Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti
Kinerja Bangunan Berbasis Manusia
Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.
Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.
Polusi Cahaya Jalan Media Fasad Gedung Membahayakan Keselamatan
Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta
Selain menggangu kesehatan, Polusi cahaya juga dapat menyebabkan gangguan aktifitas manusia di malam hari. Memasang lampu jalan, lampu fasad bangunan maupun media fasad membutuhkan visi, strategi serta perhitungan yang tepat guna. Apabila hal ini dilakukan tanpa melalui proses perencanaan yang matang selain menyebabkan pemborosan biaya energi listrik, dapat membahayaan keselamatan orang banyak.
Pada malam hari indera penglihatan kita dalam kondisi mesopic vision atau twilight vision dengan tingkat pencahayaan yang diterima oleh mata pada kisaran 0,01 sampai dengan 3.00 candela per meter persegi. Tingkat pencahayaan yang dipancarkan dari pencahayaan bangunan, lansekap, media fasad dan lalu lintas berada pada kondisi Penglihatan Mesopic.
Penglihatan Mesopic adalah kondisi di mana indera mata bekerja dalam kondisi penglihatan gabungan photopic (siang hari) dan scotopic (malam hari yang gelap).Pada kondisi penglihatan Photopic sinar yang jatuh ke bola mata diproses melalui Cone sedangkan pada kondisi penglihatan Scotopic dioleh oleh Rod.
Aktifitas apa yang terggangu oleh Polusi Cahaya?
Gangguan Pengendara Bermotor Jalan Raya
Cahaya yang menyilaukan di malam hari dapat menggangu konsentrasi pengguna jalan raya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seperti yang dijelaskan di atas di malam hari penglihatan manusia pada kondisi Mesopic dimana telah menyesuaikan dengan tingkat pencahayaan yang jauh lebih kecil dibandingkan cahaya di siang hari. Saat melihat cahaya yang jauh lebih terang, mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari kondisi penglihatan mesopic ke kondisi penglihatan photopic.
Tingkat Kejahatan yang meningkat
Secara logika penerangan di malam hari secara subjektif dapat meningkatkan rasa aman dan dapat mengurangi tingkat kejahatan. Akan tetapi kenyataannya lampu terang dengan arah yang salah menerangi area yang mengundang aksi pencurian dan kadang menyebabkan area gelap untuk bersembunyi. Kejahatan seperti pencurian dan grafiti terjadi di malam hari karena ada pencahayaan yang cukup. Misalnya pencahayaan yang salah menerangi isi mobil dan ada bagian gelap di mana pencuri dapat bersembunyi tidak terlihat kamera CCTV.
Cahaya silau langsung membutakan mata, orang yang berdiri di kegelapan sulit terlihat
Apabila mata tidak melihat cahaya silau secara langsung, orang yang berdiri di kegelapan lebih jelas terlihat
Gangguan Visual Pilot Pesawat Terbang
Berikut adalah beberapa gangguan visual yang biasa dialami Pilot Pesawat udara saat mengudara atau mendarat di malam hari:
Autokinesis terjadi karena melihat titik cahaya yang menyilaukan dengan background gelap beberapa saat. Setelah itu cahaya terlihat bergerak dan membingungkan pilot. Vertigo Pilot merasa pusing dan berputar karena distraksi beragam cahayadi area cockpit, landasan, dan media fasad yang berkedip dan bergerak.
Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera
Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan tubuh dan pikiran. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.
Artikel Terkait
BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?
Light Pollution Changes Birds Behavior
Polusi Cahaya Pencahayaan Media Fasad Menyebabkan Gangguan Kesehatan dan Kanker
Kota Besar dan Gedung beserta Lansekap nya semakin terang benderang di malam hari. Hal ini didukung oleh teknologi media dan pencahayaan fasad yang semakin menarik dan semakin terjangkau. Sayangnya sebagian besar dari kita masih belum mengetahui bahayanya Polusi Cahaya terhadap manusia, hewan dan tumbuhan sehingga pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad masih banyak yang menimbulkan polusi.
Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta
Apa saja pengaruh negatif Polusi Cahaya?
Mengganggu Siklus Biologis Manusia
Tidur yang baik berfungsi untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah bekerja satu hari. Akan tetapi sinar biru yang dihasilkan lampu LED menyebabkan gangguan pelepasan dan pengurangan hormon untuk mengatur jam tidur dan jam bekerja. Gangguan siklus hormon ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, kepercayaan diri serta menimbulkan beragam penyakit.
Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan mood dan emosi negatif, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan membuat orang lebih agresif. Cahaya yang terlalu terang benderang ke segala arah dapat masuk ke dalam kamar tidur melalui jendela, menyebabkan gangguan tidur.
Beberapa penelitian menyimpulkan gangguan hormon akibat polusi cahaya yang terus menerus merupakan pemicu kanker payudara pada wanita. Selain itu polusi cahaya berkepanjangan juga menyebabkan stress, depresif, berkurangnya kemampuan seksual, sakit kepala, kegelisahan dan kelelahan visual.
Gangguan siklus hormon akibat polusi cahaya menjadi salah satu penyebab kanker payudara pada wanita
Mengganggu Siklus Biologis Hewan
Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan perubahan perilaku dan penyakit pada hewan. Burung yang terbang di malam hari untuk kembali ke tempat tinggalnya atau bermigrasi, kadang terbang sampai kelelahan karena kehilangan arah karena pencahayaan kota yang terang benderang. Terkadang burung berkicau di malam hari karena cahaya dari gedung yang mirip dengan cahaya pagi hari. Selain itu burung juga kesulitan dalam mencari makanan di siang hari.
Pencahayaan kota yang berlebih juga menyebabkan serangga malam kehilangan arah saat mencari makan. Kura-kura yang memilki kecenderungan masuk ke laut dengan berkiblat pada cahaya terang horison laut, berubah arah mendekati area lansekap yang lebih terang. Hewan yang mencari makanan di malam hari menjadi lebih sulit dan berbahaya karena cahaya yang berlebihan.
Mengganggu Siklus Biologis Tumbuhan
Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan gangguan fotosintesis dan kelainan perkembangan tumbuhan. Sinar malam hari menyebabkan pertumbuhan abnormal (hypertrophy) sel jaringan tumbuhan. Umumnya disebabkan karena pembesaran patologis sel individu di dalam jaringan atau organ tumbuhan tersebut. Contoh hypertrophy adalah benjolan pada daun (puckering leaves) atau daun yang melengkung (curling leaves).
Puckering Leaves
Curling Leaves
Dapat membahayakan Ekosistem Lingkungan
Semua hal di atas dapat menyebabkan perubahan perilaku, penyakit dan kelainan pertumbuhan pada manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi cahaya yang berlebihan di malam hari dapat menyebabkan gangguan ekosistem alam, yang kita tidak dapat meramalkan dampak negatifnya apabila terjadi terus menerus dan semakin membesar.
Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera
Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan batin. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.
Artikel Terkait
BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?
Light Pollution Changes Birds Behavior
Desain Cahaya pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior
Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh Marcel dari UnaTubes untuk menjadi narasumber tentangKonsep dan Strategi Pencahayaan pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior. Berikut adalah video hasil produksi UnaTubes yang dipublish di YouTubes channel dimana saya membahas cahaya mulai dari awal peradaban manusia, manfaat cahaya dan konsep dan strategi pencahayaan pada lingkungan bangunan Arsitektur Interior.
Allah berfirman: “Jadilah terang”.
Seperti yang kita ketahui bersama, dalam proses penciptaan alam semesta, Sang Pencipta membuat cahaya pada hari pertama untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaksi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya. Selain cahaya alam yang kita lihat di langit, cahaya dapat juga kita lihat pada beberapa binatang yang bersinar (bioluminescent) seperti kunang-kunang, ikan flashlight dan sebagainya.
Sebagai makhluk yang menyukai cahaya dan membutuhkannya untuk melakukan kegiatan, maka manusia berupaya menciptakan cahaya dengan caranya sendiri, dimulai dengan cahaya dari api, kemudian ditemukan lampu pijar, lampu gas dan terakhir lampu LED.
Fungsi cahaya matahari
Cahaya masuk ke mata, informasi yang diterima mata disalurkan ke otak: informasi diolah oleh otak kiri secara intelektual dan oleh otak kanan secara emosional dan naluriah
Selain itu mata meneruskan informasi cahaya ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang terletak pada jaringan otak yang berfungsi mengatur hormon jam biologis (Circadian Rhythm) yang bertanggung jawab mengelola siklus tidur dan terjaga dari manusia.
Cahaya matahari yang jatuh pada permukaan kulit berfungsi dalam mempoduksi vitamin D untuk menguatkan tulang dan imunitas.
Baca artikel: Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia
Cahaya pada Lingkungan Outdoor
Manusia adalah mahluk alam yang diciptakan untuk hidup di lingkungan outdoor, dimana mata dan tubuhnya mendapatkan cahaya matahari yang cukup di siang hari. Pada jaman primitif, manusia cenderung hidup di alam bebas. Seiring perkembangan arsitektur dan teknologi bangunan orang mulai lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan indoor. Hal ini terjadi karena di dalam bangunan parameter fisika nya dapat lebih di kendalikan. Misalnya temperatur yang lebih stabil. Sayangnya demi mencapai kenyamanan termal dan menghemat energi banyak bangunan yang dirancang dengan lingkungan indoor kurang mendapatkan paparan cahaya yang cukup. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja dan meningkatkan resiko anacaman kesehatan.
Demi menghemat listrik atau memaksimalkan luas bangunan, tak jarang ruangan menjadi kurang cahaya matahari pada siang hari. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih mudah lelah dan mengantuk.
Mendesain Cahaya Lingkungan Indoor buat kesehatan
Dengan kesadaran akan pentingnya cahaya matahari bagi kesehatan manusia, belakangan ini timbul gerakan desain yang dapat memaksimalkan performa dua dunia tersebut sehingga manusia dapat hidup lebih sehat, bahagia sekaligus produktif. Dengan mendesain lingkungan indoor yang nyaman dapat meningkatkan produktifitas dan kesehatan.
Saat mendesain cahaya di siang hari pada lingkungan indoor kita perlu mengkalkulasi komponen cahaya luar yang masuk. Adapun komponen cahaya yang masuk ke dalam lingkungan indoor adalah: Cahaya matahari langsung, pantulan cahaya matahari pada langit atmosfer, pantulan cahaya dari permukaan tanah atau bangunan sekitar, dan pantulan cahaya pada permukaan interior.
Apabila diukur cahaya alam yang masuk ke dalam ruangan ini adalah cahaya matahari, cahaya pantulan langit, cahaya pantulan bangunan sekitar, pantulan cahaya di permukaan interior
Mengapa diperlukan lighting designer profesional?
Keuntungan menunjuk ALTA Integra sebagai mitra desain pencahayaan adalah kami tidak memiliki kepentingan untuk menjual lampu sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keuntungan yang besar. Kepuasan kami dalam mendesain adalah kepedulian kami dalam menerapkan pengetahuan desain pencahayaan yang terbaik secara fungsi, keindahan maupun benefit kesehatan. Keasikan bekerja sama dengan team arsitek dan interior dalam mengembangkan konsep pencahayaan yang diikuti dengan pembuatan gambar kerja, memilih spesifikasi lampu yang disesuaikan dengan kepantasan anggaran.
Dari kick off meeting sampai dengan handover, kami selalu memberikan pandangan dan masukan profesional dalam memaksimalkan nilai tambah bangunan, benefit bagi pengguna bangunan, benefit finansial dan meminimalkan resiko pekerjaan bongkar pasang karena salah desain. Terakhir team desain pencahyaan kami menjaga kesesuaian teknis mulai dari fase desain sampai dengan konstruksi sehingga semua yang terdesain dapat terbangun dan terukur sesuai dengan yang ditargetkan.
Hidup sehat dan bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang memberikan kebahagiaan?
Menjadi pribadi yang sehat dan bahagia adalah impian semua orang. Dan menurut Dalai Lama Kebahagiaan merupakan bentuk tertinggi dari kesehatan.
Korelasi antara kebahagian dan kesehatan
Penelitian Cornell University dengan judul: “Exploring the Link Between Health and Happiness”, menemukan hubungan antaran kebahagian dan menurunnya resiko kematian. Dengan kata lain, dari penelitian ditemukan bahwa orang yang merasa bahagia lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan yang merasa kurang bahagia. Penting untuk dicatat analisa ini tidak berlaku timbal balik. (1)
Lebih lanjut, banyak penelitian yang menunjukan bahwa kebahagiaan dapat menurunkan resiko terkena penyakit serangan jantung, darah tinggi, diabetes, dan radang sendi. Ditemukan juga pembuktian bahwa orang yang menderita penyakit serius seperti spinal cord injury, coronary artery disease and heart failure memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat apabila mereka bahagia.
Apabila kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan, pertanyaan berikutnya faktor apa saja yang membuat kita bahagia?
Faktor apa saja yang dapat membuat kita lebih bahagia?
Apakah Uang (Materi) dapat membuat kita lebih bahagia?
Grafik di bawah menunjukan hasil penelitian yang menunjukan korelasi antara peningkatan pendapat rata-rata penduduk Amerika Serikat dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2005, dengan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia.
Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.
Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dimana peningkatan pendapat rata-rata tidak meningkatkan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia. Dari grafik di atas pakar ekonomi berusaha memahami mengapa trend peningkatan kepemilikan materi dari tahun ke tahun tidak diikuti dengan tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat. Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena setelah seseorang telah memiliki “sesuatu” materi maka tingkat kebahagiaan mereka kembali ke level awal sebelum memiliki materi tersebut. Kecenderungan ini diistilahkan sebagai “Hedonic Treadmill” dimana akhirnya orang berusaha menemukan kebahagiaan dengan terus mengakuisi (materi) kekayaan baru. (2)
Kebahagiaan dimulai dari (dalam diri) dan mempengaruhi (lingkungan)?
Psikolog Yasinta Indrianti, M. Psi, mengatakan bahagia adalah sebuah akumulasi pengalaman emosi yang ditandai dengan perasaan puas dan gembira. “Hidup kamu akan terasa bermakna tergantung dari bagaimana kamu bisa ciptakan berbagai peristiwa yang menyenangkan dalam keseharian kamu,” lanjutnya. (3)
Kebahagiaan dimulai dari (lingkungan) mempengaruhi perasaan bahagia (dalam diri)?
Charles Montgomery memiliki pandangan yang berbeda, dia mengatakan bahwa faktor yang menentukan kebahagiaan atau tidak bahagia dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita tinggal dan bekerja. (4)
Saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri kita yang kemudian dirasakan dan disebarkan ke lingkungan kita melalui sikap dan tindakan positif, dan lingkungan yang bahagia akan membuat diri kita menjadi lebih bahagia.
Dapatkah kita mendesain Lingkungan Bangunan yang dapat membuat orang lebih bahagia?
Untuk membuktikan teori Charles Montgomery, Rebecca Habtour membuat survey yang berisikan pertanyaan mengenai desain, cahaya, dan sensor lain seperti suara dan bau-bauan. (5) Penelitian dilakukan kepada 63 orang partisipan dengan melakukan survey informal yang masing-masing diminta untuk menceritakan tempat dan suasana yang membuat mereka merasa bahagia.
Pertanyaan: Tempat yang menyenangkan terlihat seperti apa, terdengar seperti apa dan bagaimana baunya? Sedangkan tempat yang kurang menyenangkan terlihat bagaimana, terdengar suara apa dan bagaimana baunya?
Kebanyakan partisipan menjawab lingkungan kotor, rusak dan tidak terawat adalah faktor yang membuat mereka merasa kurang bahagia. Selain itu kebisingan juga merupakan faktor yang mengurangi kebahagian, peran konsultan akustik adalah merumuskan standarisasi suara yang menyenangkan, merancang serta menerapkan Soundscape yang memberikan rasa bahagia. Terakhir adalah udara yang tercemar dan bau, konsultan kualitas udara dapat bekerja sama dengan perencana lansekap untuk mendesain taman, pepohonan dan bunga dapat menyegarkan udara dan menghilangkan bau yang kurang sedap.
Pertanyaan: Cahaya seperti apa yang membawa rasa bahagia?
Langit siang hari yang biru cerah dapat meningkatkan gairah bekerja dan bermain, atau langit pagi dan sore hari yang hangat dapat membuat perasaan lebih relaks. Cahaya alam selain memberikan keuntungan emosional, juga memberikan keuntungan biologis seperti memproduksi Vitamin D yang menguatkan tulang dan imunitas tubuh. Perubahan temperatur cahaya alam dari matahari terbit sampai terbenam membantu tubuh dalam mengatur keseimbangan pelepasan hormon yang diperlukan tubuh sehari-hari untuk tetap produktif di siang hari dan dapat beristirahat dengan baik di malam hari.
Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing
Lingkungan bangunan di mana kita tinggal, bermain dan bekerja memberikan dampak yang berbeda kepada setiap orang. Setiap orang memiliki kecerdasan tujuh indera yang berbeda-beda, Untuk menciptakan lingkungan bangunan yang dapat membuat semua orang merasa terlibat dan memiliki, kami terus menerus belajar untuk memahami faktor-faktor tersebut.
Tubuh manusia terdiri dari tujuh indera yaitu: penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, perilaku dan keseimbangan. Dengan pemahaman ini desain goal ALTA Integra adalah menciptkan Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing melalui pembuktian ilmiah Built-Environment Performance Modeling and Testing dan terukur Change and Satisfaction Evaluation.
ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.
References:
1. Exploring the Link Between Health and Happiness, evidencebasedliving.human.cornell.edu/2019/02/18/exploring-the-link-between-health-and-happiness
2. Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.
3. Muh Iqbal Marsyaf "Membangun Kebahagiaan dan Kesehatan Dimulai dari Diri sendiri". SINDOnews Sabtu, 10 Oktober 2020
4. Montgomery, Charles. Happy City; Transforming our lives through urban design. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2013 p.11
5. Habtour, Rebecca. Designing Happiness: Architecture and urban design for joy and well-being.