Kajian Literatur, Wawasan Ilmiah & Kerangka Perancangan Berbasis Bukti

Kinerja Bangunan Berbasis Manusia

Jelajahi kajian literatur, wawasan ilmiah, dan kerangka perancangan berbasis bukti.

Temukan bagaimana akustik, pencahayaan, kenyamanan termal, kualitas udara, desain pasif, dan teknologi bangunan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan yang menghubungkan fisika bangunan, psikologi lingkungan, dan desain berkelanjutan.


Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Polusi Cahaya Jalan Media Fasad Gedung Membahayakan Keselamatan

Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta

Selain menggangu kesehatan, Polusi cahaya juga dapat menyebabkan gangguan aktifitas manusia di malam hari. Memasang lampu jalan, lampu fasad bangunan maupun media fasad membutuhkan visi, strategi serta perhitungan yang tepat guna. Apabila hal ini dilakukan tanpa melalui proses perencanaan yang matang selain menyebabkan pemborosan biaya energi listrik, dapat membahayaan keselamatan orang banyak.

Pada malam hari indera penglihatan kita dalam kondisi mesopic vision atau twilight vision dengan tingkat pencahayaan yang diterima oleh mata pada kisaran 0,01 sampai dengan 3.00 candela per meter persegi. Tingkat pencahayaan yang dipancarkan dari pencahayaan bangunan, lansekap, media fasad dan lalu lintas berada pada kondisi Penglihatan Mesopic.

Penglihatan Mesopic adalah kondisi di mana indera mata bekerja dalam kondisi penglihatan gabungan  photopic (siang hari) dan scotopic (malam hari yang gelap).Pada kondisi penglihatan Photopic sinar yang jatuh ke bola mata diproses melalui Cone sedangkan pada kondisi penglihatan Scotopic dioleh oleh Rod.

Aktifitas apa yang terggangu oleh Polusi Cahaya?

Gangguan Pengendara Bermotor Jalan Raya

Cahaya yang menyilaukan di malam hari dapat menggangu konsentrasi pengguna jalan raya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seperti yang dijelaskan di atas di malam hari penglihatan manusia pada kondisi Mesopic dimana telah menyesuaikan dengan tingkat pencahayaan yang jauh lebih kecil dibandingkan cahaya di siang hari. Saat melihat cahaya yang jauh lebih terang, mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari kondisi penglihatan mesopic ke kondisi penglihatan photopic.

Tingkat Kejahatan yang meningkat

Secara logika penerangan di malam hari secara subjektif dapat meningkatkan rasa aman dan dapat mengurangi tingkat kejahatan. Akan tetapi kenyataannya lampu terang dengan arah yang salah menerangi area yang mengundang aksi pencurian dan kadang menyebabkan area gelap untuk bersembunyi. Kejahatan seperti pencurian dan grafiti terjadi di malam hari karena ada pencahayaan yang cukup. Misalnya pencahayaan yang salah menerangi isi mobil dan ada bagian gelap di mana pencuri dapat bersembunyi tidak terlihat kamera CCTV.

Cahaya silau langsung membutakan mata, orang yang berdiri di kegelapan sulit terlihat

Apabila mata tidak melihat cahaya silau secara langsung, orang yang berdiri di kegelapan lebih jelas terlihat

Gangguan Visual Pilot Pesawat Terbang

Berikut adalah beberapa gangguan visual yang biasa dialami Pilot Pesawat udara saat mengudara atau mendarat di malam hari:

Autokinesis terjadi karena melihat titik cahaya yang menyilaukan dengan background gelap beberapa saat. Setelah itu cahaya terlihat bergerak dan membingungkan pilot.  Vertigo Pilot merasa pusing dan berputar karena distraksi beragam cahayadi area cockpit, landasan,  dan media fasad yang berkedip dan bergerak. 

Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera

Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan tubuh dan pikiran. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.

Artikel Terkait

BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?

Light Pollution Changes Birds Behavior


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Polusi Cahaya Pencahayaan Media Fasad Menyebabkan Gangguan Kesehatan dan Kanker

Kota Besar dan Gedung beserta Lansekap nya semakin terang benderang di malam hari.  Hal ini didukung oleh teknologi media dan pencahayaan fasad yang semakin menarik dan semakin terjangkau.  Sayangnya sebagian besar dari kita masih belum mengetahui bahayanya Polusi Cahaya terhadap manusia, hewan dan tumbuhan sehingga pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad masih banyak yang menimbulkan polusi.

Polusi Cahaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta

Apa saja pengaruh negatif Polusi Cahaya?

Mengganggu Siklus Biologis Manusia

Tidur yang baik berfungsi untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah bekerja satu hari. Akan tetapi sinar biru yang dihasilkan lampu LED menyebabkan gangguan pelepasan dan pengurangan hormon untuk mengatur jam tidur dan jam bekerja. Gangguan siklus hormon ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, kepercayaan diri serta menimbulkan beragam penyakit.

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan mood dan emosi negatif, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan membuat orang lebih agresif. Cahaya yang terlalu terang benderang ke segala arah dapat masuk ke dalam kamar tidur melalui jendela, menyebabkan gangguan tidur.

Beberapa penelitian menyimpulkan gangguan hormon akibat polusi cahaya yang terus menerus merupakan pemicu kanker payudara pada wanita. Selain itu polusi cahaya berkepanjangan juga menyebabkan stress, depresif, berkurangnya kemampuan seksual, sakit kepala, kegelisahan dan kelelahan visual.

Gangguan siklus hormon akibat polusi cahaya menjadi salah satu penyebab kanker payudara pada wanita

Mengganggu Siklus Biologis Hewan

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan perubahan perilaku dan penyakit pada hewan. Burung yang terbang di malam hari untuk kembali ke tempat tinggalnya atau bermigrasi, kadang terbang sampai kelelahan karena kehilangan arah karena pencahayaan kota yang terang benderang. Terkadang burung berkicau di malam hari karena cahaya dari gedung yang mirip dengan cahaya pagi hari. Selain itu burung juga kesulitan dalam mencari makanan di siang hari.

Pencahayaan kota yang berlebih juga menyebabkan serangga malam kehilangan arah saat mencari makan. Kura-kura yang memilki kecenderungan masuk ke laut dengan berkiblat pada cahaya terang horison laut, berubah arah mendekati area lansekap yang lebih terang. Hewan yang mencari makanan di malam hari menjadi lebih sulit dan berbahaya karena cahaya yang berlebihan.

Mengganggu Siklus Biologis Tumbuhan

Pencahayaan gedung, lansekap dan media fasad yang terlalu terang di malam hari dapat menyebabkan gangguan fotosintesis dan kelainan perkembangan tumbuhan. Sinar malam hari menyebabkan pertumbuhan abnormal (hypertrophy) sel jaringan tumbuhan. Umumnya disebabkan karena pembesaran patologis sel individu di dalam jaringan atau organ tumbuhan tersebut. Contoh hypertrophy adalah benjolan pada daun (puckering leaves) atau daun yang melengkung (curling leaves).

Puckering Leaves

Curling Leaves

Dapat membahayakan Ekosistem Lingkungan

Semua hal di atas dapat menyebabkan perubahan perilaku, penyakit dan kelainan pertumbuhan pada manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi cahaya yang berlebihan di malam hari dapat menyebabkan gangguan ekosistem alam, yang kita tidak dapat meramalkan dampak negatifnya apabila terjadi terus menerus dan semakin membesar.

Konsultasi Fisika Bangunan untuk Kesehatan melalui Multi-Indera

Untuk sehat bahagia, seseorang perlu melatih diri selalu sadar, waspada, dan penuh perhatian menjaga lima pintu indera: mata, telinga, hidung, lidah, sentuhan fisik, dan mengolah informasi dengan pikiran yang sehat. Apa pun yang (akan) masuk melalui kelima pintu ini perlu dicermati sehingga tidak menimbulkan "gangguan" pada ketenangan dan keseimbangan batin. ALTA Integra mendesain Lingkungan Fisika Bangunan untuk mengurangi Polusi Cahaya, Suara dan Udara agar manusia dan mahluk hidup dapat hidup sesuai dengan kodratnya.

Artikel Terkait

BAGAIMANA KAMI MENDESAIN FASAD MEDIA YANG SEHAT?

Light Pollution Changes Birds Behavior


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Pentingnya Desain Kualitas Pencahayaan Arsitektur Bangunan Meningkatkan Kualitas Hidup

Desain Pencahayaan yang kurang baik pada bangunan menurunkan kualitas arsitektur bangunan serta kualitas hidup penggunanya. Sebaliknya pencahayaan yang baik dapat meningkatkan kualitas arsitektural bangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Kualitas Hidup Seseorang ditentukan oleh kualitas kognitif. Secara makna, kognitif adalah semua aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa, sehingga individu tersebut mendapatkan pengetahuan setelahnya.

Salah satu aspek yang menentukan kualitas kognitif seseorang adalah kualitas pencahayaan. Manusia yang tinggal di perkotaan lebih dari 80% waktunya dihabiskan di dalam ruangan. Kualitas pencahayaan di dalam ruangan berbeda dengan kualitas cahaya matahari, karena sebagian dari ruangan seringkali tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Berikut beberapa faktor desain pencahayaan apa saja yang mempengaruhi kualitas pencahaan di dalam bangunan.

1. Kualitas Sumber Cahaya

Kualitas Sumber Cahaya merujuk kepada kelengkapan dan kekuatan spektrum sumber cahaya foton infra merah, merah, hijau, biru, ultraviolet yang diperlukan fisik manusia untuk bertahan hidup. Sumber cahaya rujukan adalah cahaya matahari yang memiliki kelengkapan dan kekuatan spektrum cahaya seperti yang terlihat dari hasil pengukuran di bawah ini.

Kelengkapan Foton Sumber Cahaya juga mempengaruhi kualitas render warna yang jatuh ke retina mata. Color Rendering Index cahaya matahari diberi nilai 100. Foto di bawah menunjukan lampu kiri dengan CRI 98 dibandingkan dengan lampu kanan yang memiliki CRI 80. Lampu sebelah kanan walau dengan jenis dan watt yang persis sama memperlihatkan warna yang lebih pudar dan terlihat lebih redup.

2. Keras-Lembutnya Sumber Cahaya

Cahaya iluminare (lampu) dapat terlihat keras atau terlihat lembut. Cahaya terlihat keras dan lembut ditentukan oleh desain dan material reflector dan difuser cahaya. Kita dapat melihat perbedaan antara kekerasan cahaya pada lampu pertama dibandingkan dengan lampu kedua yang walaupun lebih terang akan tetapi cahaya terlihat lebih lembut di mata.

Untuk menjaga agar artikel ini singkat dan tidak terlalu panjang, maka tulisan ini akan saya sambung pada artikel berikutnya.


Artikel lain tentang pencahayaan

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

ALTA Integra pelopor Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera Manusia untuk Kesehatan Total

Kesehatan dan performa kegiatan yang dilakukan pada ruang dan bangunan sudah merupakan tujuan utama orang yang menyadarinya. Sejak tahun 2010 saya bersama team ALTA Integra mulai mempelopori konsultasi desain Arsitektural Fisika Bangunan. Dalam pengembangannya saya melihat  hubungan antara Arsitektural Fisika Bangunan dengan Tujuh Indera.

Tujuh Indera Manusia diciptakan untuk bertahan hidup seperti menghindari mara bahaya, mencari makan dan menikmati hidup seperti melihat, mendengar, mencium dan menikmati hal yang membuat kita senang.

Multi Sensory Architecture Building Physic Graphic

Gambar di atas memperlihatkan bagaimana 5 unsur ALTA yaitu Cahaya, Suara, Udara, Material dan Air berhubungan dengan 7 indera manusia yaitu: Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Pengecap, Gerakan dan Keseimbangan mempengaruhi Emosi dan Intelektual manusia.

Cahaya dan Indera Penglihat

Mata melihat dan mengenali objek karena adanya cahaya. Indera penglihat membantu manusia untuk mengenali, mengamati dan dapat menciptakan reaksi emosi tertentu. Indera penglihat berfungsi untuk mencari makanan, menghindari bahaya serta menikmati keindahan. Selain mengenali objek, cahaya yang masuk ke mata juga mengatur hormon-hormon yang mengatur irama biologis harian manusia.

Rancangan bangunan yang tidak memahami hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat untuk penghuninya. Rancangan cahaya yang baik pada ruangan dapat meningkatkan performa kerja, meningkatkan kualitas visual dan menimbulkan rasa positif pada pikiran.

Suara dan Indera Pendengar

Telinga mendengar suara, mengenali suara untuk mendeteksi bahaya atau sesuatu yang menyenangkan, berkomunikasi dan menikmati suara indah. Manusia dapat mendeteksi emosi seseorang dari tekanan suara yang didengarkan.

Design bangunan dapat menciptakan lingkungan suara yang baik untuk kebutuhan tersebut atau malah menyebabkan gangguan yang serius. Ruang meeting, gedung pertunjukan seni dan musik, studio produksi dan penyiaran dengan konten suara memerlukan desain suara yang benar agar pesan yang ingin disampaikan oleh produser tidak menyimpang.

Di jaman modern pesan di sampaikan dalam bentuk multimedia, desain cahaya dan akustik yang benar meningkatkan kualitas komunikasi

Temperatur dan Indera Peraba

Indera peraba yang ada saraf tubuh dapat merasakan temperatur panas atau dingin, tekstur kasar dan lembut, maupun tekanan. Sensasi temperatur, tekstur dan tekanan pada urat tertentu dapat membuat tubuh dan pikiran merasa senang atau menderita.

Temperatur di dalam ruangan bisa meningkat karena perpindahan kalor melalui radiasi cahaya, konveksi kalor pada aliran udara, serta konduksi kalor melalui benda padat. Bangunan yang dirancang tanpa memperhatikan dampak temperatur di dalam bangunan, atau tanpa memperhatikan tekanan yang terjadi pada tubuh saat bekerja memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.

Aroma dan Indera Pencium

Hidung mencium aroma busuk maupun aroma sedap melalui partikel gas yang terbawa oleh udara. Terapi aroma sudah ada sejak dahulu kala bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kelelahan fisik.

Indera pencium yang bekerja sama dengan indera pengecap membuat kita dapat membedakan rasa makanan yang kita suka atau tidak suka. Aroma tidak segar di tempat tinggal maupun tempat kerja dapat menurunkan produktifitas dan kesehatan.

Indera pencium dapat merasakan desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, maupun penggunaan material yang dapat mengancam kesehatan tubuh.

Rasa dan Indera Pengecap

Makanan atau Nutrisi merupakan hal yang mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Lidah berfungsi untuk mengecap makanan enak atau tidak enak. Makanan yang memiliki rasa tidak enak sering diterjemahkan oleh otak primitif manusia sebagai makanan yang buruk (beracun) bagi tubuh dan tidak boleh dimakan.

Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dari setiap budaya karena kerja sama antara indera pengecap dengan indera penglihat, pencium dan peraba pada lidah yang dapat merasakan tekstur dan temperatur makanan.

Desain Cahaya, Suara,Temperatur, Kesegaran Udara dan Furniture meningkatkan kualitas kerja

Bentuk dan Indera Gerakan & Keseimbangan

Indera gerakan dan keseimbangan yang jarang dibahas orang terletak dekat telinga dan otak manusia. Indera gerakan memberikan input pada pikiran kita arah tubuh kita bergerak, dan indera keseimbangan yang selalu memberikan input kepada otak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam setiap kondisi.

Cahaya, suara dan aroma merupakan stimulus bagi indera gerakan untuk bergerak mendekat atau menjauh. Pemahaman akan disiplin anthropometric, ergonomic, dan human kinetic dapat membuat prestasi kerja dan kualitas hidup di dalam bangunan tersebut menjadi lebih baik.




Aplikasi Arsitektur Fisika Bangunan Multi Indera

Saat mendesain sebuah bangunan, apabila kita meluangkan waktu untuk merancang dengan performa arsitektur fisika bangunan yang optimum untuk ketujuh indera kita, akan memberikan benefit berupa kesehatan dan produktifitas yang berlipat ganda.

Feng Shui sebuah keyakinan yang mempercayai rejeki dan kualitas hidup ditentukan oleh bangunan dimana mereka tinggal dan bekerja. Keyakinan Feng Shui timbul dan dikembangkan berdasarkan naluri, cerita turun temurun serta pengalaman praktisi Feng Shui. Saat mendesain dan memberikan arahan praktisi Feng Shui mengandalkan multi inderanya untuk menilai baik buruknya sebuah bangunan.

Food Empire Pluit setelah renovasi: Bentuk, Cahaya, Warna serta Aroma yang ada di Foodcourt ini menggerakan customer untuk mendekat

Tidak seperti keyakinan Feng Shui yang dikembangkan hanya dengan naluri, Arsitektural Fisika Bangunan Multi Indera yang kami kembangkan merupakan keilmuan yang dikembangkan berdasarkan formulasi dan performa fisika bangunan serta studi dampak biologis dan psikologis yang dilakukan dengan ilmu kedokteran serta psikologis.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Mengukur Pencahayaan Interior Circadian Rhythm Light

Pada abad 21 ini komunitas pencahayaan global terus mengamati dan mengembangkan pemahaman fungsi intrinsically-photosensitive Retinal Ganglion Cells (ipRGC) pada mata. Telah diketahui bahwa cahaya yang jatuh pada sel retina ganglion pada mata berfungsi mengatur pelepasan dan penekanan hormon tidur Melatonin manusia.

Oleh karena itu peranan konsultan lighting di abad ke 21 ini selain mendesain fungsi dan aestetik visual, adalah menghitung kecukupan cahaya yang perlu diterima oleh ipRGC yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental menjadi penting. Parameter fisika pencahayaan yang perlu diperhitungkan, dibuatkan permodelan dan diukur performannya adalah level pencahayaan, spektrum cahaya, kapan dan durasi pemaparan cahaya, dan sejarah pemaparan cahaya sebelumnya. Selain parameter fisika yang disebutkan diatas dikembangkan pula beberapa parameter biofisika yang besaranya adalah respon biologis terhadap parameter lingkungan fisika cahaya.

Cahaya yang jatuh ke Sel Retina Ganglion diubah menjadi sinyal Neural ke Suprachiasmatic Nucleus yang kemudian mengendalikan hormon Cortisol dan Melatonin

Circadian Light (CLA) dan Circadian Stimulus (CS)

Mark Rea dan Mariana Figueiro mengembangkan permodelan matematis yang mengkonversi energi cahaya menjadi sinyal neural pada cell mata manusia yang mengendalikan suprachiasmatic nucleus (SCN). Cahaya yang jatuh ke kornea mata mengendalikan jumlah hormon Melatonin yang berfungsi untuk merangsang rasa kantuk dan membuat tubuh tertidur. Permodelan ini mengukur dan mengkonvesi densitas cahaya yang jatuh ke kornea mata menjadi Circadian Light (CLA) yang dapat dibandingkan pencahayaan photopic dengan pembobotan sensitifitas spektral sistem sirkadian manusia yang diukur berdasarkan nilai penekanan jumlah hormon melatonin setelah mata terpapar cahaya selama satu jam.

Nilai CLA ini kemudian dapat menentukan nilai Circadian Stimulus (CS). Nilai CS menentukan tingkat efektifitas densitas cahaya dengan pembobotan spektral yang jatuh pada mata. Nilai CS dimulai dari nilai ambang yang tidak menekan jumlah hormon Melatonin yaitu CS = 0.1 sampai dengan nilai saturasi tertinggi yaitu CS = 0.7.

Penelitian terhadap pekerja kantor, remaja, dan orang dewasa yang sehat menyimpulkan terpapar terhadap cahaya dengan nilai CS 0.3 atau lebih selama satu jam setiap pagi dapat menyehatkan sistem sirkadian tubuh manusia, membuat kualitas tidur lebih baik dan memperbaiki perilaku dan mood.

Diagram yang menunjukan korelasi antara parameter fisika cahaya dan parameter biofisika manusia yang berupa respon sirkadian terhadap cahaya

Circadian Action Factor (CAF)

Gall and Bieske mengembangan Circadian Action Factor (CAF) sebagai indikator pengaruh non-visual cahaya terhadap tubuh manusia. Secara sederhana CAF adalah ukuran efek biologis per unit of visual response. Hye dan kawan (2014) menyarankan dosis CAF yang berbeda pada waktu berbeda misalnya CAF yang tinggi di siang hari dan CAF rendah pada malam hari. Gall menyarankan kombinasi ideal untuk setiap aktifitas, nilai CAF dan Temperatur Warna Sumber Cahaya.

Equivalent Melanopic Lux

Parameter lain yang menjadi dasar desain dan penilaian WELL Building Certification adalah Equivalent Melanopic Lux (EML). Perbedaan pengukuran Lux and Melanopic Lux adalah ‘Lux’ merupakan unit satuan besaran level pencahayaan yang diterima oleh sebuah permukaan. Sedangkan Melanopic Lux adalah metode pengukuran efek biologi akibat besaran cahaya (lux) yang diterima oleh manusia. Satuan Melanopic Lux didasari atas pembobotan sensitifitas cahaya pada sel retinal ganglion.

Melanopic Lux diperhitungkan dengan mengalikan angka Melanopic Rasio dengan besaran cahaya fisika Lux menjadi Equivalent Melanopic Lux pada titik dan arah pandangan vertical pengguna ruangan. Melanopic Ratio adalah adalah rasio Respons Melanopic Sel Retina Ganglion. Saat mendesain dan mengukur performa terbangun Melanopic Lux diukur pada bidang vertikal setinggi mata yang kerap terlihat oleh pengguna ruangan sepanjang hari.

nilai pengukuran melanopic lux di sebuah pantai menjelang matahari terbenam

Apabila Anda memiliki rencana untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan lingkungan fisika bangunan, ALTA Integra dapat membantu menghitung, mendesain dan mengukur kecukupan cahaya Ritmik Sirkadian. ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan yang terus meningkatkan kompetensi dalam memberikan lingkungan fisika bangunan terbaik buat kebahagiaan Anda.


Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Lebih Memahami Desain Arsitektur Bangunan Biophilic

Menurut survey The National Human Activity Pattern Survey (NHAPS): A Resource for Assesing Exposure to Environmental Pollutants yang dilakukan oleh Neil E. Klepeis dan kawan terhadap 9,196 responden, dipublikasikan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory tahun 2001, menyimpulkan sebagian besar populasi perkotaan menghabiskan 90% waktunya di dalam lingkungan indoor.

Tubuh manusia memiliki kebutuhan dan kerinduan alami untuk berada di alam bebas, akan tetapi mengacu ke hasil survey di atas maka kontak tubuh manusia perkotaan dengan kebaikan alam seperti cahaya matahari, suara alam, udara segar menjadi sangat terbatas. Peluang untuk berinteraksi dengan alam bebas hanya tersedia di hari libur seperti jalan kaki melintas alam dan kegiatan outdoor lainnya.

membuka jendela dan membiarkan udara dan suara dari luar masuk ke dalam bangunan dapat memberikan kesegaran bagi manusia

Akan tetapi bagaimana kalau kita dapat merasakan alam bebas di dalam tempat tinggal, tempat bekerja dan bangunan lainnya. Desain bangunan Biophilic adalah konsep untuk membawa kebaikan alam ke dalam lingkungan indoor di mana kita tinggal, bekerja dan bermain. Istilah Biophilia pertama kali diperkenalkan oleh Edward O. Wilson, yang berarti memiliki kebutuhan untuk berafiliasi dengan kehidupan lain. Istilah Biophilia ini kemudian diterapkan pada Prinsip Desain Arsitektur memiliki arti Bangunan Arsitektur harus menjadi bagian dari lingkungan alam sekitar bangunan. Berikut adalah 5 elemen biophilia untuk membawa kebaikan alam sekitar ke dalam lingkungan indoor tempat kita bekerja, bermain dan tinggal.

Cahaya

Dapat melihat perubahan cahaya alam sepanjang hari di dalam lingkungan indoor dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan mental. Tubuh dan hati kita akan lebih sehat apalagi setiap hari dapat melihat perubahaan cahaya dari pagi sampai malam. Untuk menghadirkan cahaya alam ke dalam lingkungan indoor dapat menggunakan skylight dan jendela. Selain itu kita dapat menerapkan circadian lighting apabila cahaya dari skylight dan jendela kurang memadai.

Skylight yang menerangi townhall pada gedung pembuat software permodelan cahaya DIAL di Ludenscheid

Suara

Salah satu fungsi primitif telinga manusia adalah untuk mendeteksi ancaman bahaya yang umumnya berupa suara gemuruh atau suara yang tidak menyenangkan lainnya. Mendengarkan suara gemuruh seperti kebisingan akibat mesin, lalu lintas, sistem pengudaraan terus menerus membuat tubuh kita menjadi cepat lelah karena telinga kita mengirimkan informasi bahaya ke tubuh kita, dan tubuh kita melepaskan hormon adrenalin.

Mendengarkan suara alam seperti kicau burung, suara daun tertiup angin dan sebagainya dapat meningkatkan kreatifitas dan menurunkan ketegangan.

Udara

Apabila bangunan dibangun pada lingkungan dengan polusi udara yang rendah, membuka jendela dan membiarkan udara masuk ke dalam ruangan dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Selain menyegarkan tubuh dan pikiran, aliran udara segar dari alam dapat menurunkan temperatur ruangan saat musim panas. Selain itu indera penciuman kita dapat mencium aroma udara segar dari alam yang dapat meningkatkan mood.

Akan tetapi apabila lingkungan bangunan penuh dengan polusi udara, opsi untuk memasukan udara alam ke dalam bangunan menjadi tidak memungkinkan. Diperlukan strategi pengudaraan yang tepat untuk mencegah polusi udara masuk ke dalam lingkungan bangungan.

Air

Kehadiran air di lingkungan indoor dapat menstimulasi multi-indera tubuh kita, kita dapat melihat, mencium, mendengar dan merasakan gerakan air yang dapat menurunkan level stress. Bangunan dengan view yang dapat melihat pemandangan air seperti laut, sungai atau danau dapat menjadi pertimbangan dalam mendesain bangunan biophilia. Apabila lokasi bangunan tidak memungkinkan untuk menghadirkan visual air ke dalam bangunan, maka menghadirkan water feature di lingkungan bangunan dapat dilakukan.

menghadirkan water feature seperti air mancur di dalam lingkungan bangunan dapat menstimulasi beragam indera

Materials

Menggunakan material alam seperti batu atau kayu dapat meningkatkan konektifitas lingkungan indoor kita dengan suasana alam. Sebaiknya menggunakan material dengan penampilan modern seperti metal, chrome, fabric, cat modern membuat lingkungan indoor terasa jauh dari alam.

penggunaan material alam dari lingkungan sekitar dapat meningkatkan konektifitas dengan daerah setempat

ALTA Integra konsultan multi disiplin yang terus mempelajari kebaikan alam untuk kesehatan tubuh dan pikiran dan bagaimana menerapkan strategi tersebut ke dalam bangunan Anda. Kontak kami untuk menerapkan Biophilia Desain ke dalam bangunan Anda dan hidup lebih sehat.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Cahaya pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior

Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh Marcel dari UnaTubes untuk menjadi narasumber tentangKonsep dan Strategi Pencahayaan pada Lingkungan Bangunan Arsitektur dan Interior. Berikut adalah video hasil produksi UnaTubes yang dipublish di YouTubes channel dimana saya membahas cahaya mulai dari awal peradaban manusia, manfaat cahaya dan konsep dan strategi pencahayaan pada lingkungan bangunan Arsitektur Interior.

Allah berfirman: “Jadilah terang”.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam proses penciptaan alam semesta, Sang Pencipta membuat cahaya pada hari pertama untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaksi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya. Selain cahaya alam yang kita lihat di langit, cahaya dapat juga kita lihat pada beberapa binatang yang bersinar (bioluminescent) seperti kunang-kunang, ikan flashlight dan sebagainya.

Sebagai makhluk yang menyukai cahaya dan membutuhkannya untuk melakukan kegiatan, maka manusia berupaya menciptakan cahaya dengan caranya sendiri, dimulai dengan cahaya dari api, kemudian ditemukan lampu pijar, lampu gas dan terakhir lampu LED.

Fungsi cahaya matahari

  • Cahaya masuk ke mata, informasi yang diterima mata disalurkan ke otak: informasi diolah oleh otak kiri secara intelektual dan oleh otak kanan secara emosional dan naluriah

  • Selain itu mata meneruskan informasi cahaya ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang terletak pada jaringan otak yang berfungsi mengatur hormon jam biologis (Circadian Rhythm) yang bertanggung jawab mengelola siklus tidur dan terjaga dari manusia.

  • Cahaya matahari yang jatuh pada permukaan kulit berfungsi dalam mempoduksi vitamin D untuk menguatkan tulang dan imunitas.

Baca artikel: Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Cahaya pada Lingkungan Outdoor

Manusia adalah mahluk alam yang diciptakan untuk hidup di lingkungan outdoor, dimana mata dan tubuhnya mendapatkan cahaya matahari yang cukup di siang hari. Pada jaman primitif, manusia cenderung hidup di alam bebas. Seiring perkembangan arsitektur dan teknologi bangunan orang mulai lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan indoor. Hal ini terjadi karena di dalam bangunan parameter fisika nya dapat lebih di kendalikan. Misalnya temperatur yang lebih stabil. Sayangnya demi mencapai kenyamanan termal dan menghemat energi banyak bangunan yang dirancang dengan lingkungan indoor kurang mendapatkan paparan cahaya yang cukup. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja dan meningkatkan resiko anacaman kesehatan.

Demi menghemat listrik atau memaksimalkan luas bangunan, tak jarang ruangan menjadi kurang cahaya matahari pada siang hari. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih mudah lelah dan mengantuk.

Mendesain Cahaya Lingkungan Indoor buat kesehatan

Dengan kesadaran akan pentingnya cahaya matahari bagi kesehatan manusia, belakangan ini timbul gerakan desain yang dapat memaksimalkan performa dua dunia tersebut sehingga manusia dapat hidup lebih sehat, bahagia sekaligus produktif. Dengan mendesain lingkungan indoor yang nyaman dapat meningkatkan produktifitas dan kesehatan.

Saat mendesain cahaya di siang hari pada lingkungan indoor kita perlu mengkalkulasi komponen cahaya luar yang masuk. Adapun komponen cahaya yang masuk ke dalam lingkungan indoor adalah: Cahaya matahari langsung, pantulan cahaya matahari pada langit atmosfer, pantulan cahaya dari permukaan tanah atau bangunan sekitar, dan pantulan cahaya pada permukaan interior.

Apabila diukur cahaya alam yang masuk ke dalam ruangan ini adalah cahaya matahari, cahaya pantulan langit, cahaya pantulan bangunan sekitar, pantulan cahaya di permukaan interior

Mengapa diperlukan lighting designer profesional?

Keuntungan menunjuk ALTA Integra sebagai mitra desain pencahayaan adalah kami tidak memiliki kepentingan untuk menjual lampu sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keuntungan yang besar. Kepuasan kami dalam mendesain adalah kepedulian kami dalam menerapkan pengetahuan desain pencahayaan yang terbaik secara fungsi, keindahan maupun benefit kesehatan. Keasikan bekerja sama dengan team arsitek dan interior dalam mengembangkan konsep pencahayaan yang diikuti dengan pembuatan gambar kerja, memilih spesifikasi lampu yang disesuaikan dengan kepantasan anggaran.

Dari kick off meeting sampai dengan handover, kami selalu memberikan pandangan dan masukan profesional dalam memaksimalkan nilai tambah bangunan, benefit bagi pengguna bangunan, benefit finansial dan meminimalkan resiko pekerjaan bongkar pasang karena salah desain. Terakhir team desain pencahyaan kami menjaga kesesuaian teknis mulai dari fase desain sampai dengan konstruksi sehingga semua yang terdesain dapat terbangun dan terukur sesuai dengan yang ditargetkan.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Gerakan (Kinetic)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Gerakan

Setiap orang memiliki kepekaan indera gerakan dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dijalani. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain akustik suara sehingga didapatkan lingkungan suara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan telinga pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Seorang atlet memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkoordinasikan indera visual, gerakan dan strategi dalam mencetak prestasi olah raga.

Tulisan ini menceritakan:

  1. Bagaimanana indera Kinetik (Proprioceptive) bekerja dan berkoordinasi dengan indera lainnya seperti indera penglihatan dan indera keseimbangan

  2. Elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi Indera Kinetik tersebut dan apa pengaruhnya bagi kesehatan manusia.

  3. Bagaimana menyelaraskan Desain Lingkungan Bangunan dengan Sensory Intelligence Indera Gerakan Kinetic Proprioceptive.

Indera Kinetik (Proprioceptive)

Sensor Indera Kinetik (Proprioceptive) terletak di otot (muscle), urat (tendon) dan ligamen (ligament). Saat bergerak indera tersebut menerima informsasi dan meneruskan informasi tersebut ke otak dalam bentuk impulse elektrik. Melalui sensor indera kinetik tersebut kita dapat merasakan setiap gerakan dan posisi tubuh kita. Indera tersebut dapat merasakan gaya grafitasi bumi saat berdiri dan berjalan. Indera tersebut juga dapat merasakan tekanan saat menulis, menggambar, bermain musik, menendang bola dan lain sebagainya. Otak manusia dan indera kinetik memiliki kemampuan untuk merekam informasi gerakan yang sering dilakukan menjadi “muscle memory” sehingga untuk gerakan-gerakan yang sering dilakukan kita tidak perlu berpikir lagi.

Seorang musisi memiliki kecerdasan kinetik yang sangat baik yang mampu mengkordinasikan indera pendengaran, gerakan serta emosi alunan suara menjadi sebuah musik yang indah.

Pelukis memiliki kecerdasan kinetik yang baik yang mampu berkordinasi dengan indera visual penglihatan, visual memory dan visual emosional dalam membuat karya seni yang indah

Saat hendak berjalan manusia mengamati informasi tentang ruang melalui indera penglihatan, informasi tersebut diproses di otak ini kemudian dikirimkan kembali untuk memberi perintah ke otot untuk melakukan gerakan langkah kaki.

Saat berjalan:

  1. Indera Vestibular yang terletak dekat telinga merasakan gerakan dan orientasi tubuh

  2. Vestibulo Ocular Reflex menjaga stabilitas penglihatan

  3. Vestibulo Spinal Reflex menjaga postur tubuh tetap tegak dan seimbang

Elemen Desain Arsitektural dan Interior yang mempengaruhi Indera Kinetik

Pada tahun 1978 Mehrabian dan Rusell mengemukan teori SOR atau Stimulus Organism Response. Stimuli dimulai dari proses pengamatan ruangan dan objek melalui Indera Penglihatan. Organism adalah proses menterjemahkan stimuli tersebut oleh insting primitif menjadi sesuatu yang berbahaya atau sesuatu yang menyenangkan. Response perintah otak melalui indera kinetik untuk melakukan gerakan mendekat atau menjauh objek tersebut. Permodelan ini digunakan oleh lighting desainer untuk membuat pengunjung museum berjalan mendekati benda yang dipamerkan di museum, membuat calon pembeli mendekati produk yang di jual di toko retail atau masuk ke dalam restaurant.

Desain pencahayaan yang baik di sebuah bisnis retail dapat meningkatkan impulse buying yang didorong oleh emosi sesaat

Desain pencahayaan yang kurang baik diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbahaya. Di tempat yang remang-remang seperti ini orang cenderung merasa tidak aman dan bergerak menjauh sambil mempercepat langkah kaki. Tidak jarang banyak yang dapat “merasakan” atau “melihat” mahluk halus di tempat seperti ini.


WELL Building Certification merekomendasikan beberapa rating untuk membuat Indera Kinetik menjadi lebih sehat seperti posisi bekerja yang dinamis untuk mengurangi tekanan karena bekerja hanya dalam posisi tertentu dalam waktu yang panjang.

Tekanan karena bekerja lama pada posisi tertentu menekan saraf sensor indera kinetik yang terletak pada otot, urat dan ligamen membuat rasa lelah atau nyeri otot

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori yang menyimpulkan lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. 

Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan untuk fokus belajar dan bekerja serta beragam masalah lainnya.

Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kepekaan Indera Keseimbangan (Vestibular)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Keseimbangan

Setiap orang memiliki kepekaan indera keseimbanga dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan bangunan yang dipijak. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur, interior sehingga didapatkan lingkungan banguna yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera keseimbangan pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Keseimbangan (Vestibular) bekerja dan elemen desain arstiektur, interior, fisika bangunan apa saja yang mempengaruhi integrasi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Blog ini membahas Indera Keseimbangan Vestibular

Indera Keseimbangan (Vestibular)

Indera Keseimbangan (Vestibular) berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Sistem Indera Vestibular menjaga keseimbangan dan kesadaran akan orientasi di sebuah ruang. Organ sensor Indera Vestibular yang terletak di dalam telinga dapat mendeteksi perubahan posisi dan gerakan kepala, yang kemudian menyalurkan informasi tersebut ke otak. Informasi tersebut yang memberi perintah kompensasi kepada otot tubuh dan mata atas perubahan tersebut agar tercipta fokus penglihatan dan keseimbangan tubuh. Sedangkan proyeksi ke corteks menghasilkan persepsi akan gerakan dan grafitasi bumi.

Berikut adalah dua contoh gerakan reflek karena sistem vestibular:

  • vestibulo-ocular reflex yang mengendalikan otot mata tetap fokus melihat sebuah objek saat kita menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Sistem reflek keseimbangan okular secara otomatis memberikan perintah kepada otot mata untuk mengkompensasi gerakan kepala ke kiri atau ke kanan.

  • the vestibulo-spinal reflex yang dapat merasakan saat tubuh kehilangan keseimbangan dan secara otomatis memberi perintah kepada otot tubuh untuk membuat gerakan kompensasi agar tidak terjatuh.

Organ sensor sistem vestibular terletak di dalam telinga kiri dan kanan. Organ tersebut terdiri dari tiga kanal setengah lingkaran dan dua organ otolitik. Kanal setengah lingkaran dapat merasakan gerakan kepala seperti menoleh ke kiri-kanan, tilting ke kiri-kanan, dan mendongak ke atas dan mengangguk ke bawah nodding. Dua organ otolitik merasakan posisi kepala termasuk gerakan lurus seperti gerakan lurus horisontal saat naik mobil atau gerakan vertikal lurus saat naik lift.

Desain Arsitek Interior yang dipengaruhi dan mempengaruhi kepuasan Indera Keseimbangan Vestibular

Secara naluri setiap saat gerakan mata dan gerakan kepala (vestibular ocular refleks) selalu mengamati ruangan dan mengantisipasi ancaman. Otak manusia yang berhubungan dengan Indera Vestibular tersebut memiliki kecenderungan untuk mencari pola yang dikenal untuk memberikan rasa aman. Menurut teori Salingaros (2006) melihat pola arsitektur yang simetri memberikan kesan keseimbangan dan keteraturan. Indera Keseimbangan Vestibular membantu kita terjalan dengan mata tertutup atau tanpa cahaya di ruangan yang simetri, akan tetapi Indera Keseimbangan Vestibular lebih tidak nyaman apabila berjalan di kegelapan di ruangan yang tidak simetri.


Menurut Ruggles di buku Beauty, Neuroscience and Architecture (2018): Dalam sistem pemikiran primitif mahluk mamalia, melihat pola yang sudah dikenal dengan baik dan terekam di otak di bawah alam sadar memberikan respons rasa aman dan relaks. Perasaan relaks dan bahagia dapat memicu pelepasan hormon Oxytocin, Endorphins dan DHEA di otak kita. Seperti tulisan saya sebelumnya Rasa Bahagia dapat membuat hidup lebih sehat. 

Baca: Hidup sehat bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang bahagia?

Pola geometri atau arsitektur yang paling dikenal oleh otak manusia adalah Pola Sembilan Kotak (Nine Square Pattern) seperti permainan tic-tac-toe. Pola Sembilan Kotak pada Photography atau Cinematography disebut Rule of Third. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pola Sembilan Kotak pada Arsitektur mulai dari Layout Floor Plan, Facade Bangunan, dan elemen Arsitektur dan Interior lainnya.

Pola sembilan kotak juga mewakili muka manusia yang mulai dari bayi sudah melihat pola tersebut

Caption: Pantheon yang dibangun pada tahun 120 sebelum masehi sudah menenggunakan Pola Sembilan Kotak

Caption: Setelah lebih dari 2000 tahun Gereja Katedral Jakarta juga menggunakan Pola Sembilan Kotak

Bangunan George W Bush Presidential Library dan Museum, dapatkah anda menemukan pola sembilan kotak pada elemen arsitektur dan interior?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. 

Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara yang menyulitkan untuk beristirahat dan fokus dan masalah lainnya.

Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Konsultasi Multi-Disiplin Fisika Bangunan yang mempengaruhi Sensory Intelligence dapat memberikan nilai tambah buat ANDA, klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kepekaan Indera Pengecap (Gustation)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Nutrisi berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Pengecap

Setiap orang memiliki kepekaan indera pengecap dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan nutrisi yang dikonsumsi. 

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain nutrisi sehingga didapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan lidah pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Blog ini membahas Indera Penciuman Olfactory dan Indera Pengecap Gustation

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana indera Pengecap (Gustation) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketujuh indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Indera Pengecap atau Gustation

Indera pengecap manusia tidak dapat bekerja sendiri, untuk dapat menentukan rasa pedas, asam, manis atau pahit lidah membutuhkan indera penciuman. Kerja sama indera pengecap dan penciuman dalam memberikan informasi komposisi kimia ke otak melalui proses transduction diberi nama Chemosensory.

Sama halnya dengan Indera Penciuman, Indera Pengecap merupakan indera primitif yang memiliki 2,000 sampai dengan 5,000 taste bud. Karena indera penciuman dan pengecap merupakan indera primitif maka informasi dari indera penciuman dan pengecap tidak memakan ruang yang besar di dalam otak.

Gambar Sistem Indera Pengecap Manusia (Gustation) McGraw Hill

Orang dengan kepekaan indera pengecap yang hyper-sensitif lebih menyukai makanan yang sudah dikenal atau tidak memiliki rasa yang kuat. Sebaliknya orang dengan indera pengecap hypo-sensitif lebih menyukai makanan dengan rasa yang kuat seperti pedas, asam, dan gurih. Indera penciuman dan pengecap memiliki hubungan yang erat dengan ingatan seseorang.


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Interior berdasarkan Kepekaan Indera Peraba (Tactile)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Termal dan Tekstur Material Interior berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Peraba

Setiap orang memiliki kepekaan indera peraba dan reaksi yang berbeda terhadap lingkungan termal dan permukaan material yang disentuh.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain termal dan permukaan material sehingga didapatkan lingkungan termal dan tekstur permukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepekaan indera peraba pengguna ruangan?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Tactile Sensory Intelligence: menghindari manusia dari benda tajam atau temperatur permukaan ekstrim yang dapat membahayakan

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Tactile, Peraba atau Perasa

Dengan indera perasa otak kita dapat merasakan: permukaan yang kasar atau halus, temperatur benda atau lingkungan, dan rasa sakit. Ketiga sensasi tersebut diteruskan oleh indera perasa yang berada di seluruh permukaan tubuh ke otak melalui jalur yang berbeda. Indera perasa yang paling sensitif terletak di ujung jari dan pada lidah.

Seiring dengan berjalannya waktu indera perasa orang akan menjadi lebih sensitif, sebagai contoh anak kecil tidak terlalu kuatir bermain bola di saat hujan yang dapat menyebabkan tubuhnya bermandikan lumpur dibandingkan orang dewasa. Dan mengapa beberapa orang akan menjauh apabila melihat tempat yang becek, berminyak atau kotor yang dapat menyebabkan kulit mereka menjadi kotor?

Indera perasa juga merupakan indera yang dapat merasakan mara bahaya misalnya bahaya akan sebuah benda yang panas atau tajam yang dapat melukai tubuh. Dengan indera perasa kita juga dapat mengenali sebuah benda, atau bagi orang yang tuna netra indera perasa digunakan untuk mengenali wajah seseorang dan membaca. Melalui indera perasa tubuh kita dapat merasakan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih intim dengan orang lain.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Lepaskan pakaian yang menyebabkan iritasi kulit seperti kaos kaki atau celana yang terlalu ketat, baju dengan kerah yang menyebabkan iritasi

  • Melakukan perawatan kulit yang menyegarkan indera perasa

  • Menggunakan pakaian yang membuat kulit terasa nyaman

  • Menghindari bersentuhan dengan orang lain untuk waktu tertentu

Gambar 4: Mengapa kita tidak suka apabila kulit terkena kotoran? Apakah kita merasa nyaman apabila didekati oleh anak kecil yang lucu seperti ini akan tetapi penuh dengan lumeran ice cream?

ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Mendesain Arsitektur Fisika Bangunan Pencahayaan berdasarkan Kepekaan Indera Mata (Visual)

Multi-Sensory Architecture Building Physics: Strategi Desain Arsitektur Fisika Bangunan Pencayaan berdasarkan Kebutuhan dan Kepekaan Indera Mata

Setiap orang memiliki kepekaan indera mata dan reaksi emosional yang berbeda terhadap cahaya dan warna yang dilihat.

Bagaimana menyelaraskan desain arsitektur,  interior dengan desain pencahayaan agar didapatkan lingkungan cahaya yang sesuai dengan kepekaan dan kebutuhan orang yang menggunakan ruang tersebut?

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

Visual Sensory Intelligence

Sistem Indera Penglihatan adalah sistem yang indera yang mengolah informasi paling kompleks dan menggunakan otak paling banyak

Setiap orang memiliki tingkat kepekaan indera yang berbeda, oleh karena itu maka setiap orang memproses informasi yang diterima oleh melalui ketujuh indera tersebut memproses informasi dengan cara yang berbeda. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda dapat merasa nyaman dibutuhkan pemahaman tentang elemen desain yang mempengaruhi kepekaan indera.

Blog ini membahas bagaimana Indera Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Peraba Perasa (Tactile) bekerja dan elemen desain apa saja yang mempengaruhi ketiga Indera tersebut dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia.

Visual atau Penglihatan

Indera penglihatan terletak pada retina mata. Kita mengenali lingkungan, benda, muka seseorang melalui indera penglihatan. Di antara ketujuh indera, informasi data penglihatan memakan tempat terbesar di dalam otak manusia. Kita menggunakan indera penglihatan untuk mengenali tempat atau benda, berkomunikasi, memahami ekspresi seseorang, membaca, mengemudi, menonton, bekerja, dan belajar.

Indera penglihatan juga mempengaruhi Reticular Activating System (RAS) yang mengatur keseimbangan jam biologis yang mengatur kapan saatnya tubuh efektif untuk bekerja dan kapan tubuh perlu beristirahat. Indera penglihatan juga yang mengendalikan respon Kewaspadaan (Arousal), Perhatian (Attention) dan Kesadaran (Consciousness) sebuah naluri untuk menghindari bahaya atau mendekati hal yang menyenangkan.

Gambar 2: Perbedaan pencahyaan dan visual mempengaruhi sikap tubuh dan perilaku umat saat melakukan ibadah

Perbedaan Kepekaan Indera Visual menuntut Desain yang berbeda

Setiap orang memiliki respon intelektual dan emosional yang berbeda di sebuah lingkungan yang dirasakan melalui indera penglihatan, pendengaran, perasa dan seterusnya. Untuk mendesain sebuah ruang atau bangunan di mana beberapa orang dengan tingkat kepekaan indera yang berbeda Hyper dan Hypo Sensitive dapat merasa betah untuk tinggal maupun bekerja dibutuhkan pemahaman tentang pengaruh Elemen Desain yang mempengaruhi mental orang tersebut.

Orang dengan Kepekaan VIsual Indera Hyper Sentitive memiliki kepekaan yang lebih tinggi dalam memproses informasi yang diterima oleh Indera. Orang dengan Sensory Intelligence Hyper Sensitive lebih cocok berada di lingkungan dengan bentuk, pola, warna, tekstur yang lebih terkendali. Sebaliknya orang dengan Kepekaan Indera Hypo Sensitive cenderung mencari kesenangan dalam bentuk, pola, warna dan tekstur yang lebih berani dan penuh kejutan.


Contoh bahwa setiap orang memiliki kepekaan dan kecerdasan indera penglihatan yang berbeda adalah Setiap orang memiliki kecenderungan untuk memilih gambar background dan screensaver yang berbeda. Orang dengan indera penglihatan yang lebih peka akan memiliki background dan screensaver yang lebih sepi dibanding dengan orang dengan indera penglihatan yang lebih haus sensasi.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyegarkan kembali indera dan mentalitas penglihatan

  • Menutup dan mengistirahatkan mata

  • Melatih teknik visualisasi

  • Melihat pemandangan, lukisan atau benda seni yang indah

  • Melihat ikan berenang di aquarium


ALTA Integra adalah desainer Lingkungan Fisika yang mempertimbangkan Kepekaan dan Kecerdasan Indera

ALTA Integra dibentuk karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain dapat membentuk dan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. Sayangnya banyak bangunan yang dirancang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan fisika sehingga setelah terbangun memberikan dampak negatif kepada penghuninya seperti suasana cahaya yang tidak nyaman membuat lekas lelah, gangguan suara dan lain-lain. Untuk itu ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang dapat mempertimbangkan kepekaan dan kecerdasan indera sehingga bangunan tersebut dapat membuat pengguna dan lingkungannya berkembang secara positif.  

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sensory Intelligence Consulting clik tombol di bawah ini

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Arsitektur Fisika Bangunan berlandaskan Kepekaan Tujuh Indera untuk Kesehatan Total

Sensory Intelligence atau Kepekaan Indera

Perjalanan Teori Kecerdasan Intelektual (IQ) Kecerdasan Emosional (EQ) Sensory Intelligence (SQ)

Kita mungkin sudah sering mendengar istilah Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) sebuah indeks kecerdasan pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.

Selain Kecerdasan Intelektual yang mulai dikembangkan pada abad ke 19 oleh Francis Galton, dan istilah Intellegence Quotient dan singkatan IQ di perkenalkan oleh William Stern pada abad 20. Di akhir abad 20 istilah Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) mulai populer karena ditemukan fakta bahwa ada beberapa orang dengan tingkat Kecerdasan Intelektual yang tinggi tapi kurang sukses dalam berkarir. Walau istilah Kecerdasan Emosional mulai dikenalkan pada tahun 1964, istilah ini baru dikenal oleh banyak orang melalui buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh jurnalis ilmiah Daniel Goleman pada tahun 1995.

Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menilai, mengelola, menggunakan serta mengontrol perasaan dirinya dan perasaan orang lain di sekitarnya. Orang dengan tingkat Kecerdasan Emosi yang tinggi dapat mengendalikan perasaannya dalam berpikir dan bersikap, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain dan mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional. 

Pada abad 21 atau pada tahun 2007 Annemarrie Lombard menerbitkan buku yang berjudul Sensory Intelligence, Why It Matters more than EQ or IQ? Kecerdasan Indera, mengapa lebih berpengaruh dibandingkan Kecerdasan Emosional atau Kecerdasan Intelektual?

Pengaruh desain Arsitektur, Interior dan Lingkungan Fisika yang mempengaruhi Kecerdasan Indera

Don Ruggles dalam bukunya yang berjudul Beauty, Neuroscience & Architecture mengatakan bahwa manusia yang termasuk mahluk mamalia, otaknya berkembang jauh lebih baik dibanding mahluk mamalia lainnya. Akan sebagian dari otak manusia tersebut masih memiliki cara berpikir primitif, yang belum berkembang dan masih sama dengan mahluk mamalia lainnya, khususnya insting dalam menghindari ancaman keselamatan dan insting berburu dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kesenangan.

Ancaman keselamatan bagi penduduk di perkotaan jaman modern ini sudah berbeda dibandingkan dengan manusia jaman dulu yang hidup di alam bebas yang penuh dengan ancaman fisik. Akan tetapi manusia jaman sekarang mengalami tekanan yang berbeda mulai dari tekanan pekerjaan, tekanan sosial, kemacetan lalu lintas, sampah dan bau, polusi udara, cahaya dan kebisingan. Dibandingkan dengan ancaman jaman dulu misalnya binatang buas yang bersifat sementara, tekanan terhadap Sensory Intelligence dan Pikiran yang dialami manusia jaman sekarang terjadi terus menerus. Tekanan terus menerus seperti ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit yang serius.

Dalam bukunya Lombard menjelaskan perlunya mengubah kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau dan sebagainya agar orang tersebut dapat memberikan respon emosional dan intelektual yang positif yang berpengaruh kepada kesehatan fisik, mental serta sosial. Dan bagaimana orang dapat melatih Kecerdasan Indera agar lebih memahami, beradaptasi atau mengendalikan respon intelektural dan emosional atas kondisi lingkungan Suara, Cahaya, Termal, Bau, dan seterusnya.

Tubuh kita terdiri dari lima indera yang sudah kita ketahui yaitu: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasa (tactile), pencium (olfactory), pengecap (gustation) dan dua indera tubuh yaitu: gerakan (proprioceptive) dan keseimbangan (vestibular).

ALTA Integra didirikan karena kepercayaan bahwa lingkungan fisika di mana kita hidup, berkeja dan bermain mempengaruhi tubuh, pikiran dan perilaku manusia. Penelitian multi-disiplin yang dilakukan mendukung teori tersebut, lingkungan fisika dapat meningkatkan kesehatan, kebahagian dan produktifitas. ALTA Integra selalu fokus dalam mendesain lingkungan fisika bangunan yang tangguh, berkelanjutan dan semua orang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.

Multi-Sensory Architecture Building Physics

Klik tombol dibawah untuk mengetahui lebih lanjut tentang Konsultasi Multi-Indera Arsitektural Fisika Bangunan

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia

Seperti yang kita ketahui bersama, Sang Pencipta di hari pertama menciptakan cahaya untuk memisahkan kegelapan. Cahaya alam atau cahaya buatan sang Pencipta yang menerangi langit dan bumi adalah matahari, bulan yang memantulkan cahaya matahari di malam hari, bintang-bintang yang merupakan matahari dari sistem tata surya dan galaxi lain, komet atau benda yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar, aurora dan sebagainya.

Akan tetapi tahukan betapa besarnya manfaat sinar matahari yang diciptakan Tuhan buat kesehatan dan kebahagiaan kita?

Menurut beragam penelitian ada sembilan manfaat cahaya matahari bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia sebagai berikut.

1. Membantu manusia melakukan aktifitas sehari - hari

Cahaya yang masuk ke mata disalurkan ke saraf otak yang diolah oleh otak kiri menjadi informasi visual dan otak kanan yang membentuk persepsi emosional seseorang. Informasi visual dan emosional tersebut kemudian membangun motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu. Cahaya matahari yang masuk mata selain diteruskan ke otak, diteruskan juga ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang berfungsi mengatur tubuh untuk menambah atau mengurangi produksi hormon Cortisol yang membuat kita terjaga dan bersemangat.

2. Mengatur keseimbangan jam biologis (circadian rhythm)

Cahaya yang masuk ke dalam mata yang diteruskan Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang bertanggung jawab mengatur jam biologis (circadian rhythm) tubuh manusia selama 24 jam. Pada pagi hari mata mulai melihat intensitas cahaya cukup besar, SCN akan memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh terjaga. Sebaliknya begitu langit berubah gelap, SCN memerintahkan tubuh untuk mengurangi produksi hormon Cortisol dan meningkatkan produksi hormon Melatonin yang memicu rasa mengantuk. Hal ini menjawab mengapa apabila kita terpapar cahaya yang cukup kuat di malam hari, apalagi cahaya biru (blue light) membuat kita sulit tidur karena tubuh masih memproduksi hormon.

Image credit: Parans Solar Lighting

3. Meningkatkan kualitas tidur

Semakin banyak tubuh manusia memproduksi hormon Cortisol di siang hari membuat tubuh semakin aktif untuk bergerak. Sehingga di malam hari tubuh akan merasa lebih capek dan produksi hormon Melatonin jauh lebih besar. Penelitian membuktikan bahwa berjemur selama satu sampai dua jam dapat membuat kita tidur lebih pulas di malam hari.

4. Meningkatkan imunitas tubuh

Cara terbaik dan alami untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di udara terbuka. Berjemur satu-dua jam di udara terbuka selain membantu meningkatkan kualitas tidur, juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D.

Vitamin D merupakan unsur penting dalam menjaga imunitas tubuh. Sistem imunitas tubuh yang baik menjauhkan manusia dari serangan beragam penyakit seperti serangan virus seperti Covid-19, infeksi, kanker dan kematian setelah operasi.

5. Menguatkan tulang

Tubuh kita memproduksi vitamin D apabila terpapar sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh kita menjaga kecukupan calcium pada tulang. Kandungan Calcium yang cukup pada tulang menghindari tulang rapuh, tidak berkembang, atau tulang yang berubah bentuk.

6. Menjaga keseimbangan berat badan

Beberapa penelitian menemukan kaitan erat orang yang berada di udara terbuka selama tiga puluh menit sehari antara jam 8 pagi sampai tengah hari memiliki berat tubuh yang lebih seimbang dibandingkan dengan yang tidak.

7. Menghindari serangan depresi

Cahaya matahari selain membuat tubuh memproduksi hormon Serotonin yang meningkatkan mood positif yang menenangkan pikiran dan lebih fokus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menyembuhkan gejala Seasonal Affective Disorder. Seasonal Affective Disorder adalah sebuah perasaan sendu, mellow atau moody di saat cuaca mendung, atau pada musim dingin.

8. Mengendalikan perasaan stress

Menurut penelitian hormon Melatonin yang diproduksi tubuh dapat mengendalikan perasaan stress pada manusia. Tubuh yang terpapar cahaya matahari dapat menjaga level kecukupan hormon Melatonin yang mengendalikan perasaan stress.

9. Memperpanjang usia

Sebuah penelitian yang melibatkan 30,000 wanita di Swedia menunjukan bahwa wanita yang menghabiskan waktunya lebih banyak terpapar cahaya matahari rata-rata hidup enam sampai dengan dua puluh empat bulan lebih lama. Tentu saja penelitian ini masih berpeluang untuk dilanjutkan dengan mencari penyebabnya dan lain sebagainya.

Dari sembilan manfaat di atas kita dapat melihat adanya kaitan erat antara hormon, perasaan, dan aktifitas seseorang yang akhirnya membantu manusia hidup lebih sehat dan bahagia. Tentu saja kelebihan cahaya matahari dapat memberikan resiko kesehatan lainnya seperti kulit menjadi lebih gelap yang tidak disukai oleh sebagian orang. Mempercepat proses penuaan, membuat flek pada kulit sampai dengan resiko kanker kulit. Itu sebabnya mendesain bangunan sebaiknya melibatkan desainer pencahayaan yang mampu melakukan perhitungan kecukupan pencahayaan bagi penghuninya.

ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Hidup sehat dan bahagia adalah impian semua orang, dapatkah kita mendesain lingkungan bangunan yang memberikan kebahagiaan?

Menjadi pribadi yang sehat dan bahagia adalah impian semua orang. Dan menurut Dalai Lama Kebahagiaan merupakan bentuk tertinggi dari kesehatan.

Korelasi antara kebahagian dan kesehatan

Penelitian Cornell University dengan judul: “Exploring the Link Between Health and Happiness”, menemukan hubungan antaran kebahagian dan menurunnya resiko kematian. Dengan kata lain, dari penelitian ditemukan bahwa orang yang merasa bahagia lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan dengan yang merasa kurang bahagia. Penting untuk dicatat analisa ini tidak berlaku timbal balik. (1)

Lebih lanjut, banyak penelitian yang menunjukan bahwa kebahagiaan dapat menurunkan resiko terkena penyakit serangan jantung, darah tinggi, diabetes, dan radang sendi. Ditemukan juga pembuktian bahwa orang yang menderita penyakit serius seperti spinal cord injury, coronary artery disease and heart failure memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat apabila mereka bahagia.

Apabila kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan, pertanyaan berikutnya faktor apa saja yang membuat kita bahagia?

Faktor apa saja yang dapat membuat kita lebih bahagia?

Apakah Uang (Materi) dapat membuat kita lebih bahagia?

Grafik di bawah menunjukan hasil penelitian yang menunjukan korelasi antara peningkatan pendapat rata-rata penduduk Amerika Serikat dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2005, dengan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia.

Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dimana peningkatan pendapat rata-rata tidak meningkatkan persentase jumlah penduduk yang merasa bahagia. Dari grafik di atas pakar ekonomi berusaha memahami mengapa trend peningkatan kepemilikan materi dari tahun ke tahun tidak diikuti dengan tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat. Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena setelah seseorang telah memiliki “sesuatu” materi maka tingkat kebahagiaan mereka kembali ke level awal sebelum memiliki materi tersebut. Kecenderungan ini diistilahkan sebagai “Hedonic Treadmill” dimana akhirnya orang berusaha menemukan kebahagiaan dengan terus mengakuisi (materi) kekayaan baru. (2)

Kebahagiaan dimulai dari (dalam diri) dan mempengaruhi (lingkungan)?

Psikolog Yasinta Indrianti, M. Psi, mengatakan bahagia adalah sebuah akumulasi pengalaman emosi yang ditandai dengan perasaan puas dan gembira. “Hidup kamu akan terasa bermakna tergantung dari bagaimana kamu bisa ciptakan berbagai peristiwa yang menyenangkan dalam keseharian kamu,” lanjutnya. (3)

Kebahagiaan dimulai dari (lingkungan) mempengaruhi perasaan bahagia (dalam diri)?

Charles Montgomery memiliki pandangan yang berbeda, dia mengatakan bahwa faktor yang menentukan kebahagiaan atau tidak bahagia dapat pula dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita tinggal dan bekerja. (4)

Saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri kita yang kemudian dirasakan dan disebarkan ke lingkungan kita melalui sikap dan tindakan positif, dan lingkungan yang bahagia akan membuat diri kita menjadi lebih bahagia.

Dapatkah kita mendesain Lingkungan Bangunan yang dapat membuat orang lebih bahagia?

Untuk membuktikan teori Charles Montgomery, Rebecca Habtour membuat survey yang berisikan pertanyaan mengenai desain, cahaya, dan sensor lain seperti suara dan bau-bauan. (5) Penelitian dilakukan kepada 63 orang partisipan dengan melakukan survey informal yang masing-masing diminta untuk menceritakan tempat dan suasana yang membuat mereka merasa bahagia.

Pertanyaan: Tempat yang menyenangkan terlihat seperti apa, terdengar seperti apa dan bagaimana baunya? Sedangkan tempat yang kurang menyenangkan terlihat bagaimana, terdengar suara apa dan bagaimana baunya?

Kebanyakan partisipan menjawab lingkungan kotor, rusak dan tidak terawat adalah faktor yang membuat mereka merasa kurang bahagia. Selain itu kebisingan juga merupakan faktor yang mengurangi kebahagian, peran konsultan akustik adalah merumuskan standarisasi suara yang menyenangkan, merancang serta menerapkan Soundscape yang memberikan rasa bahagia. Terakhir adalah udara yang tercemar dan bau, konsultan kualitas udara dapat bekerja sama dengan perencana lansekap untuk mendesain taman, pepohonan dan bunga dapat menyegarkan udara dan menghilangkan bau yang kurang sedap.

Pertanyaan: Cahaya seperti apa yang membawa rasa bahagia?

Langit siang hari yang biru cerah dapat meningkatkan gairah bekerja dan bermain, atau langit pagi dan sore hari yang hangat dapat membuat perasaan lebih relaks. Cahaya alam selain memberikan keuntungan emosional, juga memberikan keuntungan biologis seperti memproduksi Vitamin D yang menguatkan tulang dan imunitas tubuh. Perubahan temperatur cahaya alam dari matahari terbit sampai terbenam membantu tubuh dalam mengatur keseimbangan pelepasan hormon yang diperlukan tubuh sehari-hari untuk tetap produktif di siang hari dan dapat beristirahat dengan baik di malam hari.

Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing

Lingkungan bangunan di mana kita tinggal, bermain dan bekerja memberikan dampak yang berbeda kepada setiap orang. Setiap orang memiliki kecerdasan tujuh indera yang berbeda-beda, Untuk menciptakan lingkungan bangunan yang dapat membuat semua orang merasa terlibat dan memiliki, kami terus menerus belajar untuk memahami faktor-faktor tersebut.

Tubuh manusia terdiri dari tujuh indera yaitu: penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, perilaku dan keseimbangan. Dengan pemahaman ini desain goal ALTA Integra adalah menciptkan Sustainable Built-Environment for Human Wellbeing melalui pembuktian ilmiah Built-Environment Performance Modeling and Testing dan terukur Change and Satisfaction Evaluation.

ALTA Integra adalah konsultan fisika bangunan yang percaya dan selalu mempelajari hubungan antara lingkungan fisika, bangunan dan kesehatan penghuninya. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana desain bangunan dan lingkungan fisika dapat meningkatkan kualitas hidup Anda klik tombol dibawah ini.


References:

1. Exploring the Link Between Health and Happiness, evidencebasedliving.human.cornell.edu/2019/02/18/exploring-the-link-between-health-and-happiness

2. Speth, James Gustave. 2008. Bridge at the edge of the world. New Haven, CT, USA: Yale University Press. Page 132.

3. Muh Iqbal Marsyaf "Membangun Kebahagiaan dan Kesehatan Dimulai dari Diri sendiri". SINDOnews Sabtu, 10 Oktober 2020

4. Montgomery, Charles. Happy City; Transforming our lives through urban design. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2013 p.11

5. Habtour, Rebecca. Designing Happiness: Architecture and urban design for joy and well-being.









Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Desain Arsitektural Fisika Bangunan terhadap Kualitas Tidur dan Kesehatan

kualitas tidur kesehatan arsitektur 2.jpg
 
 
Sleep is the best meditation
— the Dalai Lama

Kualitas Tidur dan Kesehatan

Kualitas tidur merupakan salah satu pilar menuju hidup sehat secara jasmani dan mental. Telah banyak penelitian yang membuktikan hubungan erat antara kualitas tidur terhadap kualitas kesehatan, awet muda dan umur yang panjang.

Kualitas tidur yang rendah selain membuat tubuh tidak segar dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko penyakit berat seperti darah tinggi, sakit jantung, serangan jantung, diabetes tipe 2, depresi dan obesitas. Dengan semakin orang yang hidup di perkotaan dan berkembangnya teknologi, kualitas tidur masyarakat perkotaan semakin berkurang.

kualitas tidur kesehatan arsitektur 3.jpg

Siklus tidur

Siklus tidur adalah sistem internal tubuh dimulai dari kondisi tidur Rapid Eye Movement (REM) atau light sleep sampai dengan Non Rapid Eye Movement (NREM) dan kembali ke kondisi REM. Kondisi NREM terdiri dari tiga tahap yaitu Intermediate Sleep, Moderate Deep Sleep dan Deep Sleep. Satu siklus tidur biasanya sekitar 90 menit, dimana menjelang pagi kedalaman NREM semakin berkurang sedangkan durasi REM semakin lama. Dalam satu malam kita mengalami siklus tidur 4-5 kali.

Siklus tidur dipengaruhi oleh pengaruh external seperti temperatur udara, suara, cahaya, kebiasaan, dan makanan. Siklus tidur juga dipengaruhi oleh pengaruh internal seperti pola gelobang otak dan faktor keturunan.

Desain Fisika Bangunan

Desain arsitektur bangunan rumah tinggal, hotel, apartemen yang didesain dengan mempertimbangkan faktor fisika bangunan dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik karena kualitas pengudaraan, temperatur, suara dan cahaya yang menunjang tidur yang pulas.

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.

#tidur #kesehatan #bangunan #arsitektur #awetmuda #suara #udara #temperatur #cahaya

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Apa pengaruh cahaya terhadap tubuh manusia?

Suprachisasmatic nucleus.png

Melanjutkan cerita tanggal 25 May 2021, cahaya dan suara mempengaruhi manusia secara visual-pendengaran, emosi dan biologi. Pada gambar di atas mata kita menangkap cahaya dan 80% sinyal cahaya disalurkan ke visual cortex (prosesor penglihatan pada otak) melalui jaringan bewarna merah. Dan 20% sinyal cahaya lainnya diteruskan ke Suprachiasmatic Nucleus (SCN) yang mengendalikan hormon pada tubuh.

Di pagi hari apabila kita terpapar matahari, gelombang cahaya biru 480 nm masuk ke mata dan diteruskan ke SCN, SCN kemudian memerintahkan tubuh untuk memproduksi hormon Cortisol yang membuat tubuh kita menjadi terjaga dan aktif. Di sore hari langit yang tadinya biru berangsur menguning, dosis cahaya biru yang diterima mata kita berkurang. SCN memerintahkan tubuh untuk memproduksi hormon Melatonin yang menyebabkan tubuh menjadi relax dan kemudian timbul rasa kantuk.

Dan seperti pada cerita sebelumnya apabila telinga mendengarkan kebisingan pada malam hari maka tubuh akan memproduksi hormon Cortisol yang menyebabkan tubuh menjadi terjaga dan aktif. Begitu pula apabila kita mata kita terpapar cahaya biru 480 nm dengan intensitas yang tinggi dalam beberapa jam di malam hari maka tubuh akan memproduksi Cortisol juga. Selain pelepasan hormon Cortisol di malam hari, cahaya biru menghambat pelepasan hormon Melatonin. Gangguan hormon Melatonin dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan penyakit serius seperti Kanker.

pemasangan videotron pada gedung dengan intensitas cahaya yang berlebihan dapat menggangu kesehatan manusia

pemasangan videotron pada gedung dengan intensitas cahaya yang berlebihan dapat menggangu kesehatan manusia

ALTA Integra adalah konsultan multi-disiplin fisika bangunan dengan tenaga ahli mulai dari akustik suara, pencahayaan, pengudaraan, temperatur, air dan lain-lain. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lingkungan fisika sangat mempengaruhi perilaku dan biologis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut. Misi kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih indah dan lebih nyaman untuk ditinggali untuk semua mahluk hidup di planet bumi.

#light #cahaya #health #kesehatan #tidur #sleep #bluelight #lightpollution

Read More
Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant Herwin Gunawan Human-Centered Building Performance Consultant

Polusi Cahaya pada Malam Hari Menyebabkan Gangguan Tidur

Cahaya lampu dengan intensitas blue light 480nm yang diterima retina mata di teruskan oleh Melanopsin ke saraf Suprachiasmatic Nucleus (SCN). Memberi perintah untuk mengurangi produksi hormon Melatonin yg diperlukan untuk memicu rasa kantuk di malam hari.

Tanpa hormon Melatonin membuat seseorang sulit tidur dan cenderung terjaga dimalam hari. Hal ini disebut gangguan siklus terjaga-tidur seseorang atau dengan istilah ilmiah Circadian Rhythms Disorder.

Penyakit yang ditimbulkan akibat Circadian Rhythm Disorder adalah Obesitas (kelebihan berat badan), Diabetes (kencing manis), Heart Problem (masalah jantung) bahkan Cancer (Kanker).

Foto di bawah adalah pemasangan videotron pada facade sebuah gedung di Jalan Sudirman Jakarta dengan cahaya berlebihan. Cahaya berlebihan di malam hari dapat dapat menggangu kesehatan manusia dan mahluk hidup yang tinggal di area tersebut.

Read More