Blog Studi Lapangan Fisika Bangunan
Iklim → Alam → Manusia → Budaya → Arsitektur → Perkotaan
Kumpulan studi lapangan mengenai iklim, alam, arsitektur, dan perkotaan dari perspektif fisika bangunan.
Temukan bagaimana kondisi lingkungan, budaya lokal, dan strategi desain memengaruhi kenyamanan, kesehatan, efisiensi energi, dan kinerja bangunan.
Mengamati Arsitektur dan Interior Starbuck Reserve Roastery Tokyo
Tokyo Starbuck Reserve Roastery designe by Kengo Kuma Architect Associates. In line with the streets forming a triangle, a couple of new functions, such as a bakery, bar, tea corner in addition to the café area were brought in to diversify the activities on the streets.
Tokyo Starbuck Reserve Roastery designe by Kengo Kuma Architect Associates. In line with the streets forming a triangle, a couple of new functions, such as a bakery, bar, tea corner in addition to the café area were brought in to diversify the activities on the streets.
Mengamati Arsitektur Modern Mode Gakuen Cocoon Tower Tokyo
Tokyo Mode Gakuen Cocoon Tower is a 204-metres-tall, 50-stories educational facility located in the Nishi-Shinjuku district in Shinjuku, Tokyo, Japan. The building is home to three educational institutions: Tokyo Mode Gakuen Fashion Vocational School, HAL Tokyo Special Technology and Design College, and Shuto Ikō Medical College.
Tokyo Mode Gakuen Cocoon Tower is a 50-story educational facility with 204-metre-tall. The Second Tallest Educational Building in the World. The architects, Tange Associates, said its cocoon-like shape symbolizes nurturing the students inside It was awarded the 2008 Skyscraper of the Year by Emporis.
Desain Arsitektural Lighting and Daylighting Airport Haneda Tokyo
Tokyo Haneda Airport. Integrating Daylighting from Skylight and High Windows through Double Glazing Thermal Insulation and Low Energy LED Lighting to create an Exciting Atmosphere and Reducing Carbon Footprint.
Integrating Daylighting from Skylight and High Windows through Double Glazing Thermal Insulation and Low Energy LED Lighting to create an Exciting Atmosphere and Reducing Carbon Footprint.
Mengunjungi Menara Broadcast Tertinggi di Dunia Skytree Observation Deck Tokyo
How Sun & Cloud Create Lights and Shadows upon the Tokyo Cityscape - A View from Tokyo Skytree - Tokyo Skytree became the tallest structure in Japan in 2010 and reached its full height of 634 meters (2,080 ft) in March 2011. The highlight of the Tokyo Skytree is its two observation decks which offer spectacular views out over Tokyo.
World Tallest Broadcasting Tower
Mengamati Arsitektur dan Artefak Sejarah di Phnom Penh Museum Nasional Kamboja
Phnom Penh
Fotografi Arsitektur - Mei 2023
Melihat Sejarah Kelam Pembunuhan Masal di Museum Tuol Sleng Phnom Pehn
“The only real prison is fear, and the only real freedom is freedom from fear. ”
Mengamati Arsitektur Sederhana Katedral Santo Florin Vaduz
Fotografi Arsitektur - Oktober 2022Mengamati Kehidupan Arsitektur dan Lingkungan Alam Vaduz Liechtenstein
Fotografi Pemandangan Kota - Oktober 2022
Mengamati Arsitektur Gedung Bersejarah Katedral Bamberg
Fotografi Arsitektur - Oktober 2022Mengamati Bagaimana Rotherburg Menjaga Keaslian Kota Abad Pertengahan
Kota Romantis - Oktober 2022Suasana Romantis
Konzerthaus Berlin masuk ke dalam lima gedung konser terbaik di dunia
Konzerthaus Berlin yang awalnya bernama Schauspielhaus Berlin adalah sebuah Theater yang dirancang oleh Carl Gotthard Langhans diresmikan 1 Januari 1802. Setelah mengalami kerusakan akibat bom oleh tentara sekutu, pada tahun 1977 gedung ini direnovasi dan dibuka kembali menjadi rumah bagi Berliner Sinfonie-Orchester dan diberi nama Konzertahaus Berlin.
Berdasarkan survey pada tahun (1996, 2004) yang dilakukan oleh Beranek yang melibatkan musisi, konduktor dan pendengar yang berpengalaman Konzerthaus Berlin menempati ranking ke empat dari lima konzerthaus terbaik di dunia dengan urutan sebagai berikut: Vienna Grosser Musikvereinssaal, Boston Symphony Hall, Buenos Aires Teatro Colon, Berlin Konzerthaus , dan Amsterdam Concertgebouw.
Source: Wikipedia, Marshall Long Acoustics, Acoustics Today
#acoustics #music #concert #concerthall #theater#classicalmusic #historic #architecture #berlin #berlinmusic#travel #travelphotography
Mengamati Kehidupan Arsitektur dan Iklim Kota Berlin
Fotografi Arsitektur dan Pemandangan Kota - Oktober 2022
Mengamati Arsitektur Akustik Pencahayaan Gedung Konser Berlin Philharmonie
Arsitektur Fasad Interior Akustik Pencahayaan Audiovisual Fotografi - Oktober 2022
Apa yang membuat biola Anne-Sophie Mutter di Berlin Philhramonie suaranya bagus?
Saya beruntung dapat menyaksikan Anne-Sophie Mutter & rekan tampil di Berliner Philharmoniker pada tanggal 18 October 2022 dengan formasi kuartet gesek sebagai berikut:
Anne-Sophie - violin
Ye-Eun Choi - violin
Vladimir Babeshko - viola
Pablo Ferrandez - Violoncello
Kuartet gesek ini memainkan komposisi Haydn, Beethoven, & Widmann. Mereka bermain tanpa beban, bersih dan kompak. Walau mereka hanya main berempat, ruang konser Berlin Philharmonie Great Hall terdengar penuh sampai ke belakang. Great Hall biasa menampilkan orkestra penuh dengan puluhan alat musik.
Kali ini Anne-Sophie dan kawan bermain di Gedung Konser Besar Berliner Philharmoniker yang terletak pada jalan Herbert von Karajan Street. Herbert von Karajan adalah kepala konduktor di Berlin Philharmoniker selama 34 tahun. Untuk menghargai nama Herbert von Karajan yang berjasa mempopulerkan nama Berlin Philharmonie, nama jalan di gedung konser tersebut dinamakan jalan Herbert von Karajan.
Senang dapat menonton secara langsung dari dekat maestro Anne-Sophie memainkan Stradivarius violin yang harganya jutaan dolar dan gesekan seharga 100,000 dollar. Suara biola Anne terdengar berbeda dari biola Ye-Eun Choi, apakah karena teknik permainannya atau harga biolanya?
Menyaksilkan Anne-Sophie Mutter dan kawan di Berlin Philharmonie Grand Hall
My Listening Note Anne-Sophie Mutter, Ye-Eun Choi, Vladimir Babeshko, and Pablo Ferrandez in the Famous Grand Hall Berlin Philharmonie German
18 October 2022
Anne-Sophie Mutter, Ye-Eun Choi, Vladimir Babeshko, and Pablo Ferrandez
Berlin Philharmonie Grand Hall
Arsitektural Akustik
Berikut adalah Rekaman Audio yang memperdengarkan karakteristik Akustik Berlin Philharmonie
Mengamati Sejarah Arsitektur Gerbang Berlin Bradenburg
Bangunan Bergaya Kebangkitan Yunani 1791 - Oktober 2022
Mendengar NDR (Norddeutscher Rundfunk) Vokalensemble di Ruang Konser Besar Elbphilharmonie Hamburg
NDR Vokalensemble dikenal sebagai ansambel vokal dengan kualitas terbaik.
NDR Vokalensemble dikenal sebagai ansambel vokal dengan kualitas terbaik.
Repertoar a cappella dari era Renaisans hingga era modern merupakan inti artistik dari ansambel ini. Warna suara yang kaya nuansa serta kepekaan terhadap gaya berbagai periode musik menjadi ciri khas kerja NDR Vokalensemble (sebelumnya NDR Choir). Ruang lingkup musikalnya terlihat jelas dalam seri langganan yang dimulai pada tahun 2009: mulai dari konser a cappella hingga oratorio dengan orkestra, dari periode Barok dan Romantik hingga masa kini—jangkauan musikal ansambel ini sangat luas.
Klaas Stok, yang berasal dari Belanda, telah menjabat sebagai Kepala Konduktor NDR Vokalensemble sejak musim 2018/19.
Sebagai mitra reguler orkestra dan seri konser NDR (Penyiaran Jerman Utara), NDR Vokalensemble sering bekerja sama dengan orkestra lain dalam konsorsium penyiaran Jerman ARD, serta dengan ansambel-ansambel terkemuka Musik Awal dan Musik Baru, juga dengan orkestra simfoni internasional. Para konduktor seperti Daniel Barenboim, Paul Hillier, Mariss Jansons, Paavo Järvi, Andris Nelsons, dan Sir Roger Norrington telah menjadi sumber inspirasi artistik bagi ansambel ini.
Rekaman Suara NDR Vokalensemble di Great Hall Elbphilharmonie
Berikut adalah rekaman suara konser NDR Vokalensemble di Great Hall Elbphilharmonie. Rekaman ini memperdengarkan karakteristik arsitektural akustik Elbphilharmonie yang cantik.
Mengamati Arsitektur dan Akustik di Hamburg Elbphilharmonie
Pengamatan Teknis Hamburg Elbphilharmonie dari sudut pandang saya konsultan Fisika Bangunan Akustik, Pencahayaan, Pengudaraan dan lain - lain bulan oktober tahun 2022
Oktober 2022
Desain Arsitektur Fasad Elbphilharmonie Hamburg
Fasad Elbphilharmonie dirancang oleh Herzog & de Meuron sebagai kulit kaca lengkung berteknologi tinggi yang berdiri di atas bangunan struktur bata historis Kaispeicher A. Kombinasi ini menciptakan kontras antara warisan industri pelabuhan Hamburg dan identitas arsitektur kontemporer.
Lapisan atas bangunan menggunakan sekitar 1.100 panel kaca khusus, masing-masing dibentuk secara individual dengan tingkat kelengkungan yang berbeda. Permukaan kaca diberi dot-printing mikro untuk mengontrol pantulan cahaya, mengurangi silau, sekaligus menciptakan efek visual berkilau yang dinamis ketika terkena matahari atau cahaya kota.
Kaca-kaca tersebut dipasang pada sistem fasad ganda yang berfungsi menahan angin laut yang kuat serta meningkatkan performa akustik dan termal. Profil tepi panel dibuat sedikit cembung atau cekung sehingga fasad membentuk gelombang horizontal yang meniru permukaan air Sungai Elbe.
Bagian puncak bangunan memiliki atap bergelombang yang dirancang menyerupai puncak ombak atau layar kapal, memperkuat hubungan visual dengan pelabuhan. Pada malam hari, pencahayaan interior menciptakan efek lentera, menjadikan fasad tampak hidup dan tembus cahaya.
Secara keseluruhan, fasad Elbphilharmonie adalah gabungan presisi teknik, material canggih, dan metafora maritim — menjadikannya landmark ikonik sekaligus mesin performa akustik dan lingkungan yang efisien.
Arsitektural Akustik di Great Hall - Elbphilharmonie Hamburg
Dengan volume ± 23.000 m³ Great Hall Elbphilharmonie memiliki Reverberation time ± 2.2 detik untuk musik simfoni dengan kejernihan detail tinggi tanpa kehilangan warmth. Proporsi ruang + material difusi menghasilkan akustik yang transparan, presisi, dan sangat natural.
Konsep “Vineyard Style” Seating
Great Hall menggunakan konfigurasi tempat duduk vineyard terraced, di mana penonton mengelilingi panggung dalam teras-teras bertingkat. Tujuannya: Meminimalkan jarak antara musisi dan audiens, Mendistribusikan energi suara secara merata ke seluruh ruang, Menghindari refleksi besar yang dapat menciptakan gema tidak terkontrol.
“White Skin” — Panel Difusi Akustik Mikro
Sekitar 10.000 panel gipsum yang dipasang di seluruh dinding dan langit-langit membentuk struktur difusi mikro. Panel ini memiliki Tekstur 3D dengan ribuan cekungan mikro, Kemampuan memecah gelombang suara menjadi pantulan kecil yang terkontrol, Distribusi suara merata di semua kursi tanpa dead spots. Panel dirancang menggunakan pemodelan digital oleh akustisi Yasuhisa Toyota (Nagata Acoustics).
Reflektor Akustik Raksasa (The “Sound Canopy”)
Di atas panggung terdapat reflektor akustik gantung besar berbentuk elips. Fungsinya: Mengarahkan suara langsung ke penonton, Mengembalikan pantulan tepat waktu ke musisi (penting untuk timing dan ensemble), Mengurangi kebutuhan amplifier pada konser orkestra. Reflektor ini memungkinkan keseimbangan alami antara detail instrumen dan kehangatan ruang.
Isolasi Struktural: “Floating Hall”
Great Hall dibangun sebagai ruang terapung akustik: Seluruh hall ditempatkan dalam “cangkang” beton tersendiri. Struktur internal ini terpisahkan dari bangunan utama menggunakan 362 peredam getaran yang mencegah suara dan getaran dari luar seperti suara kapal, lalu lintas kendarana, angin pelabuhan dan aktivitas gedung tidak menggangu. Teknik ini menghasilkan SNR (signal-to-noise ratio) sangat tinggi — suara kecil tetap terdengar jelas.
Plaza dan Foyer Elbphilharmonie Hamburg
Plaza Elbphilharmonie adalah ruang publik setinggi 37 meter yang berfungsi sebagai transisi arsitektural antara struktur historis Kaispeicher A di bawah dan volume kaca modern Elbphilharmonie di atasnya. Begitu pengunjung keluar dari eskalator melengkung yang ikonik, mereka memasuki ruang terbuka yang dirancang sebagai platform observasi 360°. Di sinilah konsep arsitektural bangunan terasa paling jelas: sebuah dialog antara masa lalu, kota, air, dan langit.
Secara spasial, plaza dibungkus oleh fasad kaca melengkung dengan panel besar yang dibentuk secara individual. Kaca ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas ruang, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol visual dan iklim. Panel-panelnya memfilter cahaya, menghaluskan pantulan, dan menciptakan gradien transparansi yang memperluas persepsi ruang. Hasilnya, plaza memiliki karakter semi-terbuka — terlindungi dari cuaca laut namun tetap menyatu dengan panorama sekeliling.
Dari sisi materialitas, lantai plaza mempertahankan tekstur kokoh yang merespon massa batu bata gudang di bawahnya, sementara detail railing baja dan kaca terintegrasi minimalis untuk memastikan bidang pandang tetap bersih. Perbedaan material antara pondasi historis dan struktur kontemporer sengaja ditekankan, menjadikan plaza sebagai joint zone yang menyatukan dua bahasa arsitektur.
Salah satu elemen paling penting adalah akses ke balkon eksterior yang mengelilingi bangunan. Balkon ini memungkinkan pengunjung bergerak melingkari bangunan dan mengamati morfologi kota Hamburg, pelabuhan, serta garis sungai dari berbagai orientasi. Dari sudut pandang arsitektural, sirkulasi horizontal ini menciptakan rhythm of movement yang menjadi bagian dari pengalaman ruang — bukan sekadar fungsi, tetapi narasi visual yang terus berubah.
Pada saat senja, pantulan cahaya pada fasad kaca menghasilkan komposisi warna yang memadukan rona laut, awan, dan interior bangunan. Plaza menjadi ruang atmosferik yang tidak hanya menghubungkan pengunjung dengan lingkungan luar, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Elbphilharmonie memanipulasi cahaya sebagai material arsitektur.
Dengan demikian, Plaza Elbphilharmonie bukan hanya viewing deck, tetapi merupakan ruang arsitektural strategis yang memediasi beban historis gudang bata dengan ekspresi kontemporer bangunan kaca di atasnya — sebuah ruang yang menyampaikan identitas arsitektur Elbphilharmonie melalui pengalaman, cahaya, material, dan perspektif kota.
Video Ulasan Teknis Elbphilharmonie Hamburg
Mengamati Kehidupan Arsitektur dan Lingkungan Kota Hamburg
Fotografi Jalanan dan Pemandangan Kota - Oktober 2022