesetarikan dan mengedukasi seni budaya?
“If we are to preserve culture, we must continue to create it”
Minggu sore yang indah saya berkesempatan untuk bertemu dengan Bapak Franki Raden, Ph. D. Beliau adalah seorang musikus yang dikenal sebagai penata musik untuk film dan meraih beberapa penghargaan pada Festival Film Indonesia. Selain bermusik beliau juga seorang pengajar budaya yang telah mengajar di negara America dan Singapura sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia. Saat ini Franki Raden bersama The Indonesia National Orchestra aktif mempromosikan musik etnis Indonesia di luar negeri.
Penampilan Franki Raden bersama The Indonesia National Orchestra yang bergengi di tahun 2022 adalah di Elbphilharmonie Hamburg Jerman. Mereka memainkan 10 komposisi yang disambut dengan hangat oleh 500 penonton.
Sore hari yang indah tersebut kami bertukar mimpi mengenai bagaimana membuat program pelestarian dan edukasi seni budaya Indonesia yang berkelanjutan, dan bertukar pikiran mengenai tantangan serta rintangan untuk mewujudkan impian tersebut. Dan dilanjutkan dengan membuat program kecil jangka pendek untuk mewujudkan impian besar tersebut.
Kontroversi Baik atau Buruk Hamburg Elbphilharmonie
Sempat terpikirkan oleh kami bahwa proyek ini akan menghancurkan nama baik kami," kata Jacques Herzog and Pierre de Meuron. Herzog & Meuron adalah arsitek swiss yang ditunjuk untuk mendesain dan mengawasi pembangunan proyek ini.
Bangunan yang melambangan ombak laut dengan jangkar kapal melambangkan kapal laut siap berlayar menuju laut lepas. Di bangun di atas warehouse batu bata yang merupakan landmark kota Hamburg di pinggir sungai Elb.
Proyek pembangunan Elbphilharmonie mengundang kritik keras dari masyarakat Hamburg karena proyek diselesaikan selama 10 tahun, lebih lama dari yang di jadwalkan. Dengan dan anggarang yang membengkak fantastis dari 200 juta euro menjadi 870 juta euro.
Elbphilharmonie merupakan salah satu konser hall terbesar saat ini. Great Hall dapat menampung 2,100 orang dengan konfigurasi kebun anggur. Akustik dihitung dan dirancang oleh Yasuhisa Toyota yang banyak mengundang kritik yang berpendapat review berpendapat karakterisik akustik great hall terkesan bright, dry, direct dan unforgiving.
Source: The Guardian, Wikipedia
Berpikir ulang apa tujuan hidup saya?
Kebahagiaan ada perwujudan dari kesehatan yang sempurna.
Kesehatan yang sempurna adalah kesehatan jasmani, mental dan sosial.
Lingkungan Fisika seperti lingkungan suara, cahaya, temperatur dan kualitas udara dapat menggangu kesehatan jasmani, mental dan sosial kita semua. Karena setiap saat telinga kita dapat mendengar bunyi, bahkan sewaktu tidur. Begitu pula dengan udara kulit dan hidung kita dapat merasakan udara yang nyaman dan bersih. Terakhir cahaya membantu kita melihat dan melakukan pekerjaan.
Indera manusia merupakan insting primitif yang diciptakan untuk menghindari marabahaya. Akan tetapi pada saat ini kita sering mendengarkan suara kurang nyaman yang secara psikologis diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal marabahaya dan tubuh melepas hormon tertentu untuk bersiaga. Hal tersebut apabila berkepanjangan dapat menyebab penyakit serius seperti serangan jantung maupun kanker.
Di sisi satu lagi indera manusia berfungsi untuk menikmati hidup. Suara yang indah, pemandangan yang indah, udara yang harum dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial.
Membuat lingkungan fisika yang baik pada bangunan Anda adalah hal yang saya pelajari setiap hari.
Lebih Memahami Desain Arsitektur Bangunan Biophilic
Menurut survey The National Human Activity Pattern Survey (NHAPS): A Resource for Assesing Exposure to Environmental Pollutants yang dilakukan oleh Neil E. Klepeis dan kawan terhadap 9,196 responden, dipublikasikan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory tahun 2001, menyimpulkan sebagian besar populasi perkotaan menghabiskan 90% waktunya di dalam lingkungan indoor.
Tubuh manusia memiliki kebutuhan dan kerinduan alami untuk berada di alam bebas, akan tetapi mengacu ke hasil survey di atas maka kontak tubuh manusia perkotaan dengan kebaikan alam seperti cahaya matahari, suara alam, udara segar menjadi sangat terbatas. Peluang untuk berinteraksi dengan alam bebas hanya tersedia di hari libur seperti jalan kaki melintas alam dan kegiatan outdoor lainnya.
membuka jendela dan membiarkan udara dan suara dari luar masuk ke dalam bangunan dapat memberikan kesegaran bagi manusia
Akan tetapi bagaimana kalau kita dapat merasakan alam bebas di dalam tempat tinggal, tempat bekerja dan bangunan lainnya. Desain bangunan Biophilic adalah konsep untuk membawa kebaikan alam ke dalam lingkungan indoor di mana kita tinggal, bekerja dan bermain. Istilah Biophilia pertama kali diperkenalkan oleh Edward O. Wilson, yang berarti memiliki kebutuhan untuk berafiliasi dengan kehidupan lain. Istilah Biophilia ini kemudian diterapkan pada Prinsip Desain Arsitektur memiliki arti Bangunan Arsitektur harus menjadi bagian dari lingkungan alam sekitar bangunan. Berikut adalah 5 elemen biophilia untuk membawa kebaikan alam sekitar ke dalam lingkungan indoor tempat kita bekerja, bermain dan tinggal.
Cahaya
Dapat melihat perubahan cahaya alam sepanjang hari di dalam lingkungan indoor dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan mental. Tubuh dan hati kita akan lebih sehat apalagi setiap hari dapat melihat perubahaan cahaya dari pagi sampai malam. Untuk menghadirkan cahaya alam ke dalam lingkungan indoor dapat menggunakan skylight dan jendela. Selain itu kita dapat menerapkan circadian lighting apabila cahaya dari skylight dan jendela kurang memadai.
Skylight yang menerangi townhall pada gedung pembuat software permodelan cahaya DIAL di Ludenscheid
Suara
Salah satu fungsi primitif telinga manusia adalah untuk mendeteksi ancaman bahaya yang umumnya berupa suara gemuruh atau suara yang tidak menyenangkan lainnya. Mendengarkan suara gemuruh seperti kebisingan akibat mesin, lalu lintas, sistem pengudaraan terus menerus membuat tubuh kita menjadi cepat lelah karena telinga kita mengirimkan informasi bahaya ke tubuh kita, dan tubuh kita melepaskan hormon adrenalin.
Mendengarkan suara alam seperti kicau burung, suara daun tertiup angin dan sebagainya dapat meningkatkan kreatifitas dan menurunkan ketegangan.
Udara
Apabila bangunan dibangun pada lingkungan dengan polusi udara yang rendah, membuka jendela dan membiarkan udara masuk ke dalam ruangan dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Selain menyegarkan tubuh dan pikiran, aliran udara segar dari alam dapat menurunkan temperatur ruangan saat musim panas. Selain itu indera penciuman kita dapat mencium aroma udara segar dari alam yang dapat meningkatkan mood.
Akan tetapi apabila lingkungan bangunan penuh dengan polusi udara, opsi untuk memasukan udara alam ke dalam bangunan menjadi tidak memungkinkan. Diperlukan strategi pengudaraan yang tepat untuk mencegah polusi udara masuk ke dalam lingkungan bangungan.
Air
Kehadiran air di lingkungan indoor dapat menstimulasi multi-indera tubuh kita, kita dapat melihat, mencium, mendengar dan merasakan gerakan air yang dapat menurunkan level stress. Bangunan dengan view yang dapat melihat pemandangan air seperti laut, sungai atau danau dapat menjadi pertimbangan dalam mendesain bangunan biophilia. Apabila lokasi bangunan tidak memungkinkan untuk menghadirkan visual air ke dalam bangunan, maka menghadirkan water feature di lingkungan bangunan dapat dilakukan.
menghadirkan water feature seperti air mancur di dalam lingkungan bangunan dapat menstimulasi beragam indera
Materials
Menggunakan material alam seperti batu atau kayu dapat meningkatkan konektifitas lingkungan indoor kita dengan suasana alam. Sebaiknya menggunakan material dengan penampilan modern seperti metal, chrome, fabric, cat modern membuat lingkungan indoor terasa jauh dari alam.
penggunaan material alam dari lingkungan sekitar dapat meningkatkan konektifitas dengan daerah setempat
ALTA Integra konsultan multi disiplin yang terus mempelajari kebaikan alam untuk kesehatan tubuh dan pikiran dan bagaimana menerapkan strategi tersebut ke dalam bangunan Anda. Kontak kami untuk menerapkan Biophilia Desain ke dalam bangunan Anda dan hidup lebih sehat.
Manfaat Suara Alam Untuk Memulihkan Tubuh dan Pikiran
Sebagai Sound Concept Advisory Team untuk International Well Building Institute, saya mengusulkan Access to Nature Sound sebagai Optimization feature pada Single Family House WELL Building Rating yang sedang kami kembangkan bersama.
Merasa burn out karena terpapar polusi suara terus menerus?
Tinggal dan bekerja di kota yang sibuk membuat kita terpapar suara bising mulai dari kebisingan lalu lintas jalan raya, kebisingan mesin dan kegiatan manusia yang menggangu ketenangan pikiran kita. Tidak heran jika kita melihat trend masa kini di mana orang sehari-hari mengisolasi telinganya dari kebisingan lingkungan dengan mendengarkan musik atau podcast melalui earphone.
Akibat terpapar kebisingan, mengisolasi diri dari suara lingkungan adalah dampak psikologis kebisingan yaitu ketidak pedulian
Atau standarisasi dan konsep desain kenyamanan suara (acoustic comfort) pada tempat tinggal dan tempat bekerja berusaha untuk menginsulasi kita dari kebisingan tersebut. Akan tetapi ruangan yang terlalu hening tanpa suara sama sekali juga dirasakan bukan sebagai lingkungan suara yang sehat buat tubuh dan pikiran.
Membuat ruangan super hening tanpa terdengar suara sama sekali serta terisolasi dari dunia luar juga kurang memberikan dampak kesehatan
Lingkungan Suara di Perkotaan
Lingkungan Suara (Soundscape) di perkotaan terdiri dari 3 sumber bunyi yaitu: suara alam yang disebabkan oleh mahluk hidup (biological sources) seperti suara kicauan burung, suara alam geofisika (geophysical sounds) seperti suara angin, air mengalir, hujan dan sebagainya, terakhir adalah polusi suara (anthropogenic) akibat kegiatan manusia misalnya suara kendaraan melintas di jalan raya, suara mesin AC di sebuah gedung, suara telpon berdering dan lain-lain. Sayangnya suara alam yang ada diperkotaan telah terselubung oleh polusi suara yang lebih besar dan lebih banyak.
Mahluk hidup bergantung pada suara dalam berkomunikasi. Indera pendengaran primitif mahluk hidup juga berfungsi sebagai penanda awal akan datang ancaman. Mendengarkan suara yang dianggap sebagai ancaman mempercepat detak jantung, pernafasan serta sistem otak dan saraf dan mengubah perilaku mahluk hidup.
Manusia walau secara intelektual manusia dapat membedakan kebisingan dengan suara ancaman, apabila terpapar polusi suara terus menerus tetap memberikan dampak negatif secara psikologis maupun biologis. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah tingkat stress, kegelisahan, ketidak pedulian, tekanan darah tinggi sampai, gangguan jantung dan aliran darah, serta dampak lainnya.
Mengapa mendengarkan suara alam penting?
Menurut Mathew White menghabiskan waktu selama 120 menit dalam seminggu di lingkungan alam terbuka dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Mathew White adalah seorang ilmuwan psikologis sosial yang bekerja di Universitas Exter Medical School. Beliau aktif meneliti hubungan antara lingkungan alam, kesehatan biologis dan psikologis. Melanjutkan penelitian Mathew White, Rachel Buxton seorang peneliti di Universitas Carleton Canada, melakukan penelitian dampak mendengarkan suara alam terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang.
Metodologi penelitian yang dilakukan oleh Rachel adalah merekam konten suara sebagai berikut.
(1) suara giofisika seperti suara angin bertiup, suara air mengalir, suara halilintar, dan seterusnya.
(2) suara mahluk biologis seperti suara serangga, suara kodok, suara burung dan lain-lain
(3) polusi suara atau kebisingan akibat kegiatan ekonomi manusia seperti transportasi, pembangunan dan lain-lain
Tabel hasil penelitian Rachel berupa respons negatif dan positif terhadap suara alam saja, suara alam dengan noise, mendengar suara alam lebih banyak dan preferensi mendengar suara alam beserta kebisingan dan seterusnya
Suara rekaman tersebut kemudian diperdengarkan kepada ratusan responden dari 11 negara. Hal yang paling menyolok dari survey ini adalah setelah mendengarkan suara alam dapat menurunkan tingkat stress dan ketidak pedulian responden. Hasil lainnya dilaporkan meningkatnya mood positif, beberapa responden melaporkan mereka dapat melakukan tugas kognitif lebih baik dan terakhir beberapa responden yang mengidap sakit melaporkan berkurangnya rasa sakit.
ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan akustik suara, pencahayaan, temperatur, pengudaraan, temperatur yang berfokus untuk menciptakan lingkungan bangunan yang lebih sehat bagi umat manusia. Tulisan ini merupakan bentuk dari kepedulian kami untuk membagikan pemikiran akan pentingnya meningkatkan kualitas kesehatan manusia, flora, fauna dan lingkungan fisika di bumi kita tercinta.
Walaupun tidak sempat berlibur, mendengarkan rekaman suara alam selama 1-2 jam dalam seminggu dapat memulihkan kepenatan tubuh dan pikiran
References:
Rachel Buxton et al, A synthesis of health benefits of natural sounds and their distribution in national parks, Proceeding of National Academy of Science of United State of America
Mathew White et al, Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing, Scientific Report
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Gerakan
Setiap orang memiliki kepekaan indera gerakan dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dijalani.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Seorang atlet memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkoordinasikan indera visual, gerakan dan strategi dalam mencetak prestasi olah raga.
Tulisan ini menceritakan:
Bagaimanana indera Kinetik (Proprioceptive) bekerja dan berkoordinasi dengan indera lainnya seperti indera penglihatan dan indera keseimbangan
Elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi Indera Kinetik tersebut dan apa pengaruhnya bagi kesehatan manusia.
Bagaimana menyelaraskan Desain Lingkungan Bangunan dengan Sensory Intelligence Indera Gerakan Kinetic Proprioceptive.
Indera Kinetik (Proprioceptive)
Sensor Indera Kinetik (Proprioceptive) terletak di otot (muscle), urat (tendon) dan ligamen (ligament). Saat bergerak indera tersebut menerima informsasi dan meneruskan informasi tersebut ke otak dalam bentuk impulse elektrik. Melalui sensor indera kinetik tersebut kita dapat merasakan setiap gerakan dan posisi tubuh kita. Indera tersebut dapat merasakan gaya grafitasi bumi saat berdiri dan berjalan. Indera tersebut juga dapat merasakan tekanan saat menulis, menggambar, bermain musik, menendang bola dan lain sebagainya. Otak manusia dan indera kinetik memiliki kemampuan untuk merekam informasi gerakan yang sering dilakukan menjadi “muscle memory” sehingga untuk gerakan-gerakan yang sering dilakukan kita tidak perlu berpikir lagi.
Seorang musisi memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkordinasikan indera pendengaran, gerakan serta emosi alunan suara menjadi sebuah musik yang indah.
Pelukis memiliki kecerdasan kinetik yang baik yang mampu berkordinasi dengan indera visual penglihatan, visual memory dan visual emosional dalam membuat karya seni yang indah
Saat hendak berjalan manusia mengamati informasi tentang ruang melalui indera penglihatan, informasi tersebut diproses di otak ini kemudian dikirimkan kembali untuk memberi perintah ke otot untuk melakukan gerakan langkah kaki.
Saat berjalan:
Indera Vestibular yang terletak dekat telinga merasakan gerakan dan orientasi tubuh
Vestibulo Ocular Reflex menjaga stabilitas penglihatan
Vestibulo Spinal Reflex menjaga postur tubuh tetap tegak dan seimbang
Elemen Desain Arsitektural dan Interior yang mempengaruhi Indera Kinetik
Pada tahun 1978 Mehrabian dan Rusell mengemukan teori SOR atau Stimulus Organism Response. Stimuli dimulai dari proses pengamatan ruangan dan objek melalui Indera Penglihatan. Organism adalah proses menterjemahkan stimuli tersebut oleh insting primitif menjadi sesuatu yang berbahaya atau sesuatu yang menyenangkan. Response perintah otak melalui indera kinetik untuk melakukan gerakan mendekat atau menjauh objek tersebut. Permodelan ini digunakan oleh lighting desainer untuk membuat pengunjung museum berjalan mendekati benda yang dipamerkan di museum, membuat calon pembeli mendekati produk yang di jual di toko retail atau masuk ke dalam restaurant.
Desain pencahayaan yang baik di sebuah bisnis retail dapat meningkatkan impulse buying yang didorong oleh emosi sesaat
Desain pencahayaan yang kurang baik diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbahaya. Di tempat yang remang-remang seperti ini orang cenderung merasa tidak aman dan bergerak menjauh sambil mempercepat langkah kaki. Tidak jarang banyak yang dapat “merasakan” atau “melihat” mahluk halus di tempat seperti ini.
WELL Building Certification merekomendasikan beberapa rating untuk membuat Indera Kinetik menjadi lebih sehat seperti posisi bekerja yang dinamis untuk mengurangi tekanan karena bekerja hanya dalam posisi tertentu dalam waktu yang panjang.
Tekanan karena bekerja lama pada posisi tertentu menekan saraf sensor indera kinetik yang terletak pada otot, urat dan ligamen membuat rasa lelah atau nyeri otot
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori yang menyimpulkan lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas.
Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan untuk fokus belajar dan bekerja serta beragam masalah lainnya.
Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Keseimbangan
Setiap orang memiliki kepekaan indera keseimbanga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dipijak.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior sehingga didapatkan lingkungan banguna yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera keseimbangan pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana indera Keseimbangan (Vestibular) bekerja dan elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi integrasi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Blog ini membahas Indera Keseimbangan Vestibular
Indera Keseimbangan (Vestibular)
Indera Keseimbangan (Vestibular) berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Sistem Indera Vestibular menjaga keseimbangan dan kesadaran akan orientasi di sebuah ruang. Organ sensor Indera Vestibular yang terletak di dalam telinga dapat mendeteksi perubahan posisi dan gerakan kepala, yang kemudian menyalurkan informasi tersebut ke otak. Informasi tersebut yang memberi perintah kompensasi kepada otot tubuh dan mata atas perubahan tersebut agar tercipta fokus penglihatan dan keseimbangan tubuh. Sedangkan proyeksi ke corteks menghasilkan persepsi akan gerakan dan grafitasi bumi.
Berikut adalah dua contoh gerakan reflek karena sistem vestibular:
vestibulo-ocular reflex yang mengendalikan otot mata tetap fokus melihat sebuah objek saat kita menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Sistem reflek keseimbangan okular secara otomatis memberikan perintah kepada otot mata untuk mengkompensasi gerakan kepala ke kiri atau ke kanan.
the vestibulo-spinal reflex yang dapat merasakan saat tubuh kehilangan keseimbangan dan secara otomatis memberi perintah kepada otot tubuh untuk membuat gerakan kompensasi agar tidak terjatuh.
Organ sensor sistem vestibular terletak di dalam telinga kiri dan kanan. Organ tersebut terdiri dari tiga kanal setengah lingkaran dan dua organ otolitik. Kanal setengah lingkaran dapat merasakan gerakan kepala seperti menoleh ke kiri-kanan, tilting ke kiri-kanan, dan mendongak ke atas dan mengangguk ke bawah nodding. Dua organ otolitik merasakan posisi kepala termasuk gerakan lurus seperti gerakan lurus horisontal saat naik mobil atau gerakan vertikal lurus saat naik lift.
Desain Arsitek Interior yang dipengaruhi dan mempengaruhi kepuasan Indera Keseimbangan Vestibular
Secara naluri setiap saat gerakan mata dan gerakan kepala (vestibular ocular refleks) selalu mengamati ruangan dan mengantisipasi ancaman. Otak manusia yang berhubungan dengan Indera Vestibular tersebut memiliki kecenderungan untuk mencari pola yang dikenal untuk memberikan rasa aman. Menurut teori Salingaros (2006) melihat pola arsitektur yang simetri memberikan kesan keseimbangan dan keteraturan. Indera Keseimbangan Vestibular membantu kita terjalan dengan mata tertutup atau tanpa cahaya di ruangan yang simetri, akan tetapi Indera Keseimbangan Vestibular lebih tidak nyaman apabila berjalan di kegelapan di ruangan yang tidak simetri.
Menurut Ruggles di buku Beauty, Neuroscience and Architecture (2018): Dalam sistem pemikiran primitif mahluk mamalia, melihat pola yang sudah dikenal dengan baik dan terekam di otak di bawah alam sadar memberikan respons rasa aman dan relaks. Perasaan relaks dan bahagia dapat memicu pelepasan hormon Oxytocin, Endorphins dan DHEA di otak kita. Seperti tulisan saya sebelumnya Rasa Bahagia dapat membuat hidup lebih sehat.
Pola geometri atau arsitektur yang paling dikenal oleh otak manusia adalah Pola Sembilan Kotak (Nine Square Pattern) seperti permainan tic-tac-toe. Pola Sembilan Kotak pada Photography atau Cinematography disebut Rule of Third. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pola Sembilan Kotak pada Arsitektur mulai dari Layout Floor Plan, Facade Bangunan, dan elemen Arsitektur dan Interior lainnya.
Pola sembilan kotak juga mewakili muka manusia yang mulai dari bayi sudah melihat pola tersebut
Caption: Pantheon yang dibangun pada tahun 120 sebelum masehi sudah menenggunakan Pola Sembilan Kotak
Caption: Setelah lebih dari 2000 tahun Gereja Katedral Jakarta juga menggunakan Pola Sembilan Kotak
Bangunan George W Bush Presidential Library dan Museum, dapatkah anda menemukan pola sembilan kotak pada elemen arsitektur dan interior?
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas.
Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan fokus dan masalah lainnya.
Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap
Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Indera Pengecap atau Gustation
Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.
Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.
Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill
Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Multi Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Lingkungan Arsitektur Bangunan Suara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Telinga
Setiap orang memiliki kepekaan indera telinga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan suara yang didengar.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Auditory Sensory Intelligence: Sistem Indera Pendengaran merupakan sistem indera ke dua paling kompleks setalah Indera Penglihatan
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Auditory atau Pendengaran
Telinga kita mendengar 24 jam sehari sepanjang tahun di mana kita tinggal di dunia yang semakin berisik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu telinga dan otak kita menjadi jarang beristirahat yang dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.
Kita menggunakan indera pendengaran untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, mengenali emosi percakapan, mendengarkan hiburan, bekerja dan belajar. Selain itu melalui indera pendengaran kita dapat merasakan bahaya misalnya kita dapat merasakan sebuah benda (misalnya sebuah mobil) bergerak mendekati kita. Indera pendengaran tersebut akan mengirimkan informasi ke indera Proprioceptive (gerakan) untuk menghindari bahaya.
Penelitian yang dipublikasikan di journal Indoor Air tahun 2004 oleh Witterseh, Wyon, dan Clausen yang berjudul “The effects of moderate heat stress and open-plan office noise distraction on SBS symptoms and on the performance of office work” menyimpulkan ambien suara dengan level tertentu malah merupakan stimulus positif bagi orang yang multi-tasking akan tetapi menjadi stimulus negatif untuk orang non-multi-tasking. Penelitian lanjutan yang dipublikasi di Jurnal yang sama pada tahun 2005 oleh Hongisto, berjudul: “Model Predicting the Effect of Speech of Varying Intelligibility on Work Performance” menyimpulkan penurunan produktifitas kerja pada oang yang non-multi-tasking mencapai 11.5%.
Gambar 3: Menurut penelitian background music pada open plan office dapat meningkatkan produktifitas untuk tipe orang tertentu akan tetapi menurunkan produktifitas untuk tipe orang yang lain
Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas pendengaran
Mendengarkan musik yang menyegarkan mental dengan level suara yang tidak melelahkan telinga
Melakukan kegiatan reflektif seperti berpikir, menggambar atau menulis di tempat yang tenang dan sunyi
Mendengarkan suara white noise atau suara alam melalui channel spotify atau soundcloud dengan level suara yang tidak melelahkan telinga
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Pencayaan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Mata
Setiap orang memiliki kepekaan indera mata dan reaksi emosional yang berbeda terhadap cahaya dan warna yang dilihat.
Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain pencahayaan agar didapatkan lingkungan cahaya yang sesuai dengan kepekaan dan kebutuhan orang yang menggunakan ruang tersebut?
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
Visual Sensory Intelligence
Sistem Indera Penglihatan adalah sistem yang indera yang mengolah informasi paling kompleks dan menggunakan otak paling banyak
Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.
Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.
Visual atau Penglihatan
Indera penglihatan terletak pada retina mata. Kita mengenali lingkungan, benda, muka seseorang melalui indera penglihatan. Di antara ketujuh indera, informasi data penglihatan memakan tempat terbesar di dalam otak manusia. Kita menggunakan indera penglihatan untuk mengenali tempat atau benda, berkomunikasi, memahami ekspresi seseorang, membaca, mengemudi, menonton, bekerja, dan belajar.
Indera penglihatan juga mempengaruhi Reticular Activating System (RAS) yang mengatur keseimbangan jam biologis yang mengatur kapan saatnya tubuh efektif untuk bekerja dan kapan tubuh perlu beristirahat. Indera penglihatan juga yang mengendalikan respon Kewaspadaan (Arousal), Perhatian (Attention) dan Kesadaran (Consciousness) sebuah naluri untuk menghindari bahaya atau mendekati hal yang menyenangkan.
Gambar 2: Perbedaan pencahyaan dan visual mempengaruhi sikap tubuh dan perilaku umat saat melakukan ibadah
Perbedaan Kepekaan Indera Visual menuntut Desain yang berbeda
Setiap orang memiliki respon intelektual dan emosional yang berbeda di sebuah lingkungan yang dirasakan melalui indera penglihatan, pendengaran, perasa dan seterusnya. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana beberapa orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda Hyper dan Hypo Sensitive dapat merasa betah untuk tinggal maupun bekerja dibutuhkan pemahaman tentang pengaruh Elemen Desain yang mempengaruhi mental orang tersebut.
Orang dengan Kepekaan VIsual Indera Hyper Sentitive memiliki kepekaan yang lebih tinggi dalam memproses informasi yang diterima oleh Indera. Orang dengan Sensory Intelligence Hyper Sensitive lebih cocok berada di lingkungan dengan bentuk, pola, warna, tekstur yang lebih terkendali. Sebaliknya orang dengan Kepekaan Indera Hypo Sensitive cenderung mencari kesenangan dalam bentuk, pola, warna dan tekstur yang lebih berani dan penuh kejutan.
Contoh bahwa setiap orang memiliki kepekaan dan kecerdasan indera penglihatan yang berbeda adalah Setiap orang memiliki kecenderungan untuk memilih gambar background dan screensaver yang berbeda. Orang dengan indera penglihatan yang lebih peka akan memiliki background dan screensaver yang lebih sepi dibanding dengan orang dengan indera penglihatan yang lebih haus sensasi.
Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan
Menutup dan mengistirahatkan mata
Melatih teknik visualisasi
Melihat pemandangan, lukisan atau benda seni yang indah
Melihat ikan berenang di aquarium
ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera
ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini
Desain Arsitektur Fisika Bangunan berlandaskan Kepekaan Tujuh Indera untuk Kesehatan Total
Sensory Intelligence atau Kepekaan Indera
Perjalanan Teori Kecerdasan Intelektual (IQ) Kecerdasan Emosional (EQ) Sensory Intelligence (SQ)
Kita mungkin sudah sering mendengar istilah Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) sebuah indeks kecerdasan pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Selain Kecerdasan Intelektual yang mulai dikembangkan pada abad ke 19 oleh Francis Galton, dan istilah Intellegence Quotient dan singkatan IQ di perkenalkan oleh William Stern pada abad 20. Di akhir abad 20 istilah Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) mulai populer karena ditemukan fakta bahwa ada beberapa orang dengan tingkat Kecerdasan Intelektual yang tinggi tapi kurang sukses dalam berkarir. Walau istilah Kecerdasan Emosional mulai dikenalkan pada tahun 1964, istilah ini baru dikenal oleh banyak orang melalui buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh jurnalis ilmiah Daniel Goleman pada tahun 1995.
Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menilai, mengelola, menggunakan serta mengontrol perasaan dirinya dan perasaan orang lain di sekitarnya. Orang dengan tingkat Kecerdasan Emosi yang tinggi dapat mengendalikan perasaannya dalam berpikir dan bersikap, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain dan mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional.
Pada abad 21 atau pada tahun 2007 Annemarrie Lombard menerbitkan buku yang berjudul Sensory Intelligence, Why It Matters more than EQ or IQ? Kecerdasan Indera, mengapa lebih berpengaruh dibandingkan Kecerdasan Emosional atau Kecerdasan Intelektual?
Pengaruh desain Arsitektur, Interior dan Lingkungan Fisika yang mempengaruhi Kecerdasan Indera
Don Ruggles dalam bukunya yang berjudul Beauty, Neuroscience & Architecture mengatakan bahwa manusia yang termasuk mahluk mamalia, otaknya berkembang jauh lebih baik dibanding mahluk mamalia lainnya. Akan sebagian dari otak manusia tersebut masih memiliki cara berpikir primitif, yang belum berkembang dan masih sama dengan mahluk mamalia lainnya, khususnya insting dalam menghindari ancaman keselamatan dan insting berburu dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kesenangan.
Ancaman keselamatan bagi penduduk di perkotaan jaman modern ini sudah berbeda dibandingkan dengan manusia jaman dulu yang hidup di alam bebas yang penuh dengan ancaman fisik. Akan tetapi manusia jaman sekarang mengalami tekanan yang berbeda mulai dari tekanan pekerjaan, tekanan sosial, kemacetan lalu lintas, sampah dan bau, polusi udara, cahaya dan kebisingan. Dibandingkan dengan ancaman jaman dulu misalnya binatang buas yang bersifat sementara, tekanan terhadap Sensory Intelligence dan Pikiran yang dialami manusia jaman sekarang terjadi terus menerus. Tekanan terus menerus seperti ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit yang serius.
Dalam bukunya Lombard menjelaskan perlunya mengubah kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau dan sebagainya agar orang tersebut dapat memberikan respon emosional dan intelektual yang positif yang berpengaruh kepada kesehatan fisik, mental serta sosial. Dan bagaimana orang dapat melatih Kecerdasan Indera agar lebih memahami, beradaptasi atau mengendalikan respon intelektural dan emosional atas kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau, dan seterusnya.
Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).
ALTA Integra didirikan karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang tangguh, berkelanjutan dan semua orang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.
Multi-Sensory Architecture Building Physics
Klik tombol dibawah untuk mengetahui lebih lanjut tentang Konsultasi Multi-Indera Arsitektural Fisika Bangunan
Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)
Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)
Pengujian 25 aspek rasio ideal ruang akustik studio musik oleh J.H. Rindel melalui permodelan matematis
Pengujian terhadap 25 aspek rasio ideal ruang akustik oleh J.H. Rindel
menggunakan permodelan Frequency Spacing Index (6/6)
Ruang kecil yang dirancang untuk melakukan latihan musik, pengambilan rekaman suara, ruang kontrol, editing dan mastering, untuk mendengarkan reproduki suara memerlukan response frekuensi yang senatural mungkin. Oleh karena itu frekuensi resonansi (modes) ruangan harus tersebar semerata mungkin. Untuk mencapai respons frekuensi resonansi yang merata caranya dengan mendesain aspek rasio ruangan sesuai dengan rekomendasi peneliti di bidang ini.
Memainkan alat musik atau alat reproduksi suara di dalam ruangan sama dengan menggabungkan akustik suara alat musik dan akustik suara ruangan (acoustically coupling). Dengan kata lain ruangan bertindak sebagai akustik tambahan dari alat musik atau alat reproduksi suara. Dengan pengertian bahwa ruangan dengan akustik yang baik tidak akan memperindah suara alat musik atau alat reproduksi, akan tetapi ruang akustik yang buruk pasti akan merusak suara alat musik atau alat reproduksi suara yang baik. Ruang musik yang baik adalah ruangan yang mendukung suara musik sebaik mungkin pada setiap nada dan setiap frekuensi secara adil atau merata, tanpa mengorbankan salah satu nada atau frekuensi tertentu.
Bayangkan kita memainkan tangga nada kromatik di sebuah piano dari nada C1 (32.7 Hz) sampai dengan nada C2 (65.4 Hz) pada dua ruang kecil dengan volume yang sama yaitu 150 meter kubik akan tetapi yang satu dengan aspek rasio 1:1:1 atau kubus dan yang satu dengan aspek ideal Meisnerr (2018) yaitu 1,45:1,20:1. Gambar di bawah terlihat frekuensi respons ruangan kubus memiliki puncak dan lembah yang curam dengan simpangan yang jauh. Hal ini akan menyebabkan karakteristik tonal dan intensitas suara piano pada setiap nada kromatik dari C1 sampai C2 akan terdengar jauh berbeda dibanding dengan ruang dengan aspek rasio yang ideal.
Karena penelitian Rindel bertujuan untuk mendapatkan distribusi frekuensi resonans (modes) yang paling merata, maka Rindel membuat permodelan matematis yang dinamakan “Frequency Spacing Index” atau indeks jarak frekuensi. Untuk mendapatkan interval yang ekstrim dari setiap aspek rasio ruangan permodelan matematik ini mengabaikan besaran volume ruangan maupun nilai penyerapan suara permukaan ruangan.
Permodelan Frequency Spacing Index
Apabila permodelan di atas dihitung berdasarkan aspek ratio panjang:lebar dan lebar:tinggi untuk ruangan kubus 1:1:1 dibandingkan dengan ruang aspek rasio ideal Mesnerr 1,45:1,20:1 dan visualisasikan menjadi grafik, akan terlihat seperti di bawah ini.
Dengan bermodalkan permodelan matematis “Frequency Spacing Index”, Rindel menguji kemerataan distribusi frekuensi resonansi (modes) terhadap 25 aspek rasio ideal sampai yang terburuk yang kemudian diurutkan dari yang terbaik sampai terburuk seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.
Dari penelitian ini J.H. Rindel menyimpulkan bahwa aspek rasio panjang-lebar jauh lebih penting ketimbang aspek rasio lebar-tinggi. Menurut Rindel aspek rasio panjang-lebar yang ideal berada pada kisaran 1.15 sampai dengan 1.45, sedangkan aspek rasio panjang-tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi arsitektur tanpa terlalu mempengaruhi kualitas tonaliti suara musik.
References:
Bolt, R. H. (1946). “Note on normal frequency statistics for rectangular rooms,” J. Acoust. Soc. Am. 18, 130–133.
Cox, T. J., and D’Antonio, P. (2001). “Determining optimum room dimensions for critical listening environments: A new methodology,” AES 110th Convention, Amsterdam, Paper No. 5353.
Louden, M. M. (1971). “Dimension ratios of rectangular rooms with a good distribution of eigentones,” Acustica 24, 101–104.
Meissner, M. (2018). “A novel method for determining optimum dimension ratios for small rectangular rooms,” Arch. Acoust. 43, 217–225. Rindel, J. H. (2015). “Modal energy analysis of nearly rectangular rooms at low frequencies,” Acta Acust. United Acust. 101, 1211–1221.
Rindel, J. H. (2016). “A note on modal reverberation times in rectangular rooms,” Acta Acust. United Acust. 102, 600–603.
Sabine, W. C. (1900). “Reverberation,” The American Architect and The Engineering Record [reprinted as paper No. 1 in Collected Papers on Acoustics (Harvard University Press, Cambridge, MA, 1923); reprinted by Dover Publications Inc. (New York, 1964)], p. 3.
Volkman, J. E. (1942). “Polycylindrical diffusers in-room acoustical design,” J. Acoust. Soc. Am. 13, 234–243.
Walker, R. (1993). “Optimum dimension ratios for studios, control rooms, and listening rooms,” BBC Research Department Report, BBC RD 1993/8.
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk desain ruang audio dan studio musik
Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk
desain ruang audio dan studio musik (2/6)
Tulisan kedua dari enam tulisan ini menceritakan pemikiran, penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik oleh Richard Bolt. Distribusi frekuensi resonansi (modes) yang tidak merata di sebuah ruangan dapat menyebabkan distorsi harmonis (spectrum) dan distorsi temporal (decay) untuk frekuensi suara di bawah 250 Hz.
Richard Henry Bolt Ph.D., atau lebih dikenal dengan nama Richard Bolt atau Dick Bolt. Richard Bolt adalah Profesor Fisika di Massacushet Institute of Technology (MIT) yang lahir di kota Peking China pada tahun 1911. Beliau tertarik dengan penelitian di bidang akustik dan mendirikan perusahaan riset dan pengembangan bernama Bolt, Beranek & Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technology. Beliau juga merupakan pendiri perusahaan bernama Arpanet yang merupakan pelopor teknologi internet yang kita kenal saat ini.
Grafik Fungsi Distribusi Frekuensi Rata-Rata yang menunjukan korelasi antara Volume ruangan (V), frekuensi (N), interval antar modes yang berdekatan (u) dan nilai rata-rata (d)
Pada tahun 1946, Bolt menggunakan perhitungan dengan metode penggambaran diagram untuk menentukan nilai rata-rata interval antara modes. Dengan menggunakan metode perhitungan ini Bolt mendapatkan ratios ideal dimensi ruang audio yaitu 2:3:5 atau 1: 2.33:4.33 atau 1:1.26:1.59.
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik
Modes selalu hadir di dalam setiap ruang kecil seperti studio musik, ruang audio, home theater, studio broadcast
Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk
desain ruang audio dan studio musik (1 / 6)
Tulisan pertama dari enam tulisan ini menceritakan perjalanan penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik dalam upaya meratakan distribusi frekuensi resonansi (modes) ruangan yang diperuntukan untuk mendengar audio maupun ruang produksi musik dan siaran.
Resonansi atau modes ruangan menyebabkan distorsi harmonik akustik yang mengubah karakteristik spektrum dan temporal suara pada ruang audio dan studio musik yang menuntut kesempurnaan produksi dan reproduksi suara. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mengoptimasi dimensi ruang berbentuk kotak sepatu dengan dasar pemikiran dasar sebagai berikut:
(1) menghindari pengulangan frekuensi modes yang identik atau berdekatan pada frekuensi yang sama atau interval harmonisnya:
a) modes dengan frekuensi identik dapat menyebabkan penggelembungan frekuensi dan timbulnya ekor suara yang lebih panjang dari aslinya. Hal ini menyebabkan suara terdengar gemuk (boomy) dan membuat suara alat musik dan suara manusia terdengar gelap (dark & muddy)
b) frekuensi modes yang berdekatan dapat menyebabakan kesan pelayangan suara atau nada yang fales karena suara musik asli dan suara resonansi ruangan menciptakan bayangan suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda.
c) penggelembungan frekuensi pada interval sepertiga (third major), seperlima (fifth major) dan oktaf (first octave and so on) menyebabkan distorsi harmonis sepertiga oktaf, seperlima oktaf dan oktaf pertama, kedua dan seterusnya. Selain distorsi spektrum suara, penggelembungan suara pada interval harmonis menyebabkan distorsi temporal yaitu timbulnya ekor suara yang mengubah warna suara alat musik dan suara seseorang.
(2) menghindari kekosongan frekuensi modes pada interval harmonis satu oktaf dapat menyebabkan terasanya kekosongan support ruangan pada frekuensi rendah di interval tersebut dan suara musik dan suara manusia akan terdengar menjadi lebih kasar dan tajam (harsh & edgy).
Rekomendasi rasio ideal ruang audio, studio musik yang saya urutkan dari rasio panjang terhadap tinggi terbesar
Room modes adalah resonansi sebuah gelombang suara yang dimensinya sama dengan permukaan ruangan yang berhadapan. Ada tiga tipe modes dalam ruangan yaitu:
(1) axial modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada permukaan rata yang berhadapan seperti permukaan dinding atau permukaan lantai dengan plafon.
(2) tangential modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang sama
(3) oblique modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang berhadapan juga
Gambar yang memperlihatkan modes pada sumbu axial, tangential dan oblique
Baca tulisan berikut yang mengulas pemikiran dan metode perhitungan dari peneliti yang menekuni topik ini.
Desain Arsitektural Fisika Bangunan terhadap Kualitas Tidur dan Kesehatan
“Sleep is the best meditation”
Kualitas Tidur dan Kesehatan
Kualitas tidur merupakan salah satu pilar menuju hidup sehat secara jasmani dan mental. Telah banyak penelitian yang membuktikan hubungan erat antara kualitas tidur terhadap kualitas kesehatan, awet muda dan umur yang panjang.
Kualitas tidur yang rendah selain membuat tubuh tidak segar dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko penyakit berat seperti darah tinggi, sakit jantung, serangan jantung, diabetes tipe 2, depresi dan obesitas. Dengan semakin orang yang hidup di perkotaan dan berkembangnya teknologi, kualitas tidur masyarakat perkotaan semakin berkurang.
Siklus tidur
Siklus tidur adalah sistem internal tubuh dimulai dari kondisi tidur Rapid Eye Movement (REM) atau light sleep sampai dengan Non Rapid Eye Movement (NREM) dan kembali ke kondisi REM. Kondisi NREM terdiri dari tiga tahap yaitu Intermediate Sleep, Moderate Deep Sleep dan Deep Sleep. Satu siklus tidur biasanya sekitar 90 menit, dimana menjelang pagi kedalaman NREM semakin berkurang sedangkan durasi REM semakin lama. Dalam satu malam kita mengalami siklus tidur 4-5 kali.
Siklus tidur dipengaruhi oleh pengaruh external seperti temperatur udara, suara, cahaya, kebiasaan, dan makanan. Siklus tidur juga dipengaruhi oleh pengaruh internal seperti pola gelobang otak dan faktor keturunan.
Desain Fisika Bangunan
Desain arsitektur bangunan rumah tinggal, hotel, apartemen yang didesain dengan mempertimbangkan faktor fisika bangunan dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik karena kualitas pengudaraan, temperatur, suara dan cahaya yang menunjang tidur yang pulas.
ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.
#tidur #kesehatan #bangunan #arsitektur #awetmuda #suara #udara #temperatur #cahaya
Pengaruh kompresi MP3 terhadap persepsi emosi karakteristik alat musik
MP3 adalah mekanisme mengompres data audio dengan memanfaatkan konsep karakteristik pendengaran manusia, ilmu fisika, serta matematika. Karena sistem kompresi MP3 menghilangkan sebagian besar sinyal yang tidak didengar oleh telinga manusia, sistem kompresi MP3 disebut juga sistem kompresi lossy.
Pada sistem kompresi MP3, seberapa besar data yang bisa dikurangi sangat bergantung kepada sinyal suara yang diproses. Sebagai rasio perbandingan, sinyal suara 3 menit yang menurut perhitungan sederhana menghasilkan data dengan ukuran sebesar 130 MB, maka dengan kompresi MP3 ukurannya bisa dikurangi menjadi sekitar 3-7 MB.
Alat musik memiliki karakteristik harmonisasi warna suara serta persepsi emosional. Semua proses audio yang dilakukan akan mengubah harmonisasi warna suara beserta persepsi emosional. Penelitian yang dilakukan oleh Ronald Mo, Ga Lam Choi dan Andrew Horner dari Universitas Hongkong terhadap 8 alat musik berkarakteristik temporal sustain dengan metodologi psikoakustik pendengaran.
Studi menyimpulkan bahwa kompresi MP3 melemahkan persepsi emosi positif musik yang memiliki karakteristik Bahagia, Heroik, Romantik, Lucu, dan kalem. Sebaliknya kompresi MP3 memperkuat persepsi emosi negatif seperti Misterius, Malu, Menakutkan dan Sedih. Terakhir musik dengar karakteristik kemarahan tidak terlalu terpengaruh dengan kompresi MP3.
#music #mp3 #feeling #emotion #perception #percieve #harmony #sound #audio