Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Polusi Cahaya Jalan Media Fasad Gedung Membahayakan Keselamatan

Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta

Selain menggangu kesehatan, Polusi cahaya juga dapat menyebabkan gangguan aktifitas manusia di malam hari. Memasang lampu jalan, lampu fasad bangunan maupun media fasad membutuhkan visi, strategi serta perhitungan yang tepat guna. Apabila hal ini dilakukan tanpa melalui proses perencanaan yang matang selain menyebabkan pemborosan biaya energi listrik, dapat membahayaan keselamatan orang banyak.

Pada malam hari indera penglihatan kita dalam kondisi mesopic vision atau twilight vision dengan tingkat pencahayaan yang diterima oleh mata pada kisaran 0,01 sampai dengan 3.00 candela per meter persegi. Tingkat pencahayaan yang dipancarkan dari pencahayaan bangunan, lansekap, media fasad dan lalu lintas berada pada kondisi Penglihatan Mesopic.

Penglihatan Mesopic adalah kondisi di mana indera mata bekerja dalam kondisi penglihatan gabungan  photopic (siang hari) dan scotopic (malam hari yang gelap).Pada kondisi penglihatan Photopic sinar yang jatuh ke bola mata diproses melalui Cone sedangkan pada kondisi penglihatan Scotopic dioleh oleh Rod.

Aktifitas apa yang terggangu oleh Polusi Cahaya?

Gangguan Pengendara Bermotor Jalan Raya

Cahaya yang menyilaukan di malam hari dapat menggangu konsentrasi pengguna jalan raya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seperti yang dijelaskan di atas di malam hari penglihatan manusia pada kondisi Mesopic dimana telah menyesuaikan dengan tingkat pencahayaan yang jauh lebih kecil dibandingkan cahaya di siang hari. Saat melihat cahaya yang jauh lebih terang, mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari kondisi penglihatan mesopic ke kondisi penglihatan photopic.

Tingkat Kejahatan yang meningkat

Secara logika penerangan di malam hari secara subjektif dapat meningkatkan rasa aman dan dapat mengurangi tingkat kejahatan. Akan tetapi kenyataannya lampu terang dengan arah yang salah menerangi area yang mengundang aksi pencurian dan kadang menyebabkan area gelap untuk bersembunyi. Kejahatan seperti pencurian dan grafiti terjadi di malam hari karena ada pencahayaan yang cukup. Misalnya pencahayaan yang salah menerangi isi mobil dan ada bagian gelap di mana pencuri dapat bersembunyi tidak terlihat kamera CCTV.

Cahaya silau langsung membutakan mata, orang yang berdiri di kegelapan sulit terlihat

Apabila mata tidak melihat cahaya silau secara langsung, orang yang berdiri di kegelapan lebih jelas terlihat

Gangguan Visual Pilot Pesawat Terbang

Berikut adalah beberapa gangguan visual yang biasa dialami Pilot Pesawat udara saat mengudara atau mendarat di malam hari:

Autokinesis terjadi karena melihat titik cahaya yang menyilaukan dengan background gelap beberapa saat. Setelah itu cahaya terlihat bergerak dan membingungkan pilot.  Vertigo Pilot merasa pusing dan berputar karena distraksi beragam cahayadi area cockpit, landasan,  dan media fasad yang berkedip dan bergerak. 

Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera

Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan tubuh dan pikiran. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.

Artikel Terkait

BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?

Light Pollution Changes Birds Behavior


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Polusi Cahaya Pencahayaan Media Fasad Menyebabkan Gangguan Kesehatan dan Kanker

Kota Besar dan Gedung beserta Lansekap nya semakin terang benderang di malam hari.  Hal ini didukung oleh teknologi media dan pencahayaan fasad yang semakin menarik dan semakin terjangkau.  Sayangnya sebagian besar dari kita masih belum mengetahui bahayanya Polusi Cahaya terhadap manusia, hewan dan tumbuhan sehingga pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad masih banyak yang menimbulkan polusi.

Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta

Apa saja pengaruh negatif Polusi Cahaya?

Mengganggu Siklus Biologis Manusia

Tidur yang baik berfungsi untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah bekerja satu hari. Akan tetapi sinar biru yang dihasilkan lampu LED menyebabkan gangguan pelepasan dan pengurangan hormon untuk mengatur jam tidur dan jam bekerja. Gangguan siklus hormon ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, kepercayaan diri serta menimbulkan beragam penyakit.

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan mood dan emosi negatif, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan membuat orang lebih agresif. Cahaya yang terlalu terang benderang ke segala arah dapat masuk ke dalam kamar tidur melalui jendela, menyebabkan gangguan tidur.

Beberapa penelitian menyimpulkan gangguan hormon akibat polusi cahaya yang terus menerus merupakan pemicu kanker payudara pada wanita. Selain itu polusi cahaya berkepanjangan juga menyebabkan stress, depresif, berkurangnya kemampuan seksual, sakit kepala, kegelisahan dan kelelahan visual.

Gangguan siklus hormon akibat polusi cahaya menjadi salah satu penyebab kanker payudara pada wanita

Mengganggu Siklus Biologis Hewan

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan perubahan perilaku dan penyakit pada hewan. Burung yang terbang di malam hari untuk kembali ke tempat tinggalnya atau bermigrasi, kadang terbang sampai kelelahan karena kehilangan arah karena pencahayaan kota yang terang benderang. Terkadang burung berkicau di malam hari karena cahaya dari gedung yang mirip dengan cahaya pagi hari. Selain itu burung juga kesulitan dalam mencari makanan di siang hari.

Pencahayaan kota yang berlebih juga menyebabkan serangga malam kehilangan arah saat mencari makan. Kura-kura yang memilki kecenderungan masuk ke laut dengan berkiblat pada cahaya terang horison laut, berubah arah mendekati area lansekap yang lebih terang. Hewan yang mencari makanan di malam hari menjadi lebih sulit dan berbahaya karena cahaya yang berlebihan.

Mengganggu Siklus Biologis Tumbuhan

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan gangguan fotosintesis dan kelainan perkembangan tumbuhan. Sinar malam hari menyebabkan pertumbuhan abnormal (hypertrophy) sel jaringan tumbuhan. Umumnya disebabkan karena pembesaran patologis sel individu di dalam jaringan atau organ tumbuhan tersebut. Contoh hypertrophy adalah benjolan pada daun (puckering leaves) atau daun yang melengkung (curling leaves).

Puckering Leaves

Curling Leaves

Dapat membahayakan Ekosistem Lingkungan

Semua hal di atas dapat menyebabkan perubahan perilaku, penyakit dan kelainan pertumbuhan pada manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi cahaya yang berlebihan di malam hari dapat menyebabkan gangguan ekosistem alam, yang kita tidak dapat meramalkan dampak negatifnya apabila terjadi terus menerus dan semakin membesar.

Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera

Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan batin. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.

Artikel Terkait

BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?

Light Pollution Changes Birds Behavior


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Berpikir ulang apa tujuan hidup saya?

Kebahagiaan ada perwujudan dari kesehatan yang sempurna.

Kesehatan yang sempurna adalah kesehatan jasmani, mental dan sosial.

Lingkungan Fisika seperti lingkungan suara, cahaya, temperatur dan kualitas udara dapat menggangu kesehatan jasmani, mental dan sosial kita semua. Karena setiap saat telinga kita dapat mendengar bunyi, bahkan sewaktu tidur. Begitu pula dengan udara kulit dan hidung kita dapat merasakan udara yang nyaman dan bersih. Terakhir cahaya membantu kita melihat dan melakukan pekerjaan.

Indera manusia merupakan insting primitif yang diciptakan untuk menghindari marabahaya. Akan tetapi pada saat ini kita sering mendengarkan suara kurang nyaman yang secara psikologis diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal marabahaya dan tubuh melepas hormon tertentu untuk bersiaga. Hal tersebut apabila berkepanjangan dapat menyebab penyakit serius seperti serangan jantung maupun kanker.

Di sisi satu lagi indera manusia berfungsi untuk menikmati hidup. Suara yang indah, pemandangan yang indah, udara yang harum dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial.

Membuat lingkungan fisika yang baik pada bangunan Anda adalah hal yang saya pelajari setiap hari.


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Mengukur Pencahayaan Interior Circadian Rhythm Light

Pada abad 21 ini komunitas pencahayaan global terus mengamati dan mengembangkan pemahaman fungsi intrinsically-photosensitive Retinal Ganglion Cells (ipRGC) pada mata. Telah diketahui bahwa cahaya yang jatuh pada sel retina ganglion pada mata berfungsi mengatur pelepasan dan penekanan hormon tidur Melatonin manusia.

Oleh karena itu peranan konsultan lighting di abad ke 21 ini selain mendesain fungsi dan aestetik visual, adalah menghitung kecukupan cahaya yang perlu diterima oleh ipRGC yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental menjadi penting. Parameter fisika pencahayaan yang perlu diperhitungkan, dibuatkan permodelan dan diukur performannya adalah level pencahayaan, spektrum cahaya, kapan dan durasi pemaparan cahaya, dan sejarah pemaparan cahaya sebelumnya. Selain parameter fisika yang disebutkan diatas dikembangkan pula beberapa parameter biofisika yang besaranya adalah respon biologis terhadap parameter lingkungan fisika cahaya.

Cahaya yang jatuh ke Sel Retina Ganglion diubah menjadi sinyal Neural ke Suprachiasmatic Nucleus yang kemudian mengendalikan hormon Cortisol dan Melatonin

Circadian Light (CLA) dan Circadian Stimulus (CS)

Mark Rea dan Mariana Figueiro mengembangkan permodelan matematis yang mengkonversi energi cahaya menjadi sinyal neural pada cell mata manusia yang mengendalikan suprachiasmatic nucleus (SCN). Cahaya yang jatuh ke kornea mata mengendalikan jumlah hormon Melatonin yang berfungsi untuk merangsang rasa kantuk dan membuat tubuh tertidur. Permodelan ini mengukur dan mengkonvesi densitas cahaya yang jatuh ke kornea mata menjadi Circadian Light (CLA) yang dapat dibandingkan pencahayaan photopic dengan pembobotan sensitifitas spektral sistem sirkadian manusia yang diukur berdasarkan nilai penekanan jumlah hormon melatonin setelah mata terpapar cahaya selama satu jam.

Nilai CLA ini kemudian dapat menentukan nilai Circadian Stimulus (CS). Nilai CS menentukan tingkat efektifitas densitas cahaya dengan pembobotan spektral yang jatuh pada mata. Nilai CS dimulai dari nilai ambang yang tidak menekan jumlah hormon Melatonin yaitu CS = 0.1 sampai dengan nilai saturasi tertinggi yaitu CS = 0.7.

Penelitian terhadap pekerja kantor, remaja, dan orang dewasa yang sehat menyimpulkan terpapar terhadap cahaya dengan nilai CS 0.3 atau lebih selama satu jam setiap pagi dapat menyehatkan sistem sirkadian tubuh manusia, membuat kualitas tidur lebih baik dan memperbaiki perilaku dan mood.

Diagram yang menunjukan korelasi antara parameter fisika cahaya dan parameter biofisika manusia yang berupa respon sirkadian terhadap cahaya

Circadian Action Factor (CAF)

Gall and Bieske mengembangan Circadian Action Factor (CAF) sebagai indikator pengaruh non-visual cahaya terhadap tubuh manusia. Secara sederhana CAF adalah ukuran efek biologis per unit of visual response. Hye dan kawan (2014) menyarankan dosis CAF yang berbeda pada waktu berbeda misalnya CAF yang tinggi di siang hari dan CAF rendah pada malam hari. Gall menyarankan kombinasi ideal untuk setiap aktifitas, nilai CAF dan Temperatur Warna Sumber Cahaya.

Equivalent Melanopic Lux

Parameter lain yang menjadi dasar desain dan penilaian WELL Building Certification adalah Equivalent Melanopic Lux (EML). Perbedaan pengukuran Lux and Melanopic Lux adalah ‘Lux’ merupakan unit satuan besaran level pencahayaan yang diterima oleh sebuah permukaan. Sedangkan Melanopic Lux adalah metode pengukuran efek biologi akibat besaran cahaya (lux) yang diterima oleh manusia. Satuan Melanopic Lux didasari atas pembobotan sensitifitas cahaya pada sel retinal ganglion.

Melanopic Lux diperhitungkan dengan mengalikan angka Melanopic Rasio dengan besaran cahaya fisika Lux menjadi Equivalent Melanopic Lux pada titik dan arah pandangan vertical pengguna ruangan. Melanopic Ratio adalah adalah rasio Respons Melanopic Sel Retina Ganglion. Saat mendesain dan mengukur performa terbangun Melanopic Lux diukur pada bidang vertikal setinggi mata yang kerap terlihat oleh pengguna ruangan sepanjang hari.

nilai pengukuran melanopic lux di sebuah pantai menjelang matahari terbenam

Apabila Anda memiliki rencana untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan lingkungan fisika bangunan, ALTA Integra dapat membantu menghitung, mendesain dan mengukur kecukupan cahaya Ritmik Sirkadian. ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan yang terus meningkatkan kompetensi dalam memberikan lingkungan fisika bangunan terbaik buat kebahagiaan Anda.


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Seperti yang kita ketahui bersama, Sang Pencipta di hari pertama menciptakan cahaya untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaxi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya.

Akan tetapi tahukan betapa besarnya manfaat sinar matahari yang diciptakan Tuhan buat kesehatan dan kebahagiaan kita?

Menurut beragam penelitian ada sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia sebagai berikut.

1. Membantu manusia melakukan aktifitas sehari - hari

Cahaya yang masuk ke mata disalurkan ke saraf otak yang diolah oleh otak kiri menjadi informasi visual dan otak kanan yang membentuk persepsi emosional seseorang. Informasi visual dan emosional tersebut kemudian membangun motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu. Cahaya matahari yang masuk mata selain diteruskan ke otak, diteruskan juga ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang berfungsi mengatur tubuh untuk menambah atau mengurangi produksi hormon Cortisol yang membuat kita terjaga dan bersemangat.

2. Mengatur keseimbangan jam biologis (circadian rhythm)

Cahaya yang masuk ke dalam mata yang diteruskan Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang bertanggung jawab mengatur jam biologis (circadian rhythm) tubuh manusia selama 24 jam. Pada pagi hari mata mulai melihat intensitas cahaya cukup besar, SCN akan memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh terjaga. Sebaliknya begitu langit berubah gelap, SCN memerintahkan tubuh untuk mengurangi produksi hormon Cortisol dan meningkatkan produksi hormon Melatonin yang memicu rasa mengantuk. Hal ini menjawab mengapa apabila kita terpapar cahaya yang cukup kuat di malam hari, apalagi cahaya biru (blue light) membuat kita sulit tidur karena tubuh masih memproduksi hormon.

Image credit: Parans Solar Lighting

3. Meningkatkan kualitas tidur

Semakin banyak tubuh manusia memproduksi hormon Cortisol di siang hari membuat tubuh semakin aktif untuk bergerak. Sehingga di malam hari tubuh akan merasa lebih capek dan produksi hormon Melatonin jauh lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa berjemur selama satu sampai dua jam dapat membuat kita tidur lebih pulas di malam hari.

4. Meningkatkan imunitas tubuh

Cara terbaik dan alami untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di udara terbuka. Berjemur satu-dua jam di udara terbuka selain membantu meningkatkan kualitas tidur, juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D.

Vitamin D merupakan unsur penting dalam menjaga imunitas tubuh. Sistem imunitas tubuh yang baik menjauhkan manusia dari serangan beragam penyakit seperti serangan virus seperti Covid-19, infeksi, kanker dan kematian setelah operasi.

5. Menguatkan tulang

Tubuh kita memproduksi vitamin D apabila terpapar sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh kita menjaga kecukupan calcium pada tulang. Kandungan Calcium yang cukup pada tulang menghindari tulang rapuh, tidak berkembang, atau tulang yang berubah bentuk.

6. Menjaga keseimbangan berat badan

Beberapa penelitian menemukan kaitan erat orang yang berada di udara terbuka selama tiga puluh menit sehari antara jam 8 pagi sampai tengah hari memiliki berat tubuh yang lebih seimbang dibandingkan dengan yang tidak.

7. Menghindari serangan depresi

Cahaya matahari selain membuat tubuh memproduksi hormon Serotonin yang meningkatkan mood positif yang menenangkan pikiran dan lebih fokus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menyembuhkan gejala Seasonal Affective Disorder. Seasonal Affective Disorder adalah sebuah perasaan sendu, mellow atau moody di saat cuaca mendung, atau pada musim dingin.

8. Mengendalikan perasaan stress

Menurut penelitian hormon Melatonin yang diproduksi tubuh dapat mengendalikan perasaan stress pada manusia. Tubuh yang terpapar cahaya matahari dapat menjaga level kecukupan hormon Melatonin yang mengendalikan perasaan stress.

9. Memperpanjang usia

Sebuah penelitian yang melibatkan 30,000 wanita di Swedia menunjukan bahwa wanita yang menghabiskan waktunya lebih banyak terpapar cahaya matahari rata-rata hidup enam sampai dengan dua puluh empat bulan lebih lama. Tentu saja penelitian ini masih berpeluang untuk dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan lain sebagainya.

Dari sembilan manfaat di atas kita dapat melihat adanya kaitan erat antara hormon, perasaan, dan aktifitas seseorang yang akhirnya membantu manusia hidup lebih sehat dan bahagia. Tentu saja kelebihan cahaya matahari dapat memberikan resiko kesehatan lainnya seperti kulit menjadi lebih gelap yang tidak disukai oleh sebagian orang. Mempercepat proses penuaan, membuat flek pada kulit sampai dengan resiko kanker kulit. Itu sebabnya mendesain bangunan sebaiknya melibatkan desainer pencahayaan yang mampu melakukan perhitungan kecukupan pencahayaan bagi penghuninya.

ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Penelitian membuktikan pasien lebih cepat sembuh di kamar rawat inap yang mendapat cahaya matahari lebih banyak

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang
— Raja Salomo (Sulaiman) 970-930 SM (Amsal 17:22)

Mari kita lihat perbandingan dua kamar rawat inap di bawah ini. Kamar rawat inap pertama mendapat cukup sinar matahari sedangkan kamar kedua tidak memiliki jendela sehingga tidak ada matahari yang masuk.

Kamar dengan jendela

Kamar Rawat Inap dengan jendela

Cahaya matahari dan cahaya langit yang selalu berubah masuk ke kamar sepanjang hari

Kamar Rawat Inap tanpa Jendela

Pasien sepanjang hari hanya melihat cahaya lampu yang statis

  • Apabila kutipan Raja Solomo benar bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Dari perbandingan dua kamar rawat inap di atas, kamar rawat inap manakah yang lebih memberikan rasa gembira kepada pasien?

  • Seberapa besar peranan cahaya alam dalam mempercepat penyembuhan pasien rawat inap?

  • Selain faktor hati yang gembira adalah obat yang manjur, apakah ada faktor lain dari cahaya alam yang dapat mempercepat kesembuhan pasien?

Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Lee Ju-Yoon pada paper penelitian yang berjudul The Daylight Effects in Hospital for Healing Patients in Seoul. Paper ini dipublikasikan pada Proceedings of the International Conference on Sustainable Building Asia, pada tahun 2007. Lee Ju-Yoon membandingkan kecepatan kesembuhan pasien pada kamar rawat inap yang menghadap utara dan yang menghadap selatan. Untuk mendapatkan perbandingan data uji coba dilakukan pada dua rumah sakit yang diberi inisial H dan rumah sakit yang diberi inisial K di kota Seoul.

Karena kota Seoul terletak di utara garis katulistiwa maka kamar rawat inap yang menghadap selatan menerima lebih banyak sinar matahari dibandingkan kamar rawat inap yang menghadap utara.. Lee Ju-Yoon menggunakan metodologi permodelan daylight menggunakan software Radiance terhadap kamar rawat inap di Rumah Sakit K menganalisa perbandingan tingkat pencahayaan kamar yang menghadap selatan dan yang menghadap utara seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Penelitian di Rumah Sakit H, data rawat inap diambil dalam satu tahun mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2004. Penelitian dilakukan kepada 6,000 orang pasien rawat inap di 11 kamar rawat inap pada lantai 7. Untuk penelitian pada Rumah Sakit K dilakukan terhadap 2,000 pasien orthopedics rawat inap selama tiga 3 tahun mulai dari 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2004.

Dari dua tabel di atas terlihat baik pada Rumah Sakit H maupun Rumah Sakit K menunjukan kecenderungan yang sama, yaitu pasien rata-rata sembuh lebih cepat apabila dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan, kecuali untuk pasien Operasi Plastik pada Rumah Sakit H.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pasien yang dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan di rumah sakit H rata-rata sembuh lebih cepat 19,84% lebih cepat dibandingkan dengan kamar yang menghadap utara. Begitu pula di rumah sakit K menunjukan hasil yang sama dengan rumah sakit H, rata-rata pasien syang dirawat di kamar yang menghadap selatan sembuh lebih cepat 8,52 % dibandingkan kamar yang menghadap utara.

Sinar matahari selain membuat ruangan lebih enak dilihat yang membuat hati lebih bahagia sehingga berpengaruh terhadap kesehatan mental pasien, berikut adalah beberapa penelitian tentang manfaat sinar matahari terhadap faktor biologis tubuh manusia.

Wilson mencatat hasil penelitan terhadap perawatan intensif terhadap kesembuhan dua orang pasien yang baru selesai dioperasi yang keduanya memiliki gangguan mental. Pasien yang dirawat pada kamar yang memiliki jendela sembuh lebih cepat dibandingkan pasien yang dirawat pada kamar rawat inap tanpa jendela. Wilson, L.M. 1972. Intensive care delirium, The Effect of outside Deprivation in a Windowless Unit, Archives of Internal Medicine, 160. pp.225-226.

Daylight memberikan dampak positif terhadap tissue tubuh manusia, dan memiliki dampak yang besar terhadap sistem kesehatan dan penyembuhan. Monz, J. 2002. The Role of Interior Architecture Design in Enhancing Healing Power, Korea Institue of Healthcare Architecture, pp.114.

Tubuh yang menerima cukup cahaya Ultra Violet yang terkandung dalam sinar matahari alami, dapat memproduksi vitamin D dan mineral yang diperlukan dalam meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan kolesterol. Ott, J. 1999. Health and Light, Ariel Press

Kesimpulan saya dari penelitian ini adalah:

  1. Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat akan mendapatkan reputasi yang lebih baik dibandingkan rumah sakit yang lain. Dengan reputasi yang lebih baik, harga jual kamar rawat inap bisa dijual dengan harga lebih baik.

  2. Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat, dalam satu tahun akan memiliki kapasitas rawat inap yang lebih banyak dibandingkan rumah sakit biasa dengan kapasitas kamar yang sama banyak. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan finansial karena dapat meningkatkan jumlah pasien yang dirawat yang mana keuntungan terbesar dari Rumah Sakit adalah tindakan yang dilakukan kepada pasien.

  3. Dapat dilakukan penelitian benefit financial dan moral tenaga medis yang terjadi karena dampak penyembuhan pasien yang lebih cepat.

Untuk itu saya menyarankan sebaiknya saat mendesain Rumah Sakit, owner sebaiknya melibatkan desainer Fisika Bangunan yang mampu melakukan perhitungan, modeling dan simulasi untuk menghasilkan kamar rawat inap yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat.

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur,  air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika berpengaruh kepada respon fisik dan mental mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.

Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.

Read More