Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Manfaat Suara Alam Untuk Memulihkan Tubuh dan Pikiran

Sebagai Sound Concept Advisory Team untuk International Well Building Institute, saya mengusulkan Access to Nature Sound sebagai Optimization feature pada Single Family House WELL Building Rating yang sedang kami kembangkan bersama.

Merasa burn out karena terpapar polusi suara terus menerus?

Tinggal dan bekerja di kota yang sibuk membuat kita terpapar suara bising mulai dari kebisingan lalu lintas jalan raya, kebisingan mesin dan kegiatan manusia yang menggangu ketenangan pikiran kita. Tidak heran jika kita melihat trend masa kini di mana orang sehari-hari mengisolasi telinganya dari kebisingan lingkungan dengan mendengarkan musik atau podcast melalui earphone.

Akibat terpapar kebisingan, mengisolasi diri dari suara lingkungan adalah dampak psikologis kebisingan yaitu ketidak pedulian

Atau standarisasi dan konsep desain kenyamanan suara (acoustic comfort) pada tempat tinggal dan tempat bekerja berusaha untuk menginsulasi kita dari kebisingan tersebut. Akan tetapi ruangan yang terlalu hening tanpa suara sama sekali juga dirasakan bukan sebagai lingkungan suara yang sehat buat tubuh dan pikiran.

Membuat ruangan super hening tanpa terdengar suara sama sekali serta terisolasi dari dunia luar juga kurang memberikan dampak kesehatan

Lingkungan Suara di Perkotaan

Lingkungan Suara (Soundscape) di perkotaan terdiri dari 3 sumber bunyi yaitu: suara alam yang disebabkan oleh mahluk hidup (biological sources) seperti suara kicauan burung, suara alam geofisika (geophysical sounds) seperti suara angin, air mengalir, hujan dan sebagainya, terakhir adalah polusi suara (anthropogenic) akibat kegiatan manusia misalnya suara kendaraan melintas di jalan raya, suara mesin AC di sebuah gedung, suara telpon berdering dan lain-lain. Sayangnya suara alam yang ada diperkotaan telah terselubung oleh polusi suara yang lebih besar dan lebih banyak.

Mahluk hidup bergantung pada suara dalam berkomunikasi. Indera pendengaran primitif mahluk hidup juga berfungsi sebagai penanda awal akan datang ancaman. Mendengarkan suara yang dianggap sebagai ancaman mempercepat detak jantung, pernafasan serta sistem otak dan saraf dan mengubah perilaku mahluk hidup.

Manusia walau secara intelektual manusia dapat membedakan kebisingan dengan suara ancaman, apabila terpapar polusi suara terus menerus tetap memberikan dampak negatif secara psikologis maupun biologis. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah tingkat stress, kegelisahan, ketidak pedulian, tekanan darah tinggi sampai, gangguan jantung dan aliran darah, serta dampak lainnya.

Mengapa mendengarkan suara alam penting?


Menurut Mathew White menghabiskan waktu selama 120 menit dalam seminggu di lingkungan alam terbuka dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Mathew White adalah seorang ilmuwan psikologis sosial yang bekerja di Universitas Exter Medical School. Beliau aktif meneliti hubungan antara lingkungan alam, kesehatan biologis dan psikologis. Melanjutkan penelitian Mathew White, Rachel Buxton seorang peneliti di Universitas Carleton Canada, melakukan penelitian dampak mendengarkan suara alam terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang.

Metodologi penelitian yang dilakukan oleh Rachel adalah merekam konten suara sebagai berikut.

(1) suara giofisika seperti suara angin bertiup, suara air mengalir, suara halilintar, dan seterusnya.

(2) suara mahluk biologis seperti suara serangga, suara kodok, suara burung dan lain-lain

(3) polusi suara atau kebisingan akibat kegiatan ekonomi manusia seperti transportasi, pembangunan dan lain-lain

Tabel hasil penelitian Rachel berupa respons negatif dan positif terhadap suara alam saja, suara alam dengan noise, mendengar suara alam lebih banyak dan preferensi mendengar suara alam beserta kebisingan dan seterusnya

Suara rekaman tersebut kemudian diperdengarkan kepada ratusan responden dari 11 negara. Hal yang paling menyolok dari survey ini adalah setelah mendengarkan suara alam dapat menurunkan tingkat stress dan ketidak pedulian responden. Hasil lainnya dilaporkan meningkatnya mood positif, beberapa responden melaporkan mereka dapat melakukan tugas kognitif lebih baik dan terakhir beberapa responden yang mengidap sakit melaporkan berkurangnya rasa sakit.

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan akustik suara, pencahayaan, temperatur, pengudaraan, temperatur yang berfokus untuk menciptakan lingkungan bangunan yang lebih sehat bagi umat manusia. Tulisan ini merupakan bentuk dari kepedulian kami untuk membagikan pemikiran akan pentingnya meningkatkan kualitas kesehatan manusia, flora, fauna dan lingkungan fisika di bumi kita tercinta.  

Walaupun tidak sempat berlibur, mendengarkan rekaman suara alam selama 1-2 jam dalam seminggu dapat memulihkan kepenatan tubuh dan pikiran

References:

Rachel Buxton et al, A synthesis of health benefits of natural sounds and their distribution in national parks, Proceeding of National Academy of Science of United State of America

Mathew White et al, Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing, Scientific Report

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Resital Musik Klasik sesuai kondisi Arsitektural Akustik dan keinginan komposer

Menurut Leo Beranek pada buku edisi pertama yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons pada 1 January 1962, jaman dulu proses penciptaan lagu sangat dipengaruhi oleh karakteristik Arsitektural Akustik. Proses penciptaan musik oleh Strauss, Vivaldi, Gregorius, Mozart, Bethoven, dan lain - lain sangat menyesesuaikan kondisi akustik ruangan dari arsitektur yang ada.

Musik yang mengikuti Karakteristik Akustik Ruangan atau Ruangan yang menyesesuaikan Karakteristik Musik yang dimainkan?

Contohnya musik Waltz Strauss yang diciptakan dengan tujuan untuk dimainkan pada ballroom di kastil - kastik Austria dengan permukaan batu dan langit-langit yang tinggi> Suite Four Season yang dikarang oleh Anthony Vivaldi yang seorang pastor diciptakan saat bertugas di gereja Katolik dengan karakteristik reverb yang sedang. Atau Gregorian Chant yang ditemukan oleh Paus Gregory Pertama untuk diciptakan utk mengantisipasi karakteristik reverb ruang yang relatif panjang di gereja dgn arsitektural Gothic.

Menyaksikan penampilan komposisi Four Season di Gereja Sao Paulo Entro le Mura (Saint Paul within the wall) di kota Roma

Buku langka tahun 1962 karangan Leo Beranek yang menceritakan proses penciptaan musik sesuai dengan perkembangan arsitektur bangunan di mana musik tersebutdi mainkan

Menikmati dan merekam penampilan musik klasik membutuhkan karakteristik arsitektural akustik yang mirip dengan karakteristik akustik ruangan yang diharapkan oleh komposer saat menciptakan lagu tersebut. Dalam rangka memproduksi Resital Musik Klasik DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia) 2022 dan dalam upaya untuk menampilkan musik sesuai dengan keinginan komposer musik tersebut, kami melakukan pengukuran karakterisik akustik Griya Jenggala pada hari Minggu tanggal 15 Mei 2022.

Dengan memahami karakteristik ruang yang akan dipakai sebagai tempat Resital Musik Klasik DIPI 2022, kami dapat melakukan analisa perbedaan antara karakteristik ruangan musik klasik jaman musik tersebut ditampilkan dan melakukan penyesuaian untuk mendapatkan hasil rekaman yang memiliki karakterisik yang mendekati jamannya.

Resital Musik Klasik DIPI 2022 yang diketuai oleh Prof.dr Retno Wahyuningsih bertujuan untuk untuk mengumpulkan dana abadi riset nasional yang akan dipakai untuk membiayai penelitian secara mandiri dan berkesinambungan.

Saya dipercaya oleh Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai Direktur Teknis mulai dari Persiapan, Pembuatan Konsep, Produksi, Paska Produksi sampai dengan Penayangan secara virtual di YouTube.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Cahaya pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior

Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh Marcel dari UnaTubes untuk menjadi narasumber tentangKonsep dan Strategi Pencahayaan pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior. Berikut adalah video hasil produksi UnaTubes yang dipublish di YouTubes channel dimana saya membahas cahaya mulai dari awal peradaban manusia, manfaat cahaya dan konsep dan strategi pencahayaan pada lingkungan bangunan Arsitektur Interior.

Allah berfirman: “Jadilah terang”.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam proses penciptaan alam semesta, Sang Pencipta membuat cahaya pada hari pertama untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaksi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya. Selain cahaya alam yang kita lihat di langit, cahaya dapat juga kita lihat pada beberapa binatang yang bersinar (bioluminescent) seperti kunang-kunang, ikan flashlight dan sebagainya.

Sebagai makhluk yang menyukai cahaya dan membutuhkannya untuk melakukan kegiatan, maka manusia berupaya menciptakan cahaya dengan caranya sendiri, dimulai dengan cahaya dari api, kemudian ditemukan lampu pijar, lampu gas dan terakhir lampu LED.

Fungsi cahaya matahari

  • Cahaya masuk ke mata, informasi yang diterima mata disalurkan ke otak: informasi diolah oleh otak kiri secara intelektual dan oleh otak kanan secara emosional dan naluriah

  • Selain itu mata meneruskan informasi cahaya ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang terletak pada jaringan otak yang berfungsi mengatur hormon jam biologis (Circadian Rhythm) yang bertanggung jawab mengelola siklus tidur dan terjaga dari manusia.

  • Cahaya matahari yang jatuh pada permukaan kulit berfungsi dalam mempoduksi vitamin D untuk menguatkan tulang dan imunitas.

Baca artikel: Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Cahaya pada Lingkungan Outdoor

Manusia adalah mahluk alam yang diciptakan untuk hidup di lingkungan outdoor, dimana mata dan tubuhnya mendapatkan cahaya matahari yang cukup di siang hari. Pada jaman primitif, manusia cenderung hidup di alam bebas. Seiring perkembangan arsitektur dan teknologi bangunan orang mulai lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan indoor. Hal ini terjadi karena di dalam bangunan parameter fisika nya dapat lebih di kendalikan. Misalnya temperatur yang lebih stabil. Sayangnya demi mencapai kenyamanan termal dan menghemat energi banyak bangunan yang dirancang dengan lingkungan indoor kurang mendapatkan paparan cahaya yang cukup. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja dan meningkatkan resiko anacaman kesehatan.

Demi menghemat listrik atau memaksimalkan luas bangunan, tak jarang ruangan menjadi kurang cahaya matahari pada siang hari. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih mudah lelah dan mengantuk.

Mendesain Cahaya Lingkungan Indoor buat kesehatan

Dengan kesadaran akan pentingnya cahaya matahari bagi kesehatan manusia, belakangan ini timbul gerakan desain yang dapat memaksimalkan performa dua dunia tersebut sehingga manusia dapat hidup lebih sehat, bahagia sekaligus produktif. Dengan mendesain lingkungan indoor yang nyaman dapat meningkatkan produktifitas dan kesehatan.

Saat mendesain cahaya di siang hari pada lingkungan indoor kita perlu mengkalkulasi komponen cahaya luar yang masuk. Adapun komponen cahaya yang masuk ke dalam lingkungan indoor adalah: Cahaya matahari langsung, pantulan cahaya matahari pada langit atmosfer, pantulan cahaya dari permukaan tanah atau bangunan sekitar, dan pantulan cahaya pada permukaan interior.

Apabila diukur cahaya alam yang masuk ke dalam ruangan ini adalah cahaya matahari, cahaya pantulan langit, cahaya pantulan bangunan sekitar, pantulan cahaya di permukaan interior

Mengapa diperlukan lighting designer profesional?

Keuntungan menunjuk ALTA Integra sebagai mitra desain pencahayaan adalah kami tidak memiliki kepentingan untuk menjual lampu sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keuntungan yang besar. Kepuasan kami dalam mendesain adalah kepedulian kami dalam menerapkan pengetahuan desain pencahayaan yang terbaik secara fungsi, keindahan maupun benefit kesehatan. Keasikan bekerja sama dengan team arsitek dan interior dalam mengembangkan konsep pencahayaan yang diikuti dengan pembuatan gambar kerja, memilih spesifikasi lampu yang disesuaikan dengan kepantasan anggaran.

Dari kick off meeting sampai dengan handover, kami selalu memberikan pandangan dan masukan profesional dalam memaksimalkan nilai tambah bangunan, benefit bagi pengguna bangunan, benefit finansial dan meminimalkan resiko pekerjaan bongkar pasang karena salah desain. Terakhir team desain pencahyaan kami menjaga kesesuaian teknis mulai dari fase desain sampai dengan konstruksi sehingga semua yang terdesain dapat terbangun dan terukur sesuai dengan yang ditargetkan.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Gerakan

Setiap orang memiliki kepekaan indera gerakan dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dijalani. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Seorang atlet memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkoordinasikan indera visual, gerakan dan strategi dalam mencetak prestasi olah raga.

Tulisan ini menceritakan:

  1. Bagaimanana indera Kinetik (Proprioceptive) bekerja dan berkoordinasi dengan indera lainnya seperti indera penglihatan dan indera keseimbangan

  2. Elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi Indera Kinetik tersebut dan apa pengaruhnya bagi kesehatan manusia.

  3. Bagaimana menyelaraskan Desain Lingkungan Bangunan dengan Sensory Intelligence Indera Gerakan Kinetic Proprioceptive.

Indera Kinetik (Proprioceptive)

Sensor Indera Kinetik (Proprioceptive) terletak di otot (muscle), urat (tendon) dan ligamen (ligament). Saat bergerak indera tersebut menerima informsasi dan meneruskan informasi tersebut ke otak dalam bentuk impulse elektrik. Melalui sensor indera kinetik tersebut kita dapat merasakan setiap gerakan dan posisi tubuh kita. Indera tersebut dapat merasakan gaya grafitasi bumi saat berdiri dan berjalan. Indera tersebut juga dapat merasakan tekanan saat menulis, menggambar, bermain musik, menendang bola dan lain sebagainya. Otak manusia dan indera kinetik memiliki kemampuan untuk merekam informasi gerakan yang sering dilakukan menjadi “muscle memory” sehingga untuk gerakan-gerakan yang sering dilakukan kita tidak perlu berpikir lagi.

Seorang musisi memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkordinasikan indera pendengaran, gerakan serta emosi alunan suara menjadi sebuah musik yang indah.

Pelukis memiliki kecerdasan kinetik yang baik yang mampu berkordinasi dengan indera visual penglihatan, visual memory dan visual emosional dalam membuat karya seni yang indah

Saat hendak berjalan manusia mengamati informasi tentang ruang melalui indera penglihatan, informasi tersebut diproses di otak ini kemudian dikirimkan kembali untuk memberi perintah ke otot untuk melakukan gerakan langkah kaki.

Saat berjalan:

  1. Indera Vestibular yang terletak dekat telinga merasakan gerakan dan orientasi tubuh

  2. Vestibulo Ocular Reflex menjaga stabilitas penglihatan

  3. Vestibulo Spinal Reflex menjaga postur tubuh tetap tegak dan seimbang

Elemen Desain Arsitektural dan Interior yang mempengaruhi Indera Kinetik

Pada tahun 1978 Mehrabian dan Rusell mengemukan teori SOR atau Stimulus Organism Response. Stimuli dimulai dari proses pengamatan ruangan dan objek melalui Indera Penglihatan. Organism adalah proses menterjemahkan stimuli tersebut oleh insting primitif menjadi sesuatu yang berbahaya atau sesuatu yang menyenangkan. Response perintah otak melalui indera kinetik untuk melakukan gerakan mendekat atau menjauh objek tersebut. Permodelan ini digunakan oleh lighting desainer untuk membuat pengunjung museum berjalan mendekati benda yang dipamerkan di museum, membuat calon pembeli mendekati produk yang di jual di toko retail atau masuk ke dalam restaurant.

Desain pencahayaan yang baik di sebuah bisnis retail dapat meningkatkan impulse buying yang didorong oleh emosi sesaat

Desain pencahayaan yang kurang baik diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbahaya. Di tempat yang remang-remang seperti ini orang cenderung merasa tidak aman dan bergerak menjauh sambil mempercepat langkah kaki. Tidak jarang banyak yang dapat “merasakan” atau “melihat” mahluk halus di tempat seperti ini.


WELL Building Certification merekomendasikan beberapa rating untuk membuat Indera Kinetik menjadi lebih sehat seperti posisi bekerja yang dinamis untuk mengurangi tekanan karena bekerja hanya dalam posisi tertentu dalam waktu yang panjang.

Tekanan karena bekerja lama pada posisi tertentu menekan saraf sensor indera kinetik yang terletak pada otot, urat dan ligamen membuat rasa lelah atau nyeri otot

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori yang menyimpulkan lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. 

Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan untuk fokus belajar dan bekerja serta beragam masalah lainnya.

Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Keseimbangan

Setiap orang memiliki kepekaan indera keseimbanga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dipijak. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior sehingga didapatkan lingkungan banguna yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera keseimbangan pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Keseimbangan (Vestibular) bekerja dan elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi integrasi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Blog ini membahas Indera Keseimbangan Vestibular

Indera Keseimbangan (Vestibular)

Indera Keseimbangan (Vestibular) berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Sistem Indera Vestibular menjaga keseimbangan dan kesadaran akan orientasi di sebuah ruang. Organ sensor Indera Vestibular yang terletak di dalam telinga dapat mendeteksi perubahan posisi dan gerakan kepala, yang kemudian menyalurkan informasi tersebut ke otak. Informasi tersebut yang memberi perintah kompensasi kepada otot tubuh dan mata atas perubahan tersebut agar tercipta fokus penglihatan dan keseimbangan tubuh. Sedangkan proyeksi ke corteks menghasilkan persepsi akan gerakan dan grafitasi bumi.

Berikut adalah dua contoh gerakan reflek karena sistem vestibular:

  • vestibulo-ocular reflex yang mengendalikan otot mata tetap fokus melihat sebuah objek saat kita menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Sistem reflek keseimbangan okular secara otomatis memberikan perintah kepada otot mata untuk mengkompensasi gerakan kepala ke kiri atau ke kanan.

  • the vestibulo-spinal reflex yang dapat merasakan saat tubuh kehilangan keseimbangan dan secara otomatis memberi perintah kepada otot tubuh untuk membuat gerakan kompensasi agar tidak terjatuh.

Organ sensor sistem vestibular terletak di dalam telinga kiri dan kanan. Organ tersebut terdiri dari tiga kanal setengah lingkaran dan dua organ otolitik. Kanal setengah lingkaran dapat merasakan gerakan kepala seperti menoleh ke kiri-kanan, tilting ke kiri-kanan, dan mendongak ke atas dan mengangguk ke bawah nodding. Dua organ otolitik merasakan posisi kepala termasuk gerakan lurus seperti gerakan lurus horisontal saat naik mobil atau gerakan vertikal lurus saat naik lift.

Desain Arsitek Interior yang dipengaruhi dan mempengaruhi kepuasan Indera Keseimbangan Vestibular

Secara naluri setiap saat gerakan mata dan gerakan kepala (vestibular ocular refleks) selalu mengamati ruangan dan mengantisipasi ancaman. Otak manusia yang berhubungan dengan Indera Vestibular tersebut memiliki kecenderungan untuk mencari pola yang dikenal untuk memberikan rasa aman. Menurut teori Salingaros (2006) melihat pola arsitektur yang simetri memberikan kesan keseimbangan dan keteraturan. Indera Keseimbangan Vestibular membantu kita terjalan dengan mata tertutup atau tanpa cahaya di ruangan yang simetri, akan tetapi Indera Keseimbangan Vestibular lebih tidak nyaman apabila berjalan di kegelapan di ruangan yang tidak simetri.


Menurut Ruggles di buku Beauty, Neuroscience and Architecture (2018): Dalam sistem pemikiran primitif mahluk mamalia, melihat pola yang sudah dikenal dengan baik dan terekam di otak di bawah alam sadar memberikan respons rasa aman dan relaks. Perasaan relaks dan bahagia dapat memicu pelepasan hormon Oxytocin, Endorphins dan DHEA di otak kita. Seperti tulisan saya sebelumnya Rasa Bahagia dapat membuat hidup lebih sehat. 

Baca: Hidup sehat bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang bahagia?

Pola geometri atau arsitektur yang paling dikenal oleh otak manusia adalah Pola Sembilan Kotak (Nine Square Pattern) seperti permainan tic-tac-toe. Pola Sembilan Kotak pada Photography atau Cinematography disebut Rule of Third. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pola Sembilan Kotak pada Arsitektur mulai dari Layout Floor Plan, Facade Bangunan, dan elemen Arsitektur dan Interior lainnya.

Pola sembilan kotak juga mewakili muka manusia yang mulai dari bayi sudah melihat pola tersebut

Caption: Pantheon yang dibangun pada tahun 120 sebelum masehi sudah menenggunakan Pola Sembilan Kotak

Caption: Setelah lebih dari 2000 tahun Gereja Katedral Jakarta juga menggunakan Pola Sembilan Kotak

Bangunan George W Bush Presidential Library dan Museum, dapatkah anda menemukan pola sembilan kotak pada elemen arsitektur dan interior?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. 

Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan fokus dan masalah lainnya.

Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap

Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Pengecap atau Gustation

Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.

Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.

Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill

Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Penciuman

Setiap orang memiliki kepekaan indera penciuman dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan udara yang dihirup. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain tata udara ruangan sehingga didapatkan lingkungan udara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan penciuman pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Penciuman (Olfactory) & Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Penciuman (Olfactory)

Indera Penciuman adalah indera primitif yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, bahkan organisme single cell memiliki indera ini. Seperti yang kita pelajari waktu sekolah mahluk Single Cell tidak memiliki mata, telinga dan lain-lain. Seperti dengan indera lainnya, Indera Penciuman berfungsi untuk mendeteksi adanya potensi bahaya yang mendekat, misalnya seekor rusa dapat mendeteksi bau seekor harimau yang mendekat.

Indera Penciuman merupakan indera spesial karena informasi dari indera penciuman langsung dikirim ke otak yang mana sinyal dari indera lain harus melalui Thalamus yang merupakan terminal pusat yang mengolah informasi dari ke enam Indera lain sebelum dikirim ke Limbic.

Indera Penciuman adalah reaksi atas molekul tertentu yang terkandung di lingkungan. Sensasi penciuman dimulai olfactory bulb yang terdapat pada pangkal hidung manusia. Sistem otak dan sistem penciuman manusia dapat mendeteksi 10,000 jenis bau-bauan. Hampir seluruh mahluk hidup memmiliki sistem penciuman utama yang mendeteksi bau unsur yang terkandung udara dan sistem penciuman tambahan yang memberikan sensasi fase fluida.

Gambar Sistem Indera Penciuman Manusia (Olfactory) Wikipedia

Berikut adalah sedikit contoh elemen desain arsitektur, interior, mekanikal elektrikal dan fisika bangunan yang mempengaruhi bau dapat mempengaruhi indera penciuman dan kesehatan pada sebuah lingkungan bangunan adalah:

  1. pemilihan material: material bangunan atau material finishing dapat mengeluarkan bau-bau yang kurang sedap bahkan penguapan bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

  2. kelembaban: resapan air tanah melalui struktur bangunan, kebocoran sistem pemipaan bangunan, kelembaban pada sistem pengudaraan ruangan.

  3. desain tata udara: sebuah ruangan yang tidak terjadi pertukaran udara kotor dengan udara bersih dapat menimbulkan bau yang kurang nyaman. Video berikut menunjukan hasil permodelan komputer bagaimana meningkatkan pertukaran udara di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta.

Airflow CFD Modeling

Gambar di atas menunjukan foto di mana ALTA Integra berhasil memperbaiki sistem pengudaraan Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta sehingga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar dan bebas dari bau. Berolah raga di sport hall menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan prestasi olah raga di sekolah tersebut.

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Studi mengenai Bagaimana Desain Lingkungan Fisika Bangunan mempengaruhi Kepekaan Indera :

  1. Multi-Sensory Architecture Building Physics: Menyelaraskan Arsitektur Fisika Bangunan dengan Kepekaan Multi Indera untuk Kesehatan Total

  2. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

  3. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

  4. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

  5. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Udara berdasarkan Kepekaan Indera Pencium (Olfactory)

  6. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

  7. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

  8. Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan dan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Material Interior berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Peraba

Setiap orang memiliki kepekaan indera peraba dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan termal dan permukaan material yang disentuh.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain termal dan permukaan material sehingga didapatkan lingkungan termal dan tekstur permukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera peraba pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Tactile Sensory Intelligence: menghindari manusia dari benda tajam atau temperatur permukaan ekstrim yang dapat membahayakan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Tactile, Peraba atau Perasa

Dengan indera perasa otak kita dapat merasakan: permukaan yang kasar atau halus, temperatur benda atau lingkungan, dan rasa sakit. Ketiga sensasi tersebut diteruskan oleh indera perasa yang berada di seluruh permukaan tubuh ke otak melalui jalur yang berbeda. Indera perasa yang paling sensitif terletak di ujung jari dan pada lidah.

Seiring dengan berjalannya waktu indera perasa orang akan menjadi lebih sensitif, sebagai contoh anak kecil tidak terlalu kuatir bermain bola di saat hujan yang dapat menyebabkan tubuhnya bermandikan lumpur dibandingkan orang dewasa. Dan mengapa beberapa orang akan menjauh apabila melihat tempat yang becek, berminyak atau kotor yang dapat menyebabkan kulit mereka menjadi kotor?

Indera perasa juga merupakan indera yang dapat merasakan mara bahaya misalnya bahaya akan sebuah benda yang panas atau tajam yang dapat melukai tubuh. Dengan indera perasa kita juga dapat mengenali sebuah benda, atau bagi orang yang tuna netra indera perasa digunakan untuk mengenali wajah seseorang dan membaca. Melalui indera perasa tubuh kita dapat merasakan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih intim dengan orang lain.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Lepaskan pakaian yang menyebabkan iritasi kulit seperti kaos kaki atau celana yang terlalu ketat, baju dengan kerah yang menyebabkan iritasi

  • Melakukan perawatan kulit yang menyegarkan indera perasa

  • Menggunakan pakaian yang membuat kulit terasa nyaman

  • Menghindari bersentuhan dengan orang lain untuk waktu tertentu

Gambar 4: Mengapa kita tidak suka apabila kulit terkena kotoran? Apakah kita merasa nyaman apabila didekati oleh anak kecil yang lucu seperti ini akan tetapi penuh dengan lumeran ice cream?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Suara berdasarkan Kepekaan Indera Telinga (Auditory)

Multi Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Lingkungan Arsitektur Bangunan Suara berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Telinga

Setiap orang memiliki kepekaan indera telinga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan suara yang didengar.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Auditory Sensory Intelligence: Sistem Indera Pendengaran merupakan sistem indera ke dua paling kompleks setalah Indera Penglihatan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Auditory atau Pendengaran

Telinga kita mendengar 24 jam sehari sepanjang tahun di mana kita tinggal di dunia yang semakin berisik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu telinga dan otak kita menjadi jarang beristirahat yang dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

Kita menggunakan indera pendengaran untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, mengenali emosi percakapan, mendengarkan hiburan, bekerja dan belajar. Selain itu melalui indera pendengaran kita dapat merasakan bahaya misalnya kita dapat merasakan sebuah benda (misalnya sebuah mobil) bergerak mendekati kita. Indera pendengaran tersebut akan mengirimkan informasi ke indera Proprioceptive (gerakan) untuk menghindari bahaya.

Penelitian yang dipublikasikan di journal Indoor Air tahun 2004 oleh Witterseh, Wyon, dan Clausen yang berjudul “The effects of moderate heat stress and open-plan office noise distraction on SBS symptoms and on the performance of office work” menyimpulkan ambien suara dengan level tertentu malah merupakan stimulus positif bagi orang yang multi-tasking akan tetapi menjadi stimulus negatif untuk orang non-multi-tasking. Penelitian lanjutan yang dipublikasi di Jurnal yang sama pada tahun 2005 oleh Hongisto, berjudul: “Model Predicting the Effect of Speech of Varying Intelligibility on Work Performance” menyimpulkan penurunan produktifitas kerja pada oang yang non-multi-tasking mencapai 11.5%.

Gambar 3: Menurut penelitian background music pada open plan office dapat meningkatkan produktifitas untuk tipe orang tertentu akan tetapi menurunkan produktifitas untuk tipe orang yang lain

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas pendengaran

  • Mendengarkan musik yang menyegarkan mental dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

  • Melakukan kegiatan reflektif seperti berpikir, menggambar atau menulis di tempat yang tenang dan sunyi

  • Mendengarkan suara white noise atau suara alam melalui channel spotify atau soundcloud dengan level suara yang tidak melelahkan telinga

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Pencayaan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Mata

Setiap orang memiliki kepekaan indera mata dan reaksi emosional yang berbeda terhadap cahaya dan warna yang dilihat.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain pencahayaan agar didapatkan lingkungan cahaya yang sesuai dengan kepekaan dan kebutuhan orang yang menggunakan ruang tersebut?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Visual Sensory Intelligence

Sistem Indera Penglihatan adalah sistem yang indera yang mengolah informasi paling kompleks dan menggunakan otak paling banyak

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Visual atau Penglihatan

Indera penglihatan terletak pada retina mata. Kita mengenali lingkungan, benda, muka seseorang melalui indera penglihatan. Di antara ketujuh indera, informasi data penglihatan memakan tempat terbesar di dalam otak manusia. Kita menggunakan indera penglihatan untuk mengenali tempat atau benda, berkomunikasi, memahami ekspresi seseorang, membaca, mengemudi, menonton, bekerja, dan belajar.

Indera penglihatan juga mempengaruhi Reticular Activating System (RAS) yang mengatur keseimbangan jam biologis yang mengatur kapan saatnya tubuh efektif untuk bekerja dan kapan tubuh perlu beristirahat. Indera penglihatan juga yang mengendalikan respon Kewaspadaan (Arousal), Perhatian (Attention) dan Kesadaran (Consciousness) sebuah naluri untuk menghindari bahaya atau mendekati hal yang menyenangkan.

Gambar 2: Perbedaan pencahyaan dan visual mempengaruhi sikap tubuh dan perilaku umat saat melakukan ibadah

Perbedaan Kepekaan Indera Visual menuntut Desain yang berbeda

Setiap orang memiliki respon intelektual dan emosional yang berbeda di sebuah lingkungan yang dirasakan melalui indera penglihatan, pendengaran, perasa dan seterusnya. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana beberapa orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda Hyper dan Hypo Sensitive dapat merasa betah untuk tinggal maupun bekerja dibutuhkan pemahaman tentang pengaruh Elemen Desain yang mempengaruhi mental orang tersebut.

Orang dengan Kepekaan VIsual Indera Hyper Sentitive memiliki kepekaan yang lebih tinggi dalam memproses informasi yang diterima oleh Indera. Orang dengan Sensory Intelligence Hyper Sensitive lebih cocok berada di lingkungan dengan bentuk, pola, warna, tekstur yang lebih terkendali. Sebaliknya orang dengan Kepekaan Indera Hypo Sensitive cenderung mencari kesenangan dalam bentuk, pola, warna dan tekstur yang lebih berani dan penuh kejutan.


Contoh bahwa setiap orang memiliki kepekaan dan kecerdasan indera penglihatan yang berbeda adalah Setiap orang memiliki kecenderungan untuk memilih gambar background dan screensaver yang berbeda. Orang dengan indera penglihatan yang lebih peka akan memiliki background dan screensaver yang lebih sepi dibanding dengan orang dengan indera penglihatan yang lebih haus sensasi.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Menutup dan mengistirahatkan mata

  • Melatih teknik visualisasi

  • Melihat pemandangan, lukisan atau benda seni yang indah

  • Melihat ikan berenang di aquarium


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Arsitektur Fisika Bangunan berlandaskan Kepekaan Tujuh Indera untuk Kesehatan Total

Sensory Intelligence atau Kepekaan Indera

Perjalanan Teori Kecerdasan Intelektual (IQ) Kecerdasan Emosional (EQ) Sensory Intelligence (SQ)

Kita mungkin sudah sering mendengar istilah Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) sebuah indeks kecerdasan pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.

Selain Kecerdasan Intelektual yang mulai dikembangkan pada abad ke 19 oleh Francis Galton, dan istilah Intellegence Quotient dan singkatan IQ di perkenalkan oleh William Stern pada abad 20. Di akhir abad 20 istilah Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) mulai populer karena ditemukan fakta bahwa ada beberapa orang dengan tingkat Kecerdasan Intelektual yang tinggi tapi kurang sukses dalam berkarir. Walau istilah Kecerdasan Emosional mulai dikenalkan pada tahun 1964, istilah ini baru dikenal oleh banyak orang melalui buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh jurnalis ilmiah Daniel Goleman pada tahun 1995.

Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menilai, mengelola, menggunakan serta mengontrol perasaan dirinya dan perasaan orang lain di sekitarnya. Orang dengan tingkat Kecerdasan Emosi yang tinggi dapat mengendalikan perasaannya dalam berpikir dan bersikap, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain dan mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional. 

Pada abad 21 atau pada tahun 2007 Annemarrie Lombard menerbitkan buku yang berjudul Sensory Intelligence, Why It Matters more than EQ or IQ? Kecerdasan Indera, mengapa lebih berpengaruh dibandingkan Kecerdasan Emosional atau Kecerdasan Intelektual?

Pengaruh desain Arsitektur, Interior dan Lingkungan Fisika yang mempengaruhi Kecerdasan Indera

Don Ruggles dalam bukunya yang berjudul Beauty, Neuroscience & Architecture mengatakan bahwa manusia yang termasuk mahluk mamalia, otaknya berkembang jauh lebih baik dibanding mahluk mamalia lainnya. Akan sebagian dari otak manusia tersebut masih memiliki cara berpikir primitif, yang belum berkembang dan masih sama dengan mahluk mamalia lainnya, khususnya insting dalam menghindari ancaman keselamatan dan insting berburu dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kesenangan.

Ancaman keselamatan bagi penduduk di perkotaan jaman modern ini sudah berbeda dibandingkan dengan manusia jaman dulu yang hidup di alam bebas yang penuh dengan ancaman fisik. Akan tetapi manusia jaman sekarang mengalami tekanan yang berbeda mulai dari tekanan pekerjaan, tekanan sosial, kemacetan lalu lintas, sampah dan bau, polusi udara, cahaya dan kebisingan. Dibandingkan dengan ancaman jaman dulu misalnya binatang buas yang bersifat sementara, tekanan terhadap Sensory Intelligence dan Pikiran yang dialami manusia jaman sekarang terjadi terus menerus. Tekanan terus menerus seperti ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit yang serius.

Dalam bukunya Lombard menjelaskan perlunya mengubah kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau dan sebagainya agar orang tersebut dapat memberikan respon emosional dan intelektual yang positif yang berpengaruh kepada kesehatan fisik, mental serta sosial. Dan bagaimana orang dapat melatih Kecerdasan Indera agar lebih memahami, beradaptasi atau mengendalikan respon intelektural dan emosional atas kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau, dan seterusnya.

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

ALTA Integra didirikan karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang tangguh, berkelanjutan dan semua orang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.

Multi-Sensory Architecture Building Physics

Klik tombol dibawah untuk mengetahui lebih lanjut tentang Konsultasi Multi-Indera Arsitektural Fisika Bangunan

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Paparan cahaya matahari tidak hanya membantu manusia melihat, tetapi juga mengatur ritme sirkadian, kualitas tidur, sistem imun, kesehatan tulang, metabolisme, hingga kesehatan mental. Pelajari sembilan manfaat utama cahaya matahari berdasarkan bukti ilmiah serta mengapa desain daylighting menjadi bagian penting dari bangunan yang sehat.

 

Seperti yang kita ketahui bersama, Sang Pencipta di hari pertama menciptakan cahaya untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaxi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya.

Dalam ilmu biologi modern, cahaya matahari bukan hanya memungkinkan proses fotosintesis, tetapi juga berperan sebagai zeitgeber utama—sinyal lingkungan yang menyelaraskan jam biologis manusia dengan siklus siang dan malam. Dalam dua dekade terakhir, penelitian di bidang kronobiologi, neurologi, endokrinologi, dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa paparan cahaya alami memiliki pengaruh luas terhadap fungsi otak, metabolisme, sistem imun, kualitas tidur, hingga risiko berbagai penyakit kronis.

Akan tetapi tahukan betapa besarnya manfaat sinar matahari yang diciptakan Tuhan buat kesehatan dan kebahagiaan kita?

Menurut beragam penelitian ada sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia sebagai berikut.

1. Membantu manusia melakukan aktifitas sehari - hari

Cahaya yang masuk ke mata disalurkan ke saraf otak yang diolah oleh otak kiri menjadi informasi visual dan otak kanan yang membentuk persepsi emosional seseorang. Informasi visual dan emosional tersebut kemudian membangun motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu. Cahaya matahari yang masuk mata selain diteruskan ke otak, diteruskan juga ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang berfungsi mengatur tubuh untuk menambah atau mengurangi produksi hormon Cortisol yang membuat kita terjaga dan bersemangat.

matahari selain membantu melihat pekerjaan juga meningkatkan motivasi kerja.jpg

matahari selain membantu melihat pekerjaan juga meningkatkan motivasi kerja

Sekitar 1–2% sel ganglion retina mengandung fotopigmen melanopsin yang peka terhadap cahaya biru (±480 nm). Berbeda dengan sel batang dan kerucut yang berperan dalam penglihatan, sel ini mengirimkan informasi intensitas cahaya langsung menuju Suprachiasmatic Nucleus (SCN) di hipotalamus melalui jalur retinohypothalamic tract.

Aktivasi SCN meningkatkan kewaspadaan (alertness), fungsi kognitif, dan sinkronisasi ritme sirkadian. Paparan cahaya terang pada pagi hari juga meningkatkan cortisol awakening response, yaitu peningkatan fisiologis kadar kortisol yang membantu tubuh menjadi lebih siap untuk beraktivitas. Kortisol dalam konteks ini bukan sekadar "hormon stres", melainkan hormon penting yang mengatur metabolisme energi, tekanan darah, dan kesiagaan tubuh. (Cajochen et al., 2005; Schmidt et al., 2011)


2. Mengatur keseimbangan jam biologis (circadian rhythm)

Cahaya yang masuk ke dalam mata yang diteruskan Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang bertanggung jawab mengatur jam biologis (circadian rhythm) tubuh manusia selama 24 jam. Pada pagi hari mata mulai melihat intensitas cahaya cukup besar, SCN akan memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh terjaga. Sebaliknya begitu langit berubah gelap, SCN memerintahkan tubuh untuk mengurangi produksi hormon Cortisol dan meningkatkan produksi hormon Melatonin yang memicu rasa mengantuk. Hal ini menjawab mengapa apabila kita terpapar cahaya yang cukup kuat di malam hari, apalagi cahaya biru (blue light) membuat kita sulit tidur karena tubuh masih memproduksi hormon.

SCN merupakan "master clock" yang mengoordinasikan ritme biologis hampir seluruh organ tubuh selama sekitar 24 jam. Cahaya pagi merupakan sinyal lingkungan paling kuat untuk menyelaraskan ritme tersebut. Pada pagi hari, paparan cahaya menekan sekresi hormon melatonin dan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga tubuh memasuki fase aktif. Sebaliknya, ketika intensitas cahaya menurun pada malam hari, produksi melatonin oleh kelenjar pineal meningkat sehingga mempermudah proses tidur.

Paparan cahaya terang, khususnya cahaya biru dari layar elektronik pada malam hari, terbukti dapat menghambat sekresi melatonin, menggeser fase tidur (phase delay), dan meningkatkan risiko gangguan tidur kronis. (Brainard et al., 2001; Chang et al., 2015)

Image credit: Parans Solar Lighting

3. Meningkatkan kualitas tidur

Semakin banyak tubuh manusia memproduksi hormon Cortisol di siang hari membuat tubuh semakin aktif untuk bergerak. Sehingga di malam hari tubuh akan merasa lebih capek dan produksi hormon Melatonin jauh lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa berjemur selama satu sampai dua jam dapat membuat kita tidur lebih pulas di malam hari.

Paparan cahaya alami yang cukup pada pagi dan siang hari memperkuat amplitudo ritme sirkadian sehingga tidur malam menjadi lebih cepat dimulai, lebih nyenyak, dan lebih efisien.

Penelitian pada pekerja kantor menunjukkan bahwa individu yang memperoleh paparan cahaya alami lebih tinggi pada siang hari memiliki durasi tidur lebih panjang, kualitas tidur yang lebih baik, dan tingkat kantuk siang hari yang lebih rendah dibanding pekerja yang sebagian besar berada di ruang tanpa jendela. (Boubekri et al., 2014) Berbeda dengan anggapan umum, manfaat tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh meningkatnya produksi melatonin, tetapi karena sinkronisasi jam biologis yang lebih baik.

4. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Cara terbaik dan alami untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di udara terbuka. Berjemur satu-dua jam di udara terbuka selain membantu meningkatkan kualitas tidur, juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D. Paparan sinar ultraviolet B (UVB) memungkinkan kulit mensintesis vitamin D, yang kemudian diubah menjadi bentuk aktif 1,25-dihydroxyvitamin D.

Vitamin D berperan dalam regulasi sistem imun bawaan maupun adaptif melalui aktivasi makrofag, sel dendritik, dan limfosit T. Defisiensi vitamin D telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran napas, penyakit autoimun, dan osteoporosis.

Namun demikian, bukti bahwa suplementasi vitamin D dapat mencegah seluruh jenis infeksi, kanker, atau COVID-19 masih belum konsisten sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat. (Martineau et al., 2017; Bouillon et al., 2022)

5. Mempertahankan kesehatan tulang

Tubuh kita memproduksi vitamin D apabila terpapar sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh kita menjaga kecukupan calcium pada tulang. Kandungan Calcium yang cukup pada tulang menghindari tulang rapuh, tidak berkembang, atau tulang yang berubah bentuk.

Mempertahankan kesehatan tulang

Paparan matahari yang cukup setiap hari dapat mempertahankan kesehatan tulang

Vitamin D meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat di usus sehingga mendukung mineralisasi tulang. Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang dapat menyebabkan rakitis pada anak, osteomalasia pada dewasa, serta meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang pada usia lanjut. Oleh karena itu, paparan sinar matahari yang cukup, dikombinasikan dengan asupan kalsium yang memadai, merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal. (Holick, 2007)

6. Membantu mengatur metabolisme dan berat badan

Beberapa penelitian observasional menunjukkan bahwa individu yang memperoleh paparan cahaya alami pada pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sebagian besar beraktivitas di dalam ruangan.

Mekanisme yang diusulkan meliputi sinkronisasi ritme metabolisme, peningkatan sensitivitas insulin, regulasi hormon nafsu makan seperti leptin dan ghrelin, serta peningkatan aktivitas fisik akibat lebih banyak berada di luar ruangan.

Walaupun demikian, hubungan ini masih bersifat asosiatif dan dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, serta gaya hidup secara keseluruhan. (Reid et al., 2014)

7. Menurunkan risiko depresi dan memperbaiki suasana hati

Cahaya matahari selain membuat tubuh memproduksi hormon Serotonin yang meningkatkan mood positif yang menenangkan pikiran dan lebih fokus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menyembuhkan gejala Seasonal Affective Disorder. Seasonal Affective Disorder adalah sebuah perasaan sendu, mellow atau moody di saat cuaca mendung, atau pada musim dingin.

cuaca mendung membuat suasana hati menjadi sendu.jpg

cuaca mendung membuat suasana hati menjadi sendu

Paparan cahaya terang merupakan terapi lini pertama untuk Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan depresi yang muncul pada musim dengan intensitas cahaya rendah.

Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya alami pada pagi hari berhubungan dengan perbaikan suasana hati, peningkatan kewaspadaan, dan penurunan gejala depresi pada sebagian individu.

Efek tersebut diperkirakan melibatkan interaksi kompleks antara sistem sirkadian, neurotransmiter serotonin, dopamin, serta regulasi melatonin. Cahaya tidak secara langsung menghasilkan serotonin, tetapi memodulasi aktivitas jaringan saraf yang mengatur neurotransmiter tersebut. (Golden et al., 2005)

8. Membantu tubuh beradaptasi terhadap stres

Menurut penelitian hormon Melatonin yang diproduksi tubuh dapat mengendalikan perasaan stress pada manusia. Tubuh yang terpapar cahaya matahari dapat menjaga level kecukupan hormon Melatonin yang mengendalikan perasaan stress.

Tidur yang berkualitas merupakan salah satu mekanisme utama pemulihan terhadap stres psikologis maupun fisiologis.

Dengan menjaga ritme sirkadian tetap sinkron, paparan cahaya alami membantu mempertahankan pola sekresi melatonin dan kortisol yang normal. Ritme hormonal yang stabil berhubungan dengan respons stres yang lebih adaptif, fungsi kognitif yang lebih baik, dan penurunan risiko gangguan kecemasan.

Walaupun demikian, hubungan antara melatonin dan stres bersifat kompleks karena melibatkan interaksi sistem saraf otonom, sumbu hipotalamus–pituitari–adrenal (HPA axis), dan kualitas tidur.

9. Berhubungan dengan umur yang lebih panjang

Sebuah penelitian yang melibatkan 30,000 wanita di Swedia menunjukan bahwa wanita yang menghabiskan waktunya lebih banyak terpapar cahaya matahari rata-rata hidup enam sampai dengan dua puluh empat bulan lebih lama. Tentu saja penelitian ini masih berpeluang untuk dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan lain sebagainya.

30.000 perempuan menemukan bahwa individu dengan kebiasaan menghindari sinar matahari.jpg

Salah satu penelitian kohort prospektif di Swedia yang melibatkan hampir 30.000 perempuan menemukan bahwa individu dengan kebiasaan menghindari sinar matahari memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih sering terpapar cahaya matahari.

Peneliti memperkirakan bahwa manfaat tersebut berkaitan dengan kombinasi peningkatan aktivitas fisik di luar ruangan, fungsi metabolik yang lebih baik, regulasi tekanan darah, sintesis vitamin D, dan mekanisme biologis lainnya. Namun, penelitian ini menunjukkan hubungan statistik dan belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. (Lindqvist et al., 2014)


Dari sembilan manfaat di atas kita dapat melihat adanya kaitan erat antara hormon, perasaan, dan aktifitas seseorang yang akhirnya membantu manusia hidup lebih sehat dan bahagia.

Meskipun memiliki banyak manfaat, paparan sinar matahari tetap perlu dikelola secara bijaksana. Paparan ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat meningkatkan risiko photoaging, hiperpigmentasi, katarak, hingga kanker kulit. Oleh karena itu, tujuan desain bangunan bukanlah memaksimalkan masuknya sinar matahari sebanyak mungkin, melainkan mengoptimalkan kualitas, intensitas, durasi, dan distribusi cahaya alami agar memberikan manfaat fisiologis tanpa menimbulkan silau (glare), panas berlebih (solar heat gain), maupun paparan UV yang berlebihan.

Seiring berkembangnya ilmu Building Physics dan Human-Centered Design, pencahayaan alami (daylighting) kini dipandang sebagai salah satu determinan kesehatan bangunan (healthy building) yang dapat memengaruhi ritme sirkadian, kualitas tidur, kenyamanan visual, produktivitas, hingga efisiensi energi. Oleh sebab itu, strategi daylighting sebaiknya direncanakan sejak tahap awal desain melalui pendekatan ilmiah dan simulasi performa bangunan.

ALTA Integra merupakan konsultan Building Physics di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam kajian, simulasi, dan desain daylighting berbasis bukti ilmiah. Dengan memanfaatkan simulasi pencahayaan alami menggunakan standar internasional seperti IES LM-83, LEED, dan WELL Building Standard, kami membantu arsitek, pengembang, dan pemilik bangunan merancang ruang yang lebih sehat, nyaman, hemat energi, serta mendukung kesejahteraan penghuninya. Dari gedung perkantoran, fasilitas pendidikan, rumah sakit, tempat ibadah, hingga bangunan publik, kami percaya bahwa desain cahaya yang baik bukan sekadar meningkatkan kualitas bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup manusia.

Pelajari lebih lanjut bagaimana strategi daylighting berbasis Building Physics dapat meningkatkan performa bangunan Anda di:

Referensi utama

  • Boubekri M, et al. Impact of Windows and Daylight Exposure on Overall Health and Sleep Quality of Office Workers. Journal of Clinical Sleep Medicine. 2014.

  • Brainard GC, et al. Action Spectrum for Melatonin Regulation in Humans. Journal of Neuroscience. 2001.

  • Bouillon R, et al. Vitamin D and Human Health. Lancet Diabetes & Endocrinology. 2022.

  • Cajochen C, et al. High Sensitivity of Human Melatonin, Alertness, Thermoregulation, and Heart Rate to Short Wavelength Light. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. 2005.

  • Chang AM, et al. Evening Use of Light-Emitting eReaders Negatively Affects Sleep. PNAS. 2015.

  • Golden RN, et al. The Efficacy of Light Therapy in the Treatment of Mood Disorders. American Journal of Psychiatry. 2005.

  • Holick MF. Vitamin D Deficiency. New England Journal of Medicine. 2007.

  • Lindqvist PG, et al. Avoidance of Sun Exposure as a Risk Factor for All-Cause Mortality. Journal of Internal Medicine. 2014.

  • Martineau AR, et al. Vitamin D Supplementation to Prevent Acute Respiratory Tract Infections. BMJ. 2017.

  • Reid KJ, et al. Timing and Brightness of Light Correlate with Body Weight. PLoS ONE. 2014.

  • Schmidt TM, et al. Intrinsically Photosensitive Retinal Ganglion Cells: Many Subtypes, Diverse Functions. Trends in Neurosciences. 2011.


Artikel lain tentang pencahayaan dan kesehatan

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Hidup sehat dan bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang memberikan kebahagiaan?

Menjadi pribadi yang sehat dan bahagia adalah impian semua orang. Dan menurut Dalai Lama Kebahagiaan merupakan bentuk tertinggi dari kesehatan.

Korelasi antara kebahagian dan kesehatan

Penelitian Cornell University dengan judul: “Exploring the Link Between Health and Happiness”, menemukan hubungan antaran kebahagian dan menurunnya resiko kematian. Dengan kata lain, dari penelitian ditemukan bahwa orang yang merasa bahagia lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan yang merasa kurang bahagia. Penting untuk dicatat analisa ini tidak berlaku timbal balik. (1)

Lebih lanjut, banyak penelitian yang menunjukan bahwa kebahagiaan dapat menurunkan resiko terkena penyakit serangan jantung, darah tinggi, diabetes, dan radang sendi. Ditemukan juga pembuktian bahwa orang yang menderita penyakit serius seperti spinal cord injury, coronary artery disease and heart failure memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat apabila mereka bahagia.

Apabila kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan, pertanyaan berikutnya faktor apa saja yang membuat kita bahagia?

Faktor apa saja yang dapat membuat kita lebih bahagia?

Apakah Uang (Materi) dapat membuat kita lebih bahagia?

Grafik di bawah menunjukan hasil penelitian yang menunjukan korelasi antara peningkatan pendapat rata-rata penduduk Amerika Serikat dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2005, dengan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia.

Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dimana peningkatan pendapat rata-rata tidak meningkatkan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia. Dari grafik di atas pakar ekonomi berusaha memahami mengapa trend peningkatan kepemilikan materi dari tahun ke tahun tidak diikuti dengan tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat. Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena setelah seseorang telah memiliki “sesuatu” materi maka tingkat kebahagiaan mereka kembali ke level awal sebelum memiliki materi tersebut. Kecenderungan ini diistilahkan sebagai “Hedonic Treadmill” dimana akhirnya orang berusaha menemukan kebahagiaan dengan terus mengakuisi (materi) kekayaan baru. (2)

Kebahagiaan dimulai dari (dalam diri) dan mempengaruhi (lingkungan)?

Psikolog Yasinta Indrianti, M. Psi, mengatakan bahagia adalah sebuah akumulasi pengalaman emosi yang ditandai dengan perasaan puas dan gembira. “Hidup kamu akan terasa bermakna tergantung dari bagaimana kamu bisa ciptakan berbagai peristiwa yang menyenangkan dalam keseharian kamu,” lanjutnya. (3)

Kebahagiaan dimulai dari (lingkungan) mempengaruhi perasaan bahagia (dalam diri)?

Charles Montgomery memiliki pandangan yang berbeda, dia mengatakan bahwa faktor yang menentukan kebahagiaan atau tidak bahagia dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita tinggal dan bekerja. (4)

Saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri kita yang kemudian dirasakan dan disebarkan ke lingkungan kita melalui sikap dan tindakan positif, dan lingkungan yang bahagia akan membuat diri kita menjadi lebih bahagia.

Dapatkah kita mendesain Lingkungan Bangunan yang dapat membuat orang lebih bahagia?

Untuk membuktikan teori Charles Montgomery, Rebecca Habtour membuat survey yang berisikan pertanyaan mengenai desain, cahaya, dan sensor lain seperti suara dan bau-bauan. (5) Penelitian dilakukan kepada 63 orang partisipan dengan melakukan survey informal yang masing-masing diminta untuk menceritakan tempat dan suasana yang membuat mereka merasa bahagia.

Pertanyaan: Tempat yang menyenangkan terlihat seperti apa, terdengar seperti apa dan bagaimana baunya? Sedangkan tempat yang kurang menyenangkan terlihat bagaimana, terdengar suara apa dan bagaimana baunya?

Kebanyakan partisipan menjawab lingkungan kotor, rusak dan tidak terawat adalah faktor yang membuat mereka merasa kurang bahagia. Selain itu kebisingan juga merupakan faktor yang mengurangi kebahagian, peran konsultan akustik adalah merumuskan standarisasi suara yang menyenangkan, merancang serta menerapkan Soundscape yang memberikan rasa bahagia. Terakhir adalah udara yang tercemar dan bau, konsultan kualitas udara dapat bekerja sama dengan perencana lansekap untuk mendesain taman, pepohonan dan bunga dapat menyegarkan udara dan menghilangkan bau yang kurang sedap.

Pertanyaan: Cahaya seperti apa yang membawa rasa bahagia?

Langit siang hari yang biru cerah dapat meningkatkan gairah bekerja dan bermain, atau langit pagi dan sore hari yang hangat dapat membuat perasaan lebih relaks. Cahaya alam selain memberikan keuntungan emosional, juga memberikan keuntungan biologis seperti memproduksi Vitamin D yang menguatkan tulang dan imunitas tubuh. Perubahan temperatur cahaya alam dari matahari terbit sampai terbenam membantu tubuh dalam mengatur keseimbangan pelepasan hormon yang diperlukan tubuh sehari-hari untuk tetap produktif di siang hari dan dapat beristirahat dengan baik di malam hari.

Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing

Lingkungan bangunan di mana kita tinggal, bermain dan bekerja memberikan dampak yang berbeda kepada setiap orang. Setiap orang memiliki kecerdasan tujuh indera yang berbeda-beda, Untuk menciptakan lingkungan bangunan yang dapat membuat semua orang merasa terlibat dan memiliki, kami terus menerus belajar untuk memahami faktor-faktor tersebut.

Tubuh manusia terdiri dari tujuh indera yaitu: penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, perilaku dan keseimbangan. Dengan pemahaman ini desain goal ALTA Integra adalah menciptkan Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing melalui pembuktian ilmiah Built-Environment Performance Modeling and Testing dan terukur Change and Satisfaction Evaluation.

ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.


References:

1. Exploring the Link Between Health and Happiness, evidencebasedliving.human.cornell.edu/2019/02/18/exploring-the-link-between-health-and-happiness

2. Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

3. Muh Iqbal Marsyaf "Membangun Kebahagiaan dan Kesehatan Dimulai dari Diri sendiri". SINDOnews Sabtu, 10 Oktober 2020

4. Montgomery, Charles. Happy City; Transforming our lives through urban design. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2013 p.11

5. Habtour, Rebecca. Designing Happiness: Architecture and urban design for joy and well-being.









Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Penelitian membuktikan pasien lebih cepat sembuh di kamar rawat inap yang mendapat cahaya matahari lebih banyak

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang
— Raja Salomo (Sulaiman) 970-930 SM (Amsal 17:22)

Mari kita lihat perbandingan dua kamar rawat inap di bawah ini. Kamar rawat inap pertama mendapat cukup sinar matahari sedangkan kamar kedua tidak memiliki jendela sehingga tidak ada matahari yang masuk.

Kamar dengan jendela

Kamar Rawat Inap dengan jendela

Cahaya matahari dan cahaya langit yang selalu berubah masuk ke kamar sepanjang hari

Kamar Rawat Inap tanpa Jendela

Pasien sepanjang hari hanya melihat cahaya lampu yang statis

  • Apabila kutipan Raja Solomo benar bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Dari perbandingan dua kamar rawat inap di atas, kamar rawat inap manakah yang lebih memberikan rasa gembira kepada pasien?

  • Seberapa besar peranan cahaya alam dalam mempercepat penyembuhan pasien rawat inap?

  • Selain faktor hati yang gembira adalah obat yang manjur, apakah ada faktor lain dari cahaya alam yang dapat mempercepat kesembuhan pasien?

Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Lee Ju-Yoon pada paper penelitian yang berjudul The Daylight Effects in Hospital for Healing Patients in Seoul. Paper ini dipublikasikan pada Proceedings of the International Conference on Sustainable Building Asia, pada tahun 2007. Lee Ju-Yoon membandingkan kecepatan kesembuhan pasien pada kamar rawat inap yang menghadap utara dan yang menghadap selatan. Untuk mendapatkan perbandingan data uji coba dilakukan pada dua rumah sakit yang diberi inisial H dan rumah sakit yang diberi inisial K di kota Seoul.

Karena kota Seoul terletak di utara garis katulistiwa maka kamar rawat inap yang menghadap selatan menerima lebih banyak sinar matahari dibandingkan kamar rawat inap yang menghadap utara.. Lee Ju-Yoon menggunakan metodologi permodelan daylight menggunakan software Radiance terhadap kamar rawat inap di Rumah Sakit K menganalisa perbandingan tingkat pencahayaan kamar yang menghadap selatan dan yang menghadap utara seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Penelitian di Rumah Sakit H, data rawat inap diambil dalam satu tahun mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2004. Penelitian dilakukan kepada 6,000 orang pasien rawat inap di 11 kamar rawat inap pada lantai 7. Untuk penelitian pada Rumah Sakit K dilakukan terhadap 2,000 pasien orthopedics rawat inap selama tiga 3 tahun mulai dari 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2004.

Dari dua tabel di atas terlihat baik pada Rumah Sakit H maupun Rumah Sakit K menunjukan kecenderungan yang sama, yaitu pasien rata-rata sembuh lebih cepat apabila dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan, kecuali untuk pasien Operasi Plastik pada Rumah Sakit H.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pasien yang dirawat di kamar rawat inap yang menghadap selatan di rumah sakit H rata-rata sembuh lebih cepat 19,84% lebih cepat dibandingkan dengan kamar yang menghadap utara. Begitu pula di rumah sakit K menunjukan hasil yang sama dengan rumah sakit H, rata-rata pasien syang dirawat di kamar yang menghadap selatan sembuh lebih cepat 8,52 % dibandingkan kamar yang menghadap utara.

Sinar matahari selain membuat ruangan lebih enak dilihat yang membuat hati lebih bahagia sehingga berpengaruh terhadap kesehatan mental pasien, berikut adalah beberapa penelitian tentang manfaat sinar matahari terhadap faktor biologis tubuh manusia.

Wilson mencatat hasil penelitan terhadap perawatan intensif terhadap kesembuhan dua orang pasien yang baru selesai dioperasi yang keduanya memiliki gangguan mental. Pasien yang dirawat pada kamar yang memiliki jendela sembuh lebih cepat dibandingkan pasien yang dirawat pada kamar rawat inap tanpa jendela. Wilson, L.M. 1972. Intensive care delirium, The Effect of outside Deprivation in a Windowless Unit, Archives of Internal Medicine, 160. pp.225-226.

Daylight memberikan dampak positif terhadap tissue tubuh manusia, dan memiliki dampak yang besar terhadap sistem kesehatan dan penyembuhan. Monz, J. 2002. The Role of Interior Architecture Design in Enhancing Healing Power, Korea Institue of Healthcare Architecture, pp.114.

Tubuh yang menerima cukup cahaya Ultra Violet yang terkandung dalam sinar matahari alami, dapat memproduksi vitamin D dan mineral yang diperlukan dalam meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan kolesterol. Ott, J. 1999. Health and Light, Ariel Press

Kesimpulan saya dari penelitian ini adalah:

  1. Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat akan mendapatkan reputasi yang lebih baik dibandingkan rumah sakit yang lain. Dengan reputasi yang lebih baik, harga jual kamar rawat inap bisa dijual dengan harga lebih baik.

  2. Rumah Sakit yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat, dalam satu tahun akan memiliki kapasitas rawat inap yang lebih banyak dibandingkan rumah sakit biasa dengan kapasitas kamar yang sama banyak. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan finansial karena dapat meningkatkan jumlah pasien yang dirawat yang mana keuntungan terbesar dari Rumah Sakit adalah tindakan yang dilakukan kepada pasien.

  3. Dapat dilakukan penelitian benefit financial dan moral tenaga medis yang terjadi karena dampak penyembuhan pasien yang lebih cepat.

Untuk itu saya menyarankan sebaiknya saat mendesain Rumah Sakit, owner sebaiknya melibatkan desainer Fisika Bangunan yang mampu melakukan perhitungan, modeling dan simulasi untuk menghasilkan kamar rawat inap yang dapat menyembuhkan pasien lebih cepat.

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur,  air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika berpengaruh kepada respon fisik dan mental mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.

Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Pengujian 25 aspek rasio ideal ruang akustik studio musik oleh J.H. Rindel melalui permodelan matematis

Pengujian terhadap 25 aspek rasio ideal ruang akustik oleh J.H. Rindel

menggunakan permodelan Frequency Spacing Index (6/6)

Ruang kecil yang dirancang untuk melakukan latihan musik, pengambilan rekaman suara, ruang kontrol, editing dan mastering, untuk mendengarkan reproduki suara memerlukan response frekuensi yang senatural mungkin. Oleh karena itu frekuensi resonansi (modes) ruangan harus tersebar semerata mungkin. Untuk mencapai respons frekuensi resonansi yang merata caranya dengan mendesain aspek rasio ruangan sesuai dengan rekomendasi peneliti di bidang ini.

Memainkan alat musik atau alat reproduksi suara di dalam ruangan sama dengan menggabungkan akustik suara alat musik dan akustik suara ruangan (acoustically coupling). Dengan kata lain ruangan bertindak sebagai akustik tambahan dari alat musik atau alat reproduksi suara. Dengan pengertian bahwa ruangan dengan akustik yang baik tidak akan memperindah suara alat musik atau alat reproduksi, akan tetapi ruang akustik yang buruk pasti akan merusak suara alat musik atau alat reproduksi suara yang baik. Ruang musik yang baik adalah ruangan yang mendukung suara musik sebaik mungkin pada setiap nada dan setiap frekuensi secara adil atau merata, tanpa mengorbankan salah satu nada atau frekuensi tertentu.

Bayangkan kita memainkan tangga nada kromatik di sebuah piano dari nada C1 (32.7 Hz) sampai dengan nada C2 (65.4 Hz) pada dua ruang kecil dengan volume yang sama yaitu 150 meter kubik akan tetapi yang satu dengan aspek rasio 1:1:1 atau kubus dan yang satu dengan aspek ideal Meisnerr (2018) yaitu 1,45:1,20:1. Gambar di bawah terlihat frekuensi respons ruangan kubus memiliki puncak dan lembah yang curam dengan simpangan yang jauh. Hal ini akan menyebabkan karakteristik tonal dan intensitas suara piano pada setiap nada kromatik dari C1 sampai C2 akan terdengar jauh berbeda dibanding dengan ruang dengan aspek rasio yang ideal.

Karena penelitian Rindel bertujuan untuk mendapatkan distribusi frekuensi resonans (modes) yang paling merata, maka Rindel membuat permodelan matematis yang dinamakan “Frequency Spacing Index” atau indeks jarak frekuensi. Untuk mendapatkan interval yang ekstrim dari setiap aspek rasio ruangan permodelan matematik ini mengabaikan besaran volume ruangan maupun nilai penyerapan suara permukaan ruangan.

Permodelan Frequency Spacing Index

Apabila permodelan di atas dihitung berdasarkan aspek ratio panjang:lebar dan lebar:tinggi untuk ruangan kubus 1:1:1 dibandingkan dengan ruang aspek rasio ideal Mesnerr 1,45:1,20:1 dan visualisasikan menjadi grafik, akan terlihat seperti di bawah ini.

Dengan bermodalkan permodelan matematis “Frequency Spacing Index”, Rindel menguji kemerataan distribusi frekuensi resonansi (modes) terhadap 25 aspek rasio ideal sampai yang terburuk yang kemudian diurutkan dari yang terbaik sampai terburuk seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.

Dari penelitian ini J.H. Rindel menyimpulkan bahwa aspek rasio panjang-lebar jauh lebih penting ketimbang aspek rasio lebar-tinggi. Menurut Rindel aspek rasio panjang-lebar yang ideal berada pada kisaran 1.15 sampai dengan 1.45, sedangkan aspek rasio panjang-tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi arsitektur tanpa terlalu mempengaruhi kualitas tonaliti suara musik.

References:

Bolt, R. H. (1946). “Note on normal frequency statistics for rectangular rooms,” J. Acoust. Soc. Am. 18, 130–133.

Cox, T. J., and D’Antonio, P. (2001). “Determining optimum room dimensions for critical listening environments: A new methodology,” AES 110th Convention, Amsterdam, Paper No. 5353.

Louden, M. M. (1971). “Dimension ratios of rectangular rooms with a good distribution of eigentones,” Acustica 24, 101–104.

Meissner, M. (2018). “A novel method for determining optimum dimension ratios for small rectangular rooms,” Arch. Acoust. 43, 217–225. Rindel, J. H. (2015). “Modal energy analysis of nearly rectangular rooms at low frequencies,” Acta Acust. United Acust. 101, 1211–1221.

Rindel, J. H. (2016). “A note on modal reverberation times in rectangular rooms,” Acta Acust. United Acust. 102, 600–603.

Sabine, W. C. (1900). “Reverberation,” The American Architect and The Engineering Record [reprinted as paper No. 1 in Collected Papers on Acoustics (Harvard University Press, Cambridge, MA, 1923); reprinted by Dover Publications Inc. (New York, 1964)], p. 3.

Volkman, J. E. (1942). “Polycylindrical diffusers in-room acoustical design,” J. Acoust. Soc. Am. 13, 234–243.

Walker, R. (1993). “Optimum dimension ratios for studios, control rooms, and listening rooms,” BBC Research Department Report, BBC RD 1993/8.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk desain ruang audio dan studio musik

Menelaah teori rasio ideal akustik Richard Bolt untuk

desain ruang audio dan studio musik (2/6)

Tulisan kedua dari enam tulisan ini menceritakan pemikiran, penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik oleh Richard Bolt. Distribusi frekuensi resonansi (modes) yang tidak merata di sebuah ruangan dapat menyebabkan distorsi harmonis (spectrum) dan distorsi temporal (decay) untuk frekuensi suara di bawah 250 Hz.

Richard Henry Bolt Ph.D., atau lebih dikenal dengan nama Richard Bolt atau Dick Bolt. Richard Bolt adalah Profesor Fisika di Massacushet Institute of Technology (MIT) yang lahir di kota Peking China pada tahun 1911. Beliau tertarik dengan penelitian di bidang akustik dan mendirikan perusahaan riset dan pengembangan bernama Bolt, Beranek & Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technology. Beliau juga merupakan pendiri perusahaan bernama Arpanet yang merupakan pelopor teknologi internet yang kita kenal saat ini.

Grafik Fungsi Distribusi Frekuensi Rata-Rata yang menunjukan korelasi antara Volume ruangan (V), frekuensi (N), interval antar modes yang berdekatan (u) dan nilai rata-rata (d)

Pada tahun 1946, Bolt menggunakan perhitungan dengan metode penggambaran diagram untuk menentukan nilai rata-rata interval antara modes. Dengan menggunakan metode perhitungan ini Bolt mendapatkan ratios ideal dimensi ruang audio yaitu 2:3:5 atau 1: 2.33:4.33 atau 1:1.26:1.59.



Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik

Modes selalu hadir di dalam setiap ruang kecil seperti studio musik, ruang audio, home theater, studio broadcast

Menelaah teori dan penelitian rasio ideal akustik untuk

desain ruang audio dan studio musik (1 / 6)

Tulisan pertama dari enam tulisan ini menceritakan perjalanan penelitian, metode perhitungan, sampai dengan perumusan teori dan rekomendasi rasio ideal akustik untuk desain ruang audio dan studio musik dalam upaya meratakan distribusi frekuensi resonansi (modes) ruangan yang diperuntukan untuk mendengar audio maupun ruang produksi musik dan siaran.

Resonansi atau modes ruangan menyebabkan distorsi harmonik akustik yang mengubah karakteristik spektrum dan temporal suara pada ruang audio dan studio musik yang menuntut kesempurnaan produksi dan reproduksi suara. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mengoptimasi dimensi ruang berbentuk kotak sepatu dengan dasar pemikiran dasar sebagai berikut:

(1) menghindari pengulangan frekuensi modes yang identik atau berdekatan pada frekuensi yang sama atau interval harmonisnya:

a) modes dengan frekuensi identik dapat menyebabkan penggelembungan frekuensi dan timbulnya ekor suara yang lebih panjang dari aslinya. Hal ini menyebabkan suara terdengar gemuk (boomy) dan membuat suara alat musik dan suara manusia terdengar gelap (dark & muddy)

b) frekuensi modes yang berdekatan dapat menyebabakan kesan pelayangan suara atau nada yang fales karena suara musik asli dan suara resonansi ruangan menciptakan bayangan suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda.

c) penggelembungan frekuensi pada interval sepertiga (third major), seperlima (fifth major) dan oktaf (first octave and so on) menyebabkan distorsi harmonis sepertiga oktaf, seperlima oktaf dan oktaf pertama, kedua dan seterusnya. Selain distorsi spektrum suara, penggelembungan suara pada interval harmonis menyebabkan distorsi temporal yaitu timbulnya ekor suara yang mengubah warna suara alat musik dan suara seseorang.

(2) menghindari kekosongan frekuensi modes pada interval harmonis satu oktaf dapat menyebabkan terasanya kekosongan support ruangan pada frekuensi rendah di interval tersebut dan suara musik dan suara manusia akan terdengar menjadi lebih kasar dan tajam (harsh & edgy).

Rekomendasi rasio ideal ruang audio, studio musik yang saya urutkan dari rasio panjang terhadap tinggi terbesar



Room modes adalah resonansi sebuah gelombang suara yang dimensinya sama dengan permukaan ruangan yang berhadapan. Ada tiga tipe modes dalam ruangan yaitu:

(1) axial modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada permukaan rata yang berhadapan seperti permukaan dinding atau permukaan lantai dengan plafon.

(2) tangential modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang sama

(3) oblique modes, adalah gelombang suara yang beresonansi pada dua sudut ruangan yang berhadapan pada permukaan yang berhadapan juga

Gambar yang memperlihatkan modes pada sumbu axial, tangential dan oblique

Baca tulisan berikut yang mengulas pemikiran dan metode perhitungan dari peneliti yang menekuni topik ini.


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Perjalanan penelitian ilmiah mulai dari penemuan teori dasar sampai dengan penciptaan produk multi-disiplin

Sebagian besar dari kita pasti tidak mengenal Maxwell dan teori dasar elektromagnetiknya, akan tetapi kita semua tahu Steve Job dan iPhone nya.

Inovasi iPhone merupakan salah satu contoh prestasi luar biasa atas penerapan teknologi multi-disiplin yang dimulai dari riset dasar yang ditemukan puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.

Sebagai konsultan dan praktisi fisika bangunan multi-disiplin yang sering terkendala akan minimnya penelitian di Indonesia dalam membantu pekerjaan saya. Saya sangat bersemangat saat DIPI meminta bantuan saya untuk membantu dalam membuat acara Resital Musik Klasik Virtual Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) 2021.

Untuk itu dr. Anas keluar dari zona nyamannya, berlatih keras dan menyumbangkan suaranya untuk menghibur kita semua sambil mengajak kita berpikir kembali tentang pentingnya riset dasar.

Mari kita saksikan penampilan dr Anas di Resital Musik Klasik Virtual DIPI, persembahan dr peneliti & musisi Indonesia utk menggalang dana abadi riset nasional.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Arsitektur, suara dan musik pada lingkungan akustik ruang terbuka dan bagaimana musik tersebut terdengar.

Taiko alat musik tradisional Jepang, dimainkan bersama-sama di ruang terbuka sebagai pesta menyambut datangnya musim semi. (Credit Kanama Inn)

Mengapa musik terdengar seperti yang kita dengar? Tulisan pertama dari tiga tulisan.

Lynn Whidden dan Paul Shore dalam bukunya yang berjudul Environment Matters: Why Human Song Sounds The Way It Does mengusulkan teori pemikiran bahwa proses penciptaan lagu dapat dibagi menjadi tiga lingkungan akustik dimulai dari di ruang terbuka, dalam bangunan arsitektur dan elektronik.

Lingkungan akustik ruang terbuka pada jaman pra sejarah.

Dua suling sederhana berumur sekitar 42,000 tahun yang lalu ditemukan di daerah negara Jerman terbuat dari tulang burung dan gading mamoth membuktikan bahwa musik sudah hadir dari jaman pra sejarah. Tradisi memainkan alat musik dan membuat alat musik diwariskan dari generasi ke generasi dari jaman pra sejarah kala sampai dengan jaman tradisional. Dari jaman pra sejarah sampai dengan masyarakat tradisional, manusia sering melakukan acara seremonial di ruang terbuka mulai dari melakukan upacara keagamaan sampai dengan pesta perayaan datangnya musim panas. Lagu - lagu pada jaman ini dimainkan didengar pada ruang terbuka, kebanyakan menggunakan bunyi-bunyian dengan alat musik yang teknik pembuatannya sangat sederhana.

Peneliti berasumsi proses penciptaan lagu pada jaman pra sejarah terinspirasi oleh hal - hal yang terdengar atau terlihat di ruang terbuka. Pada jaman tersebut musik masih sangat beragam belum memiliki pola dasar yang baku seperti lagu pada jaman kedua yaitu habitat musik dalam ruang arsitektur. Sayangnya tanpa adanya dokumentasi notasi musik ataupun teknlogi rekaman kita tidak dapat membayangkan bagaimana bunyi musik pada jaman tersebut.

24 Juni 2009 ahli sejarah purba kala Nicholas Conard memperlihatkan suling Hohle Fels terbuat dari tulang yang ditemukan di kota Tuebingen, bagian selatan negara Jerman. Penggalian yang dilakukan pada musim panas tahun 2008 di situs Hohle Fels dan Vogelherd menyuguhkan bukti baru alat musik terbuat dari tulang burung pada jaman Paleolithic dalam bentuk tulang utuh yang terisolasi dalam fragment kecil dari tiga buah suling gading mamoth. (Credit AFP)

Video ini memperdengarkan suara musik dari jaman pra sejarah Neanderthal sampai dengan abad 17.

Lingkungan arsitektur akustik ruang terbuka pra elektronik

Arsitektur dan musik berkembang seiring dengan berkembangan peradaban manusia. Stonehenge adalah peninggalan dari peradaban manusia 2000 - 3000 tahun sebelum masehi yang berada di negara Inggris. Stonehenge adalah salah satu arsitektur dengan karakteristik akustik yang menarik. Belum diketahui upacara dengan suara seperti apa yang dilakukan oleh orang yang membangun situs ini.

Stonehenge di negara Inggris, diperkirakan dibangun sekitar 2000 - 3000 sebelum masehi memiliki karakteristik suara bergaung dan bergema diduga untuk melakukan upacara tertentu yang melibatkan suara. (Credit Andre Pattenden - English Heritage)

Video ini memperlihatkan karakteristik suara yang berbeda-beda di dalam lingkaran stonehenge

Setelah Stonehenge arsitektur dengan akustik ruang terbuka yang menarik adalah Teather Epidaurus di Yunani yang dibangun pada tahun 400 sebelum masehi oleh arsitek Polykleitos Junior. Audiense pada barisan paling belakang masih dapat mendengar suara performer bernyanyi atau bermain musik tanpa sistem penguat suara yang ada pada jaman sekarang.

Pausanias, seorang petualang dan ahli geografi memuji theatre ini karena desain simetris yang indah. Teater ini dapat menampung 13,000 sampai 14,000 penonton. Pada jaman tersebut teater ini digunakan untuk pagelaran musik, drama dan olah raga. Pada jaman tersebut pertunjukan drama di teater ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit mental maupun fisik karena dapat menghadirkan dewa kesembuhan Asclepius.

Pemandangan Festival di Teather Terbuka Epidaurus Yunani (Credit: Evi Fylaktou - Athens and Epidaurus Festival)

Video ini memperdengarkan suara pemandu acara berbicara di area stage.

Situs ketiga adalah Chichen Itza dibangun oleh suku Maya pada tahun 600 yang jaman ini terletak di negara Mexico. Yang menarik dari bangunan ini apabila kita bertepuk tangan di bawah pura ini, kita akan mendengar pantulan suara seperti suara burung.

Lingkungan arsitektur akustik ruang terbuka setelah elektronik

Setelah berkembangnya teknologi elektronik mulai dari alat musik elektronik sampai dengan penguatan suara elektronik, ketergantungan manusia terhadap arsitektural akustik ruang terbuka menjadi berubah, Berkat teknologi elektronik pagelaran musik yang dihadiri puluhan ribu penonton suara musik dapat terdengar jelas sampai ke barisan terbelakang.

Berkat perkembangan teknologi kelistrikan opera La Traviata dapat dilakukan di ruang terbuka berlokasi di reruntuhan bangunan bersejarah pemandian umum Caracala Roma

References:

History of Music Notation - evolution, printing, specialization, and computers, https://www.mfiles.co.uk/music-notation-history.htm

Whidden, L. & Shore, P. Environment Matters: Why Human Song Sounds The Way It Does (2019) doi:10.3726/b14147.

Concert Halls and Opera Houses Music, Acoustics, and Architecture, Leo Beranek, Springer-Verlag GmbH & Co

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Tinjauan Baku Mutu Kriteria Akustik Ruang Musik ISO 23591:2021

As music students can spend up to 40 hours per week in music practice and rehearsal rooms, these rooms are very important in the daily activity of a music school or department [Lamberty, 1980].

Good room acoustics in a small music room enables a music teacher to effectively teach subtle concepts such as intonation, articulation, balance, dynamics, and tone production. At the same time, a poor acoustical environment can adversely affect the development of basic musical skills of a music student [McCue, 1990].

Pada bulan September 2021 International Standard Organisation mengeluarkan baku buku kriteria akustik untuk ruang latihan musik ISO 23501:2021 Acoustic Quality Criteria for Music Rehearsal Rooms and Spaces.

Karakteristik akustik di sebuah ruang memegang peranan penting dalam menciptakan interaksi suara ruang dengan suara alat musik. Baik pendengar maupun musisi akan mengatakan mutu akustik ruang tersebut baik apabila interaksi suara alat musik dengan interaksi suara ruangan terjalin secara harmonis. Sebelum membuat konsep desain akustik ruang musik diperlukan kejelasan mengenai fungsi ruangan, genre musik yang akan dimainkan, jenis dan jumlah alat musik yang dimainkan. Karena hampir tidak mungkin mendesain ruang musik dengan parameter yang cocok untuk segala jenis fungsi dan genre musik.

Saat membuat perencanaan kriteria baku mutu ruang musik, konsultan akustik perlu memahami konten suara yang akan ditampilkan diruangan tersebut. Mulai dari jumlah sumber suara, jenis sumber suara, karakteristik spektral dan temporal sumber suara, tingkat tekanan suara dan seterusnya. Setelah melakukan memahami fungsi dan konten suara, perlu juga dipahami karakteristik pendengar mulai dari kebiasaan, selera, benchmark, dan harapan mereka.

Selain itu perlu juga dipahami apakah musisi bermain sendiri, berlatih bersama, memberi atau menerima pengarahan, group kecil yang terdiri dari 3 - 6 orang, group sedang terdiri dari 8 - 16 orang atau group besar di atas 16 orang. Setelah melakukan identifikasi variasi situasi tersebut di atas, barulah konsultan akustik menentukan parameter akustik seperti modal respons, waktu dengung, dan sebagainya. Paramter akustik tersebut sangat ditentukan oleh dimensi ruangan, bentuk permukaan dan jenis material yang digunakan.

Baku mutu ISO 23591:2022 ini memberikan panduan kriteria baku mutu untuk segala jenis ruang yang akan difungsikan sebagai ruanga latihan musik. Ruang dapat bervariasi mulai dari ruang musik kecil dengan performer kecil sampa dengan ruang musik dengan jumlah performer banyak seperti orksestra atau big band. Secara umum Baku Mutu ISO 23591:2021 membagi ruangan menjadi tiga (3) kategori sumber suara dengan level suara yang dikeluarkan.

Musik Akustik Bertekanan Suara Lemah

Musik Akustik Bertekanan suara lemah artinya Tekanan Suara Musik saat dinamika terkeras (Forte) tidak melewati 95 dB. Beberapa contoh formasi musik akustik bertekanan suara lemah adalah: paduan suara, choirs, string quartets, solo vokal dengan iringan satu atau beberapa alat musik akustik.

Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan saat mendesain ruang musik ini adalah:

  • Dimensi ruangan, luas area dan volume ruangan

  • Tinggi ruangan yang cukup dan ratio panjang lebar yang ideal

  • Waktu Dengung atau Reverberasi Ruangan yang cocok dengan karakteristik konten suara yang ditampilkan the purpose, dengan bass ratio cocok dan tidak terlalu ekstrim

  • Pengendalian pantulan suara, permukaan yang tidak rata, ratio penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang

  • Amplifikasi Akustik Ruang Alami (Sound Strength G) yang disesuaikan dengan kekuatan suara musik yang dimainkan;

  • Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik

Musik Akustik Bertekanan Suara Kuat

Musik Akustik Bertekanan Suara Kuat adalah genre musik dengan konfigurasi alat musik yang menghasilkan tekanan suara di atas 90 dB. Kategori musik akustik bertekanan suara kuat adalah brass band atau wind ensemble , concert bands, big bands dan symphony orchestras yang memiliki wind ensemble. Alat musik perkusi dan penyanyi opera termasuk kategori musik akustik bertekanan suara kuat.

Berikut adalah beberapa point yang perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan untuk mendapatkan mutu akustik yang sesuai pada ruangan musik akustik bertekanan suara besar.

  • Jumlah dan formasi penampil akan mempengaruhi kebutuhan luas area floor

  • Dimensi ruangan, luas area dinding dan volume ruangan

  • Tinggi ruangan yang cukup dan ratio panjang lebar yang ideal

  • Waktu Dengung atau Reverberasi Ruangan yang cocok dengan karakteristik konten suara yang ditampilkan the purpose, dengan bass ratio cocok dan tidak terlalu ekstrim

  • Pengendalian pantulan suara dengan mendesain permukaan yang tidak rata, menentukan ratio yang seimbang antara permukaan ruangan yang bersifat penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang

  • Amplifikasi Akustik Ruang Alami (Sound Strength G) yang disesuaikan dengan kekuatan suara musik yang dimainkan

  • Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik

Apabila ruangan membutuhkan pipe organs, volume ruangan dan waktu dengung perlu diperhitungkan dengan cermat berikut dengan blending keseimbangan dan bauran dengan alat musik lainnya. Alat musik lain seperti gendang jepang (taiko), atau segala jenis alat musik perkusi juga memerlukan perencanan dan pertimbangan yang matang. Grand piano dapat dikategorikan sebagai alat musik akustik bertekanan suara besar, akan tetapai dapat pula masuk ke kategori ruang musik akustik bertekanan suara lemah apabila untuk mengiringi vokal atau violin.

Musik dengan Amplifikasi Elektronik

Kategori musik dengan amplifikasi elektronik sistem dan sistem pengeras suara meliputi: musik pop, rock, jazz, electronic, big bands dan penampilan musik lain yang menggunakan amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara.

Terkadang amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara dibutuhkan untuk musik akustik bertekanan suara lemah untuk menyeimbangkan suara musik bertekanan lemah seperti vokal atau alat musik akustik yang lemah dengan musik akustik bertekanan suara kuat atau alat musik elektronik seperti gitar listrik atau elektronik keyboard dan synthesiser. Seorang konsultan akustik harus dapat mempertimbangkan seberapa besar tingkat tekanan suara yang diperlukan untuk mendapatkan keseimbangan suara, interaksi dan detail antar alat musik serta interaksi dengan karakteristik akustik ruangan.

Big band dapat dikategorikan ke dalam musik akustik bertekanan suara kuat, akan tetapi di jaman sekarang alat musik di dalam big band terkadang ada beberapa alat musik elektronik atau setiap seksi alat musik mulai dari string, tiup, perkusi di amplifikasi dengan sistem pengeras suara.

Pertimbangan parameter baku mutu akustik untuk musik dengan amplifikasi elektronik dan sistem pengeras suara sedikit berbeda dengan ruang musik akustik bertekanan lemah atau kuat:

  • Untuk dapat mendengarkan artikulasi melodi dan detail setiap alat musik, pengendalian karakteristik frekuensi rendah akibat resonansi dan reverberasi akustik ruangan yang baik

  • Penggunaan bass trap dengan takaran yang tepat sehingga tidak menyebabkan bobot nada rendah setiap alat musik menjadi berkurang atau hilang

  • Pengendalian pantulan suara dengan mendesain permukaan yang tidak rata, menentukan ratio yang seimbang antara permukaan ruangan yang bersifat penyerapan, pantulan dan penyebaran suara untuk menciptakan karakteristik akustik ruang

  • Karakteristik waktu dengung yang netral dan lebih pendek dibanding ruangan musik akustik bertekanan lemah maupun kuat

  • Pengendalian kebisingan suara akibat kebocoran suara dari luar ruangan maupun peralatan yang ada di dalam ruang yang baik

Mengapa perlu konsultan akustik

Gambar di bawah adalah salah satu contoh gambar pembuatan gambar desain akustik pengendalian pantulan suara, resonansi dan gaung ruangan dengan dengan mempertimbangkan dimensi ruang, rasio ukuran ruangan, volume, treatmen permukaan ruangan agar tercapai baku mutu ruangan musik yang sesuai dengan konten yang akan dimainkan.

Mendesain akustik untuk ruang musik memerlukan pengetahuan, pengalaman dan yang terpenting adalah selama proses desain dan pembangunan selalu tetap berpikir terbuka, kritis dan detail agar setiap aspek yang dapat menggangu kualitas suara penampilan musik dapat dihindari. Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut bagaimana kami membantu klien kami mewujudkan ruang musik dengan panduan ISO 23591:2021 dapat klik tombol di bawah ini.

Read More