Blog Studi Lapangan Fisika Bangunan
Iklim → Alam → Manusia → Budaya → Arsitektur → Perkotaan
Kumpulan studi lapangan mengenai iklim, alam, arsitektur, dan perkotaan dari perspektif fisika bangunan.
Temukan bagaimana kondisi lingkungan, budaya lokal, dan strategi desain memengaruhi kenyamanan, kesehatan, efisiensi energi, dan kinerja bangunan.
Mengamati Basilika Vatikan San Pedro
Juli 2019
Arsitektur Menakjubkan dengan Akustik yang Luar Biasa
Waktu gema untuk gereja terbesar di dunia dengan volume 566.337 meter kubik jauh lebih pendek dari yang diperkirakan.
Pengukuran gema frekuensi menengah oleh Robert Shankland pada tahun 1970 dalam kondisi kosong adalah sekitar 7,5 detik.
Mendengar Antonio Vivaldi Four Seasons di Gereja San Paolo Entro Le Mura Roma
Sebelum James Clerk Maxwell menemukan teori dasar mengenai elektromagnet tahun 1865 (yang menjadi salah satu dasar penemuan microphone, loudspeaker dan lain-lain) akustik ruangan (pantulan suara) menjadi metode untuk memperkuat energi suara di sebuah ruangan sehingga pagelaran musik dapat dinikmati oleh orang banyak.
Begitu pula Antonio Lucio Vivaldi 1678-1741 yang mengarang dan mempertunjukan karya musiknya memanfaatkan akustik kapel atau gereja yang mana dia sangat mengenal karakteristiknya karena beliau adalah pastor kepala di Kapel Mantua. Salah satu karya besarnya yaitu orkestra biola Four Seasons yang terdiri dari 4 group yang berisi 3 rangkaian lagu yang masing-masing mewakili musim semi, panas, gugur dan dingin.
The Four Seasons dalam bahasa Itali Le quattro stagioni terdiri dari empat group konser biola yang dikarang oleh komposer Itali Antonio Vivaldi, yang mana ke empatnya mewakili interprestasi 4 musim mulai dari semi, panas, gugur dan dingin. Komposisi ini dikarang pada tahun 1718−1720, dimana Vivaldi yang seorang pastor menjadi kepala kapel di Mantua.
Allegro, Spring - Vivaldi Four Seasons
Springtime is upon us.
The birds celebrate her return with festive song,
and murmuring streams are
softly caressed by the breezes.
Thunderstorms, those heralds of Spring, roar,
casting their dark mantle over heaven,
Then they die away to silence,
and the birds take up their charming songs once more.
Nonton video liputan di bawah ini
Foto dan video ini saya ambil saat mendengarkan pertunjukan musik akustik string quartet dan harpsicord pada tanggal 22 Juli 2019 di Gereja San Paolo entro le mura, Roma. Gereja bergaya Gothic Revival dirancang oleh Arsitek kebangsaaan Inggris bernama George Edmund dan dibuka untuk umum pada tahun 1880.
Musik yang terdengar pada ruangan ini adalah suara alat musik akustik berikut amplifikasi yang disebabkan oleh akustik ruangan yang memiliki karakteristik frekuensi dan waktu dengung yang berbeda di setiap lokasi duduk.
#fourseasons #antoniovivaldi #rome #operainroma #church #architecture #acoustics #sounds #music
Mengamati Arsitektur Benteng Milan Castello Sforzesco
Juli 2019
Cinta di Antara Reruntuhan
Di mana senja yang tenang dan berwarna-warni tersenyum, Bermil-mil jauhnya
Di padang rumput yang sunyi tempat domba-domba kita, Setengah tertidur
Berkicau pulang melalui senja, tersesat atau berhenti,
Saat mereka merumput—
Dahulu merupakan lokasi kota yang besar dan meriah, (Begitulah kata mereka)
Ibu kota negara kita, pangerannya, Berabad-abad yang lalu
Mengadakan istananya, mengumpulkan dewan, memegang kendali jauh, Damai atau perang …
- Robert Browning -
Mengamati Gedung Opera Teatro Alla Scala Milan
Nessun Dorma yang dipopulerkan oleh Luciano Pavarotti - adalah aria dari opera Turandot - Giacomo Puccini.
Opera ini terdiri dari tiga bagian yang tidak dapat diselesaikan oleh Puccini yang keburu meninggal dunia pada tahun 1924, opera ini dilanjutkan oleh Franco Alfano dan akhirnya selesai pada tahun 1926.
Opera Turandot pertama kali dibawakan di gedung konser Teatro Alla Scala Milan Italy - pada tanggal 25 April 1926. Performa pada tanggal 25 April 1926 hanya menampilkan karya Puccini dan performa di hari berikutnya baru menyertakan karya Alfano.
Teatro Alla Scala Milan
Teatro Alla Scala diresmikan pada tanggal 3 Agustus 1778 - yang sebelumnya bernama Nuovo Regio Ducale Teatro alla Scala. Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa inggris berarti New Royal-Ducal Theatre Alla Scala.
La Scala - nama populer masa kini merupakan opera house berbentuk tapal kuda - dengan kapasitas penonton sampai dengan 2289 orang. Karakteristik akustik di Teatro Alla Scala telah menjadi mitos dan sering menjadi ditiru oleh opera house lainnya. Salah salah opera house yang meniru adalah Teatro Nacional de Sao Carlos Lisbon Portugal. Karaketeristik akustik di La Scala memiliki ciri khusus terutama untuk vokal Tenor dan Baritone.
Berikut adalah data pengukuran akustik dari buku Music, Acoustics & Architecture, Beranek, 1962.
V = 11,250.282 m3 ( 9,010.421 m3, volume in well only)
NA = 2,289 seats, including 154 unnumbered seats from which the stage cannot be seen.
NT = 2,489
tI = 15 ; 12 msec
T500-1000 (Occup.) = 1.2 sec
SA = 1,300.64 m2 ( 715.35 m2, main floor seating area only ).
SO = 111.48 m2
SOF = 125.42 m2
SP = 222.97 m2
ST = 1,635.1 m2 ( 1,049.8 m2, main floor seating area only ).
SA/NT = 0.522 m2 V/ST = 6.858 m ( 8.595 m)
Setelah dilakukan beberapa kali renovasi berikut adalah hasil pengukuran Reverberation Time yang dilakukan pada tanggal 20 Desember 2000 oleh Andreas Hoischen pada ruangan kosong adalah Tlow 1,35 detik, Tmid 1,15 detik dan Thigh 1.00.
#acoustics #roomacoustics #acousticdesign #acousticengineer #interioracoustic #interiordesign #architecturalacoustic #architecture #operahouse #concerthal
Mengamati Arsitektur Duomo Cattedrale Milan
Juli 2019
“Majestic, tall, grand, towering above me, perfection in stone.
Rows of arches, wide pillars, soothing, a firm embrace.
Cold and carved, measured with care.
A palace for God, standing tall, unapologetic.
The unseen footsteps of faith walking upon the somber stone slabs.
The footsteps of those who know the story and believe.”
Mengamati Gereja Erlöserkircher Ludenscheid
9 Juli 2019
Erlöserkirche (Gereja Penebus) terletak di tengah tata letak melingkar kota tua. Gereja Protestan ini adalah gereja tertua di kota. Menaranya berasal dari abad ke-11, sedangkan bagian tengah gereja paroki dibangun kembali selama periode klasisisme pada awal abad ke-19. Evangelische Erlöserkirche, yang disebut Medarduskirche hingga tahun 1902, adalah gereja tertua di Ludenscheid dan berdiri di pusat kota tua Ludenscheid.
Gereja ini, atau pendahulunya, pertama kali disebutkan pada tahun 1072. Hingga Reformasi, gereja ini didedikasikan untuk Santo Medardus, santo pelindung Lüdenscheid. Pada abad ke-12, sebuah basilika pilar dua lorong bergaya Romawi akhir dibangun di lokasi pendahulunya yang bergaya Romawi sebagai bagian tengah gereja, sedangkan paduan suara berasal dari periode Gotik. Setelah mengalami kerusakan, bangunan itu dihancurkan pada tahun 1822, tetapi bagian menara bergaya Romawi masih terpelihara. Pada tanggal 26 Maret 1826, selama peresmian Biara yang baru, arsitek Engelbert Kleinhanz merancang bagian tengah gereja. Sebuah desain oleh ahli bangunan dari keluarga kerajaan Lippe, Wilhelm Tappe, putra Lüdenscheid, ditolak pada tahun 1823 dalam sebuah laporan oleh Karl Friedrich Schinkel.
Menara Gereja Penebus mungkin merupakan bangunan tertua yang masih berdiri di kota ini dan berasal dari abad ke-11. Di sebelah utara dan timur, terdapat friezes lengkung khas Romawi, yang sekarang tertutup oleh atap bagian tengah gereja. Lantai atas, yang awalnya terbuka ke bagian tengah gereja, berfungsi sebagai "galeri penguasa" sebagai tempat duduk pemilik dan sebagai Kapel Santo Mikael.
Gereja ini memiliki lima lonceng dan sistem lonceng Gereja Penebus direnovasi pada tahun 1920 dan 2000. Menara gereja baru mendapatkan kubah bertingkat yang khas, yang masih tampak bergaya barok, pada tahun 1785. Kubah ini secara signifikan membentuk lanskap kota Lüdenscheid. Poros menara diamankan oleh 180 jangkar besi dan dilonggarkan secara dekoratif pada saat yang bersamaan. Bagian tengah gereja bergaya klasik dengan apse ditandai dengan jendela lengkung dan pilaster yang membagi fasad. Di dalamnya terdapat kubah kayu dan galeri. Mimbar altar diperkirakan dirancang oleh Adolf von Vagedes, seorang murid Karl Friedrich Schinkel.
Mengamati Stasiun Amsterdam Centraal
7 Juli 2019
Amsterdam Centraal dirancang oleh Pierre Cuypers, arsitek yang juga dikenal karena desain Rijksmuseum di Amsterdam. Cuypers adalah arsitek utama yang sebagian besar berfokus pada dekorasi bangunan stasiun dan menyerahkan desain struktural kepada insinyur kereta api. Kontraktor bangunan tersebut adalah Philipp Holzmann.
Stasiun pusat baru ini menggantikan Stasiun Amsterdam Willemspoort, yang telah ditutup pada tahun 1878, serta Stasiun Westerdok sementara yang digunakan dari tahun 1878 hingga 1889. Ide untuk stasiun pusat berasal dari Johan Rudolph Thorbecke, pada tahun 1884.
Mengamati: Istana Kerajaan Amsterdam
Fotografi Arsitektur - Juli 2019
Istana ini dibangun sebagai balai kota Amsterdam yang menghadap dermaga darat Damrak, yang saat itu ramai dengan kapal. Dirancang oleh Arsitek bernama Jacob van Campen, dan terinspirasi oleh Balai Kota Antwerp. Fase konstruksi dimulai pada tahun 1648 dan dibuka pada 29 Juli 1655. Motivasi pembangunan gedung ini adalah untuk menciptakan ikon Roma baru di Utara. Balai kota baru ini diklaim sebagai gedung administrasi terbesar di Eropa. Bahkan, beberapa pelancong menggambarkan bangunan ini terlalu besar untuk kota tersebut, di mana fasad tipikalnya hanya selebar tiga jendela.
Implementasi teknis ditangani oleh kepala konstruksi kota Daniël Stalpaert. Patung-patungnya dibuat di Antwerp oleh Artus Quellijn. Dibangun di atas 13.659 tiang kayu dan menelan biaya 8,5 juta gulden. Batu pasir kekuningan dari Bentheim di Jerman digunakan untuk seluruh bangunan. Marmer adalah material yang dipilih untuk interiornya. Bagian interior, yang berfokus pada kekuasaan dan prestise Amsterdam, diselesaikan kemudian. Lukisan-lukisan di dalamnya termasuk karya-karya Govert Flinck (yang meninggal sebelum menyelesaikan siklus dua belas kanvas besar), Jacob Jordaens, Jan Lievens, dan Ferdinand Bol.Amsterdam Central Cityscape
Amsterdam Double Tree Hotel
Architecture By Bennets Associates Architect for Mint Hotel Group. The hotel’s facades are a complex series of layers, consisting of moveable perforated shutters, glazing, and brickwork, echoing the spirit of traditional Dutch architecture.
The palette of materials in each part of the building responds to the different architectural styles around the site: the south-facing elevation incorporates the most brickwork in response to the architecture of the old town which it faces. Whilst the east and west facades and bridges between the three blocks are predominantly glazed, reflecting the architectural language of the more contemporary parts of the city.
All internal courtyard-facing facades are clad in red zinc, responding to the changing quality of light to this central area.
Amsterdam Magna Plaza
Architect Cornelis Hendrik Peters built Magna Plaza in a neo-Gothic style, a mixture of Gothic and romantic elements of which the Parliament buildings in London are an example.
In 1992 this beautiful building was added to the list of the ten most valuable monuments of the city of Amsterdam. Four renowned architects were invited to submit a renovation plan, for the first indoor shopping and lifestyle center in the heart of the city.
Menyaksikan Konser Klasik Last of the SummerNights, Concertgebouw
Last of the SummerNights, 31 Agustus 2018.
Menampilkan karya komposer Rodrigo (Spanyol), Rossini (Itali), dan Ravel en Meer (Belanda). Berikut adalah cuplikan lagu Concierto de Aranjuez oleh komposer Rodrigo yang saya sangat suka. Konduktor oleh @baswiegers dan gitar oleh Pablosainzvillegas. Classical Guitarist Sl.
Concierto de Aranjuez adalah komposisi konser gitar klasik yang dikarang pada tahun 1939 oleh composer Spanyol bernama Joaquín Rodrigo. Penamaan Aranjuez diambil dari nama taman yang Indah di Spanyol yaitu Palacio Real de Aranjuez, sebuah istana peristirahatan musim semi yang dibangun oleh raja Philip II pada pertengahan abad ke 16.
Lagu ini dapat membawa pendengar ke tempat dan waktu yang berbeda yang bernuansakan suara alam. Pengarang mendeskripsikan lagu ini sebagai interprestasi atas "wanginya bunga magnolias, kicauan nyanyian burung, dan gemericik air mancur" di taman Aranjuez.
Komposisi ini terdiri dari tiga movements yaitu (1) Allegro con spirito, (2) Adagio, dan (3) Allegro gentile.
Movement pertama dimainkan dengan tempo Allegro pada kunci D Major dengan pengaruh music flamenco. Flamenco dance adalah tarian energik yang memanfaatkan energi bumi yang dipijak. Movement pertama ini dipengaruhi juga oleh perasaan senang atas bulan madu sang composer dengan istrinya. Pendahuluan movement pertama yang terdiri dari 40 bar dimulai dengan strumming solo guitar dengan ketukan 6/8. Thema music dilatari dengan perpindahaan kord tonic, supertonic, and dominant.
Movement kedua yang sangat terkenal dimainkan pada kunci B minor dengan tempo Adagio. Ditampilkan secara berdialog antara gitar dan solo instrument lain seperti cor anglais, bassoon, oboe, horn etc. Dialog gitar dan solo instrument menggambarkan perang batin antara composer dan Tuhan karena meninggalnya anak dalam kandungan istrinya. Dan keprihatinan composer atas pengeboman Guernica pada tahun 1937. Movement kedua diakhiri dengan penerimaan atas segala yang telah terjadi dan berdamai dengan sang Pencipta.
Movement ketiga dimainkan dengan tempo Allegro pada kunci D Major dengan pengaruh music tarian rakyat (folk) yang riang dan melayang di udara. Dengan ketukan yang berubah-ubah antara ketukan 2/4 dan 3/4. Dimulai dengan frase 4 bar yang terdiro dari 9 beats ketukan 3/4 dilanjutkan dengan ketukan 2/.
Acoustic is a science or a mistery? Het Concertgebouw tour
Het Concertgebouw Amsterdam is the 3rd Best Sound Concert Hall in the World.
What are acoustic elements that make it sound good? The shape? The material?
Project start from 1881 the middle of nowhere before Amsterdam was born. It was built with common vision of 6 persons who have passion for presenting good music.
Till now lots of renovation has been made, for example there is space extension in front of original building for a cafe and entrance lobby.
Many best conductors, soloist, vocalist, rock bands include DJs has been played at Concertgebouw. Include the best sounding music instrument has been played.
Many acoustic scientists, engineers and students has made studied and researched about Concertgebouw.
The best sound concert hall that i had ever listen so far.
Mengamati Akustik Gedung Konser Het Concertgebouw Amsterdam
“Het Koninklijk Concertgebouw”: Amsterdam’s famous “Royal Concert Building” opened its doors in 1888 with seating for 2,206 listeners. Constructed on the “shoe-box” principle, it is considered one of the finest concert halls in the world. Many tours have already taken the Bavarian RSO here. But the musicians are of two minds about its acoustics. (www.br-so.com)
What is the secret of the world-famous acoustics of the Main Hall?
Is it just a coincidence that Dolf van Gendt, considered by his family to be completely devoid of musical talent, was able to create a perfectly resonant hall? In the time that The Concertgebouw was taking shape, the science of acoustics was still considered a mysterious combination of many different and undefinable factors.
Professional recording equipment was only developed in the 20th century; at the time, architects only had successful examples to look to. As a result, the Recital Hall is nearly identical to the renowned oval hall in the Felix Meritis building, while the Main Hall – in terms of design and materials used – was based on the large concert hall of the Neue Gewandhaus in Leipzig, Germany. In later restorations, the original design and finishing details of the halls were left intact as much as possible to preserve the sensitive acoustics. Because even the most advanced equipment is unable to unmask the secret of the Main Hall’s unparalleled acoustics.
Technical Data
Dimension: 26.2 m × 27.7 m × 17.1 m
Volume (V): 18,780 cubic meters
Furthest Seat: 25.6 meters
Number of Seats (N): 2,037 seats
Total Absorptive Area (ST): 1,285 square meters
Volume per seat (V/N): 9.2 cubic meters
Volume per Absorptive (V/ST): 14.6 meters
T60 (Occ): 2.0 seconds
T60 (Unocc): 2.6 seconds
1-IACCe3: 0.46
t1: 21 miliseconds
Gmid: 5.9 dB
Bass Ratio (BR): 1.08
Architect: A.L. van Gendt
(Beranek, 1996)
Menyaksikan Pablo Sáinz Villegas Rosanne Philippens Philharmonie Zuidnederland at Het Concertgebouw Amsterdam
Listening Note 31 August 2018 to Last of The Summer Night Concert Het Concertgebouw Amsterdam Nederland
Listening Note 31 August 2018 to Last of The Summer Night Concert Het Concertgebouw Amsterdam Nederland
On Stage before Concert
On Stage after Rehearsal
Recording and Lighting Preparation
Mengamati Arsitektur Gereja Saint Martin Arlon
This church, classified as an exceptional part of the cultural heritage of Wallonia, is impressive due to its size and its dimensions. It dominates the landscape of Arlon, mainly thanks to its 97 m tall tower. It could be a cathedral rising from the Middle Ages. And yet it is a collegial church, and the building is of recent construction (1907-1914).
It is one of the most remarkable Neo-Gothic buildings in the country. Its construction dates from the beginning of the 20th century, responding to the wish of Leopold II, to grant to Arlon, the new administrative centre of the province of Luxembourg, a monumental religious edifice of such a nature as to impress foreigners entering into the country.
The building is an accurate Medieval reconstruction as successful as the original structures. Here as in the Gothic cathedrals, one finds the wide central nave, monumental portals, grimacing birds and monsters crouched on the cornices.
In the interior, one will notice the stained glass windows, and in particular the high rose window at the head of the choir, the cathedra for preaching in the Neo-Romanesque style, the stalls and the great organs.
Church of Saint-Martin in Arlon - Discover this open and .... https://openchurches.eu/en/churches/saint-martin-arlo
Mengamati Arsitektur Gedung Konser Luxembourg Philharmonie
Grande-Duchesse Josephine-Charlotte Orchestre Philharmonique du Luxembourg
The Philharmonie Luxembourg yang resminya bernama The Grande-Duchesse Joséphine-Charlotte Concert Hall adalah concert hall negara Luxembourg City.
atelier-christian-de-portzamparc-wade-zimmerman-christian-richters
Pada tahun 1997 arsitek Christian de Portzamparc's terpilih sebagai pemenang beauty contest international yang diselenggarakan oleh pemerintah Luxembourg. Desain akustik ketiga hall adalah hasil kerja konsultan akustik kelahiran Cina bernama Albert Yaying Xu bersama Jean-Paul Lamoureux dan Jérôme Falala dari AVEL Acoustique. Konstruksi di mulai pada awal semi tahun 2002 dan resmi dibuka pada musim panas tahun 2005.
Filosifi desain arsitektur bangunan ini adalah sebagai simbol pintu masuk ke dunia musik yang dimurnikan oleh lapisan filter alam. Untuk mewujudkan filosofi ini facade bangunan ini dirancang dalam bentuk 823 kolom besar terbuat dari baja putih yang tersusun 3 sampai 4 baris. Kolom terluar kolom statis, kolom ke dua berfungsi menopang kaca facade dan kolom interior berfungsi sebagai fasilitas teknis bangunan.
atelier-christian-de-portzamparc-wade-zimmerman-christian-richters
Grand Auditorium
Grand Auditorium berbentuk "shoebox" dengan volume mendekati 20,000 m3 dan dapat menampung 1,500 orang. Untuk mengatasi permasalahan akustik dari ruang persegi panjang dan meningkatkan kualitas akustik, dipasangkan delapan kotak tinggi diletakan disekitar stalls dalam konfigurasi tidak beraturan berfungsi sebagai panel akustik untuk menyebarkan suara secara merata ke seluruh ruang.
atelier-christian-de-portzamparc-wade-zimmerman-christian-richters
Hasil pengukuran menunjukan waktu dengung (reverberation time) antara 1.5 detik sampai 2 detik. Dengan penggunaan korden panggung dan panel pemantul suara yang dapat diatur membuat karakteristik akustik pada konser hall ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari musik yang ditampilkan. Panel pemantul suara berada di atas panggung selain diarahkan ke area penonton, juga berfungsi membuat musisi dapat saling mendengarkan suara alat musik lain dengan lebih baik.
Seperti theater Shakespearian, penonton dapat lebih terlibat dalam pertunjukan dengan visibiliti dari sekeliling panggung dan area paduan suara dapat difungsikan sebagai kursi tambahan. Panggung terdiri dari 21 platforms yang dapat diatur memungkinkan beragam konfigurasi panggung yang disesuaikan dengan formasi dan jumlah musisi yang tampil di konser tersebut.
Salle de Musique de Chambre
The Salle de Musique de Chambre (Chamber Music Hall) dapat menampung 313 orang. Ruang konser musik kamar tampak unik dengan dua dinding melengkung berbentuk kerang dan panel pemantul suara di atas panggung untuk memaksimalkan penyebaran suara ke audiens. Ruang resital The Salle de Musique de Chambre, ruang kantor penjualan tiket dan akses ke parkir tidak menyatu dengan bangunan utama. Pengunjung masuk ke dalam hall melalui jalan sepanjang dinding yang melengkung.
atelier-christian-de-portzamparc-wade-zimmerman-christian-richters
Espace Découverte
The Espace Découverte (Discovery Space) terletak pada basement bangunan, terkenal dengan perangkat modern yang canggih dan terkini dapat memuat 180 orang. Dinding di ruangan ini dapat dilepaskan agar akustik ruangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Ruangan ini dapat digunakan untuk pertunjukan musik pop, rock, elektronik maupun eksperimental. Ruangan ini sering digunakan untuk memutar karya film dan video, pameran galeri seni, atau penampilan seni lainnya. Ruangan ini sering pula dipakai sebagai tempat edukasi atau pelatihan seni.
atelier-christian-de-portzamparc-wade-zimmerman-christian-richters
Mengamati Arsitektur Gedung Opera Teatro Nacional de Sao Carlos Lisbon
Teatro Nacional de Sao Carlos adalah Opera House yang dibuka pada tanggal 30 July 1793 oleh Ratu Maria Pertama. Opera House ini sebagai pengganti Tejo Opera House yang rusak karena gempa yang terjadi pada tahun 1755. Di desain oleh arsitek Portugis bernama Jose da Costa e Silva bergaya neoklasik dengan elemen rococo. Bangunan ini terinspirasi oleh teater Itali seperti San Carlo di Naple dan La Scala di Milan
Secara Arsitektural Akustik ruangan hall utama berbentuk Horse-Shoe dengan kapasitas duduk 1,150 orang. Teater ini memiliki stage opera yang luas dan orchestra pit. Di bawah orchestra pit dibuat lubang akustik spesial (acoustic cavity) yang membuat waktu dengung frekuensi rendah meningkat sehingga suara di Opera House ini terdengar "warm".
#acoustics #roomacoustics #acousticdesign #acousticengineer #interioracoustic #interiordesign #architecturalacoustic #architecture #operahouse #concerthal
Menyaksikan Konser Vitor Monteiro & Antonio Vieira di Casa De Musica Porto Portugal
Listening Note to Vitor Monteiro & Antonio Vieira at Recital Hall Casa De Musica Porto.
Listening Note 17 August 2018
Mengamati Arsitektur Gedung Konser Casa de Musica Porto
Casa da Musica, Porto, 🇵🇹
Dirancang oleh arsitek Belanda Rem Koolhaas - Office for Metropolitan Architecture, konsultan akustik Renz Van Luxemburg - Royal Haskoning DHV, Interior Designer Petra Blaisse-Inside Outside, bersama tim engineer Arup Group dan Porto Office of Metropolitan Architecture. Konstruksi bangunan terdiri dari 13 elemen permukaan lebar dengan dimensi 22 m x 15 m sampai dengan 65 m x 8 m.
Perencanaan pembangunan Casa da Musica diumumkan pada tahun 1998, selesai dibangun dan diresmikan diresmikan pada tahun 2005. Casa de Musica terdiri dari dua ruang konser yaitu ruang konser besar dan ruang konser kecil.
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Ruang konser besar berpola daun kayu bulir emas - perak berbentuk kotak sepatu dengan luas 1.100 meter. Dengan tempat duduk tribun dan dua balkon memiliki kapasitas audiens 1.238 orang. Ruang konser besar bagian dinding bagian muka dan belakang yang dirancang menggunakan kaca tembus pandang untuk memberikan konser berada di ruang yang terbuka dengan pemandangan ke kota. Tantangan akustik pada ruang ini adalah mencegah suara dari luar masuk ke ruang konser sekaligus dapat mendistribusikan suara di dalam ruang secara merata. Solusi desain yang disarankan oleh konsultan Royal Haskoning adalah kaca ganda bergelombang dengan arah horisontal.
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
#concerthall #music #classicalmusic #artperforming #architecture#architecturalacoustic #interiordesign #physchoacoustic#architecturalphotography #porto #portugal #latepost
Melihat Mendengar Arsitektur Akustik Casa de Musica Porto Portugal (Copy)
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Casa da Musica, Porto, 🇵🇹
Dirancang oleh arsitek Belanda Rem Koolhaas - Office for Metropolitan Architecture, konsultan akustik Renz Van Luxemburg - Royal Haskoning DHV, Interior Designer Petra Blaisse-Inside Outside, bersama tim engineer Arup Group dan Porto Office of Metropolitan Architecture. Konstruksi bangunan terdiri dari 13 elemen permukaan lebar dengan dimensi 22 m x 15 m sampai dengan 65 m x 8 m.
Perencanaan pembangunan Casa da Musica diumumkan pada tahun 1998, selesai dibangun dan diresmikan diresmikan pada tahun 2005. Casa de Musica terdiri dari dua ruang konser yaitu ruang konser besar dan ruang konser kecil.
Ruang konser besar berpola daun kayu bulir emas - perak berbentuk kotak sepatu dengan luas 1.100 meter. Dengan tempat duduk tribun dan dua balkon memiliki kapasitas audiens 1.238 orang. Ruang konser besar bagian dinding bagian muka dan belakang yang dirancang menggunakan kaca tembus pandang untuk memberikan konser berada di ruang yang terbuka dengan pemandangan ke kota. Tantangan akustik pada ruang ini adalah mencegah suara dari luar masuk ke ruang konser sekaligus dapat mendistribusikan suara di dalam ruang secara merata. Solusi desain yang disarankan oleh konsultan Royal Haskoning adalah kaca ganda bergelombang dengan arah horisontal.
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Photo: Phillippe Ruault - Arch Daily
Ruang konser kecil bernama Sala 2 tempat saya menonton duet Vitor Monteior dan Antonio Vieira memainkan musik tradisional Portugal menggunakan Akordion dan beragam gitar termasuk gitar tradisional Portugal.
Auditorium kecil ini berbentuk kotak sepatu juga dengan luas 320 m2 dengan kursi non permanen yang dapat diubah konfigurasinya, sehingga dapat mengakomodasi beragam pertunjukan seni. Interior design bergaya modern dengan palet warna merah dan hitam.
#concerthall #music #classicalmusic #artperforming #architecture#architecturalacoustic #interiordesign #physchoacoustic#architecturalphotography #porto #portugal #latepost